<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869</id><updated>2011-04-22T08:13:35.321+07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Tulisan &amp; Pemikiran</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>95</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-4136738772308229967</id><published>2008-01-01T21:09:00.000+07:00</published><updated>2008-01-01T21:23:04.190+07:00</updated><title type='text'>Pindah Rumah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R3pL9mA-olI/AAAAAAAAADQ/E7qjGONuQjU/s1600-h/maryulismaxwordpress.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R3pL9mA-olI/AAAAAAAAADQ/E7qjGONuQjU/s320/maryulismaxwordpress.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150512645400339026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terhitung 1 Januari 2008, saya dengan berat hati pindah rumah. Kendati di &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/"&gt;rumah inilah&lt;/a&gt; seluruh aktivitas berpikir dan menulis saya limpahkan, namun karena pertimbangan lain —yang salah satunya adalah soal kenyamanan beraktivitas— terpaksa saya pindah ke rumah lain. Ada rencana membikin rumah sendiri di &lt;a href="http://maryulismax.web.id/"&gt;http://maryulismax.web.id&lt;/a&gt;, tapi karena belum rampung betul lantaran harus ada renovasi di seluruh bagian rumah tersebut dan penyelesaian "sertifikat" serta pembayaran "Pajak Bumi dan Bangunannya", untuk sementara saya menumpang dulu di kontrakan &lt;a href="http://maryulismax.wordpress.com/"&gt;http://maryulismax.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kepada kawan-kawan, tamu dan relasi yang telah berkunjung, singgah, nginap di rumah lama ini. Walaupun saya pindah, isi rumah akan tetap dibiarkan seperti ini. Anggap saja museum yang bisa digunakan untuk melihat, mendengar dan merasakan apa-apa yang telah saya tulis dan pikirkan. Sementara untuk duplikat "prasasti" di rumah lama ini, telah saya boyong ke &lt;a href="http://maryulismax.wordpress.com/"&gt;http://maryulismax.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-4136738772308229967?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/4136738772308229967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=4136738772308229967&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/4136738772308229967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/4136738772308229967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2008/01/pindah-rumah.html' title='Pindah Rumah'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R3pL9mA-olI/AAAAAAAAADQ/E7qjGONuQjU/s72-c/maryulismaxwordpress.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-8228115047573347656</id><published>2007-12-26T15:16:00.000+07:00</published><updated>2007-12-26T15:49:05.743+07:00</updated><title type='text'>Jucelino oh Jucelino</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R3IPxWA-ojI/AAAAAAAAADA/CTRmRHLV24k/s1600-h/jucelino.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R3IPxWA-ojI/AAAAAAAAADA/CTRmRHLV24k/s320/jucelino.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148194664435589682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jucelino Nobrega da Luz patut menutup wajahnya yang memerah karena malu. Kredibilitasnya sebagai peramal --yang kata orang ramalannya banyak betul daripada salahnya-- jatuh sudah. Semua itu gara-gara ramalannya soal gempa besar pada 23 Desember 2007 berkekuatan 8,5 SR yang disertai tsunami di pantai barat Sumatera tidak terbukti sama sekali. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka, pasangilah topeng di wajahmu wahai Jucelino, biar malumu tertutupi sudah.&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kendati ramalannya tak terbukti, kita patut juga berterima kasih kepada Jucelino. Karena ramalan yang dimunculkannya --yang atas pertolongan ekspos di media-media massa membikin isu ini merebak ke mana-mana-- menjadi penggerak mobilisasi yang lebih efektif ketimbang simulasi tsunami. Coba bandingkan ketika pemerintah Provinsi Sumbar mengadakan simulasi tsunami dan ujicoba sirine pada 17 Desember lalu, tak begitu banyak warga yang menanggapi. Malahan ditanggapi dingin.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda halnya dengan isu Jucelino, tanpa diperintah-perintah pun, warga sudah mengungsi menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Tak perlu ada pengumuman lewat pengeras suara, tak perlu ada iklan di media massa, warga yang telah trauma dampak tsunami aceh 2004 dengan sendirinya telah mengevakuasi diri mereka tanpa ada komando seperti ketika simulasi tsunami dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko-toko tutup, pasar sepi, kota lengang, aktivitas ekonomi mati suri, lalu lintas kendaraan minim, hilir mudik warga kurang dari biasanya, semuanya hanya gara-gara isu tsunami. Suatu kondisi yang takkan bisa dikondisikan ketika simulasi tsunami dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah kewaspadaan yang dibungkus ketakutan. Dan semua itu telah berlalu seiring tidak terbuktinya ramalan Jucelino. Semua kembali ke aktivitas semula --kecuali bagi PNS dan anak sekolahan yang menikmati libur panjang bertajuk cuti bersama dari 20-26 Desember bahkan ada yang sampai 2 Januari 2008. Semua kembali kepada gerak hidup apa adanya, sementara bahaya dan bencana tetap mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewaspadaan semu yang muncul ketika isu merebak, memberi pelajaran kepada kita bahwa masyarakat lebih percaya kepada informasi irrasionalitas yang menyangkut keselamatan hidup mereka ketimbang infomasi rasional pemerintahan yang mencoba menenangkan mereka. Jucelino telah memberi pelajaran bahwa kadar rasionalitas sebuah masyarakat modern belum berkembang baik di daerah kita. Dan itu bisa menjadi alat ukur bahwa tingkat keimanan masyarakat pun belum sebaik seperti yang kita kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti 23 Desember lewat sudah, ancaman keselamatan justru bermula dari sini. Di saat kita lengah, di saat kita tidak lagi "diingatkan" isu, sudah sejauhmanakah kita siap dan waspada? Bukankah bisa saja beberapa detik, semenit, sehari, seminggu, sebulan, setahun setelah baca tulisan ini, tiba-tiba bencana itu tiba? Maka, jangan sampai terlena dan jangan lupa untuk berdoa agar kita dijauhkan dari segala bencana. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-8228115047573347656?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/8228115047573347656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=8228115047573347656&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8228115047573347656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8228115047573347656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/12/jucelino-oh-jucelino.html' title='Jucelino oh Jucelino'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R3IPxWA-ojI/AAAAAAAAADA/CTRmRHLV24k/s72-c/jucelino.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-4803984923775580964</id><published>2007-12-14T13:19:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T13:25:07.549+07:00</updated><title type='text'>Jumpa Pak JaF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R2IhQGA-oiI/AAAAAAAAAC4/OYc53_5EJGA/s1600-h/rane.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R2IhQGA-oiI/AAAAAAAAAC4/OYc53_5EJGA/s320/rane.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143710284786868770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Juru Kampanye "Jangan Asal Copy Paste"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;SERING melihat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;banner&lt;/span&gt; berisikan "Jangan Asal Copy Paste" (JACP) atau "Blog Juga Hasil Karya Cipta" di berbagai blog? Pasti muncul pertanyaan siapa gerangan orang yang paling berkompeten dengan &lt;a href="http://anotherfool.wordpress.com/jacp/"&gt;kampanye ini&lt;/a&gt;. Dialah La Rane Hafied yang tenar dipanggil Pak JaF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak alasan kenapa pria Bugis kelahiran Lampung Tengah ini getol mengampanyekan JACP. Alasan paling mendasar tentu karena itu tadi, bahwa "Blog Juga Hasil Karya Cipta". Seperti diutarakannya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;JACP adalah sebuah ajakan moral untuk menghargai hasil karya para blogger, karena apapun isinya, apapun wujudnya, blog adalah juga sebuah hasil karya cipta. Kampanye ini terinspirasi dari beberapa kasus penjiplakan dan pembajakan materi blog yang juga pernah saya alami sendiri beberapa waktu silam&lt;/span&gt;."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggencarkan kampanye JACP ini, Pak JaF lantas membikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;banner&lt;/span&gt; itu di &lt;a href="http://jaf.suarane.com/?page_id=53"&gt;blog lamanya&lt;/a&gt;. Antusiasme para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; pun cukup tinggi, ketika itu. Maka banyak bertebaran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;banner-banner&lt;/span&gt; kampanye JACP ini di berbagai blog sebagai wujud atas dukungan moral terhadap kampanye yang digencarkan kru &lt;a href="http://www.rsi.sg/html/indonesian/kru.htm"&gt;Radio Singapore Internasional&lt;/a&gt; ini, termasuk saya. Namun tiba-tiba saja, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;links banner&lt;/span&gt; ini hilang dari peredaran, sehingga logo kampanye tersebut tidak nampak. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya pindah blog. Karena ada masalah dengan hosting saya terdahulu&lt;/span&gt;," katanya ketika bertemu muka dengan pria berbadan subur ini di Hotel Bumiminang pada Senin, 10 Desember lalu. Pertemuan ini, karena kebetulan Pak JaF sedang ada tugas kantor yang membuat dia harus melangkahkan kaki ke Ranah Minang. Dan saya mengetahui keberadaannya di Padang dari &lt;a href="http://myladokutu.org/"&gt;Subadri&lt;/a&gt;, yang berkesempatan pula menemani saya bersama &lt;a href="http://kucingair.com/"&gt;Amar Putra&lt;/a&gt; untuk menemui pria yang sesekali saya panggil Mas Rane ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kampanye yang telah diretasnya itu tidak hilang begitu saja, Pak Jaf kembali memunculkan kampanye ini di &lt;a href="http://anotherfool.wordpress.com/jacp/"&gt;blognya yang baru&lt;/a&gt;. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perlu dicatat bahwa ini hanyalah sebuah kampanye moral yang tidak memiliki implikasi legal apapun, dan hanya berfungsi untuk mengingatkan saja. Namun bukankah kadang-kadang sanksi moral juga bisa berdampak pada macam-macam hal&lt;/span&gt;," tulisnya di postingan mengenai kampanye JACP ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ngeblog&lt;/span&gt;, diakui Pak JaF, sudah dilakukannya jauh sebelum beredarnya fasilitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;free blogger&lt;/span&gt;. Katanya, dia sudah wara-wiri di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;geocities&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hosting&lt;/span&gt; lain yang memberi akses untuk memposting sesuatu. Tapi begitu &lt;a href="http://blogger.com/"&gt;blogger.com&lt;/a&gt; muncul pada tahun 2000-an, Pak JaF lantas bikin blog di &lt;a href="http://blogger.com/"&gt;blogspot&lt;/a&gt; dan kemudian hari pindah ke &lt;a href="http://www.suarane.org/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;web&lt;/span&gt; pribadi&lt;/a&gt; dengan menyewa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;domain&lt;/span&gt;. Di samping itu dia "ngetem" pula di &lt;a href="http://anotherfool.wordpress.com/"&gt;wordpress&lt;/a&gt;, alasannya lebih simpel dibanding blognya yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sekedar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeblog&lt;/span&gt;, Pak JaF juga wara-wiri alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogwalking&lt;/span&gt; dan bergabung di berbagai komunitas, terutama komunitas &lt;a href="http://blogfam.com/"&gt;Blogger Family (Blogfam)&lt;/a&gt;. Di Blogfam, dia tercatat sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;member&lt;/span&gt; pada 8 April 2004. Dan kini posisinya di forum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; ini adalah sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Global Moderator&lt;/span&gt;. Sebagai moderator, saya paling inget dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thread&lt;/span&gt; khusus yang dimoderasinya yaitu "Kamar Tidur". Hingga akhirnya "Kamar Tidur" ini dilikuidasi, saya pribadi masih belum sempat masuk ke ruang khusus untuk orang dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada yang aneh dengan "Kamar Tidur" tersebut. Jangan dibayangkan forumnya seperti di &lt;a href="http://www.kaskus.us/"&gt;Kaskus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bluefame.com/"&gt;Bluefame&lt;/a&gt; atau sebagainya. Gak ada yang porno kok," katanya menjawab keingintahuan saya tentang ruang khusus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak JaF dengan tulus mengaku, banyak manfaat yang dia dapat dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeblog&lt;/span&gt;. Di samping banyak teman tentunya, dia pun bisa menyalurkan hobi nulisnya. Dan sebuah karya pun telah dilahirkannya berupa buku keroyokan berjudul &lt;a href="http://anotherfool.wordpress.com/the-messenger/"&gt;The Messenger&lt;/a&gt; yang ditulis bareng rekan-rekan Blogfam. Selain itu, dia pun menjadi banyak kenal --dan ikut dikenal-- pula setelah rajin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeblog&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogwalking&lt;/span&gt;. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Banyak orang aneh dan gila yang saya kenal&lt;/span&gt;," katanya bercanda sembari tertawa ngakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, siapa bilang blog dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeblog&lt;/span&gt; tiada guna? Makanya, ayo kita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeblog&lt;/span&gt;!!! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-4803984923775580964?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/4803984923775580964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=4803984923775580964&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/4803984923775580964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/4803984923775580964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/12/jumpa-pak-jaf.html' title='Jumpa Pak JaF'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R2IhQGA-oiI/AAAAAAAAAC4/OYc53_5EJGA/s72-c/rane.gif' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-484573133636284417</id><published>2007-11-30T18:04:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T18:25:07.067+07:00</updated><title type='text'>Gunung Talang Enam Kali Meletup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0_yQVKbmVI/AAAAAAAAACo/LOvy7qQohRE/s1600-R/talang.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0_yQVKbmVI/AAAAAAAAACo/49XPSY9yvxY/s320/talang.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138592062225750354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;PASCA gempa berkekuatan 6,2 SR yang berpusat di selatan Pulau Sikakap Mentawai pada Minggu pagi (25/11) sekitar pukul 09.51 WIB, Gunung Talang langsung bereaksi. Sejak hari itu hingga kemarin (30/11), gunung berketinggian 2.597 mdpl ini tercatat sudah 6 kali meletup mengeluarkan asap. Walhasil, Pusat Vulkanologi &amp;amp; Mitigasi Bencana Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral menetapkan status gunung ini mulai 29 November 2007 pukul 18.00 WIB dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari catatan pemantau Gunung Talang, letupan pertama terjadi pada Minggu sebanyak 1 kali, disusul 3 kali pada Senin (26/11), dan 2 kali pada Selasa (27/11). "Sementara dari Rabu hingga hari ini (kemarin-red), tidak ada letupan asap. Bahkan sepanjang Jumat, aktivitas Gunung Talang tak bisa dilihat karena tertutup kabut. Yang jelas letusannya bukan letusan yang mengeluarkan material, hanya sebatas letupan yang mengeluarkan asap," sebut petugas pemantau Gunung Talang Dalipa Marjusi ketika dihubungi via telepon genggamnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Dalipa, dari pantauan pihaknya, sejak pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB kemarin, terekam 5 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa vulkanik dangkal, tremor 8 kali, gempa LF (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;low frequency&lt;/span&gt;) 7 kali, dan gempa tektonik 9 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu dari data resmi yang dilansir &lt;a href="http://portal.vsi.esdm.go.id/joomla/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=295&amp;amp;Itemid=1"&gt;Pusat Vulkanologi &amp;amp; Mitigasi Bencana&lt;/a&gt; melalui web resminya disebutkan, untuk kegempaan pada Rabu (28/11), terekam gempa vulkanik dalam 11 kali, gempa vulkanik dangkal 3 kali, gempa hembusan 1 kali, tremor 16 kali, gempa LF 1 kali, gempa tektonik lokal 1 kali, gempa tektonik jauh 19 kali dan gempa terasa 2 kali dengan MMI (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merchalli Magnitudo Intensity&lt;/span&gt;) sebesar III-IV MMI. Sedangkan pada Kamis (29/11) sampai dengan pukul 06.00 WIB, terekam gempa vulkanik dalam 4 kali, gempa vulkanik dangkal 1 kali, gempa tektonik lokal 1 kali dan gempa tektonik jauh 1 kali. Mulai pukul 11.00 WIB terekam gempa tremor vulkanik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;over scale &lt;/span&gt;selama ±1.5 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pantauan secara visual, disebutkan, pada 27 November 2007 pukul 07.45 WIB-08.10 WIB terjadi 1 kali letusan dari Kawah Utama, asap coklat kehitaman, dengan ketinggian 800-1.000 m. Sementara itu dari Kawah Selatan teramati asap coklat kehitaman dengan ketinggian 600 m. Lalu pada pukul 09.10 WIB-09.25 WIB dari Kawah Utama dan Kawah Selatan terlihat asap coklat kehitaman tekanan agak kuat dengan ketinggian 1.200 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sementara pada 28 November, asap putih dengan tekanan sedang, teramati dari Kawah Utama dengan ketinggian 200 m. Sementara dari Kawah Selatan teramati setinggi 100 m. Lalu pada 29 November 2007, Kawah Utama dan Kawah Selatan mengeluarkan asap berwarna putih tebal kehitaman, tekanan kuat, dengan ketinggian 200-700 m. Di Kawah/Rekahan Gabuo Atas teramati asap putih tebal dengan ketinggian 200-300 m dan berlangsung terus menerus. Bau gas belerang tercium tajam," demikian laporan Pusat Vulkanologi &amp;amp; Mitigasi Bencana di websitenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdasarkan data visual dan kegempaan serta analisis data tersebut maka terhitung mulai 29 November 2007 pukul 18.00 WIB, status kegiatan Gunung Talang dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi SIAGA (Level III)," tulis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dinaikkannya status Gunung Talang, Pusat Vulkanologi &amp;amp; Mitigasi Bencana merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Talang tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, serta tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas tentang letusan Gunung Talang dan harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB setempat. Selain itu, masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak direkomendasikan mendaki dan dalam radius 3 km dari kawah aktif Gunung Talang. Serta, karena sekarang musim penghujan, masyarakat hendaknya mewaspadai aliran lahar dari material letusan Gunung Talang sebelumnya di Sungai Batang Ampunan, Sungai Anau Kadok yang berlokasi di Kecamatan Gunung Talang serta sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Talang.&lt;br /&gt;Patut diketahui, Gunung Talang adalah gunung api bertipe strato yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Kota Anau, Kabupaten Solok pada posisi 0°58'42.24" LS dan 100°40'46.19" BT. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-484573133636284417?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/484573133636284417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=484573133636284417&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/484573133636284417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/484573133636284417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/11/gunung-talang-enam-kali-meletup.html' title='Gunung Talang Enam Kali Meletup'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0_yQVKbmVI/AAAAAAAAACo/49XPSY9yvxY/s72-c/talang.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-840451180668876039</id><published>2007-11-28T12:49:00.000+07:00</published><updated>2007-12-01T13:29:28.185+07:00</updated><title type='text'>Undangan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/undangan2.gif" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" align="centre" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info selengkapnya baca di &lt;a href="http://makanbasamo.wordpress.com"&gt;http://makanbasamo.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-840451180668876039?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/840451180668876039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=840451180668876039&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/840451180668876039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/840451180668876039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/11/undangan.html' title='Undangan'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-4240011975725031785</id><published>2007-11-28T11:47:00.000+07:00</published><updated>2007-11-28T12:25:29.197+07:00</updated><title type='text'>"Tsunami Kecil" Terjang Indropuro</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0z6wVKbmTI/AAAAAAAAACY/nXyZPuV4ZjY/s1600-h/gempa26nov.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0z6wVKbmTI/AAAAAAAAACY/nXyZPuV4ZjY/s320/gempa26nov.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137756983144454450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;TSUNAMI kecil setinggi 1,5 meter yang meluap hingga 75 meter dari bibir pantai, Minggu (25/11), menerjang Kampuang Uba, Nagari Indropuro, Kabupaten Pasisia Selatan (Pessel). Peristiwa itu terjadi satu jam pasca gempa besar berkekuatan 6,2 SR yang terjadi pukul 09.51 WIB di selatan Pulau Sikakap Mentawai. Akibatnya 38 rumah "dilamun" ombak laut Selat Mentawai itu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang didapat dari Kabag Kesbanglinmas Pessel Dalipal SSos, Senin (26/11), kejadian tak terduga itu membuat 10 rumah hilang "dilumat" gelombang, sementara 16 rumah rusak sedang, sisanya rusak ringan. "Bisa saja ini akibat gempa 6,2 SR itu. Karena seperti dilaporkan kepala kampung kepada saya, peristiwa tsunaminya muncul beberapa jam setelah gempa. Kira-kira sekitar jam 11-an," terangnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah yang hilang ditelan gelombang itu, sebutnya, merupakan rumah milik Soep (55), Awel (65), Lacan(54), Yusup (60), Sebo(65), Il (40), Jojon (75), Condon (30) Nasik(67) dan Began (50). Semua korban kini terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat yang disediakan Pemkab Pessel dan juga menginap di rumah sanak familinya yang ada di sekitar kampung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dilihat dari lokasi, sebenarnya rumah warga yang menjadi korban keganasan tsunami kecil ini, lumayan jauh dari bibir pantai. Sebelumnya di sana ada hamparan pasir, cemara laut dan sungai selebar 50 meter. Namun setelah tsunami, semuanya hilang karena luapan air laut yang mencapai lebih dari 75 meter," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para korban, kata dia, Pemkab telah memberikan bantuan berupa tenda darurat, Sembako, dan uang tunai. "Untuk  rumah rusak ringan mendapat Rp 200 ribu, rusak sedang Rp 400 ribu dan rusak berat (hilang-red) Rp 600 ribu," sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, pada Minggu pagi sekitar pukul 09.51'.59" WIB terjadi gempa berkekuatan 6,2 SR yang berpusat di 28 km barat daya Muko-muko Bengkulu di kedalaman 55 km yang persisnya berada di selatan Pulau Sikakap Mentawai. Sejauh ini belum didapat informasi resmi dari BMG, apakah benar tsunami kecil itu akibat gempa atau hanya sebatas gelombang pasang akibat purnama bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Giliran Patahan Semangko Getarkan Padang&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;Gempa susul menyusul di pantai barat Sumatera beberapa bulan belakangan, akhirnya memicu reaksi patahan Semangko yang melintang di sepanjang daratan Pulau Sumatera. Kemarin (26/11) sekitar pukul 18.04'.02" WIB, gempa berkekuatan 5,4 SR di kedalaman 53 km berguncang. Gempa ini berpusat di darat 35 km barat daya Sungai Panuah, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk di Padang getarannya bisa dirasakan I-II MMI (Merchalli Magnitudo Intensity). Biasanya yang berada di bangunan tinggi, bisa merasakan getaran gempa ini," jelas Kepala BMG Padangpanjang Ir Soemarso yang dihubungi via telepon genggamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, sejauh ini belum didapat laporan kerusakan akibat gempa darat itu. Namun begitu dia mengakui ada juga keterkaitan antara gempa di laut dengan gempa di darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan BMG, United State Geological Survey (USGS/BMG-nya Amerika) melalui website-nya justru merilis informasi bahwa gempa itu berpusat di laut. Dengan posisi episentrum 2,22 LS-100,45 BT dengan kedalaman 35 km yang berkekuatan 5,2 Mw (magnitude wave).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sebelum gempa jelang Maghrib tersebut, sekitar pukul 13.44'.02" WIB, gempa kembali menguncang perairan Pulau Nias dengan kekuatan 5,3 SR. Gempa berkedalaman 27 km ini berada di 143 km barat daya Gunung Sitoli, Nias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Senin dinihari sekitar pukul 00.41'.37" WIB, gempa cukup besar kembali menghentak dengan kekuatan 6,0 SR. Gempa ini berpusat di 107 barat laut Muko-muko, Provinsi Bengkulu atau persisnya di selatan Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai. "Gempa ini bisa dirasakan getarannya III MMI di Kota Padang dengan durasi 3 menit," sebut Soemarso. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-4240011975725031785?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/4240011975725031785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=4240011975725031785&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/4240011975725031785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/4240011975725031785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/11/tsunami-kecil-terjang-indropuro.html' title='&quot;Tsunami Kecil&quot; Terjang Indropuro'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0z6wVKbmTI/AAAAAAAAACY/nXyZPuV4ZjY/s72-c/gempa26nov.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-707862378763905122</id><published>2007-11-20T17:52:00.000+07:00</published><updated>2007-11-20T18:17:12.921+07:00</updated><title type='text'>Ramalan Ilmuwan Brazil Bikin Repot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0LBSwmP18I/AAAAAAAAACQ/Y1uDB17KTLU/s1600-h/ramalanjucelino.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0LBSwmP18I/AAAAAAAAACQ/Y1uDB17KTLU/s320/ramalanjucelino.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134879053182916546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Katanya, Gempa 8,5 SR Terjadi 23 Desember&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ramalan ilmuwan Brazil Prof Jucelino Nobrega Da Luz tentang prediksi akan terjadinya gempa bumi disertai dengan tsunami pada 23 Desember 2007 mendatang, ternyata bikin repot juga. Untuk menyikapi prediksinya itu, lusa ini Bakornas akan menggelar rapat. Namun jauh-jauh hari ahli gempa Indonesia sudah menganggap pernyataan Jucelino itu tak bisa dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena Jucelino mengaku sudah 2 kali prediksinya tepat soal gempa dan tsunami, ramalan terbarunya ternyata bikin ketar-ketir juga. Yang jelas dia bilang dalam surat berbahasa Brazil bahwa dia juga pernah memprediksi gempa 8,4 SR disertai dengan tsunami di NAD tahun 2004. Peringatan adanya tsunami tersebut sudah dikeluarkannya tahun 1998. Dan peristiwa yang menelan korban ribuan orang itu benar-benar terjadi. Mei 2007 lagi-lagi ia mengirimkan peringatan akan terjadi gempa di Sumatera Barat dan Bengkulu. Diperkirakannya gempa terjadi September. Dan ternyata lagi-lagi prediksi ini tak meleset.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat tersebut, Jucelino menyebutkan lokasi gempa di Sumatera. Memang tidak spesifik menyebut di nama daerah di Pulau Sumatera ini. Surat tersebut dikirim 20 Agustus 2007 lalu ke Kedutaan Brazil di Indonesia dan KBRI di Brazil. KBRI kemudian meneruskan ke Bakornas PB (penganggulangan bencana) dan hingga akhirnya sampai ke Pemkab Mukomuko dan Pemprov Bengkulu. Yang jelas akibat prediksinya itu, warga Muko-muko dan Kota Bengkulu "bagaleboh" menanggapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk Sumbar, surat Jucelino ini konon kabarnya sampai pada Sabtu lalu (17/11). Namnu baru kemarin (19/11) dipertanyakan Sekdaprov kepada Kabid Kesiagaan Kesbanglinmas Setdaprov Sumbar Ir Ade Edward untuk diusut kebenarannya. Oleh Ade surat ini diteruskan kepada pihak yang berkompeten, kendati dia sendiri meragukan prediksi Jucelino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Surat itu dikirim Jucelino ke KBRI di Brazil, lalu KBRI mengirimkan ke Deplu yang meneruskannya ke Depdagri. Oleh Depdagri dikirim ke Bakornas dan Pemprov," jelasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena itulah Bakornas lusa nanti mengagendakan rapat guna membahas prediksi Jucelino ini. Namun rencana rapat itu ditanggapi dingin oleh peneliti LIPI untuk gempa Mentawai Dr Ir Danni Hilman Natawijaya MSc. Melalui SMS ke Ade Edward yang juga koordinator Ikatan Ahli Geologi (IAGI) Wilayah Sumbar merupakan, Danni menyebutkan dirinya tak akan datang pada rapat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Males nanggepinnya. Masa ramalan 1 orang gila dari Brazil aja bisa bikin repot bangsa ini... Jangankan ngeramalin hari H, ngeramalin tahun H gempa aja secara ilmiah sih ga mungkin. Gitu aja kok repot ya&lt;/span&gt;," tulis Danni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danni sendiri jauh-jauh hari sudah menegaskan sampai saat ini tidak ada satu alat canggih pun yang dapat mendeteksi bakal terjadinya gempa. Karena itu dia bilang, jangan percaya dengan isu-isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kevalidannya. Termasuk dengan surat Jucelino yang dianggapnya orang gila ini. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-707862378763905122?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/707862378763905122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=707862378763905122&amp;isPopup=true' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/707862378763905122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/707862378763905122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/11/ramalan-ilmuwan-brazil-bikin-repot.html' title='Ramalan Ilmuwan Brazil Bikin Repot'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0LBSwmP18I/AAAAAAAAACQ/Y1uDB17KTLU/s72-c/ramalanjucelino.gif' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-2388944548454231741</id><published>2007-11-18T21:34:00.000+07:00</published><updated>2007-11-18T21:44:48.262+07:00</updated><title type='text'>Awan Bertuliskan Allah dan Muhammad Kembali Muncul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0BOvAmP17I/AAAAAAAAACI/w5X9OC6EjuE/s1600-h/awan-allah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0BOvAmP17I/AAAAAAAAACI/w5X9OC6EjuE/s320/awan-allah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134190144723605426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SEBUAH keberuntungan --tepatnya hidayah-- menghampiri Robi (23). Pria yang sehari-hari berjualan teh poci diberi kesempatan melihat kebesaran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Illahi Rabbi&lt;/span&gt; melalui penampakan awan bertuliskan Allah dan Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa yang mungkin hanya orang-orang tertentu yang berkesempatan melihat keanehan ini, dialami Robi saat berada di Simpang Tugu, Bayang Sani, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pasisia Selatan. Kamis senja (15/11), saat awan gelap mulai menyelimuti kawasan perbukitan di sekitar lokasi, tiba-tiba pandangannya tertumbuk pada awan putih yang bergerak cepat dan mengantung di tengah Gunung Cerek.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terpana. Dalam hitungan detik, gumpalan awan itu lantas membentuk tulisan Allah. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah&lt;/span&gt;...," hanya itu yang terlontar dari mulutnya. Refleks dia merogoh kantongnya untuk mengambil HP Sony Ericsson dan mengabadikannya melalui fasilitas kamera yang ada di HP itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna memastikan dirinya tak bermimpi, dia lantas menghentikan sebuah mobil Suzuki Carry yang tengah melaju menuju arah Kota Padang dan menunjukkan apa yang dilihatnya itu kepada supir mobil tersebut. Sama halnya dengan Robi, sang supir tersebut terpana dan hanya berucap menyebut kebesaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak begitu lama, awan ini mulai memecah dan seakan lenyap di telan Gunung Cerek yang menurut warga setempat merupakan tempat pelarian tentara saat gejolak yang terjadi pada medio tahun 50-an. Kemudian, tak jauh dari penampakan itu, dari sisi kiri gunung muncul lagi gumpalan awan baru. Perlahan dan pasti, awan itu membentuk guratan seperti naga memanjang lalu memendek yang akhirnya membentuk tulisan Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekali lagi, saya tak menyia-nyiakan kesempatan. Kamera HP saya arahkan ke gumpalan awan itu untuk mengabadikannya," cerita Robi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Robi, melihat awan bertuliskan Allah ini adalah kali keduanya. Sebelum gempa besar yang terjadi 12 September sore, siang harinya dia menyaksikan awan bertuliskan Allah itu mengantung langit di atas Plasa Andalas, tempat di mana dia sehari-hari menggelar dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin ini hidayah bagi saya. Jika dulu shalat saya sering bolong-bolong dan melalaikan perintahNya, kini saya mulai rajin shalat. Saya takut, mungkin ini bisa jadi peringatan bagi saya," ucap suami Tuti Widyawati (22) dan ayahanda dari Reyvan (4,5 bulan) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, penampakan awan aneh yang terjadi di Sumbar, jarang sekali terjadi berbarengan. Terkadang hanya awan bertuliskan Allah yang muncul dan kadang awan bertuliskan Muhammad. Namun ada juga yang mengaku pernah melihat secara bersamaan, yaitu beberapa menit pasca gempa 6 Maret lalu. Di samping melalui awan, tulisan-tulisan ini acap juga muncul di media lain seperti cangkang telur, semangka, batang kayu dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanda apakah ini? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-2388944548454231741?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/2388944548454231741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=2388944548454231741&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/2388944548454231741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/2388944548454231741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/11/awan-bertuliskan-allah-dan-muhammad.html' title='Awan Bertuliskan Allah dan Muhammad Kembali Muncul'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0BOvAmP17I/AAAAAAAAACI/w5X9OC6EjuE/s72-c/awan-allah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-2501945350947638694</id><published>2007-11-16T23:39:00.000+07:00</published><updated>2007-11-18T21:32:39.821+07:00</updated><title type='text'>Gempa Siberut Mulai Bereaksi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0BJqgmP16I/AAAAAAAAACA/YSCi_lL-Efc/s1600-h/gempa-siberut.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0BJqgmP16I/AAAAAAAAACA/YSCi_lL-Efc/s320/gempa-siberut.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134184569856055202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;DIPICU berbagai goncangan gempa pasca gempa utama 12 September di Bengkulu (7,9 SR) dan dan 13 September di Pagai Selatan (7,7 SR), gempa Siberut mulai bereaksi. Rabu (14/11) sekitar pukul 17.37'.17" WIB, gempa dangkal berkekuatan 5,1 SR bergoncang yang menggetarkan Kota Padang dengan skala getaran II MMI (Merchalli Magnitudo Intensity) dengan durasi 2 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa berkedalaman 12 km ini berpusat 163 km barat daya Painan atau tepatnya di selatan Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dengan begitu, gempa ini sudah masuk ke kawasan gempa besar tahun 1797 yang terjadi di Siberut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dibenarkan Kepala BMG Padangpanjang Soemarso dan Koordinator Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Wilayah Sumbar Ade Edward yang dihubungi secara terpisah. "Gempa itu berada di selatan Pulau Siberut. Kalau dikatakan masuk ke segmen gempa 1797, saya tidak tahu pasti. Karena kami tidak punya data itu. Tapi kalau ahli menyatakan seperti itu, bisa jadi," kata Soemarso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ade menyebutkan, munculnya gempa ini sebagai reaksi dari gempa-gempa sebelumnya, sehingga segmen gempa 1797 itu terpengaruh untuk bergerak. "Gempa 1797 lalu bukan gempa dangkal, tapi gempa yang berada di kedalaman hingga 65 km. Sedangkan gempa yang sekarang hanya gempa dangkal akibat deformasi (perubahan bentuk) patahan yang menganggu patahan lainnya. Bisa jadi patahan ini (lokasi gempa-red) merupakan patahan minor Mentawai atau bisa pula patahan-patahan purba yang melintasi Sumatera terus mencapai ke Singapura," papar Kabid Kesiagaan bencana Kesbanglinmas Sumbar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya gempa itu, kata Ade, prediksi-prediksi para ahli bahwa segmen gempa Siberut bakal terganggu oleh gempa Bengkulu dan Pagai Selatan, sudah terbukti. Artinya segmen gempa yang terkunci ini sudah mulai melepaskan energinya, walaupun masih berupa gempa dangkal. "Masyarakat tidak perlu cemas dengan berbagai isu-isu yang berkembang, yang penting tetap waspada saja," imbaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Soemarso mengungkapkan, khusus selama November ini, tercatat sudah terjadi 5 kali gempa di atas skala 4,8 SR. Sisanya hanya gempa-gempa kecil yang tidak semua orang bisa merasakannya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-2501945350947638694?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/2501945350947638694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=2501945350947638694&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/2501945350947638694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/2501945350947638694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/11/gempa-siberut-mulai-bereaksi.html' title='Gempa Siberut Mulai Bereaksi'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/R0BJqgmP16I/AAAAAAAAACA/YSCi_lL-Efc/s72-c/gempa-siberut.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-7066587519294401115</id><published>2007-11-13T20:05:00.000+07:00</published><updated>2007-11-13T21:12:04.418+07:00</updated><title type='text'>Jumpa Budi Putra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/Rzmq5QZSjTI/AAAAAAAAAB0/67EBQyAt5Mg/s1600-h/budi.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/Rzmq5QZSjTI/AAAAAAAAAB0/67EBQyAt5Mg/s320/budi.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132321150995696946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menaruh Harap ke Blogger Padang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ranah Minang patut berbangga mempunyai pria yang satu ini. Sepak terjangnya di dunia per-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt;-an tak hanya menasional, tapi juga menginternasional. Kendati bukan perintis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog &lt;/span&gt;Indonesia seperti &lt;a href="http://enda.goblogmedia.com/"&gt;Enda Nasution&lt;/a&gt; yang kerap disebut "Bapak Blogger Indonesia", tapi dia pantas menyandang gelar "Blogger Profesional Pertama Indonesia". Itu tidak lebih buah dari keputusan beraninya &lt;a href="http://www.thegadgetnet.com/2007/03/05/jadi-blogger-profesional-sebuah-pilihan/"&gt;meninggalkan kemapanannya&lt;/a&gt; sebagai jurnalis di Tempo untuk melangkah ke dunia yang bagi orang lain belum jelas ke mana arah anginnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang penting itu adalah kepandaian membaca kesempatan dan berani mengambil keputusan. Bagi orang lain, memang hidup dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; tidak jelas juntrungannya, tapi bagi saya ada potensi yang sangat besar dari dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; ini, termasuk soal financialnya," sebut &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Budi_Putra"&gt;Budi Putra&lt;/a&gt; dalam pertemuan singkat saya dengannya di Bakso Lapangan Tembak Senayan Cabang Padang pada Minggu lalu (11/11).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari menyeruput &lt;span style="font-style: italic;"&gt;juice&lt;/span&gt; sirsak yang dipesannya, Budi mengatakan, banyak keuntungan yang didapatnya dari keputusan itu. Di samping bergerak lebih leluasa, dirinya bisa membangun jaringan lebih banyak dengan relasi dari berbagai negara. Bahkan kini, orang-orang luar negeri, lebih mempercayai dirinya sebagai konsultan mereka untuk proyek yang akan mereka garap di Indonesia. "Jadi bukan semata dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adsense&lt;/span&gt; (seperti yang dibayangkan banyak orang) seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; bisa hidup. Banyak ranah lain yang bila kita serius dan yakin, pasti bisa dikembangkan dan memberi penghidupan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun jaringan serupa itu, kata dia, sudah jauh-jauh hari dilakukannya dengan membikin postingan berbahasa Inggris dengan fokus pembahasan tertentu dari sekian banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; yang dimilikinya. Soal kepandaian berbahasa Inggris, dia mengaku tidak terlalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gape banget&lt;/span&gt;. "Yang penting, orang mengerti apa yang kita sampaikan," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon kabarnya, dengan latar belakang alumni Sejarah Fakultas Sastra &lt;a href="http://www.unand.ac.id/id/index.php?pModule=home&amp;amp;pSub=home&amp;amp;pAct=view"&gt;Universitas Andalas&lt;/a&gt; Padang, Budi belajar bahasa Inggris secara otodidak. "Dia pontang-panting belajar bahasa Inggris sendiri ketika jadi mahasiswa," ungkap &lt;a href="http://yusrizalkw.wordpress.com/"&gt;Yusrizal KW&lt;/a&gt; kepada saya suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara menyangkut ilmu IT (informasi teknologi), di samping terus belajar sendiri, dia juga mengoleksi begitu banyak buku yang menyangkut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;. Bahkan koleksi bukunya ini, menjadi rujukan tesis bagi seorang peneliti dari luar negeri. "Ke negara mana saja saya pergi, saya selalu menyempatkan diri membeli buku tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;. Kalau tak percaya dengan koleksi saya, silahkan main ke rumah," tantangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persentuhannya dengan dunia internet, cerita Budi, sudah dimulainya sejak 1997. Ketika itu, jauh sebelum ada program-program &lt;span style="font-style: italic;"&gt;php&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;open source&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; sendiri, dia sudah membikinkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;web&lt;/span&gt; untuk Harian Singgalang, media tempat dia bekerja sebagai jurnalis. Kini dengan kemudahan yang sangat mudah, membikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; bukanlah hal yang sulit. Maka jangan heran bila dia punya begitu banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;, seperti &lt;a href="http://budiputra.com/"&gt;budiputra.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.thegadgetnet.com/"&gt;thegadget&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://jurnalisme.wordpress.com/"&gt;blog jurnalisme&lt;/a&gt;, dan banyak lainnya selain tentu saja kontribusi rutinnya di &lt;a href="http://indonesiatech.com/"&gt;Indonesia Tech&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://theasiatech.com/"&gt;The Asia Tech&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://3gweek.net/"&gt;3GWeek&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://asia.cnet.com/blogs/toekangit/"&gt;Toekang IT-CNET Asia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://blog.tempointeraktif.com/"&gt;Blog Tempo Interaktif&lt;/a&gt;. Dan yang teranyar, seperti bunyi SMS-nya kepada saya, dia baru saja launching dua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog gadget &lt;/span&gt;baru yaitu &lt;a href="http://www.slashiphone.com/"&gt;slashiphone.com&lt;/a&gt; (spesialis Apple's iPhone) serta &lt;a href="http://gphonedaily.com/"&gt;gphonedaily.com&lt;/a&gt; (spesialis Google Phone). Yang paling besar proyeknya sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; adalah mendirikan &lt;a href="http://asiablogging.com/"&gt;Asia Blogging Network&lt;/a&gt; (ABN). "Di ABN, saya tukang bagi-bagi duit," katanya bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan status sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;urang awak&lt;/span&gt; yang paling &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngetop&lt;/span&gt; di dunia per-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt;-an, ternyata Budi memendam kekecewaan terhadap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; ranah Minang (maksudnya yang ada di kampung halaman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kali yee&lt;/span&gt;.., karena yang di perantauan pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gape&lt;/span&gt; bikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;). Apa pasal? "Kenapa bukan orang Minang yang menjadi pionir dunia maya ini. Kenapa tidak banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;urang awak&lt;/span&gt; yang bikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;, padahal semua orang tahu bahwa orang Minang itu paling jago menulis. Dengan punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;, semua orang akan tahu siapa mereka. Soal tidak mengerti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeblog&lt;/span&gt;, itu soal belakangan --dan itu bukan alasan. Di tengah begitu mudahnya dan banyaknya fasilitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; yang ada saat ini, yang diperlukan adalah kemauan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau tunggu ka tunggu se, antah bilo ka jadi. Hituanglah, bara wartawan di Padang nan punyo blog&lt;/span&gt;," sebut pria yang pernah pula jadi wartawan di koran lokal &lt;a href="http://mimbar.8m.com/"&gt;Mimbar Minang&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada blogger di Padang, kata Budi, larinya tidak sekencang komunitas blogger yang ada di daerah lain. Blogger Padang benar-benar jauh ketinggalan dalam menghimpun diri sebagai komunitas yang patut diperhitungkan di jagad per-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt;-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kegalauannya tersebut, Budi menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi pelatihan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeblog&lt;/span&gt; dan siap menyandang dananya --yang tentu saja dari duit sponsor yang katanya kini banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;waiting list&lt;/span&gt; untuk mensponsori berbagai kegiatan semacam ini. "Bueklah semacam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alek Blogger Minangkabau&lt;/span&gt;, atau apalah namanya. Saya secara pribadi siap membantu," janjinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nah lho&lt;/span&gt;..., tunggu apalagi? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-7066587519294401115?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/7066587519294401115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=7066587519294401115&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/7066587519294401115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/7066587519294401115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/11/jumpa-budi-putra.html' title='Jumpa Budi Putra'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/Rzmq5QZSjTI/AAAAAAAAAB0/67EBQyAt5Mg/s72-c/budi.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-6431144216548374014</id><published>2007-11-01T20:06:00.000+07:00</published><updated>2007-11-01T23:19:30.380+07:00</updated><title type='text'>Mengungkap Penyebaran Al Qiyadah Al Islamiyah di Padang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RynRFq5yUAI/AAAAAAAAABs/LA6zeUilY-8/s1600-h/alqiyadah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RynRFq5yUAI/AAAAAAAAABs/LA6zeUilY-8/s320/alqiyadah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127859546084233218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diwajibkan Mencari Pengikut Setiap Bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;HEBOH seputar ajaran sesat yang menamakan dirinya Al Qiyadah Al Islamiyah, menyusul dilakukannya penggerebekan "markas' mereka di Jalan Dr Sutomo Simpang Haru, Kota Padang pada 2 Oktober 2007 lalu terus berlanjut. Aksi ini meluas hingga penjuru Indonesia, yang hampir tiap media nasional memberitakan soal ajaran sesat dan menyesatkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sebenarnya ajaran sesat ini bisa berkembang dan menyebar ke berbagai pelosok daerah termasuk di Kota Padang, saya mendapat "bocoran" dari dua calon pengikutnya, Tasmawardi dan Guspardi yang urung bergabung begitu mengetahui kesesatan ajaran itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran ini mulai merambah ke Kota Padang pada 2004 dibawa Eri Mulyadi, yang bermula dari pengajian biasa layaknya sebuah wirid yang kerap dilakukan suatu majelis taklim di sebuah perusahaan. Ajaran yang dibawa Eri Mulyadi yang merupakan kakak dari Dedi Priyadi (pemimpin Al Qiyadah di Kota Padang) ini, dalam "memperkenalkan" diri mulanya masih berpijak pada syariat Islam. Hingga beberapa bulan kemudian, barulah terungkap kejanggalan-kejanggalan ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika adzan berkumandang, pengajian itu tidak dibubarkan untuk menunaikan shalat. Karena bagi mereka, shalat tidak harus dikerjakan 5 waktu sebagaimana diatur rukun Islam," sebut Tasmawardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan mereka menganggap shalat tidak wajib 5 waktu adalah, pengikut Al Qiyadah ini menganggap kondisi ini sama dengan kondisi Makkiyah (atau era sebelum nabi Muhammad hijrah ke Madinah). Sehingga shalat tidak begitu diwajibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajian yang belum punya nama ini, pada 23 Juli 2006 barulah mendeklarasikan diri dengan nama Al Qiyadah Al Islamiyah, yang mempunyai syahadat sendiri dan menjadikan Ahmad Mushaddeq sebagai nabi dengan penyebutan Al Masih Al Maud. Keberanian Mushaddeq sebagai pendiri ajaran ini yang menganggap dirinya sebagai nabi, lantaran dia mendapat "wahyu" setelah bersemedi di sebuah gua yang ada di Jawa Barat. Mulailah perioderisasi penyebaran ajaran ini berdasarkan fase-fase yang mereka ciptakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase pertama adalah fase sembunyi-sembunyi. Mereka menyebarkan ajarannya dari rumah ke rumah. Setelah pengikut mulai banyak, masuk ke fase &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jahran&lt;/span&gt; (membuka diri). Di fase ini mereka terang-terangan menyebarkan ajarannya, termasuk melalui surat elektronik (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;email&lt;/span&gt;). Lalu ada fase &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hijrah&lt;/span&gt; (pindah), kemudian fase perang untuk memerangi semua umat beragama lainnya yang bagi mereka adalah sesat. Setelah itu ada fase kemenangan dan berakhir dengan fase membentuk pemerintahan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saat ini, bisa disimpulkan mereka masih berada pada fase membuka diri, hingga akhirnya kesesatan mereka terungkap dan menjadi pemberitaan di mana-mana. Dalam fase membuka diri, penyebaran ajaran yang mereka lakukan di Padang, dilaksanakan dengan mewajibkan para pengikutnya untuk mendapatkan satu pengikut baru tiap bulannya. Ditaksir, saat ini ada sekitar 2000-an pengikut Al Qiyadah yang tersebar di berbagai daerah yang ada di Sumbar. Aliran ini telah "mengembangkan sayap" ke Pesisir Selatan, Pasaman, Pariaman meliputi Kayu Tanam dan Lubuak Aluang, Solok dan Kota Padang. Bahkan pengikut yang ada di Padang menebar jaringan pula ke Muaro Bungo, Jambi dan Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan pengikut baru ini, tak jarang mereka memaksa orang tua atau keluarganya untuk bergabung. Maka jangan heran bila ada anak yang melawan orang tuanya karena "ogah" bergabung dengan "kebenaran" versi mereka itu. Bagi anak yang hidup mapan, orang tua yang tinggal bersamanya akan diusir. Atau bila dia masih tinggal dengan orang tua, maka pilihannya adalah kabur dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana orang-orang bisa begitu mudah mempercayai ajaran ini? Menurut Tasmawardi, itu disebabkan kurangnya pemahaman yang bersangkutan atas Islam yang telah dianutnya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-6431144216548374014?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/6431144216548374014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=6431144216548374014&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/6431144216548374014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/6431144216548374014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/11/mengungkap-penyebaran-al-qiyadah-di.html' title='Mengungkap Penyebaran Al Qiyadah Al Islamiyah di Padang'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RynRFq5yUAI/AAAAAAAAABs/LA6zeUilY-8/s72-c/alqiyadah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-126776154471197401</id><published>2007-10-23T19:29:00.000+07:00</published><updated>2007-11-01T19:23:37.103+07:00</updated><title type='text'>Jumpa ES Ito</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RynFBq5yT_I/AAAAAAAAABk/SDN8lA5-Jk4/s1600-h/itoo.GIF"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RynFBq5yT_I/AAAAAAAAABk/SDN8lA5-Jk4/s320/itoo.GIF" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127846283225223154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Misteri Penulis Misteri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ES. ITO lahir pada seribu sembilan ratus delapan puluh satu. Ibunya adalah seorang petani, bapaknya adalah seorang pedagang&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya itu sekilas informasi yang tertera di novel “Negara Kelima” dan di novelnya yang terbaru “Rahasia Meede”. Misterius sekali, sama dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setting&lt;/span&gt; misteri yang mewarnai karya tulisnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemisteriusan siapa gerangan pengarang ini, nyaris terkuak ketika saya mendapatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;link&lt;/span&gt; ke &lt;a href="http://rahasia-meede.blogspot.com/"&gt;blognya&lt;/a&gt;. Harapan saya bakal ada tertulis detail lengkap mengenai dia di profil &lt;a href="http://rahasia-meede.blogspot.com/"&gt;blognya&lt;/a&gt; itu. Tapi sama saja, dia tetap menerakan kata-kata di atas, singkat, padat, dan mengundang tanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tidak mendapat jawab atas tanya yang terus menggelayut soal identitas penulis novel genre sejarah yang menakjubkan itu, saya terus terang merasa bangga atas kemunculannya, terutama karya pertamanya “Negara Kelima” terbitan PT Serambi Ilmu Semesta, Jakarta pada Oktober 2005. Buku itu baru saya baca pada awal September 2007, setelah membelinya di Toko Buku Togamas, Yogyakarta pada akhir Juli lalu. “Perkenalan” saya atas karyanya itu, berkat provokasi rekan saya, yang menyebutkan buku “Negara Kelima” ini sangat bagus karena berkait erat dengan Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking tertariknya dengan jalan cerita “Negara Kelima”, saya yang biasanya butuh waktu berminggu-minggu untuk menuntaskan membaca buku yang tebalnya bisa sebagai pengganti batal, kali ini hanya butuh waktu 4 hari untuk menamatkan buku setebal 518 halaman tersebut. Dan dalam waktu singkat, saya lantas membikin resensinya yang telah saya muat di &lt;a href="http://maxbooks.wordpress.com/2007/09/16/buku-lima-puluh-satu/"&gt;blog buku saya&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan saya semakin bertambah, ketika mendapat informasi dari teman saya bahwa ES Ito ini adalah orang Minang. Pantas saja dia dengan fasih menceritakan tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tambo&lt;/span&gt; Minang di buku “Negera Kelima”. Maka atensi dan apresiasi saya buat kehadiran karya dia selanjutnya semakin besar. Dan syukurnya masuk pula informasi terbaru bahwa novel keduanya “Rahasia Meede” bakal terbit di akhir September. Saya menunggu kehadiran buku itu dengan pesimis, karena untuk Kota Padang, kedatangan buku baru biasanya butuh waktu lama. Di saat pembaca-pembaca di daerah lain sudah bisa mendapatkan di awal-awal penerbitan, kami yang di Padang, paling cepat sebulan setelah terbit baru bisa menjumpai bukunya di etalase toko buku besar di kota ini. Sungguh… saya tidak sabar, terlebih setelah saya membaca &lt;span style="font-style: italic;"&gt;review&lt;/span&gt; buku ini di &lt;a href="http://rahasia-meede.blogspot.com/"&gt;blog ES Ito&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin siang (22/10), entah “malaikat” apa yang menggerakkan hati saya untuk main ke TB Gramedia Padang. Tujuan awalnya hanya buat nyari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cutter&lt;/span&gt; baru yang akan saya pakai buat merapikan sampul plastik yang akan saya sampulkan ke beberapa buku baru yang saya terima dari seorang teman. Tapi, begitu kaki saya langkahkan ke lantai III toko buku itu, pandangan saya mentok ke sebuah buku tebal yang covernya cukup menarik. “Rahasia Meede”, langsung saya comot dan bawa pulang bersama 2 buku lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Gramedia, saya langsung meluncur ke kantor. Belum lagi sepeda motor saya parkirkan dengan baik, datang panggilan dari &lt;a href="http://yusrizalkw.wordpress.com/"&gt;Yusrizal KW&lt;/a&gt; yang tengah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngopi&lt;/span&gt; di kantin kantor. Begitu berada di depannya, “Max, perkenalkan ini ES Ito.” Sungguh saya terkejut dengan kejadian yang serba kebetulan itu. Ya sudah, saya sorongkan saja buku yang baru saya beli untuk ditandatangani si empu karya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/Rx30CYqGu9I/AAAAAAAAABU/q9559iRFRTc/s1600-h/ito.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/Rx30CYqGu9I/AAAAAAAAABU/q9559iRFRTc/s320/ito.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124520272833461202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melalui percakapan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngalor-ngidul&lt;/span&gt; ke sana kemari, sedikit demi sedikit, terkuaklah siapa ES Ito. Keingintahuan saya terjawab sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang kini sedang menekuni kuliah di FE UI itu mengakui dirinya adalah putra Minang tulen, kelahiran Magek, Kabupaten Agam yang tak begitu jauh dari Kota Bukiktinggi. Ketika ditanyakan mengapa dia hanya menerakan identitas “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ES. ITO lahir pada seribu sembilan ratus delapan puluh satu. Ibunya adalah seorang petani, bapaknya adalah seorang pedagang"&lt;/span&gt;, lelaki itu hanya tersenyum simpul. Pun tidak ada niat untuknya menjelaskan lebih jauh, karena arah pembicaraan sudah beralih pula pada pola kepenulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumni SMA Taruna Nusantara ini menyebutkan, butuh waktu 2 tahun untuk menyelesaikan karyanya. Dia harus mengejar berbagai referensi yang begitu bejibun guna mendukung karyanya, termasuk melakukan wawancara dengan ahli-ahli sejarah. Untuk dokumen-dokumen penting berbahasa Belanda, dia terpaksa memanfaatkan jasa alih bahasa dari teman-temannya sendiri, karena dirinya hanya menguasai bahasa Inggris. Dia pun harus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;browsing&lt;/span&gt; sana-sini untuk melengkapi data yang dibutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala saya tanyakan kenapa dia suka benar menulis buku yang begitu tebal, ES Ito menjawabnya secara berfilosofi. “Penulis buku itu ibarat petinju. Petinju yang menang TKO adalah penyair (penulis puisi), petinju yang menang KO adalah Cerpenis, dan petinju yang menang angka adalah novelis. Dan saya adalah petinju yang menang angka,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk buku “Negara Kelima” yang dicetak 2.500 eksemplar, kata ES Ito, bakal dicetak ulang untuk kedua kalinya. Namun itu menunggu geliat buku “Rahasia Meede” yang dicetak 3.000 eksemplar. Bila permintaan tinggi, dalam waktu dekat buku itu akan dicetak ulang. Sementara untuk karya ketiganya, pria yang mudik lebaran ke Ranah Minang dengan sepeda motor ini mengaku tidak ingin terburu-buru. Paling cepat 2008 mendatang, dia baru akan mulai menulis. Tentang apa, Ito merahasiakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk namanya yang termasuk aneh untuk ukuran orang Minang, ES Ito mengakuinya. Kata dia ES itu adalah singkatan nama dia sebenarnya (yang dimintanya untuk tidak dituliskan). Sedangkan Ito adalah panggilan kesayangannya ketika kecil. Ito dalam bahasa Medan berarti adik. Dia dibesarkan di Magek hingga SMP dan meneruskan SMA-nya di SMA Taruna Nusantara. Namun Ito mengaku tidak berminat untuk meneruskan studinya di AKABRI sebagaimana layaknya siswa-siswa taruna lainnya. Alasannya, “Saya tipikal pembangkang. Tak mau nanti asal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nembak &lt;/span&gt;orang!” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(maryulis max)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-126776154471197401?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/126776154471197401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=126776154471197401&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/126776154471197401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/126776154471197401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/10/jumpa-es-ito.html' title='Jumpa ES Ito'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RynFBq5yT_I/AAAAAAAAABk/SDN8lA5-Jk4/s72-c/itoo.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-8998054819139977857</id><published>2007-10-08T21:46:00.000+07:00</published><updated>2007-10-08T21:56:53.585+07:00</updated><title type='text'>Kabar Pertakut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RwpEwvz10PI/AAAAAAAAAA8/j7le2MYRCFo/s1600-h/afraid.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RwpEwvz10PI/AAAAAAAAAA8/j7le2MYRCFo/s320/afraid.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118979530718302450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SUDAH siapkah kita menghadapi tsunami? Jika ditanya kepada walikota Padang, pasti jawabnya sudah. Dan keyakinannya itu sudah berulang kali diungkapkannya di berbagai kesempatan baik di dalam forum nasional maupun internasional. Tapi kalau pertanyaan tersebut ditanyakan ke saya, jawabnya belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan bermaksud mau berseberangan pendapat dan keyakinan dengan walikota, tapi saya justru menyampaikan apa yang saya lihat, dengar dan rasakan saat gempa berulang kali dirasakan getarannya di kota ini pasca gempa besar dan tsunami Nanggroe Aceh Darussalam pada 26 Desember 2004.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya beberapa hari setelah gempa Aceh, begitu ada isu gempa dan tsunami, warga langsung kabur ke ketinggian. Lalu cukup lama "diam" tanpa sedikit pun ada goyangan, gempa Nias 28 Maret bikin kaget pula warga Kota Padang di tengah malam. Dan 12 hari kemudian, tepatnya 10 April 2005, gempa besar itu pun mengayun dan menguncang Padang berulang-ulang kali sepanjang malam. Apa yang terjadi? Warga panik alang kepalang dan mencari tempat tinggi setinggi-tingginya, karena ketika itu belum didapat kepastian pusat gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rangkaian gempa akhir 2004 dan awal 2005 tersebut, Pemko dibantu pemerintah pusat mulai bergiat untuk melakukan langkah antisipasi tsunami. Dan yang paling dikenang tentu saja pelatihan simulasi tsunami untuk lari ke Gunung Pangilun dan jejak yang tertinggal lainnya adalah bertebarannya berbagai baliho besar berisi peta evakuasi tsunami yang kini kondisinya lusuh tak berarti dan tak pernah dilirik warga lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma simulasi dan peta evakuasikah langkah antisipasi itu? Entahlah, cuma yang saya tahu ada sejumlah rencana seperti pelebaran jalan sebagai jalur evakuasi tsunami seperti di Ampang-By Pass yang hingga tulisan ini ditulis belum nampak pengerjaannya. Jalannya masih sempit, kalau kendaraan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tumpek-blek&lt;/span&gt;, macetnya minta ampun. Lalu ada pula kabar dipasangnya Buoy sebagai peringatan tsunami dini (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tsunami early warning system&lt;/span&gt;) di tengah lautan, tapi jujur saja alat itu belum berfungsi. Ada pula pemasangan sirene di berbagai daerah pesisir, dan sejauh ini belum pernah dibunyikan sebagai simulasi. Entah mati atau berfungsi, hanya yang punya proyek yang tahu pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula pejabat yang cuap-cuap, untuk antisipasi tsunami, katanya harus ada perencanaan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Mendengar itu, telinga saya panas. Karena namanya musibah tak ada mengenal waktu pendek, menengah dan panjang tersebut. Musibah bisa saja terjadi detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, besok hari, minggu ini, bulan ini atau tahun ini, tak ada yang pendek, panjang dan menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana? Saya katakan kepada teman yang selalu setia mendengar ceplas ceplos saya, mengantisipasi musibah itu ibarat orang tobat. Kalau memang dapat hidayah, pasti langsung tobat. Tidak mesti menunggu tua dulu, baru tobat. Keburu meninggal bagaimana? Mana bisa tobat dibikinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan musibah, karena rencana proyek berjangka-jangka itu, lalu tiba-tiba datang musibah, maka tinggallah wacana dan rencana yang sekedar kata-kata. Tragiskan? Kita mati sia-sia hanya gara-gara wacana dan rencana-rencana yang hanya dibicarakan itu ke itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kini apa? Bathin saya kembali menjerit. Kenapa? Ternyata secara fisik dan bathin, kita belum pula siap mendengar kemungkinan adanya bencana. Saya tak tahu, apakah rakyat yang belum siap atau pemerintah yang tak mampu (untuk menetralisir panik dan ketakutan warganya). Begitu ada informasi bahwa daerah ini akan dilanda gempa besar setelah berturut-turut disentak gempa sejak 12 September lalu, tanggapan yang terdengar hanya satu. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jan dipatakuik juo lai..&lt;/span&gt;.," demikian ujaran yang mengemuka baik dari pemerintah maupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikasih ingat, kok dibilang membikin takut? Ya sudah, karena psikologi sosial kita seperti itu dan cenderung menjadi korban rekayasa sosial untuk stabilisasi kondisi, makanya saya tak mau meneruskan tulisan ini. Kalau saya teruskan, nanti dianggap menyampaikan kabar pertakut dan dianggap mengganggu stabilitas negeri. Padahal saya hanya ingin mengatakan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;la tahqaf waa la tahzan innallah maana.... &lt;/span&gt;(jangan takut dan jangan bimbang, Allah bersama kita..). Itu saja! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-8998054819139977857?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/8998054819139977857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=8998054819139977857&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8998054819139977857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8998054819139977857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/10/kabar-pertakut.html' title='Kabar Pertakut'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RwpEwvz10PI/AAAAAAAAAA8/j7le2MYRCFo/s72-c/afraid.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-137037998675063115</id><published>2007-10-01T21:32:00.000+07:00</published><updated>2007-10-01T22:07:30.484+07:00</updated><title type='text'>Gempa Besar Pasti Terjadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RwEM3bHETSI/AAAAAAAAAA0/YpgezlfzB-I/s1600-h/tsunami.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RwEM3bHETSI/AAAAAAAAAA0/YpgezlfzB-I/s320/tsunami.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116384797979331874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sudah ada Tiga Gempa Utama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AHLI geologi dari Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Danny Hilman Natawidjaja menyebutkan kemungkinan gempa besar pasti terjadi di pesisir barat Sumatera. Namun laksana ajal, tidak ada yang tahu kapan itu akan terjadi. Bisa saja terjadi dalam bilangan hari, minggu, bulan atau mungkin tahunan. Namun masyarakat diminta untuk tetap waspada, bukannya panik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kami menyadari informasi ilmiah ini dapat membuat masyarakat yang sudah resah dan panik menjadi bertambah panik. Di lain pihak, menyembunyikan informasi ini pun tidak juga dapat dikatakan bijaksana karena menyangkut keselamatan orang banyak. Harapan kita, informasi ini dapat disikapi dengan arif dan diikuti dengan kewaspadaan serta tindakan yang sebijak mungkin," tulis Danny dalam laporan singkatnya seputar rentetan gempa besar di kawasan Mentawai, Bengkulu dan Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan tertanggal 15 September atau 3 hari pasca gempa besar Bengkulu 8,4 SR (versi USGS) atau 7,9 (versi BMG) pada 12 September serta gempa di Pagai Selatan berkekuatan  7,7 SR (versi BMG) atau 7,9 (versi USGS)  pada Kamis pagi (13/9) yang telah diperiksa Deputi LPK LIPI Dr Heru Harjono itu dipaparkan kajian ilmiah seputar prediksi ini. Dituliskannya, berdasarkan data seismik dan geologi, gempa berskala magnitudo 8,4 di Bengkulu itu diperkirakan meluluhlantakkan zona batas lempeng di bawah wilayah antara Pulau Enggano dan Pagai seluas lebih kurang 300 x 100 km2 dan menggerakkan bumi di atasnya beberapa meter. Ini lebih kecil dibandingkan gempa Aceh-Andaman pada 26 Desember 2004 yang luas lempeng pecahnya mencapai 1.600 km dan pergerakannya mencapai 30 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bidang batas lempeng di sini (Bengkulu-red) miring landai sekitar 12 derajat ke arah timur sehingga pergerakan beberapa meter ke arah barat ini hanya mengangkat dasar laut beberapa puluh sentimeter saja. Inilah penjelasan logis mengapa tsunami yang terjadi tidak besar dan menyebabkan orang hampir tidak mengetahui keberadaannya. Namun dari simulasi model tsunami yang sudah dilakukan, kami memperkirakan tinggi gelombang tsunami di daerah Bengkulu tidak lebih dari 3 meter, sedangkan di Padang yang lebih jauh dari sumber (gempa) hanya kurang dari 1 meter. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh laporan saksi mata dan data alat pasang surut," jelas peneliti gempa yang rutin melakukan penelitian di Mentawai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipaparkannya, gempa magnitudo 8,4 Bengkulu itu kemudian diikuti banyak gempa susulan yang muncul sambung menyambung di sekitar lempeng yang pecah. Yang mengagetkan, katanya, sekitar 12 jam kemudian, sebuah gempa besar lagi dengan skala magnitudo 7,9 terjadi Kamis pagi di Pagai Selatan. Gempa inilah yang menyebabkan kerusakan di Kota Padang karena jaraknya lebih dekat dari episentrum gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan demikian, sebenarnya sudah 3 kali terjadi gempa utama, bukan gempa susulan seperti yang disebutkan banyak orang. Yaitu gempa 8,4 Bengkulu, gempa 7,9 Pagai Selatan dan gempa 7,1 di Sipora yang terjadi beberapa jam setelah gempa Pagai Selatan," kata Danny yang saya hubungi via ponselnya Senin malam (1/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa ancaman dari rentetan gempa utama itu? Danny menjelaskan, dari kajian ilmiah pihaknya, gempa raksasa yang "bertapa" sejak terakhir bangun di tahun 1797 dan 1833 ternyata belum sepenuhnya terusik. Hal ini terlihat dari hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;plotting&lt;/span&gt; dari gempa-gempa yang sudah terjadi, dan tampaknya baru melepaskan akumulasi energi yang terkumpul di bagian pinggiran saja. Gempa yang bermula dari kakinya di ujung selatan (Bengkulu-red), sekarang ini terlihat menyebar dan mengepung bagian badan dan kepala "sang raksasa", yakni di bawah Pulau Siberut, Sipora dan Pagai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peta potensi akumulasi energi gempa ini kami dapat dari analisa rekaman data 27 stasiun GPS (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Global Positioning System&lt;/span&gt;) dan juga data geologi dari terumbu karang. Stasiun GPS ini merekam pergerakan bumi dengan sangat teliti. Apabila pergerakan stasiun GPS ini makin besar dan searah dengan pergerakan tumbukan lempeng Hindia terhadap Sumatera, maka hal ini menunjukkan makin besar juga tingkat kuncian dari batas tumbukan lempeng di bawahnya. Artinya makin besar akumulasi energi regangan yang terjadi," terangnya seraya mengatakan, makin rendah tingkat kunciannya, artinya batas lempeng tersebut makin mudah pecah, jadi wajar saja kalau terlepas lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkannya, proses perambatan gempa-gempa ke arah dan mengelilingi sumber utamanya mengindikasikan kemungkinan terjadinya gempa dan tsunami yang lebih besar di wilayah Mentawai dan pesisir barat Sumatera sangat tinggi. "Untuk saat ini kita hanya mengatakan 'mungkin'. Namun waktu lebih spesifiknya tetap sukar untuk diprediksi. Bisa dalam hitungan hari, minggu, bulan dan bahkan tahunan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi masalah selanjutnya adalah bagaimana merealisasikan tindakan kita secara sportif untuk mengantisipasi bencana ini. Ilmu pengetahuan hanya dapat berusaha membaca tanda-tanda alam, sementara kebenarannya tetap berpulang kepada-Nya," ucapnya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-137037998675063115?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/137037998675063115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=137037998675063115&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/137037998675063115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/137037998675063115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/10/gempa-besar-pasti-terjadi.html' title='Gempa Besar Pasti Terjadi'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RwEM3bHETSI/AAAAAAAAAA0/YpgezlfzB-I/s72-c/tsunami.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-4679570273012566311</id><published>2007-09-16T21:32:00.000+07:00</published><updated>2007-09-16T21:43:05.178+07:00</updated><title type='text'>Gempa Susulan di Padang</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/gampo-1.gif" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Iko Labiah Gadang dari nan Patang..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARGA sontak berhamburan ke luar, begitu rumah yang ditempatinya dan bumi yang dipijak kembali bergoncang hebat. Waktu baru menunjukkan pukul 06.49 WIB. Mereka tentu saja kaget, karena tidur belum lagi sempurna seusai melaksanakan sahur perdana di bulan puasa 1428 H ini. Yang ada ada di benak mereka, bagaimana bisa lari menyelamatkan diri dari kemungkinan himpitan bangunan yang bakal rubuh atau tsunami yang bakal melanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi apa adanya, baju sekenanya, muka lusuh dan bermuram durja lantaran rangkaian gempa hebat yang memaksa mereka untuk waspada sepanjang Rabu malam (12/9). Di saat goncangan mereda dari gempa utama yang terjadi di Bengkulu dengan kekuatan 7,9 SR (versi BMG) atau 8,2 SR (versi USGS) yang ketika itu warga masih sibuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;balimau &lt;/span&gt;menyambut datangnya bulan puasa pada pukul 18.10'.23", pagi kemarin (13/9) suasana kembali buncah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iko labiah gadang dari nan patang&lt;/span&gt; (ini lebih besar dari gempa kemarin)," ujar Rafki (25) di antara kerumunan warga Padang yang saat itu terkonsentrasi di jalanan depan rumah masing-masing.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Goyangannya begitu dahsyat. Sabana mahantak-hantak. Isi rumah ambo (perabot-red) bajatuahan dari lamari&lt;/span&gt;," timpal Komaruddin (34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik percakapan serupa itu, tanpa komando warga yang berdomisili di bilangan Tunggua Hitam langsung mengambil keputusan masing-masing. Mereka mulai menghidupkan kendaraan bermotor yang mereka punya. Yang tak punya kendaraan, terpaksa menumpang untuk bisa turut lari sejauh mungkin dari lokasi tempat tinggalnya yang bila diambil garis lurus dari garis pantai hanya berjarak 1 km. Tujuan mereka hanya satu, menuju daerah By Pass yang dianggap aman dari terjangan tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami lari karena takut ada tsunami yang akan menerjang Padang, mengingat gempa tadi sangat besar getarannya di banding gempa kemarin (Rabu sore-red)," ungkap seorang warga yang ditemui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;POSMETRO&lt;/span&gt; di kawasan By Pass.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data BMG Padangpanjang yang didapat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;POSMETRO, &lt;/span&gt;gempa yang terjadi pagi itu memang tergolong sangat kuat. Dengan skala 7,7 SR yang berpusat di 2,88 LS-100,43 BT atau di episentrum laut 140 km barat daya Sungai Penuh, Jambi dengan kedalaman 24 km, untuk Kota Padang, gempa sekuat itu dirasakan getarannya sebesar IV-V &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mercalli Magnitudo Intensity &lt;/span&gt;(MMI/skala Mercalli). Berdasarkan parameternya getaran IV-V itu dikategorikan merusak, di mana ciri-ciri getarannya terasa di dalam rumah seperti truk berat yang lewat, benda-benda yang digantung bergoyang, pintu dan jendela gemertak, benda-benda dari kaca gemerincing, untuk kategori IV MMI. Sedangkan untuk ciri-ciri V MMI disebutkan getaran gempa sudah terasa oleh orang yang berada di luar rumah, orang yang tidur terbangun, air bergoyang, benda-benda yang digantungkan kurang baik akan jatuh, daun pintu bergoyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuatan getaran IV-V MMI itu, wajar sehari itu kerusakan yang terjadi di Kota Padang semakin bertambah dari akibat gempa besar Bengkulu sore sebelumnya. Tercatat hingga kemarin ada 98 unit bangunan rusak, yang 8 di antaranya ambruk. Syukurnya, ketakutan bakal terjadinya tsunami akhirnya buyar karena memang tidak ada tanda-tanda akan naiknya air laut ke daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dijelaskan Kasi Observasi BMG Padangpanjang, Sugeng Prayitno, gempa 7,7 SR itu tidak memicu tsunami walau dikategorikan gempa dangkal, karena dampak getarannya tidak menimbulkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deformasi &lt;/span&gt;di dasar laut baik dalam bentuk normal maupun mendatar. "Gempa itu hanya mengakibatkan gelombang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;seismik&lt;/span&gt; (getaran-red) saja," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tidak ada tsunami, tetap saja trauma tsunami yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan sejumlah negara pada 26 Desember 2004 menghantui warga Kota Padang. Maka begitu ada isu air laut naik di saat mereka sudah aman di lokasi pengungsian di sepanjang By Pass, masih saja ada yang ketakutan. Mereka balik menerobos hilir mudik kendaraan untuk menuju lokasi yang lebih tinggi. Padahal, andai saja mereka tahu, kawasan By Pass itu berada di kawasan hijau yang dianggap relatif aman dari terjangan tsunami. Tapi mengapa masih takut? Bisa jadi kepada mereka belum tersosialisasi dengan baik soal daerah-daerah aman di Kota Padang, atau bisa jadi lebih dikarenakan ketakutan psikologis atas dampak besar yang ditimbulkan tsunami sepeti di NAD itu. Bisa jadi... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(max)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-4679570273012566311?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/4679570273012566311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=4679570273012566311&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/4679570273012566311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/4679570273012566311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/09/gempa-susulan-di-padang.html' title='Gempa Susulan di Padang'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-5184487764594926526</id><published>2007-09-13T00:55:00.000+07:00</published><updated>2007-09-13T01:15:25.254+07:00</updated><title type='text'>Ramadhan 1428 H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/puasa-1.gif" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ahlan wa sahlan yaa Ramadhan, syahrul mubarak, syahrul Qur'an, washiyam, washshabr, wadda'wah, wal jihaad, la'allakum tattaquun..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Selamat datang bulan suci Ramadhan; bulan penuh berkah; bulan turunnya kitab suci al Qur'an; bulan puasa; bulan yang penuh kesabaran; bulan yang penuh dakwah; bulan yang penuh rasa persaudaraan; bulan yang penuh jihad melawan hawa nafsu; kekuasaan, arogansi dan sejenisnya. Semoga kamu menjadi hamba yang bertaqwa...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sekeluarga mohon maaf atas salah dan dosa yang disengaja maupun tidak; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talantuang dek ka naiak, talendo dek ka turun; &lt;/span&gt;baik lisan maupun tulisan. Semoga kita menjadi orang yang mampu meraih kemenangan &amp;amp; kembali kepada fitrah yang suci. Amin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-5184487764594926526?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/5184487764594926526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=5184487764594926526&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/5184487764594926526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/5184487764594926526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/09/ramadhan-1428-h.html' title='Ramadhan 1428 H'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-7838103202970653845</id><published>2007-08-08T19:37:00.000+07:00</published><updated>2007-08-08T19:48:43.116+07:00</updated><title type='text'>Fenomena Layanan Taksi di Kota Padang</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/taksi.gif" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Supir Untung, Penumpang Buntung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pria itu bergegas menghampiri taksi yang baru distopnya. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ka Bandara, bara da&lt;/span&gt;? (ke Bandara, berapa Bang?)," tanyanya ke supir taksi yang melongokkan wajahnya dari balik kaca mobil. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tujuah puluah limo&lt;/span&gt; (Rp 75 ribu)," jawabnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawar-menawar terus berlanjut. Hingga berakhir pada harga yang disepakati, Rp 60 ribu untuk jarak tempuh 15 kiloan dari Aia Tawa ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang berada di Katapiang, Kabupaten Padangpariaman. Sebuah tarif yang cukup mahal bila saja sang penumpang lebih memilih untuk berpatokan pada argometer yang tersedia di dalam taksi itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari penelusuran yang saya lakukan, budaya tawar menawar antara penumpang dengan supir taksi, sebenarnya justru menguntungkan si supir. Padahal, awalnya niat si penumpang untuk menawar harga itu agar tidak membayar mahal. Tapi kenyataannya, justru mereka yang buntung dan ketiban pulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diakui Hendri (28), salah seorang supir taksi khusus BIM,  semua supir taksi sebenarnya menyerahkan sepenuhnya kepada calon penumpang soal tarif yang akan digunakan. "Mau pakai argo atau tawar-menawar juga boleh, yang penting penumpang senang," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir di seluruh armada taksi, katanya, dilengkapi dengan argometer. Namun keberadaannya seakan tak terpakai, lantaran pilihan penumpang sendiri yang lebih ingin tawar-menawar. Secara jujur dikatakannya, dibanding pakai argo, supir lebih suka bila calon penumpang menawar ongkos. Karena keuntungannya, bisa lebih besar dari tarif argo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh saja, untuk jarak tempuh Aia Tawa-BIM yang diperkirakan sekitar 15 km, untuk tarif yang telah ditentukan tertera harga Rp 77.000. Harga itu akan ditawar semati-mati angin oleh calon penumpang jadi Rp 50 ribu saja. Bandingkan bila pakai argo. Untuk sekali buka pintu Rp 4.000 ditambah Rp 1.500 untuk setiap 1 km. Paling banter, untuk jarak 15 km penumpang akan kena Rp 22.900. Bisa dibayangkan, sungguh sangat besar untung yang didapat supir dari tawar-menawar tarif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, mengapa pengguna jasa taksi selalu lebih memilih untuk tawar-menawar ketimbang pakai argo. Entah karena kurang sosialisasi penggunaan argo atau karena menduga-duga bakal "tapakiak" dengan tarif argometer yang bisa diutak-atik itu. Tapi Hendri punya jawabannya. Kata dia, ini berkaitan erat dengan budaya orang Minang yang suka tawar-menawar. Apa benar? Semuanya terserah kita, mau buntung atau untung... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(***)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-7838103202970653845?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/7838103202970653845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=7838103202970653845&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/7838103202970653845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/7838103202970653845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/08/fenomena-layanan-taksi-di-kota-padang.html' title='Fenomena Layanan Taksi di Kota Padang'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-2833465203527927802</id><published>2007-07-23T11:25:00.000+07:00</published><updated>2007-07-23T11:44:25.458+07:00</updated><title type='text'>Dana (untuk) BOS</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/boss.gif" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;SIAPA pun pasti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengen&lt;/span&gt; jadi bos, termasuk saya. Di samping tugasnya terkadang tidak begitu bejibun dan bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngatur-ngatur &lt;/span&gt;sesuai mau, gajinya pun lebih banyak ketimbang orang yang diatur. Belum lagi kalau ada dana siluman yang bisa diaman-amankan untuk keamanan 7 turunan, maka jangan heran kalau semua pada rebutan jadi bos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayangnya, kebanyakan kita adalah orang kere. Dari ratusan juta warga Indonesia saat ini, paling banter hanya 10% yang jadi bos. Mulai dari bos kecil, bos menengah hingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;big boss. &lt;/span&gt;Dan kepada mereka hidup ditopangkan agar hidup tetap hidup.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah begitu beratnya beban hidup yang dihimpit ratusan kebutuhan yang tak semuanya bisa diwujud, maka muncullah sejumlah program dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;big boss&lt;/span&gt; (pemerintah yang bertugas memerintah seperti halnya bos) guna membantu terpenuhinya hajat orang banyak, terutama kaum kere seperti kita-kita semua. Mulai dari program subsidi kesehatan, perumahan, hingga pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk pendidikan, salah satu program yang diluncurkan adalah dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang merupakan dana kompensasi dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) yang bergulir sejak Maret 2005 lalu. Prinsip dari dana BOS ini adalah dibebaskannya siswa miskin dari segala pungutan, dan sebagai subsidi bagi dana pendidikan murid. Tapi apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dilansir Dinas Pendidikan Sumbar saat menyosialisasikan dana BOS ini di koran-koran, disebutkan bahwa penggunaan dana BOS ini diutamakan untuk pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa; biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang. Ini baru &lt;span style="font-style: italic;"&gt;point&lt;/span&gt; pertama dari 13 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;point&lt;/span&gt; soal penggunaan dana BOS itu. Kenyataannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas terkini, saat penerimaan siswa baru (PSB) beberapa waktu lalu, sekolah justru berlomba-lomba melakukan pungutan kepada calon siswa. Semakin tinggi pungutan, semakin mempertegas sekolah itu bonafid. Karena yang jadi siswanya adalah orang-orang yang rela dipungut setinggi-tinginya oleh sekolah. Kalau orang kere, terpaksa mundur teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru akan bersekolah saja, sudah ada kewajiban untuk membayar uang pendaftaran, uang seragam, uang bangku, uang pembangunan, uang praktek, uang komputer dan uang-uang lainnya. Tentu kita bertanya-tanya, dikemanakan dana BOS yang telah dikucurkan untuk sekolah-sekolah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, uang pendaftaran sudah ditanggung BOS. Uang pembangunan juga dianggarkan dalam BOS. Apakah tiap tahun sekolah selalu membangun? Apa yang dibangun? Paling banter hanya renovasi kecil-kecilan atau biaya perawatan rutin semacam pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mobiler&lt;/span&gt;, perbaikan sanitasi sekolah, dan perawatan fasilitas lainnya yang kesemuanya itu ditanggung BOS. Kalau pun benar-benar membangun, biasanya sudah ada pula donatur dari pihak alumni dan hamba Allah yang namanya tak mau disebutkan. Atau kalau pihak sekolah gigih dan beruntung, masih ada pula dana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;block grant&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku? Untuk buku pun ditanggung BOS. Tak hanya dari BOS, malah adapula buku gratis yang dianggarkan dalam APBD seperti yang dilakukan Kota Padang. Tapi, kok masih saja ada guru-guru yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyuruh&lt;/span&gt; beli buku ini-buku itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan contoh kecil itu saja, jelas bejibun pertanyaan dan dugaan yang bisa dialamatkan atas penggunaan dana BOS itu. Apakah dana tersebut benar-benar untuk BOS (bantuan operasional sekolah) atau hanya untuk si bos (kepala sekolah dan jajaran-jajarannya yang merasa juga jadi bos)? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahualam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan heran baru-baru ini &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/7/11/icw-nyatakan-pengelolaan-dana-bos-syarat-korupsi/"&gt;Indonesian Corruption Watch (ICW)&lt;/a&gt; membikin pernyataan bahwa pengelolaan dana BOS sarat dengan praktek korupsi karena tingginya kekuasaan dan monopoli kepala sekolah serta rendahnya transparansi pengelolaan terhadap dana bantuan itu. Pernyataan yang disampaikan anggota Komisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, Ade Irawan dalam rapat dengar pendapat dengan Panitia Ad Hoc III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 11 Juli lalu itu, bukan asal cuap. Pernyataan ini lahir dari hasil riset yang mereka lakukan terhadap sejumlah sekolah di Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kota Bau-bau, Kota Makasar, Kota Manado, Kota Banjarmasin, Kota Jakarta, Kabupaten Garut, Kabupaten Tangerang, dan Kota Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nah, lho... Emang enak jadi bos&lt;/span&gt;!!! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(***)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-2833465203527927802?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/2833465203527927802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=2833465203527927802&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/2833465203527927802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/2833465203527927802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/07/dana-untuk-bos.html' title='Dana (untuk) BOS'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-6347923550243494982</id><published>2007-07-17T16:32:00.000+07:00</published><updated>2007-07-23T11:59:10.420+07:00</updated><title type='text'>AMLS 2007 "Sounds of Change"</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/soundrenaline.gif" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;DAHSYAT! Beruntunglah bagi kamu yang menjadi saksi sejarah bagi pergelaran musik terakbar di Indonesia, A Mild Live Soundrenaline (AMLS) 2007 bertajuk &lt;i&gt;Sounds of Change &lt;/i&gt;yang dihelat di Kota Padang sebagai helat pembuka dari 4 kota lainnya. Sejarah baru kembali tertoreh, setelah dulu pada AMLS 2004 bertema &lt;i&gt;Make Music Not War &lt;/i&gt;juga membukukan sejarah di kota ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Dahaga akan suguhan musik berkualitas dari artis dan band papan atas, akhirnya tuntas, tass.., tass... Dijamin tak ada satupun dari &lt;i&gt;soundrenaliners&lt;/i&gt; (penonton AMLS —kalau boleh saya istilahkan begitu) yang kecewa atas festival musik yang berkiblat ke Woodstock dan Baby Days Out ini. Tontonan langka tahunan yang dihelat sejak 2002 ini, sungguh spektakuler dan fantastis. Maka wajar ada yang selalu menunggu kotanya ditunjuk sebagai lokasi pergelaran yang tiap tahun memang selalu berubah. Dan Padang, menjadi kota paling beruntung untuk kedua kalinya.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dibuka mulai siang garang menghajar Padang, 3 panggung raksasa; &lt;i&gt;A Mild Stage, Simpati Stage &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Talent Stage&lt;/i&gt;, sudah mulai bergoyang dihajar penampilan 21 artis papan atas Indonesia dan mancanegara serta band-band lokal potensial yang mulai mengorbit di jagad musik Indonesia. &lt;i&gt;A Mild Stage &lt;/i&gt;yang menjadi panggung utama di utara landasan terbang (&lt;i&gt;runway&lt;/i&gt;) Lanud Tabiang yang dipilih sebagai lokasi konser, menandai sejarah itu ditorehkan. Penampilan apik Tora Sudiro dan Lia Ananta sebagai MC, mampu memancing reaksi para &lt;i&gt;soundrenaliners &lt;/i&gt;untuk mulai menyaksikan rangkaian penampilan artis-artis yang manggung secara bergantian di &lt;i&gt;A Mild Stage &lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Simpati Stage &lt;/i&gt;yang didirikan di sisi timur  &lt;i&gt;venue &lt;/i&gt; pertunjukan AMLS ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan band D’Masiv cukup beruntung pula tampil sebagai band pembuka. Band asal Jakarta yang menjadi pemenang &lt;i&gt;A Mild Live Contest 2007 &lt;/i&gt; itu, cukup mampu membangun atensi penonton melalui tembang pembuka “&lt;i&gt;Welcome to the Black Parade&lt;/i&gt;” yang lumayan garang. Tanpa &lt;i&gt;ba-bi-bu&lt;/i&gt;, grup yang digawangi Wahyu (drummer), Rama (gitar), Ryan (vokal), Ray (bass) dan Kiki (gitar) ini, langsung menghentak ke lagu kedua “Playboy Tobat”. Barulah pada tembang ketiga, band beraliran pop rock ini mencoba membangun komunikasi dengan para &lt;i&gt;soundrenaliners &lt;/i&gt;yang terus berdatangan ke arena konser. Nomor melankolis “Tak Bisa Hidup Tanpamu”, cukup mendapat atensi para penonton yang datang berpasangan di siang garang itu. Di bawah lindungan payung yang dibawa masing-masing dari rumah, penonton cewek dan para dua sejoli mulai anteng mengikuti permainan D’Masiv ini. Sayangnya, band ini hanya punya jatah 4 lagu untuk tampil di panggung raksasa berukuran 18 x 12 m itu. Sebagai lagu penutup, &lt;i&gt;theme song “Sounds of Change” &lt;/i&gt;dibawakan Ryan dengan baik, meski tak&lt;br /&gt;“sehalus” versi aslinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Usai D’Masiv, penonton langsung digiring ke panggung &lt;i&gt;Simpati Stage &lt;/i&gt; yang berjarak sekitar 300-an meter dari panggung &lt;i&gt;A Mild Stage&lt;/i&gt;. Grup band Meteor manggung di sana dengan membawakan 3 lagu mereka dari dua album yang telah mereka rilis, “Orbit Cinta” (Februari 2006) dan “Disisiku Bintang” (September 2006). Di antaranya lagu “Disisiku Bintang”, “Katakan” dan “Pilih Aku”. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Usai penampilan mereka, penonton kembali digiring ke panggung &lt;i&gt;A Mild Stage&lt;/i&gt;. Di situ sudah pula menunggu grup The Rain. Sebagian penonton yang merasa kepanasan, mulai mengalihkan perhatian dengan mencoba sejumlah arena permainan yang disediakan panitia seperti &lt;i&gt;Eurobungy, Giant Obstacles, Billiard Zone&lt;/i&gt;, atau ada juga yang melirik-lirik barang bagus yang dijual di stand &lt;i&gt;Fundrenaline &lt;/i&gt;seperti merchandise dalam bentuk kaos, &lt;i&gt;mug&lt;/i&gt;, selempang, tas, dan sebagainya. Yang “kelaparan”, menyantap makan siang di tenda &lt;i&gt;food court &lt;/i&gt;yang disediakan panitia. Yang “kegemasan” dengan idola masing-masing, berupaya mendapatkan “jatah” untuk &lt;i&gt;meet and greet &lt;/i&gt; dengan artis pujaannya. Atau sekedar motret-motret sang idola yang tengah melenggang di &lt;i&gt;red carpet&lt;/i&gt;. Gambar hanya bisa diambil dari pagar pembatas. Meski hanya bermodal HP kamera atau &lt;i&gt;camera digital&lt;/i&gt;, mereka cukup antusias bisa mengambil gambar sang artis yang selama ini hanya bisa dilihat di layar televisi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tanpa jeda, usai penampilan The Rain, giliran panggung &lt;i&gt;Simpati Stage &lt;/i&gt;yang berguncang. Kali ini ada band Garasi yang manggung di sana. Penonton langsung menyemut. Selain kegarangan musik rock elektronik yang diusung Garasi, penyebab lain adalah keberadaan Ayu Ratna sebagai vokalis band itu. &lt;i&gt;Soundrenaliners &lt;/i&gt;tercengang, ternyata cewek cakep itu &lt;i&gt;gape &lt;/i&gt; juga mengocok gitar elektrik yang disandangnya. Benar-benar membius. Penampilan Ayu pun cukup berbeda dari biasanya. Dia mengenakan &lt;i&gt;t-shirt &lt;/i&gt;putih yang menutupi kaos hitam panjang lengan plus rok pendek kotak-kotak ala Skotlandia. &lt;i&gt;Fresh&lt;/i&gt;! Biasanya dia identik dengan pakaian hitam-hitam seperti yang biasa dipakai sohibnya Fedi Nuril (gitar) dan Aries Budiman (drum).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Band yang mencuat melalui film Garasi, dan kemudian memutuskan tekad untuk berkecimpung penuh di dunia musik Indonesia ini, tampil membawakan lagu “Bukan”, “DKAD” dan tembang baru yang bakal dirilis di album keduanya nanti berjudul “Lelah”. Di nomor penutup “Hilang”, penonton yang berjubel di depan panggung, ikutan menyumbang koor untuk lagu &lt;i&gt;hits &lt;/i&gt; grup tersebut. Benar-benar membius!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berturut-turut setelah Garasi, tampil J-Rocks, Tere, Club 80’s, secara bergantian di &lt;i&gt;A Mild Stage &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Simpati Stage&lt;/i&gt;. Saat giliran Element, penonton kembali menyemut di &lt;i&gt;Simpati Stage&lt;/i&gt;. Yang diincar, tentu saja Didi sang &lt;i&gt;drummer&lt;/i&gt; yang ganteng dan jadi idola kaum cewek. Band berpersonilkan Ferdi (vokal), Adhit (gitar), Arya (gitar), Ibank (bas) dan Didi serta dibantu Mario sebagai &lt;i&gt;backing vocal &lt;/i&gt;itu, dari 6 lagu yang diterakan di &lt;i&gt;song list&lt;/i&gt;, hanya membawakan 5 lagu. “Kupersembahkan Nirwana”, “Rahasia Hati”, “Cinta tak Bersyarat” dibawakan berturut-turut. Setelah itu, penonton disuguhkan sesuatu yang berbeda. &lt;i&gt;Yup&lt;/i&gt;.., Element mengusung sebuah tembang baru beraroma dangdut yang dikasih judul “Pacar Tanpa Tandingan”. Bayangin..., cowok-cowok itu pada bergoyang terpatah-patah mengikuti &lt;i&gt;beat-beat &lt;/i&gt; dangdut yang yahud punya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai tembang penutup, Didi didaulat para &lt;i&gt;soundrenaliners &lt;/i&gt; untuk melantunkan suara emasnya. Maka mengalunlah intro lagu Bento milik Iwan Fals. Ekspresif. Tempo musiknya pun diperpanjang yang nyaris ke luar dari pakem lagu asli Bento itu. Bahkan menguar pula aroma cengkok ala Axl Rose di lagu &lt;i&gt;I Don’t Care &lt;/i&gt;yang termuat di album "&lt;i&gt;The Spaghetti Incident&lt;/i&gt;". Benar-benar bikin puas!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bosan dengan pop rock yang disuguhkan band-band terdulu, telinga &lt;i&gt;soundrenaliners &lt;/i&gt;langsung dihentak musik &lt;i&gt;hard core &lt;/i&gt; yang diusung band asal Austria, Last Warning. Meski hampir seluruh lagunya tidak begitu diakrabi penonton, namun &lt;i&gt;beat-beat &lt;/i&gt;cepat dan gocekan gitar ala &lt;i&gt;speed metal&lt;/i&gt;, membikin para cowok metal cukup kepanasan. Mereka terpukau dan terpancing untuk sekedar &lt;i&gt;headbanger &lt;/i&gt;mengikuti irama Last Warning yang berbau Sepultura ini. Setelah 8 lagu diusung Last Warning di A Mild Stage, suasana langsung &lt;i&gt;coolling down &lt;/i&gt;saat Ello tampil di &lt;i&gt;Simpati Stage &lt;/i&gt; dan Ari Lasso serta Audy. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Audy yang juga pernah tampil di AMLS &lt;i&gt;Make Music Not War &lt;/i&gt; 2004 di GOR H Agus Salim, sebenarnya cukup memukau. Cuma saja, gayanya tidak jauh berbeda dengan AMLS terdahulu. Senja yang mulai menghadang, ditutup dengan penampilan Dewa 19. Karena keterbatasan waktu, Dewa yang diplot mengusung 8 nomor, hanya menghibur penonton dengan 6 tembang &lt;i&gt;hits &lt;/i&gt;mereka. “Pangeran Cinta”, “&lt;i&gt;I Want To Break Free&lt;/i&gt;”, “Lelaki Pencemburu”, “Sedang Ingin Bercinta”, “Bukan Rahasia” dan “Laskar Cinta”. Kurang klimaks, karena Dewa termasuk band yang ditunggu-tunggu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Usai &lt;i&gt;break&lt;/i&gt; Maghrib, pagelaran AMLS semakin spektakuler. Pasalnya &lt;i&gt;lighting &lt;/i&gt;berkekuatan 400 ribu watt baru terasa berguna dengan sorotan-sorotan lampu warna-warni yang &lt;i&gt;wara-wiri &lt;/i&gt;di sepanjang &lt;i&gt;venue &lt;/i&gt; pertunjukan. Jadilah Lanud Tabiang malam itu bermandikan beragam cahaya. Semakin malam, para penonton semakin membludak, terlebih lagi malam itu memang dijadwalkan penampilan band-band kondang negeri ini. Diperkirakan ratusan ribu penonton menjubeli lokasi. Dan syukurnya, sama sekali tak terjadi kegaduhan yang mengarah kepada tindak anarkis dan sebagainya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Usai jeda Maghrib itu, berturut-turut tampil Saw Loser dari Singapura, Nidji, Ada Band, Ungu, Seuries, dan Slank. Inilah puncak pesta musik ini. Nidji yang lagi naik daun plus Ungu yang tengah melambung tinggi, mendapat apresiasi penuh dari pecintanya. Permainan &lt;i&gt;duo &lt;/i&gt;grup baru ini, betul-betul bikin puas penggemar masing-masing. Maka jangan heran, di akhir AMLS 2007 ini, &lt;i&gt;media board &lt;/i&gt;menetapkan 2 grup ini bersama Slank menjadi band terbaik yang mampu menyuarakan tema &lt;i&gt;Sounds of Change &lt;/i&gt;di Kota Padang. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi tetap saja, penampilan Slank sebagai band penutup menjadi &lt;i&gt;icon &lt;/i&gt;sebenarnya dari AMLS. “Pujangga Potlot” yang diawaki Kaka (vokal), Bimbim (drummer), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bass) ini, benar-benar membawa aura positif bagi &lt;i&gt;Slankers&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;soundrenaliners &lt;/i&gt; untuk mengubah hidup mereka melalui kampanye dan lagu Slank untuk mengatakan tidak kepada narkoba. Dan mereka tak sekedar menyuarakan itu, tapi juga melakukannya untuk lepas dari keterpurukan akibat narkoba.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai ajang musik tahunan, tema &lt;i&gt;Sounds of Change&lt;/i&gt; yang diusung &lt;i&gt;A Mild &lt;/i&gt;bersama &lt;i&gt;Deteksi Production &lt;/i&gt;tidak hanya menyuarakan soal perubahan, tapi dalam bermusik pun, para artis yang tampil juga membawa perubahan. Lihat saja, musik dangdut yang dianggap marjinal, justru mulai dilirik sebagai &lt;i&gt;sounds-sounds &lt;/i&gt;baru oleh band-band rock. Seperti yang dilakukan Element yang mengusung “Pacar Tanpa Tandingan” yang dangdut banget dipolesi sedikit &lt;i&gt;rock progressive&lt;/i&gt;. Atau Dewa 19 melalui lagu “Sedang Ingin Bercinta” yang ada sedikit sentuhan dangdut. Yang paling terasa benar adalah lagu “Orkes Sakit Hati” milik Slank yang menjadi penutup seluruh perhelatan akbar ini. Lagu yang termuat di album 999 + 09 itu, sangat asyik untuk dibawa bergoyang. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tak hanya dangdut, polesan &lt;i&gt;reggae &lt;/i&gt;juga terasa sangat tatkala Tere membawakan lagu "Kesepian Kita" yang aslinya harus dinyanyikannya bersama Pas Band. Di antara &lt;i&gt;refrain &lt;/i&gt;lagu, band pengiring Tere yang diperkuat kaum hawa; Dilla (drummer), Aci (keyboard), Lulu (gitar), Nina (&lt;i&gt;backing vocal&lt;/i&gt;) dan &lt;i&gt;additional player &lt;/i&gt;untuk bas yang dimainkan seorang cowok yang dandannya mirip cewek.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan keragaman musik serupa itu, tak ada salahnya untuk &lt;i&gt;change your taste, but don’t change your music&lt;/i&gt;, alias selera boleh berubah, tapi musikmu jangan pula diganti. Piss!!! &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Foto-foto bisa dilihat di &lt;a href="http://maryulismax.multiply.com/photos/album/1"&gt;http://maryulismax.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-6347923550243494982?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/6347923550243494982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=6347923550243494982&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/6347923550243494982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/6347923550243494982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/07/amls-2007-sounds-of-change.html' title='AMLS 2007 &quot;Sounds of Change&quot;'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-7324706626627440683</id><published>2007-06-22T19:37:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T19:59:45.765+07:00</updated><title type='text'>Adipura-pura</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/adipura-1.gif" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;WAJAR. Hanya kalimat itu yang bisa saya ucapkan menyusul banyaknya kontroversi atas diterimanya Piala Adipura oleh beberapa kota pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 6 Juni 2007 lalu. Dan juga wajar, kota-kota penerima Piala Adipura itu berhak menerimanya dari tangan Presiden SBY. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lho kok&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, memang wajar ada pro dan kontra atas piala yang diberikan untuk kota-kota yang dianggap bersih dan teduh setelah menjalani serangkaian penilaian itu. Kenapa begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi sebagian warga kota yang kotanya menerima Piala Adipura, pastilah bertanya-tanya, kenapa kotanya yang tidak begitu bersih, masih ada sampah di sana-sini, yang masih banyak pemukiman kumuh, yang daerah pinggirannya tak terperhatikan, yang kerap banjir lantaran selokan disumbat sampah, bisa-bisanya dikasih Piala Adipura. Sehingga muncul sikap apriori dan skeptis yang menganggap Piala Adipura lebih pantas disebut Adipura-pura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap warga seperti itu memang tidak bisa disalahkan. Karena fakta sosial yang mereka lihat sehari-hari, memang begitulah potret buram dari kotanya. Di benak mereka, Piala Adipura itu hanya pantas untuk kota yang benar-benar bersih luar dalam, bersih pusat kota dan pinggirannya, tidak ada sampah di mana-mana, ada tindakan tegas terhadap pembuang sampah sembarangan, kota yang dilengkapi dengan fasilitas kebersihan serupa tong sampah dan sebagainya. Itulah idealnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi, kok bisa kota mereka mendapat Piala Adipura? Jawab itu yang tak pernah mereka terima, baik dari penyelenggara Adipura --dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)--, maupun dari Pemko/Pemkab yang meraih Adipura. Sampai-sampai di Kota Padang sendiri, ketua DPRD-nya mengaku tidak bangga kotanya mendapat piala ini dan juga jenuh dengan penghargaan-penghargaan lain dari pemerintahan pusat. Bagi dia, penghargaan serupa itu tidak kelewat penting karena tidak jelas dampaknya bagi warga kota. Yang paling krusial, menurut dia, adalah pengentasan kemiskinan dapat berjalan yang dampaknya jelas-jelas dirasakan warga miskin perkotaan. Itu tidak salah, dan wajar pula, menurut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah seorang Tim Penilai Adipura, saya sendiri mengakui bahwa pelaksanaan penilaian kota bersih dan teduh (hijau) itu, masih diliputi kekurangan di sana-sini. Belum seideal yang dipikirkan banyak orang. Belum mencakup segala aspek dan seluruh ruang perkotaan. Masih ada tambal sulam; masih ada lubang-lubang yang tak tersulam, dan ada sulam yang berlubang-lubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut diketahui, untuk Adipura ini, ada penilaian non fisik dan fisik. Non fisik mencakup dokumen administrasi pengelolaan kebersihan kota yang penilaiannya dilakukan terpisah dengan penilaian fisik. Sementara penilaian fisik (ke lapangan) yang dinilai tim penilai hanyalah objek lokasi yang telah ditentukan, meliputi perumahan (perumahan menengah dan sederhana, serta --kalau ada-- perumahan pasang surut), sarana kota (jalan arteri dan kolektor, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit, Puskesmas, taman kota, hutan kota), sarana transportasi (terminal bus/Angkot, pelabuhan sungai dan terminal penumpang, stasiun kereta api), sarana kebersihan (TPA dan komposting), perairan terbuka (sungai/saluran terbuka/danau/situ) dan pantai wisata. Semua objek lokasi itu, berbeda-beda jumlah titik pantaunya di masing-masing kota, tergantung pada kategori kota (besar, kecil, sedang atau metropolitan), peserta baru dan lama, serta pernah tidaknya mendapat Adipura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh titik pantau itu, seluruhnya ditentukan Pemko/Pemkab setempat sebelum tim penilai turun ke lapangan untuk menilai. Kalaupun ada titik pantau yang ditentukan KLH, itu hanya melengkapi jumlah titik pantau yang masih kurang. Sebelum tim turun ke lapangan pun, Pemko/Pemkab pun telah menerima "bocoran" soal kehadiran tim penilai. Sehingga titik pantau yang akan dinilai, langsung dipermak habis-habisan biar bersih guna mendapatkan penilaian tertinggi atas objek yang telah ditentukan. Maka jangan heran bila suatu lokasi benar-benar rapi jali saat tim penilai turun ke lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, tim turun 3 kali dalam setahun, yaitu penilaian tahap I, tahap II dan tahap verifikasi bila nilai suatu kota pada tahap I dan II dianggap tinggi untuk menentukan hidup mati layak tak layaknya menerima Piala Adipura ini. Dengan begitu, tim penilai menilai lokasi yang telah dipermak sedemikian rupa menjadi indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah letak kewajaran kenapa sebuah kota mendapat Piala Adipura dan mengalahkan ratusan kota lainnya. Dengan ditentukannya titik pantau dan didapatnya bocoran kedatangan tim penilai, terlihatlah betapa keseriusan Pemkab/Pemko untuk sekedar mempermak --kendati temporer saja-- titik pantau yang akan dinilai. Bagi yang serius, maka mereka mendapat Adipura, walaupun untuk sekedar prestise. Yang tidak serius --atau memang tidak minat Adipura--, terpaksa gigit jari dan tidak bisa berbesar hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak alasan kenapa ada Pemkab/Pemko yang serius dan ada yang tak serius. Bisa jadi masalah anggaran. Tidak sedikit dana yang dibutuhkan untuk menciptakan bersih ini. Mulai dari infrastrukturnya, sampai masalah gaji dan tetek bengek lainnya. Terlebih lagi bila anggaran kebersihan yang diajukan, ternyata tidak pula disetujui dewan. "Mau ngapain juga, mending bikin proyek yang lain," mungkin begitu alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dasar itu, mungkin wajar pula bila ketua DPRD Padang tidak begitu antusias dengan Piala Adipura, dan malah menyorot soal kemiskinan yang belum terentaskan. Melihat alasan yang bersangkutan, saya pribadi lebih setuju bila pemerintah pusat (juga) mengadakan lomba pengentasan kemiskinan ini daripada Piala Adipura. Karena bukti nyatanya tampak dan manfaatnya dirasakan benar oleh masyarakat banyak. Selain itu, bila derajat kesejahteraan warga telah terangkat, maka menjaga dan membudayakan hidup bersih akan tercipta dengan sendirinya. Tapi, apa mungkin? Entahlah... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan terkait:&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/jangan-kelewat-bangga-dapat-adipura.html"&gt;Jangan Kelewat Bangga Dapat Adipura&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(***)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-7324706626627440683?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/7324706626627440683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=7324706626627440683&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/7324706626627440683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/7324706626627440683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/06/adipura-pura.html' title='Adipura-pura'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-8106919351107618850</id><published>2007-06-04T12:07:00.000+07:00</published><updated>2007-06-04T12:33:59.349+07:00</updated><title type='text'>Balada Bukuku; Kubutuh Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RmOgMOOI0RI/AAAAAAAAAAs/Rwq7a04HRRQ/s1600-h/books.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RmOgMOOI0RI/AAAAAAAAAAs/Rwq7a04HRRQ/s320/books.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072073737185579282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;AWALNYA, tak ada niatan untuk bikin &lt;a href="http://maxbooks.wordpress.com/"&gt;blog ini&lt;/a&gt;. Namun akhirnya dibikin juga, setelah mendapat dukungan dari rekan yang juga mencintai buku. Terlebih setelah &lt;em&gt;wara-wiri&lt;/em&gt; sana kemari, ketemu blog-blog resensi yang oke punya, maka keinginan untuk membuat hal serupa semakin menjadi-jadi. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Belum lagi, begitu banyaknya penanggap saat saya mencoba-coba membikin resensi dua buah buku di &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/"&gt;blog utama saya&lt;/a&gt;. Mereka menyarankan agar saya rutin meresensi buku yang telah saya baca. "&lt;EM&gt;Halah, mana sempat&lt;/EM&gt;..," begitu alasan saya ketika itu, mengingat saya memang tidak punya banyak waktu, apalagi untuk membaca buku. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya benar-benar tidak punya waktu untuk rutin membaca buku. Karena luang waktu itu sendiri yang memang kurang, habis tersedot di pekerjaan sehari-hari. Jangankan untuk buku, untuk keluarga --istri dan anak-- saja, tak cukup waktu buat mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi herannya, walau saya kekurangan waktu, tetap saja masih suka menambah bahan bacaan. Bayangkan, setiap minggu saya berlangganan koran Kompas, Media Indonesia, Koran Tempo (khusus edisi Minggu saja). Yang 3 itu saja, belum tentu terbaca semuanya, kecuali untuk rubrik-rubrik tertentu yang wajib baca seperti Parodi-nya Samuel Mulia di Kompas, Editorial-nya Media Indonesia, Cari Angin-nya Putu Setia di Koran Tempo dan juga Cerpen-cerpen yang ada di masing-masing koran. Kalau ada artikel menarik, semisal resensi buku, dilahap habis.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah itu, saya juga berlangganan majalah bulanan. Seperti Flona, Trubus, Ayahbunda dan Paras. Dua majalah pertama, menyangkut hobi saya bertaman dan memelihara ikan, sedangkan 2 majalah terakhir lebih ditujukan buat keluarga. Yakinlah, 4 majalah itu, tidak pernah tuntas saya baca, kecuali hanya ada rubrik menarik yang sesuai dengan ketertarikan saya saja. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Belum lagi di luar itu, saya sempat pula berlangganan &amp;mdash;tapi beli secara eceran&amp;mdash; majalah Hidayah, Ghaib, dan Nikah, yang kini jumlahnya cukup lumayan sebagai &amp;ldquo;bantal&amp;rdquo;. Di luar itu juga, saya tidak pula melewatkan diri untuk membeli majalah-majalah beredisi khusus seperti Tempo, Gatra, Intisari atau lainnya yang sedang mengupas tuntas sesuatu yang menarik bagi saya. Maka bertambahlah tumpukan bacaan yang belum tentu terbaca.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Busyetnya lagi, saya telah pula membiasakan diri minimal sekali 1 bulan untuk berbelanja buku di toko buku. Minimal 3-5 buku, harus saya bawa pulang untuk ditumpuk dulu, baru kemudian dibaca bila ada waktu. Parahnya, saya terkadang mendapat pula buku-buku gratis dari relasi-relasi yang sedang &lt;em&gt;launching&lt;/em&gt; karya mereka. Katanya, "&lt;EM&gt;Untuk kenang-kenangan, buat Anda&lt;/EM&gt;".&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maka semakin bejibunlah "dosa" saya terhadap bahan bacaan yang saya punya. Mereka ada, tapi tidak selamanya bisa dibaca, kecuali saya punya waktu untuk itu, yang kadang waktunya tidak pula menentu. Pulang kerja di larut malam; membaca untuk mengantar tidur, atau ketika libur di rumah; membaca setelah anak tidur dan atau saya tidak punya kegiatan apa-apa sebagai seorang bapak rumah tangga.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi syukurlah. Sesungguhnya tak ada niat saya untuk menelantarkan buku-buku itu, koran-koran itu, majalah-majalah itu, hanya saja saya yang kekurangan waktu. Kata temanku, "&lt;EM&gt;kamu itu butuh 1 hari = 35 jam, agar punya waktu baca buku&lt;/EM&gt;". Kalau begitu.., matilah aku!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan syukurnya lagi, inspirasi itu muncul. Dari sebuah ide dengan rekan yang cinta buku untuk saling tukar daftar buku yang kami punya (lengkap dengan pengarangnya, penerbit, jumlah halaman, ukurannya dan kapan belinya), akhirnya niat untuk mendata ulang apa yang saya punya tercapai juga. Hasil akhirnya, saya lebih banyak punya koran dan majalah, ketimbang buku. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya bersyukur punya data itu. Hingga akhirnya, &lt;em&gt;eureka&lt;/em&gt;, muncul juga ide untuk bikin &lt;a href="http://maxbooks.wordpress.com/"&gt;blog ini&lt;/a&gt;. Isinya persis sama dengan data buku yang telah saya tulis dengan &lt;em&gt;microsoft excel&lt;/em&gt;, tinggal lagi ditambahi dengan &lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; buku dan kalau bisa (harus bisa!!!) resensinya juga. Maka jadilah dia; &lt;a href="http://maxbooks.wordpress.com/"&gt;maxbooks.wordpress.com&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semoga keberadaan mainan baru ini, menjadi bermanfaat bagi siapa saja, terutama bagi saya sendiri. Karena sesuai dengan SMS rekan saya suatu waktu, "&lt;EM&gt;Scripta Manent Verba Volan&lt;/EM&gt;" (yang tertulis akan mengabadi, yang terucap akan berlalu bersama angin). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Begitulah.., akhirnya saya harus mengatur waktu untuk membaca buku dan menuliskan apa yang telah saya baca itu. &lt;strong&gt;(***)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-8106919351107618850?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/8106919351107618850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=8106919351107618850&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8106919351107618850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8106919351107618850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/06/balada-bukuku-kubutuh-waktu.html' title='Balada Bukuku; Kubutuh Waktu'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nrkbU9U6kUo/RmOgMOOI0RI/AAAAAAAAAAs/Rwq7a04HRRQ/s72-c/books.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-8977974099427402067</id><published>2007-05-22T14:22:00.001+07:00</published><updated>2007-05-22T15:23:09.204+07:00</updated><title type='text'>Rohana Kuddus</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/rohana.gif" border="0" align="left" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Wartawan Perempuan Pertama itu Diusulkan Jadi Pahlawan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;TAK banyak yang tahu siapa gerangan Rohana Kuddus. Menyebut namanya, di tingkat lokal (Sumbar-red), orang hanya tahu nama itu melekat sebagai nama jalan, nama gedung, nama usaha &lt;em&gt;kripik balado&lt;/em&gt; di Kota Padang, dan sebagainya. Soal kiprahnya? Hanya segelintir yang tahu, itupun mungkin tidak persis detilnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Ternyata, wanita penyandang nama Rohana Kuddus ini, betul-betul &lt;em&gt;amazing&lt;/em&gt; (luar biasa) untuk eranya --dan juga mungkin untuk era sekarang--, bila melihat kiprah hidupnya. Lahir di Kotogadang, Bukittinggi pada 20 Desember 1884, Rohana ternyata memang --meminjam istilah zaman sekarang-- perempuan multidimensi. &lt;i&gt;Kok&lt;/i&gt;?&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anak sulung pasangan Moehammad Rasjad Maharadja Soetan dan Kiam ini, ternyata bukan hanya tercatat sebagai wartawan perempuan pertama Indonesia saja dengan mendirikan surat kabar &lt;em&gt;Soenting Melajoe&lt;/em&gt;. Menjadi Pemred (pemimpin redaksi) pula. Dia juga menjadi pelopor pendidikan dengan mendirikan sekolah keterampilan Kerajinan Amai Setia yang merupakan permulaan industri rumah (atau bahasa kerennya &lt;em&gt;home industry&lt;/em&gt;) di Minangkabau dan penggerak politik politik perempuan pertama di ranah Minang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bayangkan. Betapa hebatnya kakak tiri St Sjahrir (perdana menteri pertama RI) ini. Di saat yang lain belum melek membaca alias buta aksara, dia sudah tampil sebagai "guru kecil" di usianya yang masih 8 tahun di tahun 1892. Kepadanya, rekan-rekan sebayanya belajar bermain sambil membaca.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di usianya yang matang sebelum dan setelah menikah dengan Abdul Kuddus, melalui perjuangan hidup yang jatuh bangun, mengalami berbagai benturan sosial dengan pemuka agama, adat, dan masyarakat umum, Rohana dipuji dan dikagumi, tetapi sekaligus difitnah dan dicaci maki, sehingga terpaksa meninggalkan kampung halamannya. Dia tetap berjuang, malah mendirikan &lt;em&gt;Rohana School&lt;/em&gt;, sekolah kepandaian perempuan di Bukittinggi. Dia pun aktif dalam Partai Pergerakan Bawah Tanah yang menentang kolonial Belanda.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di saat "&lt;em&gt;perangai&lt;/em&gt;" Belanda yang semakin membabi buta, Rohana turut membantu pergerakan politik dengan tulisannya yang membakar semangat juang para pemuda. Dia berpartisipasi mempelopori berdirinya dapur umum dan badan sosial untuk membantu para gerilyawan. Dia juga mencetuskan ide bernas dalam penyelundupan senjata dari Kotogadang ke Bukiktinggi melalui Ngaraik Sianok dengan cara menyembunyikannya dalam sayuran dan buah-buahan yang kemudian dibawa ke Payokumbuah dengan kereta api.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berakhirkah perjuangan ibu dari Djasma Juni ini? Belum. Hingga ajalnya menjemput, dia masih terus berjuang. Termasuk ketika merantau ke Lubuak Pakam dan Kota Medan. Di sana dia mengajar dan memimpin surat kabar Perempuan Bergerak. Dan Pulkam (pulang kampung) 3 tahun kemudian dengan menjadi redaktur surat kabar &lt;em&gt;Radio&lt;/em&gt; yang diterbitkan Cina Melayu di Padang dan surat kabar &lt;em&gt;Cahaja Sumatra&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Begitulah. Perempuan yang wafat pada 17 Agustus 1972 itu mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara, serta menjadi kebanggaan bagi kaum hawa yang diperjuangkannya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi adakah kita tahu lika-liku hidupnya ini? Tidak!! Itu pasti. Padahal Pemrov Sumbar saja pada 17 Agustus 1974 telah menganugerahi dia penghargaan sebagai wartawati pertama. Dan pada Hari Pers Nasional ke-3, 9 Februari 1987, Menteri Penerangan, Harmoko --ketika itu-- telah pula menganugerahinya sebagai Perintis Pers Indonesia. Itu sebenarnya belum cukup, mengingat begitu besar jasa-jasanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena itulah, Himpunan Wanita Karya (HWK) Sumbar bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumbar, sedang memperjuangkan Rohana Kuddus untuk menjadi pahlawan nasional. Dia pantas disejajarkan dengan RA Kartini, Dewi Sartika, maupun Maria Walanda Maramis yang memperjuangkan pendidikan perempuan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai langkah lanjutan menuju pengakuan itu, HWK dan PWI akan menggelar seminar nasional tentang Rohana Kuddus pada 24 Mei mendatang di Aula Kantor Gubernur Sumbar. Persyaratan lain sebagai persyaratan administrasi meluluskan Rohana sebagai pahlawan juga sudah diretas. Di antaranya penerbitan buku biografinya, dokumennya, rekomendasi dari lembaga terkait, kajian sejarahnya, dan sebagainya. Dan &lt;em&gt;Insya Allah&lt;/em&gt;, kita tinggal menunggu, satu lagi barisan pahlawan nasional berasal dari ranah Minang tercinta ini. &lt;strong&gt;(***)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-8977974099427402067?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/8977974099427402067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=8977974099427402067&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8977974099427402067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8977974099427402067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/05/rohana-kuddus.html' title='Rohana Kuddus'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-7304737353012347291</id><published>2007-05-10T13:27:00.000+07:00</published><updated>2007-05-10T15:11:57.806+07:00</updated><title type='text'>Padang Bay Bye</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/pbcn.gif" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" align="left" border="0" height="126" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;Apa beda mercusuar dengan proyek mercusuar? Pertanyaan gampang-gampang susah, yang belum tentu semua orang bisa menjawabnya. Tapi kalau sekelumit tanya itu dijawab dengan logika awam, jawabnya simpel saja. Yaitu, belum tentu proyek mercusuar itu adalah proyek bikin mercusuar. &lt;i&gt;Isn't&lt;/i&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;it&lt;/span&gt;?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mercusuar, bangunan tinggi menjulang yang menjadi pedoman nelayan dalam mengarungi lautan. Sebagai navigator untuk menunjukkan arah daratan, guna menyadari keberadaan diri sebenarnya. Proyek mercusuar? Tanyakan saja ke yang proyek...&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yang pasti, belum tentu semua proyek mercusuar akan berguna dan bermanfaat bagi banyak masyarakat. Lain halnya dengan mercusuar yang pasti dibutuhkan semua nelayan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Begitulah, ketika tiba-tiba muncul wacana Pemko Padang untuk membangun Padang Bay City (PBC) yang kemudian ditambahi dengan kata-kata Nurbaya di belakangnya, sehingga lengkap menjadi Padang Bay City Nurbaya (PBCN). Semua terpurangah, karena proyek ini benar-benar proyek mercusuar yang katanya sebagai &lt;i&gt;trade mark&lt;/i&gt; Kota Padang ke depan. &lt;i&gt;Halah&lt;/i&gt;!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya bukan itu yang bikin saya (dan sebagian anda) terpurangah. Bayangkan, Pantai Padang yang elok dengan debur ombak Puruih yang kadang menghantam kuat dan kadang bergelombang gemulai, akan disulap dengan pembangunan berbagai fasilitas penunjang yang tentu saja menjulang melebih julangan mercusuar. Apa saja bakal ada di sana dengan mereklamasi pantai ini dengan tanah urug yang didapat dari proyek mercusuar lainnya; pembangunan terowongan Pegambiran-Bunguih sepanjang 6 km. Di sana bakal ada &lt;i&gt;mall, convention centre&lt;/i&gt;, dunia fantasi dan sebagainya. Jadilah PBCN itu nantinya sebagai "kota baru" di tepi pantai Samudera Hindia ini. &lt;i&gt;Weeww&lt;/i&gt;, hebat!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi perlukah semua ini? Belum tentu. Beda dengan mercusuar yang dibutuhkan nakhoda dan nelayan, proyek mercusuar tersebut belum tentu penting-penting amat. Okelah kalau dikatakan bahwa bangunan-bangunan yang ada di PBCN itu sebagai &lt;i&gt;bumper&lt;/i&gt; bila tsunami datang. Tapi sekali lagi, dengan menggunakan logika awam, investor mana yang rela asetnya habis ditelan tsunami? Kalau pun ada asuransi, kira-kira apa ada perusahaan asuransi yang bakal menanggungnya? Karena yang namanya tsunami pasti bakalan terjadi, dan perusahaan asuransi bakal butuh dana banyak untuk menanggung klaim nasabahnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari perspektif lingkungan, betapa akan terancam keberadaan biota laut. Yang untuk dampak kasus ini, saya tidak berkompeten untuk menjelaskannya, karena bukan ahli lingkungan. Tapi untuk sekali lagi pula, dengan menggunakan logika awam, betapa reklamasi itu akan merubah struktur garis pantai dan mengancam keberadaan biota yang hidup di sepanjang pantai yang dikorbankan untuk PBCN.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maka hebohlah seantero negeri dengan proyek ini. DPRD, pakar lingkungan, ahli politik yang &lt;i&gt;plintat-plintut&lt;/i&gt;, pengamat berotak dangkal yang umumnya menggunakan logika awam --seperti saya--, lalu buka suara. Jadilah proyek ini menjadi &lt;i&gt;ngetop&lt;/i&gt; dan terpromosikan melalui polemik yang dibangun media. Hasil akhirnya, heboh tak berkunjung sudah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam perjalanan waktu, proyek itu diajukan ke DPRD untuk mendapat persetujuan menyusul adanya investor yang katanya berminat sangat membangunnya. Panitia khusus (Pansus) dibentuk. Kajian awal dilakukan dengan "jalan-jalan" ke beberapa departemen di Jakarta. Hasilnya, banyak departemen yang menyarankan tak usah saja, atau kalau mau dipindahkan saja ke lokasi lain. Sekali lagi pula, logika awamnya, kalau dipindah, mana mungkin akan bernama Padang Bay City Nurbaya. &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; tempatnya bukan di situ lagi, yang berdekatan dengan Jembatan Siti Nurbaya, Kuburan Siti Nurbaya di Gunuang Padang dan Pantai Padang yang merupakan satu kesatuan utuh yang tak dapat dipisah-pisahkan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Heboh, yang punya proyek tentu ingin bertahan dengan kekukuhan alasan yang tentu saja masuk akal --versinya--, belum tentu masuk akal --logika awam-- seperti saya punya. Perseteruan logika antara legislatif dan eksekutif itu dengan alasan masing-masing yang sama kuatnya, akhirnya berakhir sudah. Pemko melayangkan penangguhan pembahasan lanjutan PBCN ini melalui surat 050.434/PMK/IV/2007 tertanggal 27 April 2007 yang ditandatangani Walikota, Drs H Fauzi Bahar MSi dengan maksud agar Pemko dapat melakukan kajian mendalam atas proyek tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berakhirkah proyek ini? Bisa jadi. Karena meminjam kata-kata Ketua DPRD Padang, Hadison SSi Apt, seperti rencana proyek mercusuar yang sudah-sudah --yang juga pernah ditangguhkan pembahasannya, yaitu pengolahan sampah modern di Aie Dingin yang dikerjasamakan dengan Swiss dan rencana peternakan bersama Australia--, tak pernah ada kelanjutannya. Dan bisa jadi proyeknya tetap lanjut, karena Pemko sendiri sedang melakukan kajian mendalam agar tidak lagi mentah di tengah jalan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Namun yang pasti, beberapa kalangan yang berpikir awam, menjawab penangguhan itu dengan hanya satu kata, "&lt;i&gt;Padang Bay Bye..&lt;/i&gt;.", (bukan &lt;i&gt;bye bye Padang&lt;/i&gt;... ) Sampai jumpa di proyek mercusuar berikutnya, yang &lt;i&gt;insya Allah &lt;/i&gt;jauh lebih berguna seperti mercusuar adanya. &lt;b&gt;(max)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-7304737353012347291?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/7304737353012347291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=7304737353012347291&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/7304737353012347291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/7304737353012347291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/05/padang-bay-bye.html' title='Padang Bay Bye'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-409122540582446126</id><published>2007-04-13T12:08:00.000+07:00</published><updated>2007-04-13T12:21:23.702+07:00</updated><title type='text'>Gara-garamu, Kul...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/tukul.gif" align="left" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="id"&gt;&lt;font size="2"&gt;-- &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font size="2"&gt;Surat Terbuka Buat Tukul&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;SEBELUM &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;membaca surat ini lebih jauh, terlebih dahulu saya mohon maaf bila &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; --atau ada orang lain yang ingin menyerupai &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;-- tersinggung atas surat terbuka saya ini. Tidak ada maksud untuk menghujat, kecuali hanya memberi ingat, khususnya untuk &amp;quot;orang-orang&amp;quot; yang&lt;span lang="id"&gt;&lt;/span&gt; ingin seperti &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mas Tukul, mungkin &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; tak kan pernah mengira bahwa kehadiran anda di Empat Mata telah merubah segalanya. Merubah tidak hanya penampilan fisik dan gaya hidup &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;, tapi juga mempengaruhi kehidupan orang lain. Tidak hanya orang biasa ingin bisa seperti &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; yang awalnya juga biasa-biasa saja, tapi orang-orang yang (di) luar biasa, juga &lt;i&gt;kepengen&lt;/i&gt; tidak mau kalah dengan &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;. Tak peduli soal wajah, isi kepala, dan isi kantong, yang penting bagaimana bisa seperti halnya &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; yang masuk kategori biasa, bisa menjadi  luar biasa. Walau hasil akhirnya akan di luar (ke)biasa(an).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semua itu hanya gara-gara kebiasaan &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; yang menuturkan kata-kata &amp;quot;&lt;span lang="id"&gt;K&lt;/span&gt;embali ke &lt;span lang="id"&gt;L&lt;/span&gt;aptop&amp;quot; yang sebenarnya menutup ketidakbisaan &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; untuk menyampaikan isi kepala, yang pada akhirnya dianggap luar biasa oleh orang-orang biasa dan orang-orang yang merasa luar biasa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Syak wasangka&lt;/i&gt; saya, orang-orang (di) luar biasa --yang awalnya juga orang biasa-- tak ingin kalah dengan &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; yang biasa-biasa saja. Mungkin karena anda biasa-biasa itulah yang membuat mereka ingin bisa dan bahkan berkeinginan lebih dari &lt;span lang="id"&gt;&lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; saat ini. &amp;quot;Tukul saja bisa, kenapa saya (kami, kita), tidak?,&amp;quot; mungkin begitu &lt;i&gt;nawaitu&lt;/i&gt; awalnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Sampeyan&lt;/i&gt; bingung? Saya juga bingung. Bingung atas perilaku yang di luar biasa oleh orang-orang yang katanya luar biasa itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Coba saja &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; pikirkan, hanya gara-gara laptop yang hampir tiap sebentar &lt;i&gt;sampeyan&lt;span lang="id"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;lontarkan, mereka yang luar biasa ini &lt;i&gt;kepengen&lt;/i&gt; pula punya laptop untuk sekedar menggantikan&lt;span lang="id"&gt; &lt;/span&gt;atau tepatnya membantu isi kepala mereka dalam menjalankan tugas yang diembankan kepadanya oleh orang-orang biasa sebagai wakil mereka. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya, tak ada yang luar biasa untuk keinginan mereka ini. Karena saya pun sebagai orang biasa, juga punya keinginan yang sama dengan mereka untuk punya laptop agar bisa mengutarakan isi kepala saya menjadi tulisan sebagai pengganti bahasa lisan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi&lt;span lang="id"&gt;,&lt;/span&gt; ada yang salah dengan cara mereka untuk mendapatkan barang yang bernama laptop &lt;span lang="id"&gt;ini&lt;/span&gt;. Bila suatu saat saya punya laptop, mungkin wajar, karena hingga kini saya sedang berupaya menyisihkan pendapatan saya sebagai orang biasa. Tapi kalau mereka punya laptop, itu sungguh luar biasa. Karena mereka tak perlu bersusah payah --seperti halnya saya yang sedang payah-- untuk menjinjing pulang komputer jinjing itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Sampeyan&lt;/i&gt; bisa membayangkan, saya dan orang-orang biasa yang mengangkat mereka menjadi orang luar biasa untuk memperjuangkan kami agar hidup tidak lagi biasa-biasa saja seperti yang terbiasa kami jalani saat ini, justru semakin diabaikan untuk pemenuhan hasrat mereka atas kepemilikan laptop itu. Uang kami --atau tepatnya uang kita, karena saya yakin &lt;i&gt;sampeyan&lt;span lang="id"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;juga memilih mereka untuk menjadi orang luar biasa--, justru dihabiskan untuk memenuhi&lt;span lang="id"&gt; &lt;/span&gt;keinginan mereka atas laptop yang selalu &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; promosikan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Memang harganya tak seberapa --bila diukur dari kantong pribadi mereka--, tapi bisa &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; kalkulasikan berapa total uang kita yang akan dikuras lantaran keinginan mereka&lt;span lang="id"&gt; &lt;/span&gt;itu bersifat kolektif. Artinya dapat satu, semua harus kebagian. Belum lagi produk yang mereka incar bukan jenis laptop kacangan yang beberapa kali pakai langsung &lt;i&gt;hang&lt;/i&gt;. Mereka &lt;i&gt;kepengen&lt;/i&gt; punya laptop &lt;i&gt;high quality&lt;/i&gt; biar bisa petantang-petenteng ke sana kemari, kendati&lt;span lang="id"&gt; &lt;/span&gt;belum tentu mereka bisa mengoperasikannya seperti &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; ketika awal-awal punya laptop.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Sampeyan&lt;/i&gt; tentu belum tahu --syukur kal&lt;span lang="id"&gt;au&lt;/span&gt; sudah tahu--, kendati mereka berdalih laptop itu menjadi aset daerah atau aset negara, tetap saja hasil akhirnya akan menjadi cenderamata buat mereka ketika mengakhiri tugas sebagai orang luar biasa pada 2009 mendatang. Belum lagi biaya perawatannya, dipastikan pula akan menguras uang yang seharusnya dipakai untuk menyejahterakan orang-orang biasa. Ditambah pula nantinya, pengeluaran untuk melatih orang luar biasa itu main laptop. Mana ada instruktur yang mau bagi-bagi ilmu gratis, apalagi untuk &lt;i&gt;ngajari&lt;/i&gt; orang bergelimang duit seperti mereka itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kebayang semuanya &lt;i&gt;kan&lt;/i&gt;? Atau &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; belum juga mengerti maksud dari surat terbuka saya ini? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; harus bagaimana? Tentu itu yang akan &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; tanyakan kepada saya. Jujur saja, &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; tidak salah. Yang salah itu justru mereka yang tak mau kalah ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini kepada &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; pula harapan tertumpang untuk turut serta menekan atau tepatnya mem-&lt;i&gt;pressure&lt;/i&gt; orang-orang luar biasa yang berbuat di luar kebiasaan itu. Caranya? Mungkin &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; bisa ganti &lt;i&gt;tagline&lt;/i&gt; acara yang &lt;i&gt;sampeyan&lt;/i&gt; bawakan. Dari &amp;quot;Kembali ke Laptop&amp;quot; menjadi &amp;quot;Kembali ke Nurani&amp;quot;. Jika saja mereka tetap tak ambil peduli dan tak merasa tersungging atas kampanye &amp;quot;Kembali ke Nurani&amp;quot; ini, itulah bukti bahwa mereka memang tak punya nurani lagi. &lt;i&gt;Sampeyan ngerti&lt;/i&gt;? &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-409122540582446126?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/409122540582446126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=409122540582446126&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/409122540582446126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/409122540582446126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/04/gara-garamu-kul.html' title='Gara-garamu, Kul...'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-8414505604748194114</id><published>2007-03-26T13:48:00.000+07:00</published><updated>2007-03-26T13:56:00.289+07:00</updated><title type='text'>"Melikuidasi" Bapedalda</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/bapedalda.gif" align="left" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;MENGEJUTKAN. Begitulah kata yang pas untuk menyikapi usulan Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinan gubernur Gamawan Fauzi dan Wagub, Marlis Rahman kepada DPRD Sumbar soal susunan pejabat yang baru dalam bentuk Ranperda Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Sumbar.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mengejutkan karena bakal banyak pejabat yang &lt;i&gt;non job&lt;/i&gt; lantaran adanya ide penghapusan jabatan wakil kepala dinas dan perampingan 18 dinas menjadi 15, 12 biro menjadi 8, asisten Setdaprov dari 4 menjadi 3. Konon katanya, susunan SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) baru ini mengacu pada PP No 08 Tahun 2003 tentang SOTK, tapi kenyataannya jauh panggang dari api, karena struktur yang diajukan tetap menggelembung.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bila di PP itu diamanatkan jumlah sekretaris daerah (Sekda) berjumlah 2, asisten 2, 6 biro, 10 dinas dan badan, di usulan Pemrov malah tetap gemuk karena diajukan 2 Sekda, 3 asisten, 8 biro, 15 dinas, 7 badan dan 3 kantor, serta 1 satuan polisi pamong praja. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terlepas dari gemuk atau tidak gemuknya, maupun bakal ada yang gigit jari karena &lt;i&gt;kagak&lt;/i&gt; punya jabatan lagi, yang paling mengejutkan adalah rencana “melikuidasi” Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) dengan meleburnya ke dalam Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim). Apa pasal? Penggabungan ini jelas salah kaprah dan sebuah kemunduran dalam hal komitmen pengelolaan dan pengawasan lingkungan hidup (LH).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di saat masalah LH menjadi isu internasional dan menjadi salah satu pertimbangan “pergaulan” global, Pemprov justru menganaktirikannya. Karena bergabung dengan Tarkim, jelas Bapedalda akan kehilangan taring. Menggabungkan dua institusi pemerintahan ini, benar-benar ide yang tak sehat dan terkesan asal main rampingkan saja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai badan saja, Bapedalda saat ini masih kekurangan “&lt;i&gt;power&lt;/i&gt;” untuk memaksakan keberpihakan pada lingkungan terhadap semua kebijakan yang dilahirkan pemerintah. Saat ini mereka sebatas hanya bisa koordinasi dengan dinas lainnya soal teknis. Belum mampu untuk menekan, mengingat masih begitu tingginya kepentingan politik dan ekonomi dari setiap kebijakan yang dimunculkan. Nah, apalagi kalau badan ini sampai dilebur dengan Tarkim yang &lt;i&gt;notabene&lt;/i&gt; adalah instansi penuh proyek yang lebih memikirkan sisi ekonomis ketimbang LH.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Idealnya adalah mempertahankan Bapedalda dengan menambahkan “&lt;i&gt;power&lt;/i&gt;” kepadanya untuk menjadi lembaga independen milik Pemprov yang mampu menekan setiap kebijakan pembangunan yang tidak sesuai dengan LH. Bisa? Tentu saja bisa bila ada &lt;i&gt;political will&lt;/i&gt; dari Pemprov untuk itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Coba bayangkan, contoh simpel ini; untuk pembangunan mall saja yang menjadi &lt;i&gt;gawe&lt;/i&gt; “bagian/biro” tertentu di pemerintahan tingkat rendah (kabupaten/kota) bersama investor yang menjadi mitranya, persyaratan lingkungan berupa dokumen Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) atau minimal UKL/UPL (usaha pengelolaan dan pemantauan lingkungan) masih saja tetap diabaikan. Mall-nya sudah berdiri dulu, dokumennya bisa dicicil kemudian, kayak main kredit di &lt;i&gt;leasing&lt;/i&gt; saja. Malahan ada yang tetap &lt;i&gt;cuek&lt;/i&gt; selama tidak gonjang-ganjing di media soal ini. Anjing menggongong kafilah tetap berlalu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Padahal di dokumen ini, sudah jelas ada kajian-kajian lingkungan mall yang tak hanya mencakup soal pengelolaan limbahnya saja, tapi juga kajian dampak ekonomi, sosial atas keberadaan mall itu bagi pedagang kecil dan menengah yang ada di sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Atau untuk contoh yang lebih besar dan &lt;i&gt;njelimet&lt;/i&gt;. Misalnya mengaitkan hubungan lintas sektoral antara Dinas Kehutanan (Dishut) dengan Bapedalda, justru tumpang tindih. Bila Dishut sibuk mengelola dan memanfaatkan hasil hutan, atau &lt;i&gt;ngurusin&lt;/i&gt; HPH maupun IPH buat “perusahaan tukang tebang kayu”, Bapedalda justru sibuk bagaimana hutan itu bisa dipertahankan. Kalaupun “kalah auman”, minimal mereka menyuarakan agar dampak lingkungannya diminimalisir. Tapi mana bisa? &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; “uang kayu” lebih tebal daripada uang untuk mempertahankan keutuhan hutan. Ibaratnya, lebih gadang Pitmas (&lt;i&gt;pitih masuak&lt;/i&gt;) dari Pitkel (&lt;i&gt;pitih kalua&lt;/i&gt;) dalam hal pengelolaan kayu hutan ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini dengan dilikuidasinya Bapedalda dan menjadikannya “lingkup kecil” dari Dinas Tarkim, maka tunggu sajalah bagaimana pengawasan terhadap lingkungan akan semakin memble. Karena soal LH menjadi urusan nomor sekian-sekian dibanding keperluan pembangunan lainnya. &lt;i&gt;Say goodbye&lt;/i&gt; &lt;i&gt;se lah ka jargon &lt;/i&gt;(ucapkan selamat tinggal kepada) &lt;i&gt;suistanable environmental development &lt;/i&gt;(pembangunan lingkungan berkelanjutan), dan &lt;i&gt;wellcome to suistanable destruction development&lt;/i&gt; (pembangunan merusak berkelanjutan).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beda kalau halnya, Dinas Tarkim yang dileburkan ke Bapedalda, sehingga hanya menjadi semacam bagian atau bidang tugas di instansi LH ini. Bisa dipastikan setiap kebijakan tata ruang dan pemukiman akan disesuaikan dengan &lt;br /&gt;kepentingan lingkungan. Alangkah indahnya tata ruang daerah ini bersahabat dengan lingkungan, bukannya seperti sekarang, yang malah lingkungan hidup yang harus menyesuaikan diri dengan tata ruang. Kebablasan!!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Solusinya? Pertahankan Bapedalda dan beri dia “&lt;i&gt;power&lt;/i&gt;” sekuat-kuatnya untuk menjadi lembaga yang mampu menggigit “kafilah-kafilah” yang terbiasa berlalu. Bukannya melikuidasi yang pada akhirnya hanya mampu menggongongi kafilah dengan suara serak dan sayup-sayup tak (pernah) sampai! &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Postingan Terkait:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/02/cukong-kayu-sumbar-akhirnya-ditahan.html"&gt;  Cukong Kayu Sumbar Akhirnya Ditahan&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/02/penilaian-adipura-tahap-i-2005-2006.html"&gt; Penilaian Adipura Tahap I (2005-2006)&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/02/retribusi-sampah-setiap-individu.html"&gt; Retribusi Sampah&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/04/penilaian-adipura-tahap-ii-2005-2006.html"&gt;Penilaian Adipura Tahap II (2005-2006)&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/jangan-kelewat-bangga-dapat-adipura.html"&gt; Jangan Kelewat Bangga Dapat Adipura&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/10/byar-pet-listrik-kok-padam.html"&gt; &lt;i&gt;Byar Pet&lt;/i&gt;, Listrik Kok Padam?&lt;/a&gt;&lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2007/01/sumbar-terancam-bencana.html"&gt; Sumbar Terancam Bencana&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-8414505604748194114?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/8414505604748194114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=8414505604748194114&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8414505604748194114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8414505604748194114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/03/melikuidasi-bapedalda.html' title='&quot;Melikuidasi&quot; Bapedalda'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-8927350396203501634</id><published>2007-03-23T14:15:00.000+07:00</published><updated>2007-03-23T14:25:21.612+07:00</updated><title type='text'>Anugerah Adiwarta Sampoerna Kembali Digeber</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aas.gif" align="left" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" width="250" height="173"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="4"&gt;Sumbangsih Sampoerna untuk Pewarta&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;JURNALIS se-Indonesia kembali punya kesempatan untuk menghasilkan karya jurnalistik berkualitas yang akan diapreasiasi penuh dalam bentuk Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS). Setelah sukses dengan AAS I yang dihelat pada 2006 lalu, &lt;a href="http://www.sampoerna.com"&gt;PT HM Sampoerna Tbk&lt;/a&gt; melalui “bendera” Sampoerna untuk Media --bekerjasama dengan &lt;a href="http://maverickid.blogspot.com"&gt;Maverick&lt;/a&gt;--, kembali berbagi &lt;i&gt;reward&lt;/i&gt; untuk karya pewarta terbaik pada tahun 2007 ini.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi berbeda dengan AAS I yang hanya memperlombakan 12 kategori, di AAS II akan diperlombakan 18 kategori untuk berbagai bidang. Yaitu kategori &lt;i&gt;hardnews, feature&lt;/i&gt; dan foto berita yang mencakup bidang seni dan musik, olahraga, ekonomi/bisnis, sosial, hukum, dan politik di masing-masing kategori. Itu artinya, akan ada 18 pemenang yang dipilih untuk menerima trofi dan piagam penghargaan AAS, serta uang tunai sebesar Rp 18 juta. Setelah itu, dibawa pula “jalan-jalan” melihat fasilitas pabrik rokok terbesar di Indonesia tersebut. &lt;i&gt;Wow&lt;/i&gt;..!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seperti diinformasikan &lt;i&gt;Manager Public Relation &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.sampoerna.com"&gt;PT HM Sampoerna Tbk&lt;/a&gt;, Yudy Rizard Hakim kepada wartawan, Kamis (22/3) di Hotel Bumiminang, karya-karya jurnalistik yang diperlombakan itu adalah hasil karya dalam rentang waktu 1 November 2006 hingga 15 Oktober 2007. Cuma, supaya tidak bikin repot panitia --mengingat begitu besarnya antusiasme wartawan untuk turut serta, karena memang mereka dipersilahkan mengirim karya sebanyak-banyaknya--, diputuskan untuk membagi batas waktu pengiriman menjadi 2 termin. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Karya yang telah dipublikasikan selama rentang waktu 1 November 2006-31 Maret 2007, harus diterima panitia paling lambat 30 April 2007. Sedangkan karya yang dipublikasikan setelah 1 April 2007, diterima panitia selambat-lambatnya 31 Oktober 2007,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gampangkah mendapatkan AAS ini? Tidak! Karena karya yang masuk harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Di antaranya karya jurnalistik itu harus mampu memberikan informasi yang akurat dan berimbang, mampu menangkap suasana dari setiap peristiwa yang dilaporkan, mampu memberikan ide-ide inspiratif dan kritik membangun dalam bidang yang terkait, serta memiliki teknik menulis/fotografi yang baik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Itu saja? Belum! Masih ada tahapan-tahapan penyeleksian yang dilakukan juri yang kredibilitasnya tidak perlu diragukan lagi. Belum lagi “lawan tanding” seprofesi saat ini punya kualitas yang tak patut diragukan lagi. Maka berbahagialah para pemenangnya yang akan diumumkan pada Desember mendatang, sebagai pewarta yang punya karya terbaik di antara yang baik --seperti &lt;a href="http://maverickid.blogspot.com/2006/12/anugerah-adiwarta-sampoerna-2006.html"&gt;11 pemenang AAS 2006&lt;/a&gt; lalu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Ajang ini sengaja diadakan Sampoerna untuk menghargai karya-karya jurnalistik yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis dan fotojurnalis untuk meningkatkan kualitas karya dan profesionalisme mereka,” tutur Yudy.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berminat? Silahkan kirimkan karya ke Panitia Penyelenggara AAS 2007, Maverick, Jalan Balitung III No 8, Jakarta 11210 dengan nomor fax (021) 72789834 atau melalui email ke aas@maverick.co.id. Semoga menang, dan menjadi bukti bahwa jurnalis Sumbar tak kalah mutu dibanding wartawan manapun. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-8927350396203501634?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/8927350396203501634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=8927350396203501634&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8927350396203501634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/8927350396203501634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/03/anugerah-adiwarta-sampoerna-kembali.html' title='Anugerah Adiwarta Sampoerna Kembali Digeber'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-3205001608084335119</id><published>2007-03-12T23:25:00.000+07:00</published><updated>2007-03-21T14:39:21.578+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Illahi Pasca Gempa Sumbar</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/allah.gif" align="left" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&amp;quot;... &lt;i&gt;Sungguh terdapat tanda-tanda keesaan dan kebesaran &lt;br /&gt;Allah bagi kaum yang berpikir&lt;/i&gt;&amp;quot; (QS. al Baqarah:164).&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Gempa besar yang melanda Sumbar pada 6 Maret 2007 lalu, menyisakan cerita kebesaran &lt;i&gt;Illahi Rabbi&lt;/i&gt;. Di samping menunjukkan kedigdayaannya sebagai penguasa semesta yang berbuat sekehendaknya, Allah juga mengukuhkan kebesarannya kepada para umatnya melalui penampakan awan yang berlafadzkan namaNya dan RasulNya. &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;!&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bila pada bencana gempa dan tsunami di Aceh, 26 Desember 2004 silam, muncul penampakan hempasan ombak berlafadzkan Allah, di Sumbar kejadian serupa tapi tak sama, juga terjadi. Adalah Kevin, pelajar kelas VIII G (kelas 2) SMPN 8 Padang yang pertama kali melihat keagungan Rabbnya itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beberapa menit pasca guncangan gempa yang terjadi pada pukul 10.49 WIB dengan kekuatan 6,3 SR (versi USGS) atau 6 SR (versi BMG), dia bersama teman-teman dan gurunya berkumpul di halaman sekolahnya untuk mendengarkan &lt;i&gt;tausiyah&lt;/i&gt; sekaligus dzikir bersama guna meredam kepanikan. Di bawah bimbingan guru agama, Muhammad Kosim LA, dengan penuh kekhusyu'an mereka semua mengikuti &lt;i&gt;tausiyah&lt;/i&gt; itu. Dzikir dengan melafadzkan &lt;i&gt;tasbih, tahmid, takbir&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;tahlil&lt;/i&gt; dikumandangkan, untuk mengobati hati yang tengah didera rasa takut atas kejadian gempa yang baru beberapa menit berlalu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di saat itulah, atas kuasa Illahi, Dia menunjukkan kekuasaanNya. Secara tiba-tiba gumpalan awan membentuk tulisan Allah. Kejadian di luar dugaan tersebut, disaksikan dengan mata telanjang dan dalam keadaan sadar oleh Kevin. Saat itu, jam menunjukkan pukul 11.15 WIB. Tak percaya dengan penglihatannya, dia lantas memberitahukan beberapa temannya dan kemudian informasi tersebut menyebar, hingga semua manusia yang ada di sekolah ini menyaksikan pemandangan yang menggetarkan rasa keimanan itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tulisan tersebut sangat jelas, dan bisa dibaca banyak orang. Terlebih ketika itu cuaca sangat bagus, langit terang berwarna biru. Sekitar sepuluh menit kemudian, tulisan Allah berubah membentuk tulisan Muhammad dengan tulisan Arab. Dan dilihat lebih nyata, di atas huruf “Dal” dari tulisan Muhammad itu tertulis pula “Allah”. Jika ditelusuri lagi, awan itu pun membentuk tulisan “Muhammad Rasulullah”.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Momen ini, tidak disia-siakan oleh siswa dan guru yang memiliki HP berkamera. Jadilah gumpalan awan itu sebagai objek foto yang bernilai. Dan jadi pulalah cerita dan kejadian ini sebagai pembicaraan yang tak habis-habisnya, yang juga menjadi konsumsi pemberitaan di media massa.&lt;/p&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/semangko.gif" align="right" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kebesaran Allah ini terus berlanjut. Dalam bentuk lain, penguasa alam semesta ini menampakkan kuasaNya melalui lafadz namaNya di buah semangka yang ditemukan masyarakat di Pasa Suak, Jorong Koto Jambua, Aia Bangih, Kabupaten Pasaman Barat. Lafadz tersebut pertama kali ditemukan perempuan paroh baya bernama Nurbasiah (50), Sabtu (10 Maret 2007) pagi saat dirinya berpuasa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika itu, Nurbasiah baru membeli semangka di Pasar Aia Bangih. Tanpa banyak perasaan apa-apa, dia membawa pulang buah itu untuk kemudian dipotong menjadi beberapa bagian guna dijualnya kembali. Setelah beberapa kali potong, sampailah pada potongan terakhir yang membuatnya tercengang. Sekelebatan cahaya ke luar dari semangka tersebut. Hal itu sempat membuatnya sedikit tersentak. Ketika upaya pemotongan terus dilanjutkan, dia kesulitan dan memerlukan tenaga ekstra hingga akhirnya terbelah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika dibelah, dia memperhatikan semangka tersebut bersama anaknya. Ketika diteliti lebih jauh, terlihatlah sebuah guratan-guratan membentuk lafadz Allah. Oleh si anak, buah itu dilarang untuk dijual. Namun, ibunya masih bertahan dan memintanya untuk dijadikan santapan saat berbuka puasa pada sore harinya. Hal ini juga dilarang sang anak, karena potongan semangka tadi dirasakannya sangat istimewa.&lt;/p&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/talua.gif" align="left" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tak sampai di situ, Allah kembali menunjukkan betapa besarnya kekuasaan diriNya. Dia kembali hadir di tengah-tengah umatNya pada Rabu (14 Maret 2007) sekitar pukul 16.00 WIB, melalui cangkang telur yang bikin heboh Warga Jalan Banto Laweh No 46A, RT 02/RW I. Seorang anak SMP yang sedang mengerjakan kegiatan rutinnya sepulang sekolah, mengutip telur ayam kampung di kandang belakang rumahnya, dibikin takjub saat melihat sebuah telur yang semula dikiranya rusak karena sebagian cangkangnya belum keras. Setelah diperhatikannya dengan seksama, ternyata bertuliskan lafadz Allah pada ujungnya. &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keesokan harinya, Kamis (15 Maret 2007), cangkang telur berlafadz Allah ditemukan pula di Pasa Suak, Kecamatan Aia Bangih, Pasaman Barat --yang sebelumnya dihebohkan dengan semangka ajaib bertuliskan Allah. Adalah Via (36), seorang pedagang kelontong setempat yang berkesempatan melihat fenomena ini. Ibu dua anak itu terkesima melihat guratan telur ayam ras yang diterimanya beberapa hari lalu dari Payakumbuh. Padahal ketika itu dia &amp;quot;hanya&amp;quot; berniat memeriksa satu-persatu dari ratusan telur yang akan dijualnya. Manatahu dia juga menemukan keanehan seperti berita cangkang telur di Bukittinggi yang baru saja dibacanya di koran. Dan niatnya kesampaian. Allah memperlihatkan kebesaranNya itu. &lt;i&gt;Allahu Akbar&lt;/i&gt;!!&lt;/p&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/awan.gif" align="right" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Allah SWT tampaknya tak bosan-bosan menunjukkan kuasaNya. Kali ini Sang Maha Pencipta kembali memperlihatkan lafadz namaNya di awan. Giliran Rahayu Yalwis (14), seorang siswi kelas 2 SMPN 20 Padang, yang berkesempatan melihat fenomena yang cukup menghebohkan itu. Minggu (18 Maret 2007) sekitar pukul 12.30 WIB, secara tidak sengaja dia melihat gumpalan awan di atas langit biru saat dia berada di pekarangan rumahnya di Perumahan Pelana Indah Blok i No 5, Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubuak Bagaluang. Dia lantas memberitahukan kepada ibunya, Wisdarmi. Sang bunda langsung ambil inisiatif meminta anaknya untuk mengabadikan momen itu di kamera HP-nya. Karena selisih waktu saat melihat dan mengabadikan itu lumayan lama, hasil foto dari HP Nokia 6630 tersebut terlihat agak sedikit mengembang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sudah cukupkah Allah melihatkan tanda-tanda kepada umatNya di Sumbar? Belum!!! &lt;/p&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/kayu.gif" align="left" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Illahi Rabbi kembali memperlihatkan kebesarannya kepada manusia supaya kembali kepada jalan yang benar. Selasa (20 Maret 2007) sekira pukul 10.00 WIB, warga Batu Taba, Kabupaten Agam digemparkan oleh temuan lafadz &lt;i&gt;asma Allah&lt;/i&gt; di pohon jati yang tumbuh di perkarangan SMIK Batutaba. Di sekolah yang memiliki program studi kryia kayu, kriya tekstil dan studi akuntansi itu menjadi ramai seketika karena informasinya sangat cepat tersebar. Bermacam-macam reaksi yang keluar dari mulut warga tetapi kebanyakan memuji kebesaran Allah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pertanda apakah ini? Begitu beruntunnya Sang Pencipta Manusia itu memperlihatkan kebesaranNya pada rakyat Sumbar. Adakah sesuatu akan terjadi? Atau ini sekedar untuk memperingatkan umatNya agar selalu mengingatNya? &lt;i&gt;Wallahualam&lt;/i&gt;...&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Allahu Akbar&lt;/i&gt;. Allah maha besar. Seperti dikatakan &lt;a href="http://padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=15495"&gt;Eka Putra Wirman&lt;/a&gt;, dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang, &amp;quot;&lt;i&gt;Di sini terlihat betapa sempurnanya informasi yang diberikan Allah kepada manusia tentang kekuasaan-Nya. Bukti-bukti tersebut dapat dicerna dengan mudah oleh indera manusia karena bukti-bukti itu merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, bahkan bukti-bukti itu terdapat pada diri manusia sendiri. Allah terlihat sangat pemurah dan tidak pernah bersikap kikir dan pelit dalam membeberkan keperkasaan dan kedigdayaan-Nya. Allah tidak memilih-milih waktu tertentu untuk “bertajalli” kepada hamba-Nya, karena Dia tidak ingin sang hamba tersesat dari jalan yang lurus. Allah juga tidak sedang bermain petak-umpet dengan hamba-Nya, yang sekali-kali timbul dan sering kali bersembunyi&lt;/i&gt;.&amp;quot; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ingat, Allah telah mengingatkan kita melalui al Qur'an, bahwa, “...&lt;i&gt;dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan juga pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tiada memperhatikan&lt;/i&gt;?” (QS. Adz Dzaariyaat:20-21). &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Postingan Terkait:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2007/03/yang-tersisa-dari-gempa-besar-sumbar.html"&gt;Yang Tersisa dari Gempa Besar Sumbar&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2007/03/minangkabau-tak-putus-dirundung-petaka.html"&gt;Minangkabau tak Putus Dirundung Petaka&lt;/a&gt;&lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2007/01/sumbar-terancam-bencana"&gt;Sumbar Terancam Bencana&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/12/tsunami-sebentar-lagi.h"&gt;Tsunami Sebentar Lagi&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/08/parno-tsunami.html"&gt;Parno Tsunami&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/07/tsunami-pangandaran.html"&gt;tsunami pangandaran&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/gempa-47-sr-getarkan-padang.html"&gt;Gempa 4,7 SR, Getarkan Padang&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/birokrasi-sialan.html"&gt;Birokrasi Sialan&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/y-o-g-y-may-27_28.html"&gt;Y O G Y A, May 27&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/walikota-yang-takabur.html"&gt;Walikota yang Takabur&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/gempa-besar-hoyak-nias-warga-padang.html"&gt;Gempa Besar Hoyak Nias, Warga Padang Panik&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/04/buoy-tews-tiba-di-padang-selasa.html"&gt;Buoy TEWS Tiba di Padang&lt;/a&gt; &lt;br&gt; - &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/03/alat-deteksi-tsunami-ditemukan.html"&gt;Alat Deteksi Tsunami Ditemukan Terapung di Tengah Laut&lt;/a&gt; &lt;br&gt; - &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/03/gawat-alat-deteksi-tsunami-dicuri.html"&gt;Gawat, Alat Deteksi Tsunami Dicuri&lt;/a&gt; &lt;br&gt; - &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/03/patahan-simangko-bergerak-padang.html"&gt;Patahan Simangko Bergerak, Padang Dihoyak Gempa&lt;/a&gt; &lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-3205001608084335119?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/3205001608084335119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=3205001608084335119&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/3205001608084335119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/3205001608084335119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/03/kuasa-allah-di-gempa-sumbar.html' title='Rahasia Illahi Pasca Gempa Sumbar'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-3942912485146715286</id><published>2007-03-09T23:18:00.000+07:00</published><updated>2007-03-14T13:44:28.307+07:00</updated><title type='text'>Yang Tersisa dari Gempa Besar Sumbar</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/gampoo.gif" align="left" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="5"&gt;&amp;quot;Kama Awak ka Lari?&amp;quot;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;RATUSAN ribu warga Kota Padang sontak berhamburan ke luar rumah saat getaran gempa besar berkekuatan 6,3 SR (versi USGS) atau 6 SR (versi BMG) menghoyak bangunan yang mereka tempati. Dari perkantoran, sekolah, pusat perbelanjaan, pasar rumah sakit, hotel, rumah dan sarana publik lainnya, semuanya tanpa ada komando langsung berlarian menjauhi bangunan. Semua panik, suasana mencekam, Padang benar-benar &lt;i&gt;bagaleboh&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di ruas Jalan Belakang Olo yang hanya berjarak 500-an meter dari bibir Pantai Padang langsung &lt;i&gt;buncah&lt;/i&gt;. Beberapa di antara mereka ada yang menjerit, berlari, diam, bergumam mengucapkan &lt;i&gt;asma Allah&lt;/i&gt;, terpana, &lt;i&gt;shock&lt;/i&gt;, kaget, dan ada yang nyaris tumbang. Sementara getaran gempa terus terasa beberapa detik. Hoyakannya benar-benar beda dengan gempa besar yang pernah melanda Sumbar pada 10 April 2005 silam. Serasa episentrum gempa itu tidak begitu jauh dari lokasi mereka berdiri. Keras. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lampu gantung, kabel listrik dan pepohonan bergoyang. Tidak ritmis, seperti ditiup angin. Air kolam sebuah hotel berkecipak dan menyembur sebagian ke lantai. Akuarium yang berisi ikan mas koki juga turut bergoyang, mengikuti ritme gempa yang tak beraturan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;&lt;i&gt;Ya Allah.., ko bisa ado tsunami mah&lt;/i&gt;,&amp;quot; cetus seorang wanita paruh baya yang menginap di Hotel Jakarta, Jalan Belakang Olo, panik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;&lt;i&gt;Bisa jadi.., rancak awak lari. Tapi kama awak ka lari&lt;/i&gt;?&amp;quot; sambut seorang lelaki yang berdiri persis di dekatnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;&lt;i&gt;Tapi baa kok sirine indak babunyi&lt;/i&gt;?&amp;quot; kata pria itu lagi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;&lt;i&gt;Kecek urang, sirine tu sadang rusak&lt;/i&gt;,&amp;quot; jawab perempuan ini simpel.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tak lama berselang, kendaraan bermotor mulai berseliweran. Arahnya tak tentu. Ada yang menuju timur kota, selatan, utara dan bahkan arah barat yang &lt;i&gt;notabene&lt;/i&gt; mendekati bibir pantai. Klakson saling bersahutan. Laju motor saling salip, supir mobil pun tak mau kalah &lt;i&gt;ngebut&lt;/i&gt;. Arah timur yang dituju, sontak macet.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di Jalan A Yani, beberapa kendaraan yang tercebak macet, memilih putar haluan. Mereka mengarahkan laju kendaraannya ke jalan sempit, seperti Padang Pasir, Kartini, Rohana Kudus dan lainnya demi bisa melaju cepat. Tapi itu pun tak manjur, karena sudah cukup banyak kendaraan &lt;i&gt;tumpuk bleg&lt;/i&gt; di sana.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sementara perempuan tadi masih tetap bertahan di Hotel Jakarta. Dia memutuskan untuk menunggu saja di depan sebuah Ruko berlantai II, kalau-kalau tsunami itu datang juga, dia akan menyelamatkan diri ke atas Ruko itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sedangkan di perempatan Jalan Pemuda-Damar-Belakang Olo, beberapa warga mulai kasak-kusuk. Yang ada di benak mereka, bagaimana secepatnya bisa tahu di mana pusat gempa dan berapa skala kekuatannya. Tapi mau dicari kemana &amp;quot;informasi semahal&amp;quot; itu, di saat yang serba tak menentu ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagian sibuk memencet-mencet nomor di HP-nya. Tak nyambung. Diulangi lagi. Terus berupaya untuk bisa terkoneksi. Serba untung-untungan. Begitu nomor yang dituju tersambung, kata yang terlontar tidak jauh-jauh dari sirat kecemasan. &amp;quot;&lt;i&gt;Baa di rumah&lt;/i&gt;?&amp;quot; tanya salah seorang di antaranya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya yang kebetulan ingin mencari tahu informasi pusat gempa dan skala getarannya, terus gagal menghubungi nomor BMG Padang Panjang. Nomor telepon Posko gempa dan tsunami yang diiklankan di sebuah media, juga tak bisa dihubungi. Maka jadilah selama 15 menit pasca gempa yang mulai menghoyak pukul 10.49 WIB itu sebagai kondisi serba tak menentu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika Jalan Ujung Gurun disusuri, badan jalan sudah penuh dengan berbagai kendaraan. Semrawut dan macet total. Di antara beragam kendaraan yang terjebak, juga tampak mobil &lt;i&gt;rescue&lt;/i&gt; milik Dinas Kesejahteraan Sosial, Penanggulangan Banjir dan Bencana (DKS-PBB) Kota Padang. Di antara suara riuh klakson dan deru mesin kendaraan bermotor, terdengar sebuah pengumuman yang cukup penting dari pengeras suara mobil &lt;i&gt;rescue&lt;/i&gt; ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Tidak perlu panik. Gempa berpusat di Batusangkar dengan kekuatan 5,8 Skala Richter. Tidak ada tsunami. Tetap saja waspada,&amp;quot; begitu pengumuman itu berulang-ulang disampaikan petugas DKS-PBB. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tahukah semuanya atas informasi berharga itu? Tidak! Di ruas Jalan KH Ahmad Dahlan, seorang warga yang sempat saya tanyai ini soal pusat gempa, hanya bisa &lt;i&gt;manggeleang&lt;/i&gt;. &amp;quot;&lt;i&gt;Ndak tahu awak doh, Da&lt;/i&gt;,&amp;quot; ucapnya singkat dari atas sepeda motornya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sementara itu, saat Jalan Khatib Sulaiman sudah mulai kosong dari seliweran kendaraan, seorang bapak dengan anaknya berhenti di &lt;i&gt;traffic light&lt;/i&gt; perempatan Jalan Khatib Sulaiman-Rasuna Said-Raden Saleh-Ahmad Dahlan. Arah yang ditujunya, ke barat kota. Ketika ditanya kenapa tidak lari menuju timur, dia pun menjawab singkat. &amp;quot;&lt;i&gt;Manga lo awak ka lari? Urang nan lari yang takuik mati se nyo&lt;/i&gt;,&amp;quot; terkesan sombong tapi sebenarnya pasrah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dia pun mengaku tidak tahu menahu soal pusat gempa dan skalanya. &amp;quot;&lt;i&gt;Dari ma lo ka dapek info tu, sadang HP se mati&lt;/i&gt;,&amp;quot; tukasnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Begitulah.., padahal ternyata di saat bersamaan Walikota Padang, Drs H Fauzi Bahar MSi tengah &lt;i&gt;on air&lt;/i&gt; di RRI. Wakilnya, Drs H Yusman Kasim menenangkan warga di sejumlah lokasi dengan &lt;i&gt;hand mic&lt;/i&gt;di tangan. Tapi siapa yang akan tahu? Padang ini begitu luas, &lt;i&gt;sanak&lt;/i&gt;! Mau dengar radio, listrik mati. Apalagi mau nonton tivi. Mau nelpon Posko gempa, jalur telepon seluler &lt;i&gt;crowded&lt;/i&gt;. Mau tahu tsunami, sirine &lt;i&gt;indak babunyi &lt;/i&gt;(karena memang tidak ada tsunami). Maka jadilah Selasa, 6 Maret 2007 sebagai Hari Galeboh Kota Padang, walau hanya sekian menit. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Postingan Terkait:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2007/03/minangkabau-tak-putus-dirundung-petaka.html"&gt;Minangkabau tak Putus Dirundung Petaka&lt;/a&gt;&lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2007/01/sumbar-terancam-bencana"&gt;Sumbar Terancam Bencana&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/12/tsunami-sebentar-lagi.h"&gt;Tsunami Sebentar Lagi&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/08/parno-tsunami.html"&gt;Parno Tsunami&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/07/tsunami-pangandaran.html"&gt;tsunami pangandaran&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/gempa-47-sr-getarkan-padang.html"&gt;Gempa 4,7 SR, Getarkan Padang&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/birokrasi-sialan.html"&gt;Birokrasi Sialan&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/y-o-g-y-may-27_28.html"&gt;Y O G Y A, May 27&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/walikota-yang-takabur.html"&gt;Walikota yang Takabur&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/gempa-besar-hoyak-nias-warga-padang.html"&gt;Gempa Besar Hoyak Nias, Warga Padang Panik&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/04/buoy-tews-tiba-di-padang-selasa.html"&gt;Buoy TEWS Tiba di Padang&lt;/a&gt; &lt;br&gt; - &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/03/alat-deteksi-tsunami-ditemukan.html"&gt;Alat Deteksi Tsunami Ditemukan Terapung di Tengah Laut&lt;/a&gt; &lt;br&gt; - &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/03/gawat-alat-deteksi-tsunami-dicuri.html"&gt;Gawat, Alat Deteksi Tsunami Dicuri&lt;/a&gt; &lt;br&gt; - &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/03/patahan-simangko-bergerak-padang.html"&gt;Patahan Simangko Bergerak, Padang Dihoyak Gempa&lt;/a&gt; &lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-3942912485146715286?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/3942912485146715286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=3942912485146715286&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/3942912485146715286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/3942912485146715286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/03/yang-tersisa-dari-gempa-besar-sumbar.html' title='Yang Tersisa dari Gempa Besar Sumbar'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-4196891884803630957</id><published>2007-03-07T15:56:00.000+07:00</published><updated>2007-03-07T16:13:29.413+07:00</updated><title type='text'>Minangkabau tak Putus Dirundung Petaka</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/bencana.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;p align="left"&gt;Indak dapek sarimpang padi&lt;br&gt;Batuang dibalah ka paraku&lt;br&gt;Indak dapek sakandak hati&lt;br&gt;Kandak Allah nan balaku&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="left"&gt;Belum habis air mata atas terbakarnya Istano Basa Pagarayuang karena ditembak petir pada 27 Februari 2007 pukul 19.46 WIB, air mata anak nagari Minangkabau menetes lagi. &lt;i&gt;Alam takambang &lt;/i&gt;yang (dulu) jadi guru, kini tak lagi bersahabat. Rangkaian gempa besar akibat pergerakan Patahan Semangko, telah meluluhlantakkan sejumlah daerah di &lt;i&gt;ranah bundo&lt;/i&gt; ini. Menangislah, bila air mata masih bersisa.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bumi berguncang hebat, suara gemuruh membahana, pekikan histeris ketakutan sontak berderu deram seiring rubuhnya berbagai bangunan. Adalah gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) --versi United State Geological Survey (USGS)-- atau 6 SR versi Badan Meteorologi Geofisika (BMG) yang berpusat 10 km barat laut Batusangkar yang jadi pemicunya. Suasana &lt;i&gt;bagaleboh&lt;/i&gt; (panik dan mencekam), begitu guncangan hebat ini dirasakan menggetarkan tanah yang dipijak.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di Padang, warga kota langsung panik dan berlarian ke sana kemari. Ribuan kendaraan langsung memenuhi ruas jalan yang memicu kemacetan besar-besaran di sejumlah lokasi. Mereka ingin menyelamatkan diri dari kemungkinan terjadinya tsunami. Sebagian lagi tetap bertahan di rumah, rumah sakit, gedung perkantoran, sekolah, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik lainnya sembari menunggu informasi dan kemungkinan gempa susulan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketidakpastian pusat gempa dan trauma tsunami Aceh, jelas menjadi pemicu kepanikan. Akses informasi putus, HP menjadi tak berguna karena sulit menghubungi dan dihubungi, listrik padam, jalanan macet, tak jelas mau lari kemana, sehingga sebagian memutuskan pasrah menerima kemungkinan terburuk.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kepanikan berlangsung hampir setengah jam, karena belum adanya informasi pasti soal pusat gempa dan skala kekuatannya. Yang ada di benak warga, gempa besar itu berpusat di laut yang tentu saja bisa memicu munculnya tsunami, mengingat Kota Padang sendiri memang berada di bibir pantai. Maka maklum sajalah, bila semuanya pada lari sejauh mungkin dari bibir pantai menuju ke daerah ketinggian seperti Limau Manih, Indaruang, Gunuang Pangilun, walau pada akhirnya lari itu akhirnya tersandung macet di sana-sini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kepanikan berangsur kurang, setelah sejumlah petugas Dinas Kesejahteraan Sosial, Penanggulangan Banjir dan Bencana (DKS-PBB) Kota Padang yang menggunakan mobil &lt;i&gt;rescue&lt;/i&gt; hilir mudik menyampaikan informasi pusat dan skala gempa. &amp;quot;Kemungkinan tsunami kecil, karena gempa berpusat di Batusangkar! Jangan panik, tetap waspada,&amp;quot; begitu teriak mereka dari corong pengeras suara yang sedikit melegakan warga.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gempa susulan terus ada dengan guncangan yang lumayan besar. Dari data &lt;a href="http://gis.bmg.go.id/gempaterkini.asp"&gt;BMG&lt;/a&gt;, sebelum gempa besar itu, sebenarnya sudah ada gempa berkekuatan 5.8 SR pada pukul 08.49 WIB yang berpusat di 19 km selatan Bukittinggi dengan kedalaman 33 km. Disusul gempa berkekuatan 5,3 SR di 285 km barat daya Pariaman dengan kedalaman 427 km. Setelah itu, barulah gempa besar Batusangkar tersebut &lt;i&gt;menghoyak&lt;/i&gt; kuat. Disusul gempa-gempa lanjutan berkekuatan 5,3 SR pada pukul 13.13 WIB di 50 km timur laut Payakumbuh, gempa 5,6 SR pada pukul 15.08 WIB di 214 km barat daya Padang, gempa 5,4 SR di 14 km tenggara Bukittinggi pada pukul 17.53 WIB. Hingga malam, pukul 21.23 WIB muncul gempa 5,2 SR di 14 km barat laut Batusangkar dan disusul gempa-gempa kecil lainnya.&lt;/p&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/istano-1.gif" align="right" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Batusangkar menjadi pusat gempa? Sontak ingatan memutar kembali kejadian terbakarnya Istano Basa Pagaruyuang. Sejumlah media sempat memberitakan, terbakarnya istana yang menjadi &lt;i&gt;pusek jalo pumpunan ikan &lt;/i&gt; itu menjadi pertanda akan munculnya musibah, bencana, petaka lanjutan di ranah Minang. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan petaka itu telah terjadi. Informasi tertanggal 6 Maret 2007, sedikitnya 46 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Dengan rincian 15 orang warga Kabupaten Solok meniggal dunia, Kota Solok (4 orang), Kota Bukittinggi (13 orang), Kabupaten Tanahdatar (6 orang), Kota Payakumbuh (2 orang), Kabupaten Padangpariaman (4 orang), Kota Padang (1 orang) dan Kabupaten Agam (1 orang). Selain itu ratusan bangunan, di antaranya kantor pemeritah, sekolah, tempat ibadah (masjid dan mushalla), rumah warga luluhlantak, dan ribuan bangunan lainnya mengalami rusak berat dan ringan. Bahkan dikabarkan pula dinding Ngarai Sianok di Bukittinggi ikut runtuh, sehingga memunculkan kabut yang menutupi kota wisata itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berakhirkah bencana, musibah, petaka ini? Tidak! Ahli geologi mengingatkan, gempa di Patahan Semangko yang berada dalam segmen patahan dengan panjang lebih kurang 120 km dan lebar 20 km di Sumbar itu akan terus bergerak. Aktivitasnya, memicu aktifnya gunung api yang ada di Sumbar. Tidak hanya itu, berdampak pula pada zona subduksi penujaman pertemuan lempeng di dasar laut, yang sewaktu-waktu bisa saja memicu gempa besar yang menimbulkan tsunami bila berpusat di Samudera Hindia di luar Kepulauan Mentawai yang telah lama lelap tanpa aktivitas.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Masya Allah&lt;/i&gt;... Saatnya kita kembali menjadikan &lt;i&gt;alam takambang jadi guru &lt;/i&gt;dan mendekatkan diri padaNya. Hanya kepada Allah kita menggantungkan harapan dan kita kembalikan semua urusan. &lt;i&gt;Hasbunallah wa &lt;br /&gt;ni'mal wakil&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Postingan Terkait:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2007/01/sumbar-terancam-bencana"&gt;Sumbar Terancam Bencana&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/12/tsunami-sebentar-lagi.h"&gt;Tsunami Sebentar Lagi&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/08/parno-tsunami.html"&gt;Parno Tsunami&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/07/tsunami-pangandaran.html"&gt;tsunami pangandaran&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/gempa-47-sr-getarkan-padang.html"&gt;Gempa 4,7 SR, Getarkan Padang&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/birokrasi-sialan.html"&gt;Birokrasi Sialan&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/y-o-g-y-may-27_28.html"&gt;Y O G Y A, May 27&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/walikota-yang-takabur.html"&gt;Walikota yang Takabur&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/gempa-besar-hoyak-nias-warga-padang.html"&gt;Gempa Besar Hoyak Nias, Warga Padang Panik&lt;/a&gt; &lt;br&gt;- &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/04/buoy-tews-tiba-di-padang-selasa.html"&gt;Buoy TEWS Tiba di Padang&lt;/a&gt; &lt;br&gt; - &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/03/alat-deteksi-tsunami-ditemukan.html"&gt;Alat Deteksi Tsunami Ditemukan Terapung di Tengah Laut&lt;/a&gt; &lt;br&gt; - &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/03/gawat-alat-deteksi-tsunami-dicuri.html"&gt;Gawat, Alat Deteksi Tsunami Dicuri&lt;/a&gt; &lt;br&gt; - &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/03/patahan-simangko-bergerak-padang.html"&gt;Patahan Simangko Bergerak, Padang Dihoyak Gempa&lt;/a&gt; &lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-4196891884803630957?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/4196891884803630957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=4196891884803630957&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/4196891884803630957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/4196891884803630957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/03/minangkabau-tak-putus-dirundung-petaka.html' title='Minangkabau tak Putus Dirundung Petaka'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-9159018256946054214</id><published>2007-03-01T12:44:00.000+07:00</published><updated>2007-03-01T13:03:36.380+07:00</updated><title type='text'>From Jogja With Love</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/jogja2.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;Pulang ke kotamu &lt;br&gt;Ada setangkup haru dalam rindu&lt;br&gt;Masih seperti dulu&lt;br&gt;Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa &lt;br&gt;makna...&amp;quot;&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;AKHIRNYA kesampaian juga mimpi lama untuk singgah di Jogja. Sebuah mimpi yang terpatri mulai sejak merampungkan bangku sekolahan dulu, yang begitu mengidam-idamkan untuk bisa menimba ilmu di UGM, universitas tua ternama yang ada di Jogja. Tapi takdir menentukan lain, yang akhirnya justru membawaku pulang ke negeri leluhur, ranah Minang. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Terkubur lama, impian itu akhirnya menjadi nyata. Kendati tidak bisa berlama-lama, tapi tetap saja indah.. Dan seperti kata Katon Kla dalam lagunya &amp;quot;Yogyakarta&amp;quot;, kota ini tetapkan hadirkan senyum abadi yang selalu membuatku rindu untuk s'lalu pulang lagi kemari.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di Jogja, meski hanya sehari 2 malam, tapi sudah cukup mengobati kerinduan terpendam akan kehangatan Jogja yang tiap sudutnya menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna. Ada persahabatan, kekeluargaan yang tumbuh di Jogja. Hangat, sehangat mentari Jogja yang buminya baru saja dibasahi hujan semalaman.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kehangatan itu, begitu terasa saat pertemuan dengan keluarga besar &lt;a href="http://arawku.blogspot.com/"&gt;Iswinardi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://mentaree.blogspot.com/"&gt;Yuni Ambarwati&lt;/a&gt; serta si ganteng &amp;quot;Kak&amp;quot; Alif Rakhan Ambara Winardi. Perjumpaan dengan keluarga kecil yang bahagia ini, layaknya pertemuan dua saudara lama yang telah lama tak berjumpa karena dipisahkan jarak dan waktu. Padahal, &amp;quot;pertemanan tak sengaja&amp;quot; dengan mereka justru lahir dari dunia maya, sesama &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt; yang saling mengunjungi satu sama lainnya (&lt;i&gt;blogwalking&lt;/i&gt;) ke &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt; masing-masing, yang kemudian direkat kuat oleh kecanggihan moda komunikasi berupa Yahoo Messenger. Sehingga, meski kami saling jauh, tetap saja terasa dekat di hati dan seakan telah kenal cukup lama berbilang waktu.&lt;/p&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/jogja1.gif" align="right" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;Perjalanan singkat ke Jogja, sudah cukup memberikan gambaran bahwa daerah ini memang pantas menjadi destinasi wisata utama di Indonesia seperti halnya Bali dan Minangkabau sendiri, serta beberapa wilayah di nusantara. Di sini pariwisata yang ditawarkan cukup paripurna, semisal wisata sejarah yang diwakili dengan keberadaan Keraton, wisata belanja yang tak hanya terpusat di Malioboro, wisata kuliner dengan berbagai makanan cita rasa, wisata alam yang bisa dinikmati di pelosok-pelosok Jogja, wisata ritual, dan wisata-wisata lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sayangnya, saya hanya waktu sehari untuk mengelilingi Kota Jogja. Tapi itu sudah cukup membuat saya jatuh cinta dengan keramahtamahan warganya dan keistimewaan kotanya. Karena itu.., &amp;quot;&lt;i&gt;Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi, Bila hati mulai sepi tanpa terobati&lt;/i&gt;...&amp;quot; Ke Jogja, aku kan kembali... &lt;b&gt;(***)&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;*Matur Nuwun sanget buat Unai, Mas Is dan Kak Alif. Ditunggu di Padang Kota Tercinta.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-9159018256946054214?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/9159018256946054214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=9159018256946054214&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/9159018256946054214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/9159018256946054214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/03/from-jogja-with-love.html' title='From Jogja With Love'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-7986254186650779429</id><published>2007-02-13T15:23:00.000+07:00</published><updated>2007-02-12T23:26:29.535+07:00</updated><title type='text'>Wakil Rakyat, Selamat Gigit Jari!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/gigitjari.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p ALIGN="LEFT"&gt;ADANYA rencana &lt;a href="http://www.presidensby.info/index.php/pers/jubir/2007/01/30/224.html"&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/a&gt; (SBY) mengganti PP 37 Tahun 2006 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan terutama untuk Pasal 14 (d) yang mengatur tentang pemberlakuan surut PP tersebut, membuat seluruh wakil rakyat urung mendapat durian runtuh. &lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="LEFT"&gt;Mereka batal menjadi &amp;quot;kaya mendadak&amp;quot;, karena rapel pembayaran tunjangan komunikasi intensif (TKI) dan dana operasional pimpinan (DOP) dari awal hingga akhir 2006, akan dihapuskan. Padahal, jika saja aturan ini tetap berlaku, anggota dewan bakal mengantongi TKI yang besarnya paling tinggi 3 kali uang representasi ketua DPRD sebagaimana diatur Pasal 14A. DOP yang harusnya diterima ketua DPRD setiap bulan paling tinggi 6 kali uang representasinya dan pada wakil ketua paling banyak 4 kali uang representasi, juga &amp;quot;lesap&amp;quot; dengan adanya rencana revisi PP tersebut.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;&amp;quot;Perintah&amp;quot; revisi itu patut diapresiasi, tapi masih kepalang tanggung. Kenapa &lt;i&gt;gak&lt;/i&gt; sekalian wakil rakyat tersebut tak usah dikasih tunjangan, biar mereka lebih merakyat seperti saat mereka belum dipercaya jadi wakil kita. Coba, &lt;i&gt;kalo&lt;/i&gt; para mereka &lt;i&gt;gak&lt;/i&gt; dijanjikan tunjangan, bisa diduga takkan banyak yang mau rebutan jadi anggota dewan. &lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Jika saja pemberlakuan tanpa tunjangan ini diterapkan, dipastikan yang mendaftar di Pemilu untuk jadi wakil rakyat adalah orang-orang yang benar-benar ingin jadi wakil. Tak ada lagi pamrih, hanya semata bagaimana memperjuangkan nasib rakyat yang diwakilinya. Dengan begitu, praktis calon wakil rakyat itu adalah orang-orang yang telah mapan secara materi dan mapan secara intelektual. Mereka tak lagi berharap gaji dan tunjangan, sehingga lembaga legislatif kita nantinya, benar-benar hanya untuk orang-orang terhormat. Bukan lagi orang-orang yang cari hidup dari duit rakyat. &lt;i&gt;Kan asyik&lt;/i&gt;!!!&lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Kalau pun harus menerima gaji, mereka hanya diberi upah dari tiap kerja yang dilakukan. Kalo sekarang &lt;i&gt;kan &lt;/i&gt;tidak, lebih banyak yang makan gaji buta tanpa ada kinerja yang betul-betul berpihak kepada rakyat. Paradigmanya masih mengacu pada datang, diam, dan duit. Walaupun tidak semuanya, tapi tetap ada yang serupa itu.&lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Belum lagi adanya program jalan-jalan yang tak jelas &lt;i&gt;juntrungan &lt;/i&gt;dengan bertamengkan reses, studi banding, konsultasi yang semuanya &lt;i&gt;sami mawon &lt;/i&gt;untuk mendapatkan honorarium yang tak sebanding dari kegiatan yang mereka lakukan. Apa sih pentingnya studi banding ke daerah lain, &lt;i&gt;kalo&lt;/i&gt; hanya sekedar ingin tahu apa dan bagaimana daerah tujuan yang dituju. Mending buka &lt;i&gt;website&lt;/i&gt; resmi masing-masing daerah, akan diketahui dengan jelas dan pasti soal profil dan potensi daerah yang dituju itu. Selesai. Kalau masih &lt;i&gt;pengen&lt;/i&gt; tahu banyak, &lt;i&gt;kan&lt;/i&gt; bisa main telepon-teleponan dengan pemerintahan daerah yang dituju tersebut. Kapan perlu pakai &lt;i&gt;Yahoo Messenger&lt;/i&gt; saja, murah, praktis, dan gratis, tak harus ke luar duit banyak untuk itu. Waktu pun tak terbuang percuma dibuatnya. Apalagi?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi, apa memang ada yang mau jadi wakil rakyat yang seperti itu? Bekerja tanpa pamrih, demi berjuang untuk kepentingan rakyat? Kalau ada, saya orang pertama yang akan memilihnya. Bagaimana dengan anda? &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;u&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Postingan terkait: &lt;/p&gt;&lt;/u&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;-&lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2007/01/kehidupan-ironis-di-negeri-anomali.html"&gt;Kehidupan Ironis di Negeri Anomali &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;-&lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/wakil-rakyat-masih-suka-pecicilan.html"&gt;Wakil Rakyat (Masih) Suka Pecicilan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-7986254186650779429?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/7986254186650779429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=7986254186650779429&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/7986254186650779429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/7986254186650779429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/02/wakil-rakyat-selamat-gigit-jari.html' title='Wakil Rakyat, Selamat Gigit Jari!!!'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116981192904041575</id><published>2007-01-26T18:37:00.000+07:00</published><updated>2007-01-26T18:45:44.906+07:00</updated><title type='text'>"Membumikan" Ranah Minang Melalui Blog</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/rang-awak3.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;DI era serba digital saat ini, upaya sosialisasi dan promosi menjadi lebih gampang dan terhitung murah. Terutama dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, yang setiap saat selalu ada yang baru dan membikin mudah. Salah satunya internet.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Melalui internet, &lt;i&gt;adagium&lt;/i&gt; &amp;quot;tempo doeloe&amp;quot; bahwa &lt;i&gt;dunia selebar daun kelor&lt;/i&gt;, berganti tajuk menjadi &amp;quot;dunia seluas layar monitor&amp;quot;. Tinggal klik, maka semuanya terpampang di muka kita.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Adalah rugi bila kita tidak memanfaatkan kemajuan ini. Mengingat internet kini bukan barang mewah dan wah, kecuali bagi yang &lt;i&gt;gaptek&lt;/i&gt; dan nggak mau berubah. Apalagi sekarang banyak layanan &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; gratis berbasis &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt; --ataupun &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; beneran yang &lt;i&gt;nyantol &lt;/i&gt;di &lt;i&gt;hosting&lt;/i&gt; penyedia layanan-- yang sebenarnya bisa dijadikan ajang promosi siapa kita, yang bisa saja jadi ajang tebar pesona, sebar kharisma. Di luar itu, layanan gratis ini bisa pula menjadi media ekspresi diri, dan sekaligus sebagai wahana belajar menulis tentang apa saja atau pengganti &lt;i&gt;diary&lt;/i&gt; sekalipun. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Alasan itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa &lt;a href="http://etnahannie.blogspot.com/"&gt;cewek yang satu ini&lt;/a&gt;, menggagas lahirnya sebuah &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt; yang diniatkan untuk menjadi ajang promosi kampung halaman, ranah Minang. Maka lahirlah &lt;a href="http://go-ranahminang.blogspot.com/"&gt;go-ranahminang.blogspot.com&lt;/a&gt; yang isinya tentang apa saja yang berbau Minangkabau. &amp;quot;Hitung-hitung berbakti bagi kampung, dalam bentuk lain,&amp;quot; begitu katanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keinginannya itu, tentu saja patut diapresiasi positif. Mengingat selama ini, tidak begitu banyak situs yang mengangkat tema seperti itu, walau harus diakui memang banyak situs ranah Minang yang sudah wara-wiri di dunia maya dengan mengusung semangat kedaerahan serupa ini, tapi tidak berbasis &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;. Sebut saja semisal &lt;a href="http://www.rantaunet.org"&gt;rantaunet.org&lt;/a&gt;yang mengklaim diri sebagai situs internet &lt;i&gt;urang Minang&lt;/i&gt; pertama sejak 1993. Ada pula &lt;a href="http://www.cimbuak.net/"&gt;cimbuak.net&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nagari.org/index.php"&gt;nagari.org&lt;/a&gt;, atau portal teknologi informasi seperti &lt;a href="http://www.lintau.com"&gt;lintau.com&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.maliang.org/index.php"&gt;maliang.org&lt;/a&gt; yang dikelola Masyarakat Melek IT Minang. Termasuk pula situs resmi &lt;a href="http://www.sumbarprov.go.id/"&gt;Pemprov Sumbar&lt;/a&gt; yang kadang isinya hanya sebatas berita dan program kerja seperti layaknya situs pemerintahan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maka konsep berbeda coba diusung melalui &lt;a href="http://go-ranahminang.blogspot.com/"&gt;go-ranahminang blogspot&lt;/a&gt; ini. Yaitu mengangkat segala hal mulai dari lokasi wisata, wisata belanja, panorama, kuliner, oleh-oleh, budaya, hingga kebiasaan &lt;i&gt;urang awak&lt;/i&gt; --yang katanya-- akan dituliskan dalam format &lt;i&gt;feature&lt;/i&gt;. Ini tidak mudah untuk mewujudkannya, mengingat keterbatasan sumberdaya dan pengetahuan seutuhnya soal seluk-beluk ranah Minang ini. Maka digagaslah konsep untuk mengundang siapa saja yang mau untuk menyumbangkan tulisannya sebagai kontributor di &lt;i&gt;&lt;a href="http://go-ranahminang.blogspot.com/"&gt;blog&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; itu. Saya salah satunya, dan &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt;, akan masih banyak yang mau bergabung di situ. Mengingat begitu banyaknya &lt;i&gt;urang awak&lt;/i&gt; yang sebenarnya &lt;i&gt;gape&lt;/i&gt; menulis dan punya perhatian ke arah itu. Tinggal lagi menyosialisasikan keberadaan &lt;a href="http://go-ranahminang.blogspot.com/"&gt;blog ini&lt;/a&gt; antarsesama pemilik &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;, dengan rajin-rajin &lt;i&gt;blogwalking &lt;/i&gt;ke sana kemari.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi mengingat konsep yang diusung masih tanggung, maka digagas lagi membikin &lt;a href="http://pub44.bravenet.com/forum/3715797705"&gt;Komunitas Blogger Urang Minang&lt;/a&gt; yang berada di perantauan atau pun di kampung halaman sendiri. Maksudnya jelas, yaitu &lt;i&gt;mahimpun nan taserak&lt;/i&gt;. Bahwa adalah fakta, cukup banyak orang Minang yang punya &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;, tapi tidak terdeteksi jumlah dan keberadaannya. Maka melalui komunitas itulah, diharapkan akan menjadi ajang berkumpul dunia maya sesama &lt;i&gt;urang Minang&lt;/i&gt;, sekaligus mengukuhkan identitas keminangannya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi patut ditegaskan, ini bukanlah bentuk dari sikap &lt;i&gt;primordialisme&lt;/i&gt; sempit yang hanya mengedepankan semangat kedaerahan. Lebih dari itu, komunitas ini hanya sebatas mengumpulkan para pemilik &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt; asal Minangkabau, agar mereka saling kenal satu sama lainnya. Itu saja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena keberadaan &lt;i&gt;&lt;a href="http://go-ranahminang.blogspot.com/"&gt;blog&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; dan komunitas ini masih baru, maka jangan heran masih ada kekurangan di sana-sini. Termasuk pemakaian layanan &lt;i&gt;web tools&lt;/i&gt; yang serba gratis yang tentu saja fiturnya seadanya. Terlepas dari itu, yang terpenting di sini adalah semangat untuk memberikan kontribusi bagi kampung halaman dan mengumpulkan &lt;i&gt;urang sakampuang&lt;/i&gt; dalam satu wadah. Semoga ini mendapat apresiasi yang luas. Tapi bukan seluas layar monitor anda!!! &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116981192904041575?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116981192904041575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116981192904041575&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116981192904041575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116981192904041575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/01/membumikan-ranah-minang-melalui-blog.html' title='&quot;Membumikan&quot; Ranah Minang Melalui Blog'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116848859405793890</id><published>2007-01-11T10:54:00.000+07:00</published><updated>2007-01-11T11:10:04.106+07:00</updated><title type='text'>Kehidupan Ironis di Negeri Anomali</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/tunjang.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" width="250" height="184"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;NEGARA kita ini memang anomali. Apa saja yang tak terjadi di negara orang, bisa dibikin jadi di negeri yang katanya &lt;i&gt;gemah ripah lo jinawi&lt;/i&gt;ini. Segala sesuatu bisa dibikin menjadi terbalik dan dibalik. Maka jangan heran bila ada yang antipati, lalu demonstrasi. Yang tak ngerti, cukup gigit jari!!!&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Anomali yang paling mengenaskan adalah tekad untuk mengentaskan kemiskinan. Bukannya mengentaskan kemiskinan rakyat yang betul-betul miskin dan sangat-sangat miskin, tapi justru menambah pundi kekayaan orang-orang yang tak masuk kategori miskin. Sebuah ironi bermuka dua dan benar-benar terjadi di ibu pertiwi ini. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mau bukti? Simaklah pemberitaan-pemberitaan yang kini marak di media massa, baik lokal maupun nasional. Subjeknya, tak jauh-jauh dari wakil rakyat yang seharusnya merakyat dan memikirkan bagaimana rakyat yang diwakilinya bisa terentaskan dari kemiskinan yang membelitnya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mereka justru memperkaya dan diperkaya oleh aturan-aturan yang notabene mereka ciptakan dari semua tingkatan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Adalah &amp;quot;kolaborasi&amp;quot; eksekutif dan legislatif di tingkat pusat yang membikin anomali ini terjadi. Tak jelas, namun pasti ada simbiosis mutualisme (saling menguntungkan), sehingga muncul kebijakan yang tak populis sama sekali. Bila dulu kita dihebohkan dengan melonjaknya gaji aparatur pemerintahan dan DPR RI, kini kita dikagetkan lagi dengan kebijakan yang sama tapi tak serupa. Dalam artian, sama tujuannya yaitu memperkaya yang sudah kaya, kendati tak serupa bentuk aturannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini, melalui Peraturan Pemerintah (PP) No 37 Tahun 2006 tentang perubahan kedua atas PP No 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD, ada kebijakan yang membikin kaya para wakil rakyat ini. Di situ diatur soal adanya Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) bagi anggota dan pimpinan DPRD, serta Dana Operasional Pimpinan (DOP) DPRD. Yang kebablasannya, dalam PP yang ditandatangani Presiden RI, Dr H Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006 silam dan diundangkan pada Lembaran Negara RI Tahun 2006 No 90 itu, justru dibikin berlaku surut per 1 Januari 2006. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maka sontak kaya mendadaklah para wakil rakyat tersebut, karena mereka dapat &amp;quot;durian runtuh&amp;quot; berupa rapel untuk setahun. Bayangkan saja, untuk TKI itu, besarnya paling tinggi 3 kali uang representasi ketua DPRD sebagaimana diatur Pasal 14A. Sedangkan DOP diberikan kepada ketua DPRD setiap bulan paling tinggi 6 kali uang representasi yang bersangkutan dan pada wakil ketua DPRD paling banyak 4 kali uang representasinya seperti diatur Pasal 14B Ayat 1 dan 2. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Embel-embel&amp;quot; yang menjurus pada kamuflase bahwa tunjangan berupa uang yang diberikan kepada pimpinan dan anggota DPRD setiap bulan itu dalam rangka mendorong peningkatan kinerja dalam menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, dijadikan sebagai dalih untuk menyedot anggaran yang notabene berasal dari uang rakyat. Demikian juga dengan dana operasional, katanya, dimaksudkan sebagai uang yang diberikan kepada pimpinan DPRD setiap bulan, untuk menunjang kegiatan operasional yang berkaitan dengan representasi, pelayanan, kemudahan, dan kebutuhan lain guna melancarkan tugas dan fungsi pimpinan DPRD sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jargon &amp;quot;dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat&amp;quot; yang biasa melekat dalam demokrasi kita, jelas telah disalahartikan dengan lahirnya PP ini. Yang terjadi justru &amp;quot;dari rakyat, untuk wakil rakyat, oleh pemerintah rakyat&amp;quot;, rakyat dibikin sekarat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di tingkat lokal saja, misalnya di Kota Padang, betapa akan kayanya para legislator itu. Hitung saja, di tahun anggaran 2006, besarnya uang representasi ketua DPRD sebanyak Rp 2,1 juta perbulannya. Artinya, untuk TKI paling tinggi anggota DPRD menerima sebanyak Rp 6 juta/bulan. Karena berlaku surut, diperkirakan akan menerima Rp 72 juta (sampai Desember 2006). Untuk DOP, ketua DPRD diperkirakan menerima paling banyak Rp 12 juta sebulan atau Rp 144 juta (untuk 12 bulan). Sedangkan wakil ketua DPRD bakal menerima paling banyak Rp 8 juta sebulan atau Rp 96 juta selama 2006 ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Walah!!! Ternyata emang enak jadi wakil rakyat dan pantesan banyak orang berebut menjadi Caleg, mengingat begitu besarnya &lt;i&gt;feed back &lt;/i&gt;yang mereka terima. Selain menaikkan gengsi dan status, tentu saja menambah pundi-pundi pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Syukurnya, dari 45 anggota dewan Kota Padang, ternyata masih ada 1 orang yang berpikir waras untuk menolak penganggaran rapel TKI dan DOP ini. Dialah H Erfan, anggota Fraksi PAN yang tanpa tedeng aling-aling langsung bikin pusing semua koleganya dengan melontarkan penolakannya itu di hadapan sidang paripurna yang katanya sidang orang-orang terhormat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Alasan penolakannya, cukup jelas dan sungguh waras. Katanya, penganggaran rapel untuk TKI dan DOP yang mencapai Rp 13,6 miliar di RAPBD Padang 2007 tidak dapat dipertanggungjawabkan. Apalagi rapel itu memang tidak dapat diukur secara rasional dan tidak jelas tujuan, sasaran serta hasil dan manfaatnya, mengingat penganggaran saat ini telah berbasiskan kinerja. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sayangnya baru seorang Erfan yang menolak rapel itu. Sehingga penghematan anggaran yang katanya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) tersebut, sama sekali tidak signifikan. Tetap saja dana besar itu akan digelontorkan untuk mengentaskan kemiskinan para wakil rakyat ini. Maka, terimalah kenyataan bahwa yang kaya bertambah kaya, yang miskin akan semakin miskin, lalu mati... Sama matinya dengan nurani berpikir pemimpin negeri ini. &lt;b&gt;(***) &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;b&gt;Postingan terkait: -&lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/wakil-rakyat-masih-suka-pecicilan.html"&gt;Wakil Rakyat (Masih) Suka Pecicilan&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116848859405793890?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116848859405793890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116848859405793890&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116848859405793890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116848859405793890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/01/kehidupan-ironis-di-negeri-anomali.html' title='Kehidupan Ironis di Negeri Anomali'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116783852775564912</id><published>2007-01-03T22:28:00.000+07:00</published><updated>2007-01-03T22:35:28.070+07:00</updated><title type='text'>Sumbar Terancam Bencana</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/sumbar.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Warga Sumbar yang berdomisili di kawasan rawan bencana banjir dan longsor, diminta untuk segera hati-hati. Pasalnya di awal tahun ini hingga akhir Januari, diperkirakan bencana masih mengancam dan berkemungkinan besar terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Demikian diingatkan Koordinator Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, Ir Ade Edward. Disebutkannya, 3 Januari 2007 yang bertepatan dengan 14 Dzulhijjah 1427 H, merupakan jadwal pasang naik tertinggi bulanan. Dengan demikian, saat itu gaya gravitasi sedang kecil.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&amp;quot;Bila pada 3-5 Januari hujan turun dengan durasi yang cukup lama dan intensitas curah hujan tinggi, maka kawasan rawan banjir dan longsor perlu siaga,&amp;quot; sebutnya.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari data yang dimilikinya, kata Ade, ada beberapa wilayah di Sumbar yang paling rentan diterjang bencana longsor, galodo atau banjir. Seperti, di Kabupaten Solok berada di Lolo, Surian, Talangbabungo, Sariak Alahan Tigo, Sirukam, Batubajanjang, Sei Lasi, dan Sumani. Di Kabupaten Solok Selatan, berpotensi terjadi di Muaro Labuah, Pasie Laweh, Koto Parik. Di Kabupaten Pasaman, daerah rawan berada di Bonjol, Panti, Rao, batas Sumut. Serta kawasan Talu di Kabupaten Pasaman Barat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Di Kabupaten Agam, daerah rawan ada di seputar Danau Maninjau, Lubuak Sao, Palupuah, Lembah Anai, Manggopoh, Koto Alam, dan Batu Kambiang. Di Kabupaten Limapuluh Kota, di Suliki, Mungka, Kelok Sembilan, jalan batas Riau. Sementara di Kota Sawahlunto, ada di Lembah Segar, Talawi, Silungkang, dan Muaro Kalaban. Sedangkan di Kabupaten Dharmasraya berpotensi terjadi di Jalan Sungai Dareh dan Takung,&amp;quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ditambahkannya, untuk Kabupaten Pesisir Selatan, daerah rawan bencana ada di batas Padang, Siguntur, Surantih, Tapan, dan perbatasan Kerinci. Di Kota Padang ada di Gunung Padang, Bukik Lampu, Indarung, perbatasan Solok. Sedangkan di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, rawan di Tanjuang Gadang, Kiliran Jao, Bukik Batabuah, perbatasan Riau, dan Sumpur Kudus. Sementara di Kabupaten Tanah Datar, daerah rawannya ada di Batipuah, Malalo, Puncak Pato.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Di Kabupaten Padangpariaman, berada di Malalak Tandikek dan Sungai Garinggiang,&amp;quot; ucap pria yang merupakan staf di Dinas Pertambangan dan Energi Sumbar ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Peringatan Ade ini, sudah terbukti. Sejumlah lokasi di kabupaten/kota sudah diterjang banjir. Malahan di Kota Padang, pada Senin, 1 Januari lalu telah terjadi terjangan ombak besar karena abrasi pantai di Parupuak Tabiang. Dalam peristiwa tersebut, satu rumah dan sebuah warung hanyut/hancur, 14 rumah rusak berat dan 25 lainnya terancam pula. Korban 40 KK yang terdiri dari 209 jiwa, terpaksa &lt;i&gt;ngungsi&lt;/i&gt; ke rumah tetangga dan saudaranya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain itu, jalan menuju objek wisata Aie Manih, di Koto Kaciak RT 05/RW I, Kecamatan Padang Selatan juga terancam putus. Menyusul terbannya badan jalan sepanjang 20 meter pada Rabu (3/1) sekitar pukul 01.00 WIB. Jalan utama yang merupakan akses ke lokasi wisata Batu Malin Kundang dan Pantai Aie Manih ini, sebelumnya juga pernah mengalami peristiwa serupa pada tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ancaman bencana banjir dan longsor, diperkirakan akan terus terjadi lantaran tingginya curah hujan saat ini. Seperti diungkapkan Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Kota Padang, Emrizal SSos, curah hujan yang mengguyur Kota Padang dan Sumbar, sudah memasuki ambang normal. Selama 3 hari di bulan Januari 2007, curah hujan di Padang telah mencapai 139,6 mm. Sedangkan ambang normal curah hujan Januari yang dicatat BMG selama 30 tahun terakhir hanya 300 mm/bulan. Artinya, dalam 3 hari ini curah hujan telah mencapai 1/3 ambang normal Januari. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116783852775564912?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116783852775564912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116783852775564912&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116783852775564912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116783852775564912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2007/01/sumbar-terancam-bencana.html' title='Sumbar Terancam Bencana'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116651052952882874</id><published>2006-12-19T13:11:00.000+07:00</published><updated>2006-12-19T13:42:22.356+07:00</updated><title type='text'>Tsunami Sebentar Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/tsunamii.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;JUDUL di atas saya buat bukan untuk menakut-nakuti warga Sumbar dan bukan pula karena saya ingin menjadi peramal. Cukuplah Mama Lorenz dan kolega sejawatnya, yang meramal hal-hal seperti ini, sementara saya biarlah menganalisa sebatas pengetahuan yang saya miliki.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Tsunami sebentar lagi, saya hanya mengingatkan bahwa 2 tahun lalu, tepatnya 26 Desember 2004 telah terjadi bencana paling besar di zaman modern ini. Kita ingat betapa banyak korban nyawa bergelimpangan tidak hanya di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, tapi juga ke belahan dunia lain, yang sebelumnya tak pernah menduga peristiwa dahsyat ini akan menimpanya. Sehingga tercatatlah peristiwa itu sebagai bencana alam paling kelabu yang menelan paling banyak korban manusia sejak dunia ini ada. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan itu patut kita ingat, beberapa hari lagi, 26 Desember akan kembali nongol di kalender penunjuk waktu kita, untuk memberi ingat terhadap tragedi kemanusiaan yang akhirnya mempersatukan berbagai bangsa di dunia untuk bahu-membahu membantu para korbannya. Tak ada lagi batas ras, suku, bangsa dan agama, semua dipersatukan atas nama kemanusiaan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan atas nama kemanusiaan pula, kita patut mengapresiasi penuh sejumlah ahli, peneliti kegempaan dan geologi se-dunia yang mau memberikan kontribusi pemikirannya bagaimana menghadapi bencana serupa yang pasti akan terjadi, walau tak pernah diketahui kapan waktunya, dan di mana episentrumnya. Dan sumbangsih itu, sebenarnya telah mereka berikan pula ke kita, rakyat Sumatera Barat dalam bentuk-bentuk rekomendasi yang patut segera dilakukan mengingat kita berada di daerah rawan bencana.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pernahkah kita tahu, bahwa pada 28 Agustus 2005 lalu, telah lahir &lt;i&gt;Declaration of Participants in The International Confrence on The Sumatran Earthquake Challenge &lt;/i&gt;(Deklarasi Konfrensi Internasional Ancaman Gempabumi Sumatera)? Konfrensi internasional kegempaan pertama kali yang dilaksanakan di Padang, 24-28 Agustus 2005 itu, sudah memberi ingat dan rekomendasi kepada kita untuk mengambil langkah cepat mengantisipasi kehadiran gelombang besar yang bakal meluluhlantakkan negeri elok dan rancak ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Peserta &lt;i&gt;International Meeting on The Sumatran Earthquake Challenge &lt;/i&gt;itu telah mengingatkan bahwa &amp;quot;&lt;i&gt;preliminary calculations suggest that hundreds of thousands of people would be severely affected by a future giant earthquake and tsunami in West Sumatra and Bengkulu provinces&lt;/i&gt;&amp;quot; (perhitungan-perhitungan dini menyatakan bahwa ratusan ribu jiwa penduduk berada dalam ancaman gempabumi raksasa dan tsunami pada masa yang akan datang di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu). Kata mereka, bukti-bukti ilmiah secara meyakinkan menunjukkan bahwa peristiwa tersebut di masa datang sungguh akan terjadi dalam masa seumur hidup generasi muda hari ini. Mengingat gempabumi besar yang telah terjadi dengan siklus pengulangan setiap kisaran periode 2 abad dan peristiwa yang terakhir terjadi pada 172 tahun dan 208 tahun lalu, yaitu gempabumi besar yang pernah melanda Kepulauan Mentawai, sisi pantai barat Sumbar dan Bengkulu pada tahun 1797 dan 1833. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;&lt;i&gt;It is very unlikely that any valid prediction will be more specific than this, but we are hopeful that in the long term there will be improvements in forecasting the timing and nature of future large arthquake&lt;/i&gt;&amp;quot; (Sangat tidak mungkin ada prediksi lain yang lebih baik yang diakui dan lebih spesifik dibanding prediksi ini. Tapi kita sangat berharap untuk jangka panjang, bahwa di masa datang akan ada peningkatan kemampuan dan perhitungan perkiraan/prediksi waktu dan perilaku gempabumi besar yang akan terjadi masa depan).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Secara spesifik, prediksi mereka bagaimana? Katanya, pengukuran-pengukuran secara ilmiah menunjukkan bahwa akumulasi/penumpukan tegangan yang berlangsung saat ini akan memuncak ketika gempabumi besar Sumbar terjadi. Ketika itu terjadi, Kepulauan Mentawai akan mengalami peristiwa yang sama yang dialami Pulau Nias dan Pulau Simeulue baru-baru ini. Kepulauan Mentawai akan naik setinggi 1 meter atau lebih, daratan pesisir pantai Sumbar dan Bengkulu akan turun sedalam lebih kurang 1,5 meter. Peristiwa tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan permanen posisi garis pantai yang dapat merusak infrastruktur, dan berdampak buruk terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat.&lt;i&gt;Nah, lho...&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan mereka pun mengingatkan, &amp;quot;&lt;i&gt;it is important that Sumatrans not neglect the risks posed by their other great fault, The Sumatran Fault, which runs through the mountains, from Semangko Bay to Banda Aceh&lt;/i&gt;&amp;quot; (Adalah penting bahwa masyarakat Sumatera jangan mengabaikan resiko yang ditimbulkan oleh patahan besar lainnya, yaitu Sesar Sumatera (Patahan Semangko-red), yang melintas sepanjang jalur pegunungan (Bukit Barisan-red) mulai dari Teluk Semangko sampai ke Banda Aceh. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Fakta telah menunjukkan, Patahan Semangko ini kembali aktif serta mulai mengincar dan makan korban!!! Pertama kali terjadi pada 1 Desember 2006 lalu, sekitar pukul 10.58 WIB berkekuatan 6,3 SR yang berpusat di 17 km utara Tebing Tinggi, Sumut dengan kedalaman 200 km. Selanjutnya, 18 Desember 2006, gempa berkekuatan 5,6 SR kedalaman 33 km di darat 98 km tenggara Panyabungan pukul 04.39 WIB dan di waktu yang sama gempa 5,7 SR kedalaman 53 km yang berpusat di darat 30 km di lokasi yang sama pula yang mengakibatkan korban meninggal 4 orang, 50 orang luka-luka, 160 rumah rusak, dan putusnya jalan Medan-Padang.Lalu diteruskan pula beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 08.24 WIB berkekuatan 5,5 SR kedalaman 33 km di darat 39 km Utara Muara Sipongi dan pukul 14.50 WIB gempa 3,8 SR kedalaman 20 km di darat 20 km Utara Kota Padang atau tepatnya Sungai Buluh, Batang Anai, Kabupaten &lt;br /&gt;Padangpariaman. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Prediksi pergerakan Sesar Semangko telah terjadi, kini tinggal acaman besar gempabumi raksasa yang disertai tsunami. Sudah siapkah kita? Cukupkah hanya dengan pelatihan dan simulasi tsunami saja untuk menyelamatkan warga di sini? Tidak!!! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Banyak kerja masih terbengkalai dan patut dikebut, sebelum ribuan nyawa akan tercabut... &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hanya kepada Allah kita menggantungkan harapan dan kita kembalikan semua urusan. &lt;i&gt;Hasbunallah wa ni'mal wakil&lt;/i&gt;.(***)&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116651052952882874?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116651052952882874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116651052952882874&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116651052952882874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116651052952882874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/12/tsunami-sebentar-lagi.html' title='Tsunami Sebentar Lagi'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116538040250540929</id><published>2006-12-06T11:35:00.000+07:00</published><updated>2006-12-06T11:48:38.180+07:00</updated><title type='text'>Ngeblog, tak Lengkap tanpa Blogfam</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/blogfam.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&amp;quot;&lt;i&gt;Haree genee... gak punya blog&lt;/i&gt;?&amp;quot;Begitu kalimat yang sempat saya dengar saat main ke sebuah Warnet. Mendengarnya, saya pun bisa memaklumi. Karena blog bukan lagi barang langka, malah sudah wajib hukumnya bagi yang rajin main ke Warnet atau punya akses internet di rumah ataupun di kantor.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Saya teringat saat belum punya blog, dan tak tahu apa itu blog. Bahkan saking butanya soal blog, saya sempat ditertawakan teman-teman yang punya blog. &amp;quot;&lt;i&gt;Kacian deh lu&lt;/i&gt;...,&amp;quot; begitu cemooh mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Keingintahuan saya terusik karenanya. Coba-coba buka &lt;a href="http://www.google.co.id/"&gt;Google&lt;/a&gt;, mencari tahu apa itu blog. Ketemu. Saya jatuh hati dibikinnya. Bukan kenapa-kenapa, yang kayak begini ini, sudah lama saya idamkan. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mimpi &lt;i&gt;pengen&lt;/i&gt; punya &lt;i&gt;personal web&lt;/i&gt; sendiri --saat itu saya hanya tahu &lt;i&gt;web&lt;/i&gt;, bukan &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;--, sudah lama menjadi impian saya. Cuma selalu terkendala karena harus bayar &lt;i&gt;hosting&lt;/i&gt; ke pemilik &lt;i&gt;domain&lt;/i&gt;. Padahal, ketika itu, tulisan saya cukup bejibun yang merupakan hasil dari olah pikir dan asah otak yang saya sendiri tak tahu harus dilabuhkan ke mana. Yang ada di benak saya adalah, &amp;quot;&lt;i&gt;mahimpun nan taserak&lt;/i&gt;&amp;quot; (mengumpulkan yang terserak-red) dari karya tulis dan olah pikir saya ini dengan membuat &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; sendiri. Namun selalu terhadang dengan ketidaktahuan bagaimana merealisasikannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, &amp;quot;&lt;i&gt;eureka&lt;/i&gt;&amp;quot; (saya menemukannya-red), begitu melihat blog punya &lt;a href="http://etnahannie.blogspot.com/"&gt;Hannie&lt;/a&gt;, seorang junior di masa kuliah dulu. Itulah blog pertama yang saya lihat. Saya tertarik habis dibuatnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mulailah saya bertanya ke &lt;a href="http://yonaldi.blogspot.com"&gt;IT kantor&lt;/a&gt; soal ini. Gayung bersambut, &lt;a href="http://yonaldi.blogspot.com"&gt;dia&lt;/a&gt; dengan antusias mengajarkan dan berbagi ilmu. Jadilah saya punya blog pertama kali, dengan url: &lt;b&gt;http://maryulismax.blogspot.com&lt;/b&gt;. Sebuah blog yang minimalis dan standar banget.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Insting untuk mencari tahu yang baru, terus berkembang dan tumbuh subur di sanubari ini. Di blog si &lt;a href="http://etnahannie.blogspot.com/"&gt;Hannie&lt;/a&gt; pula, saya melihat ada &lt;i&gt;banner&lt;/i&gt; &lt;a href="http://www.blogfam.com"&gt;blogfam&lt;/a&gt;. Saya klik, dan langsung mendaftar sebagai &lt;i&gt;member&lt;/i&gt; pada 24 Januari 2006. Di &lt;a href="http://www.blogfam.com"&gt;Blogfam&lt;/a&gt;, mata saya terbuka. Betapa begitu banyak blog yang indah dan penuh pernak-pernik yang bikin iri. Berbekal pengetahuan minim soal &lt;i&gt;html&lt;/i&gt;, saya mencoba belajar dari diskusi para &lt;i&gt;member&lt;/i&gt; di &lt;i&gt;thread&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.blogfam.com/forum/viewforum.php?f=15"&gt;Otak-atik Blog (Teknis)&lt;/a&gt; untuk mengutak-atik blog saya. Mengganti &lt;i&gt;template&lt;/i&gt;-nya, menambah pernak-perniknya yang terkadang malah bikin saya puyeng lantaran sering &lt;i&gt;error&lt;/i&gt;. Bahkan dahsyatnya, blog saya tak pernah bisa dibuka lagi dan terpaksa ganti url menjadi seperti sekarang &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com"&gt;ini&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya tak putus arang. Karena saya yakin banyak guru di &lt;a href="http://www.blogfam.com"&gt;Blogfam&lt;/a&gt;. Kepada mereka saya bertanya, dan dari diskusi teman-teman di sana, saya menjadi tahu apa yang saya tidak tahu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Belajar otodidak bersama &lt;a href="http://www.blogfam.com"&gt;Blogfam&lt;/a&gt;, menghasilkan sebuah karya tak ternilai bagi saya. Dari semula hanya 1 blog, akhirnya saya punya 4. Walau pada akhirnya hanya 2 yang termanfaatkan dengan baik. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Waktu berjalan, pengetahuan bertambah. Akhirnya saya menemukan realita bahwa &lt;i&gt;ngeblog&lt;/i&gt; itu gampang, yang susah justru menghentikannya!!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kenapa begitu? Dari blog, kepandaian menulis terasah, percaya diri bertambah, ilmu melimpah ruah. Yang lebih penting adalah, relasi, teman, sahabat dan keluarga pun bertambah. Dan semua itu, ada di &lt;a href="http://www.blogfam.com"&gt;Blogfam&lt;/a&gt;!!! &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, nunggu apalagi? Mari bikin blog. Jangan mau dibilang goblog, karena gak punya blog. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Makanya, belajar dong ke &lt;a href="http://www.blogfam.com"&gt;Blogfam&lt;/a&gt;.&amp;quot; (***)&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116538040250540929?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116538040250540929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116538040250540929&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116538040250540929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116538040250540929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/12/ngeblog-tak-lengkap-tanpa-blogfam.html' title='&lt;i&gt;Ngeblog&lt;/i&gt;, tak Lengkap tanpa Blogfam'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116524575988733078</id><published>2006-12-04T22:19:00.000+07:00</published><updated>2006-12-04T22:22:40.793+07:00</updated><title type='text'>Diserang "Virus" MyLot</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/mylot.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;Belakangan ini, intensitas saya membuka internet semakin tinggi. Bisa dikatakan, frekuensinya menyamai saat pertama kali saya diserang virus &lt;i&gt;addict &lt;a href="http://www.blogger.com"&gt;blogger&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, atau terjangkit penyakit &lt;a href="http://www.yahoo.com"&gt;YM&lt;/a&gt;-Mania. Hampir 12 jam lebih, waktu saya habis untuk bermain internet.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&amp;quot;Virus&amp;quot; baru yang kembali membuat saya harus rela dan sabar menghadapi lemotnya internet di kantor, adalah &lt;a href="http://www.mylot.com/?ref=maryulismax"&gt;Mylot&lt;/a&gt;. Mula mengenalnya, dari aktivitas beberapa rekan kerja, sama sekali tak membikin saya tertarik untuk turut serta. Sama persis saat pertama kali saya diperkenalkan dengan &lt;a href="https://www.google.com/adsense"&gt;GoogleAdsense&lt;/a&gt;, saya lebih cenderung melihat dan melihat apa kelebihan &amp;quot;mainan&amp;quot; baru itu.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sehari setelah pertama kali diperkenalkan ke &lt;a href="http://www.mylot.com/?ref=maryulismax"&gt;Mylot&lt;/a&gt;, saya hanya mendapat pemberitahuan, bahwa rekan saya tersebut sudah mengantongi $0,48 dari hanya membikin postingan dan me-&lt;i&gt;reply &lt;/i&gt;postingan orang lain. Modalnya, hanya kemampuan cekak bercas-cis-cus ngomong bahasa Inggris. Itu saja. Jadilah saya tertarik, sekaligus pengen mengasah kemampuan berbahasa Inggris saya yang tak jauh dari slogan &amp;quot;&lt;i&gt;little-little i can&lt;/i&gt;&amp;quot;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jumat, 24 November saya resmi mendaftar ke &lt;a href="http://www.mylot.com/?ref=maryulismax"&gt;Mylot &lt;/a&gt;dengan &lt;i&gt;username &lt;/i&gt;yang sama dengan id YM saya, maryulismax. Mulailah &amp;quot;petualangan&amp;quot; baru mengumpulkan sen demi sen untuk meraih dollar sebanyak-banyaknya. Perjuangan hari pertama, saya hanya berhasil mengumpulkan $0,18. Cukup lumayan buat seorang &lt;i&gt;newcomer &lt;/i&gt;yang minim kemampuan berbahasa Inggris.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Penasaran, saya terus membanting tulang dengan meluangkan waktu lebih banyak untuk mengisi postingan dan menjawab balasan &lt;i&gt;members &lt;/i&gt; lainnya, demi mengais dollar demi dollar dari kerja gampangan ini. Hasilnya, dalam 5 hari saya berhasil mengumpul $6,68. Jumlah yang tak seberapa itu, saya dapat dalam kondisi akses internet yang begitu laler. Sehingga &lt;i&gt;mood &lt;/i&gt;saya pun terganggu habis dibuatnya, dan menjadi malas-malasan untuk posting diskusi ataupun sekedar me-&lt;i&gt;reply &lt;/i&gt;diskusi orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nah, kebetulan saya tipikal orang yang suka berbagi pendapat dan --terkadang-- berbagi pendapatan, maka &amp;quot;virus&amp;quot; ini akan saya tebar melalui blog saya ini. &lt;a href="http://www.mylot.com/?ref=maryulismax"&gt;Mylot &lt;/a&gt;adalah program terbaru dari &lt;a href="http://www.google.com"&gt;Google &lt;/a&gt;yang bebas biaya alias gratis. Program ini telah &lt;i&gt;paid out &lt;/i&gt;ratusan ribu dollar kepada ribuan &lt;i&gt;member &lt;/i&gt;seluruh dunia. Bergabung di forum diskusi itu, kita hanya berdiskusi/berinteraksi sesama &lt;i&gt;member &lt;/i&gt;tentang apa saja, dan dibayar setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sistem pembayaran penghasilan melalui ATM berlogo VISA (logo terbaru &amp;quot;V&amp;quot; mandiri dan lain lain) atau Western Union. Jika rajin, bukan tak mungkin dalam sehari kita dapat mengantongi $5. Penghasilan akan dikredit tiap hari dan pembayaran bulanannya minimal $10 atau bisa di-&lt;i&gt;setting &lt;/i&gt;sendiri sampai $100. Untuk Indonesia, bisa memakai IKOBO guna menerima pembayaran dari &lt;a href="http://www.mylot.com/?ref=maryulismax"&gt;Mylot&lt;/a&gt;. Sebab kita bisa meminta ATM dari IKOBO (Visa, Mastercard) yang bisa ditarik dari ATM mana saja yang berlogo Visa dan Mastercard.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bernafsu ingin mendapatkan &amp;quot;uang kaget&amp;quot; ini? Caranya mudah, tinggal klik &lt;i&gt;referal&lt;/i&gt; di bawah ini: &lt;br&gt;&lt;a href="http://www.mylot.com/?ref=maryulismax"&gt;http://www.mylot.com/?ref=maryulismax&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah membuka &lt;i&gt;link&lt;/i&gt; tersebut, selanjutnya klik &amp;quot;&lt;i&gt;New User Registration&lt;/i&gt;&amp;quot; di pojok bagian atas, dan silahkan isi &lt;i&gt;form&lt;/i&gt; pendaftaran. Setelah itu, tinggal verifikasi &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;login&lt;/i&gt; serta mulai memposting diskusi dalam bahasa Inggris sebisanya saja dan tentang apa saja, membalas &lt;i&gt;post member &lt;/i&gt; lain dan sebagainya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cara postingnya, gampang. Setelah &lt;i&gt;login&lt;/i&gt;, klik &amp;quot;&lt;i&gt;Start Discussion&lt;/i&gt;&amp;quot; di bagian kanan, lalu isikan judul topik yang mau di-&lt;i&gt;post&lt;/i&gt;-kan. Misalnya, seperti yang saya lakukan, memposting pertanyaan; &amp;quot;&lt;i&gt;do u like coca cola&lt;/i&gt;?&amp;quot;. Postingan &lt;i&gt;nyeleneh&lt;/i&gt; dan tak perlu itu, justru mendapat tanggapan yang cukup tinggi. Tercatat hingga tulisan ini dilansir, saya mendapat 125-an tanggapan &lt;i&gt;members&lt;/i&gt; lain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sementara untuk membuat komentar pada &lt;i&gt;post member &lt;/i&gt; lain, klik saja pada topik dari &lt;i&gt;member&lt;/i&gt; lain lalu klik &amp;quot;&lt;i&gt;respond to the discussion&lt;/i&gt;&amp;quot;, isikan komentar dan &lt;i&gt;tag&lt;/i&gt;-nya. Bisa juga klik &amp;quot;&lt;i&gt;add comment&lt;/i&gt;&amp;quot; dan isikan komentar anda.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kita akan dapat 1 point untuk membalas &lt;i&gt;post member&lt;/i&gt; lain, dan 1 point untuk setiap balasan ke postingan kita sendiri. Jadi jika postingan anda dapat 10 balasan = 10 point. Untuk 1 point, nilainya sama dengan 3 sen. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oh ya, jangan lupa membuka &lt;i&gt;account&lt;/i&gt; &lt;a href="https://www.ikobo.com/"&gt;IKOBO&lt;/a&gt; untuk menerima pembayaran. Buka &lt;i&gt;account&lt;/i&gt; &lt;a href="https://www.ikobo.com/"&gt;IKOBO&lt;/a&gt; ini gratis kok. Tinggal klik saja &lt;a href="https://www.ikobo.com/signup.html."&gt;https://www.ikobo.com/signup.html.&lt;/a&gt; Setelah mendaftar, aktifkan &lt;i&gt;link&lt;/i&gt; balasan dari &lt;a href="https://www.ikobo.com"&gt;IKOBO&lt;/a&gt; di email anda. Setelah daftar di &lt;a href="https://www.ikobo.com/signup.html."&gt;IKOBO&lt;/a&gt;, untuk membuka rekening, kita tinggal &amp;quot;&lt;i&gt;Edit Profile&lt;/i&gt;&amp;quot; di &lt;a href="http://www.mylot.com/?ref=maryulismax"&gt;Mylot&lt;/a&gt; dan isikan email yang dipakai daftar ke &lt;a href="https://www.ikobo.com"&gt;IKOBO&lt;/a&gt; di bagian &amp;quot;&lt;i&gt;Edit Payment Information&lt;/i&gt;&amp;quot;. Di situ kita juga bisa men-&lt;i&gt;setting &lt;/i&gt;besarnya nilai minimal pembayaran, mulai $10 sampai $100. Jika sudah memperoleh pembayaran ke &lt;a href="https://www.ikobo.com"&gt;IKOBO&lt;/a&gt; anda, maka bisa pesan ATM dengan &lt;i&gt;fee&lt;/i&gt; sekitar $9 saja. Sehingga memudahkan kita mengambil di ATM mana saja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ayo segera join. Mumpung gratis dan bisa memperlancar kemampuan cas-cis-cus berbahasa Inggris sembari mengumpulkan uang saku dari &lt;a href="http://www.mylot.com/?ref=maryulismax"&gt;Mylot&lt;/a&gt;. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116524575988733078?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116524575988733078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116524575988733078&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116524575988733078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116524575988733078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/12/diserang-virus-mylot.html' title='Diserang &quot;Virus&quot; MyLot'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116461146997973555</id><published>2006-11-27T14:04:00.000+07:00</published><updated>2006-12-01T13:26:49.990+07:00</updated><title type='text'>Resensi Buku</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/sajadah.gif" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ada Hidayah di Cerita Cinta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;CINTA itu universal. Hal itu yang mungkin di angkat Habiburrahman El Shirazy dalam buku &lt;i&gt;Di Atas Sajadah Cinta&lt;/i&gt;-nya ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Semula, saya sempat kecele. Karena begitu melihat buku bercover menarik ini terpampang di rak buku Gramedia, saya sempat mengira isinya akan &lt;i&gt;idem dito &lt;/i&gt;dengan buku sejenis lainnya. Terlebih saya juga pernah membaca buku &lt;i&gt;Gadis di Ujung Sajadah &lt;/i&gt; karya Izzatul Jannah terbitan FBA Press-2003 yang juga memuat karya Shinta Yudisia. Perkiraan saya, isi buku ini akan sama dengan buku Izzatul Jannah yang benar-benar mengangkat kisah cinta yang terjadi sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ternyata saya salah, buku Habiburrahman yang pertama kali terbit Mei 2004 dan hingga September 2006 sudah masuk cetakan ke-10 itu, justru beda. Sebuah beda yang memang telah diakui Habiburrahman sendiri, bahwa buku ini, selain memuat karya-karyanya, juga memuat kisah-kisah teladan Islami. Dalam bahasa saya, bukunya itu adalah sebuah ikhtiar "&lt;i&gt;mahimpun nan taserak&lt;/i&gt;" untuk para pembaca. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena "&lt;i&gt;mahimpun nan taserak&lt;/i&gt;", maka wajar, embel-embel cinta yang diusung, bukanlah kisah percintaan &lt;i&gt;dua sedjoli &lt;/i&gt;semata. Lebih dari itu, buku ini juga mengangkat cerita cinta manusia kepada Rabbnya, kepada Rasulnya, pemimpinnya, sahabatnya, keluarganya, bahkan kecintaan pada diri sendiri. Semua itu dapat kita baca dan rasakan dari 38 cerita yang disajikan (di awal terbitnya, buku ini hanya memuat 25 cerita-red).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di balik cerita yang diusung, ada banyak hidayah yang ditebar. Menelisik hati pembacanya untuk kembali mengobok-obok nuraninya, agar kembali kepada percintaan &lt;i&gt;Illahiah&lt;/i&gt;, cinta &lt;i&gt;Lillahi Taala &lt;/i&gt;yang meneropong ke persoalan &lt;i&gt;ukhrawi &lt;/i&gt;yang telah dikalahkan pada cinta duniawi, cinta yang memuja hedonisme. &lt;i&gt;Subhannallah...&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Meski mengangkat cerita &lt;i&gt;Di Atas Sajadah Cinta &lt;/i&gt;sebagai judul buku, namun menurut saya sebenarnya ada cerita lain yang lebih kuat dari seluruh cerita yang ada. Yaitu &lt;i&gt;Ketika Derita Mengabadikan Cinta &lt;/i&gt;(hal.37) yang mengangkat kisah cinta nyata antara Prof Dr Mamduh Hasan Al Ganzouri dengan Prof Dr Shiddiqa binti Abdul Aziz, istrinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mamduh, seorang aristokrat keturunan Pasha, jatuh cinta  kepada seorang gadis  yang memesonanya lahir batin. Gadis yang penuh kesederhanaan, kesahajaan, dan mulia akhlaknya, setia, lembut, cantik dan kecerdasannya sangat menakjubkan. Kepadanya dia menambatkan hati dan yakin telah menemukan pasangan hidup yang tepat untuk sama-sama menempatkan cinta mereka dalam ikatan suci yang diridhai Allah, yaitu ikatan pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Namun sosok si gadis ditolak mentah-mentah oleh ayah Mamduh hanya karena orangtua si gadis seorang tukang cukur. Mamduh dianggap telah memilih pasangan yang salah dari strata sosial yang jauh berbeda dengan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penolakan sang ayah, tentu saja melukai hati Mamduh. Namun dia tetap menghormati orangtuanya dan tentu saja tetap yakin dengan cintanya kepada sang gadis. Hingga akhirnya mereka memutuskan menikah --walau tanpa restu-- dan hidup serba kekurangan sebagai calon dokter di daerah kumuh. Kenikmatan hidup sebagai orang kaya, ditinggalkannya. Dia yakin jalan yang ditempuhnya diridhai Allah. Kendati demi itu, dia selalu dirongrong oleh kedhaliman sang ayah yang tetap menyetuji pernikahannya itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"...Adakah di dunia ini kebahagiaan melebihi pertemuan dua orang yang diikat kuatnya cinta? Hidup bahagia adalah hidup dengan gairah cinta. Dan kenapakah orang-orang di dunia merindukan surga di akhirat? Karena di surga Allah menjanjikan cinta. Ah, saya jadi teringat perkataan Ibnu Qayyim, bahwa nikmatnya persetubuhan cinta yang dirasa sepasang suami-isteri di dunia adalah untuk memberikan gambaran setetes nikmat yang disediakan oleh Allah di surga... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Jika percintaan suami-isteri itu nikmat, maka surga jauh lebih nikmat dari semua itu. Nikmat cinta di surga tidak bisa dibayangkan. Yang paling nikmat adalah cinta yang diberikan oleh Allah kepada penghuni surga , saat Allah memperlihatkan wajah-Nya. Dan tidak semua penghuni surga berhak menikmati indahnya wajah Allah SWT. Untuk nikmat cinta itu, Allah menurunkan petunjuknya yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Yang konsisten mengikuti petunjuk Allah-lah yang berhak memperoleh segala cinta di surga.Melalui penghayatan cinta ini, kami menemukan jalan-jalan lurus mendekatkan diri kepada-Nya..." &lt;/span&gt;(hal.46)   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tekad yang bulat dan percaya berada dalam lindungan Lillahi Rabbi, secara perlahan merubah hidup mereka. Tahun berbilang, waktu berganti, mereka akhirnya hidup sukses setelah 9 tahun menderita.  Mamduh menjadi dokter spesialis syaraf dan istrinya spesialis jantung. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Di cerita &lt;i&gt;Ketika Derita Mengabadikan Cinta &lt;/i&gt;ini, termaktub semua cerita cinta, yaitu cinta manusia kepada Rabbnya, kepada Rasulnya, pemimpinnya, sahabatnya, keluarga bahkan kecintaan pada diri sendiri. Membacanya, bertebar hikmah yang dapat ditarik untuk dijalani dalam kehidupan ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pantaslah bila buku ini --sebagaimana wasiat penulis dan penerbitnya-- dijadikan sebagai cenderamata pernikahan, atau kado buat sahabat guna berbagi hidayah, hikmah dan manfaat dari membaca buku yang kini diangkatkan ke layar kaca sebagai sinetron religius itu. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116461146997973555?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116461146997973555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116461146997973555&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116461146997973555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116461146997973555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/11/resensi-buku_27.html' title='Resensi Buku'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116400324682475676</id><published>2006-11-20T13:06:00.000+07:00</published><updated>2006-11-20T13:15:58.573+07:00</updated><title type='text'>Mental Razia</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/why.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;SAYA baru saja kena tampar. Tapi tidak perih karenanya. Justru saya tertawa menyikapinya. Peristiwa aneh bin ajaib ini, terjadi setelah saya melihat iklan sebuah merek rokok di TV swasta yang menyindir &lt;i&gt;banget&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&amp;quot;&lt;i&gt;Cuma taat kalo ada yang liat&lt;/i&gt;&amp;quot;, begitu bunyi iklan yang benar-benar menampar kesadaran saya agar sadar sesadar-sadarnya. &lt;i&gt;Tanyaken apa&lt;/i&gt;? (bukan tanya kenapa).&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mungkin tak hanya saya yang patut merasa ditampar oleh iklan &lt;i&gt;nyeleneh &lt;/i&gt;yang menampilkan klip seorang cewek yang melanggar rambu-rambu lalu lintas itu. Kita semua patut merasa &amp;quot;sakit&amp;quot; atas sindiran yang tepat sasaran tersebut. Jika tidak, itu artinya ada di antara kita yang &amp;quot;sakit jiwa&amp;quot; dan pantas konsultasi ke psiakater untuk mencari tahu diri kita ini manusia apa tidak.&lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Jika begitu adanya, pantas dan wajar bila kita sebagai manusia yang hidup di atas norma, hukum, hak dan kewajiban, tanggung jawab dan kepedulian, serta hal-hal berprikemanusiaan lainnya, selalu tak pernah mencapai tatanan ideal. Semrawut; &lt;i&gt;lamak di awak, alun tantu katuju di urang&lt;/i&gt;; main &lt;i&gt;hantam kromo&lt;/i&gt;; dan anti sosial. Itu terjadi karena kemanusiaan kita tidak terpelihara dan tidak pernah diasah untuk menjadi manusia benaran yang telah dibekali akal oleh Yang Maha Kuasa.&lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Sekarang baru boleh tanya kenapa (bukan &lt;i&gt;tanyaken apa&lt;/i&gt;?). &lt;i&gt;Lha iya&lt;/i&gt;, coba ingat-ingat lagi, berapa banyak kesalahan yang telah kita lakukan dan berapa banyak kebetulan (bukan kebenaran) yang terjadi pada kita yang dijadikan alasan untuk melakukan kesalahan. Memplintir kata-kata Bang Napi, &amp;quot;kesalahan dilakukan bukan karena kebetulan, tapi karena ada kesempatan untuk melakukannya&amp;quot;. Mumpung tak ada yang lihat, kenapa harus taat &lt;i&gt;bukan&lt;/i&gt;?&lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Kita lepas dulu soal ketaatan padaNya, pada aturan yang dibuat manusia saja, kita belum taat. Bahkan tragisnya, ada pula yang lebih taat ketika dipelototi manusia ketimbang taat kepadaNya Yang Maha Melihat (&lt;i&gt;Al Basir&lt;/i&gt;). Termasuk saya. Memakai bahasa SMS selamat lebaran yang saya terima yang berbunyi &amp;quot;&lt;i&gt;dengan hati seputih kokain, sebening vodca dan seharum ganja&lt;/i&gt;&amp;quot;, saya patut berjujur diri bahwa saya sendiri belum &lt;i&gt;kaffah&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Diakui atau tidak, kita ini --baik rakyat jelata, penguasa, penegak hukum, dan status apa saja yang melekat pada diri-- punya mental razia. Baru takut saat ada razia (bagi rakyat biasa), atau baru tegas bila disuruh razia (bagi yang punya kekuasaan dan diberi kuasa untuk mengatur rakyat biasa). Contoh paling faktual adalah berlalu lintas (saya menyukai topik ini dan sering keceplosan di rubrik ceplas-ceplos soal ini). Karena berlalu lintas menunjukkan kemanusiaan kita sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Lihatlah mental razia yang ada pada diri supir bus AKDP yang keenakan &lt;i&gt;ngetem &lt;/i&gt;di Minang Plaza dan mental razia pada aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) yang ditugasi mengawasi ketertiban berlalu lintas di lokasi itu. Kalau ada aparat yang razia untuk melarang mereka agar tidak berlama-lama di tempat tersebut, maka mereka taatnya minta ampun. Jalanan lancar, arus lalu lintas tak semrawut. &lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Coba saat tidak ada razia, tak hanya supir yang tidak taat, aparatur pun demikian, ikutan tidak taat atas tugas yang dibebankan kepadanya. Supir dibiarkan memarkirkan busnya yang jelas-jelas dilarang karena ada &lt;i&gt;letter S &lt;/i&gt;dan terbukti benar bikin macet jalanan, karena ketidaktaatan aparat. Alasannya, karena tidak disuruh razia dan bukan waktunya buat razia, kenapa harus susah-susah. &lt;i&gt;Toh&lt;/i&gt;... atasan tidak pula melihat, untuk apa harus taat?&lt;/p&gt;&lt;p ALIGN="JUSTIFY"&gt;Itu baru satu contoh, tapi imbasnya memunculkan ketidaktaatan-ketidaktaatan lainnya. Seperti PKL di sana, dilarang jualan di trotoar, mereka tetap berjualan dengan harapan begitu besarnya pangsa pasar dari kalangan calon penumpang --yang juga tidak taat-- menunggu bus di lokasi itu. Mereka baru taat, kalau Pol PP disuruh atasannya merazia mereka. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Makanya, terhadap contoh soal lalu lintas ini saja, kita semua patut merasa tertampar juga atas iklan &amp;quot;&lt;i&gt;cuma taat kalo ada yang liat&lt;/i&gt;&amp;quot; tersebut. Kalau tidak, hati-hati kena razia!!! &lt;b&gt;(***)&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116400324682475676?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116400324682475676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116400324682475676&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116400324682475676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116400324682475676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/11/mental-razia.html' title='Mental Razia'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116308716521384692</id><published>2006-11-09T22:36:00.000+07:00</published><updated>2006-11-10T09:33:33.943+07:00</updated><title type='text'>Resensi Buku</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/buku.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="5"&gt;Diktat Wajib (Calon) Petualang&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;KENDATI penuh tantangan dan resiko yang bahkan nyawa sebagai taruhannya, dunia petualangan tak pernah mati. Para petualang atau tepatnya penggiat alam bebas terus tumbuh bagaikan jamur, ada yang datang dan ada yang pergi.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Berbagai aktivitas, mulai dari pendakian gunung, panjat tebing, arung jeram, sampai ke penelusuran gua, menarik minat berbagai kalangan yang umumnya didominasi kaum muda. Dari semua kegiatan itu, mendaki gunung menjadi kegiatan yang paling banyak menarik minat para petualang pemula. Alasan mereka, untuk mendaki gunung tidak kelewat butuh &lt;i&gt;skill &lt;/i&gt;maupun peralatan yang memadai. Cukup bermodal keberanian dan modal nekad &lt;i&gt;doang&lt;/i&gt;, mereka yakin bisa sampai di puncak gunung.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Persepsi serupa itu, sudah bukan rahasia umum lagi. Coba lihat, setiap malam Minggu di Koto Baru, kaki Gunung Marapi. Betapa banyak anak muda yang pergi naik gunung hanya dengan membawa tas sandang (bukan &lt;i&gt;carrier&lt;/i&gt;), dan bahkan ada yang tanpa bawa apa-apa sama sekali lantaran &lt;i&gt;nebeng &lt;/i&gt;dengan teman-temannya. Bagi mereka, mendaki gunung adalah kegiatan hura-hura, dan huru hara tanpa memikirkan keselamatan jiwanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maka jangan heran, selalu saja ada korban berjatuhan saat melakukan pendakian. Mulai hanya sebatas diserang &lt;i&gt;mountain sickness&lt;/i&gt;, kesasar, sampai yang harus kehilangan nyawanya akibat kelalaian dan ketidaktahuan mereka soal seluk beluk pendakian.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Hendri Agustin menulis buku Panduan Teknis Pendakian Gunung. Sebagai pendaki kawakan yang telah melakukan pendakian ke hampir seluruh gunung di Indonesia dan beberapa pegunungan di mancanegara, lelaki kelahiran Padangpanjang, 19 Agustus 1968 ini merasa miris benar dengan fenomena itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebuah kepedulian yang patut diacungi jempol, mengingat sangat minimnya buku sejenis yang secara detail menulis teknis-teknis pendakian dan segala tetek bengeknya. Selama ini, kalaupun ada buku serupa, hanya sebatas diktat yang biasanya beredar untuk kalangan sendiri di kelompok-kelompok pecinta alam. Itupun isinya tak sedetail isi buku setebal 264 halaman yang diterbitkan Penerbit Andi ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pengalamannya yang &lt;i&gt;bejibun &lt;/i&gt;dalam beraktivitas di alam bebas, tidak membuat Hendri harus pelit berbagi ilmu. Dia tak mau tanggung-tanggung mengupas tuntas A sampai Z soal mendaki. Mulai dari ilmu pengetahuan yang ilmiah &lt;i&gt;banget &lt;/i&gt;dan teoritis, sampai ke aplikasi teknis di lapangan yang memang akan dilalui seorang pendaki dalam berkegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cakrawala pendaki pemula, akan terbuka lebar begitu membaca buku langka ini. Mereka akan tahu banyak bahwa mendaki tidak semata bagaimana menjejakkan kaki di puncak. Lebih dari itu, kegiatan mendaki jauh lebih menyenangkan saat menjalani prosesnya --seperti yang pernah diutarakan Gola Gong dalam serial Balada Si Roy-nya. Mereka akan menjadi tahu, &lt;i&gt;safety procedure&lt;/i&gt;adalah hal yang paling utama dalam berkecimpung di kegiatan ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kelebihan lain yang dimiliki buku karya Hendri yang tercatat sebagai pendiri situs petualangan &lt;a href="http://www.highcamp.info"&gt;www.highcamp.info&lt;/a&gt; dan perintis mailing list &lt;i&gt;Highcamp The Adventures&lt;/i&gt; yang beranggotakan sekitar 890 orang ini, adalah disertakannya kumpulan tip yang &lt;i&gt;notabene &lt;/i&gt;diangkatkan dari pengalaman yang dia dapat sejak menggeluti dunia petualangan semasa SMA dulu. Belum lagi dengan adanya lampiran yang memuat data gunung-gunung di Indonesia berketinggian di atas 1.000 Mdpl (hal.243), yang di peta Atlas saja belum tentu selengkap itu. Serta adanya &lt;i&gt;check list &lt;/i&gt;perlengkapan (hal. 257) dan perencanaan logistik (hal.258) yang dapat menjadi panduan mempersiapkan sebuah pendakian.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak itu saja, buku ini menjadi berbobot dengan adanya bab yang membahas &lt;i&gt;Leave No Trace &lt;/i&gt;(hal. 195) yang sering diabaikan para pendaki sebagai prinsip utama dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Prinsip ini, di kalangan petualang dikonsep ringan menjadi &amp;quot;&lt;i&gt;jangan mengambil sesuatu, selain foto dan jangan meninggalkan sesuatu, selain jejak&lt;/i&gt;&amp;quot;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan kelebihan serupa itu, jadilah buku ini sebagai diktat wajib tidak hanya bagi pendaki pemula, tapi juga buat petualang senior sebagai pembanding dan rujukan tambahan bagi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sayangnya, buku sebagus ini, tidak semua petualang maupun pendaki pemula yang mengetahui keberadaannya. Karena buku ini dijual di toko-toko besar yang belum tentu menjadi &amp;quot;lokasi bermain&amp;quot; mereka. Justru alangkah lebih baiknya, buku ini dijual di toko &lt;i&gt;outdoor &lt;/i&gt;yang menjual perlengkapan alam bebas, karena di situlah biasanya para petualang ini biasanya bermain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain itu, ada mubazir yang tidak begitu mengganggu di buku ini. Yaitu pemuatan foto-foto hasil jepretan Hendri yang yahud punya, namun ditampilkan hitam putih. Coba kalau foto-foto ini dicetak di kertas lux berwarna, &lt;i&gt;woww kereenn.. &lt;/i&gt;Pastilah para pembacanya akan mengakui bahwa mendaki itu memang indah!!!. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116308716521384692?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116308716521384692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116308716521384692&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116308716521384692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116308716521384692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/11/resensi-buku.html' title='Resensi Buku'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116132797853325410</id><published>2006-10-20T14:05:00.000+07:00</published><updated>2006-10-20T14:06:23.386+07:00</updated><title type='text'>Minal Aidin Wal Faidzin</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/lebaran.gif" align="center" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116132797853325410?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116132797853325410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116132797853325410&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116132797853325410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116132797853325410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/10/minal-aidin-wal-faidzin.html' title='Minal Aidin Wal Faidzin'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-116110138988292657</id><published>2006-10-17T23:09:00.000+07:00</published><updated>2006-10-17T23:10:13.913+07:00</updated><title type='text'>Cerpen Lama</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/cerpen.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="5"&gt;LUKA LEBARAN&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Aku harus pulang !&amp;quot;&lt;br&gt;Kata-kata tersebut terus terpatri di benakku sejak beberapa hari belakangan ini. Bukan kenapa, sudah hampir lima tahun, aku tidak lagi menginjakkan kakiku di kampung halamanku, tempat dimana aku dilahirkan dan dibesarkan. Tempat dimana &lt;i&gt;abak &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;amak&lt;/i&gt;ku beserta delapan orang adikku mengisi dan menjalani hidup yang semakin keras.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Semula tidak ada niatku untuk pulang kembali ke kampungku itu. Karena sejak lima tahun lalu hingga kini, impian yang mengantarku sendirian di kota ini belum juga terwujudkan. Kini dengan keadaanku yang tak lebih dari seorang pecundang yang kalah berperang dalam mengais rezeki di negeri orang, aku terus didorong oleh keinginanku itu. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya..., aku harus pulang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Namun sudah seminggu sejak pertama kali keinginan itu mengisi relung hatiku, kebimbangan kembali menyeruak dalam hatiku. Aku takut. Takut orang-orang sekampung akan menertawaiku yang terlalu idealis untuk merubah nasib di negeri orang, namun perubahan itu sendiri nyaris tiada tampak pada sosokku. Justru tubuh ini yang semakin kurus ketimbang dulu sebelum aku meninggalkan kampungku. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku juga takut kepada kedua orang tuaku. Karena sulungnya yang sangat mereka harapkan akan membawa perubahan pada nasib keluarga, ternyata tak lebih dari seorang anak yang masih butuh sokongan tangan-tangan rapuh mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku juga takut pada tatapan memelas adik-adikku yang tentunya berharap banyak padaku untuk bisa memberi mereka sesuatu yang berharga. Sesuatu yang juga menjadi impian teman-teman sebaya mereka di kampung, yaitu baju baru yang kini menjadi simbol bahwa keluarganya mampu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam kebimbanganku, waktu terus berjalan. Lebaran tinggal lima hari lagi. Sementara aku masih saja sibuk berkutat dengan ketidakpastian-ketidakpastian semacam ini. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak pulang saja pada lebaran kali ini. Sama halnya dengan lebaran-lebaran sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Egoku ternyata masih meraja. Ketimbang aku malu karena tak mampu menjadi apa-apa sebagaimana pernah aku lontarkan ke &lt;i&gt;abak &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;amak&lt;/i&gt;ku, kepada adik-adikku, kepada orang kampungku, lebih baik ku urungkan saja niat untuk mudik ini. Itu lebih baik daripada keluargaku harus menahan malu karena gunjingan &lt;i&gt;muncung-muncung &lt;/i&gt;kaum kampung terhadap diriku. Biarlah aku tetap disini. &lt;i&gt;Toh&lt;/i&gt;, tak akan ada yang menertawaiku. Dan tidak ada pula yang akan peduli dengan nasibku. Nasib seorang pemuda kampung yang dikangkangi kaki-kaki kekar manusia kota. Nasib pemuda tanggung yang rela melakukan apa saja, asal bisa makan dan bertahan hidup dalam keangkuhan kota besar ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pilihanku ini ternyata berbuah buruk. Hampir setiap malam menjelang sahur, mimpi-mimpi menakutkan terus menghiasi tidurku yang tak pernah lelap. Mimpi wajah-wajah menyeringai yang menatap sinis ke arahku. Wajah-wajah yang sama-sama kuhapal siapa pemiliknya, yaitu &lt;i&gt;abak&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;amak &lt;/i&gt;dan adik-adikku, serta orang-orang kampungku. Menakutkan, karena mereka terus menertawaiku diiringi celoteh-celoteh yang tidak jelas vokal dan konsonannya. Bergemuruh, riuh rendah...&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan gemuruh itu kini melanda hatiku, seiring dengan gemuruh yang menimpa kampung halamanku yang kini tinggal puing-puing akibat dihantam banjir bandang disertai longsor yang meluruhkan bukit-bukit angkuh yang menjajari perkampungan kecil itu. Perkampungan yang wajahnya kukenali satu-persatu, yaitu &lt;i&gt;abak&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;amak&lt;/i&gt;, dan adik-adikku, serta orang-orang kampung yang kini diam karena telah lelah menertawaiku. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;b&gt;Padang, 24 Nov 2002, jelang Lebaran 1423 H&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-116110138988292657?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/116110138988292657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=116110138988292657&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116110138988292657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/116110138988292657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/10/cerpen-lama.html' title='Cerpen Lama'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115997668688681150</id><published>2006-10-04T22:43:00.000+07:00</published><updated>2006-10-04T22:44:57.273+07:00</updated><title type='text'>Byar Pet, Listrik Kok Padam?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/lampu.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;BEBERAPA hari ini dan sejak beberapa waktu lalu, warga Kota Padang dan Sumbar pada umumnya kembali mendapat &amp;quot;jatah&amp;quot; tak mengenakkan, seiring keluarnya kebijakan PT PLN Wilayah Sumbar untuk melakukan pemadaman bergilir. Dampaknya, tidak hanya memunculkan carut marut, warga pun dirugikan secara ekonomis lantaran alat eletroniknya rusak ataupun &lt;i&gt;pariuk bareh&lt;/i&gt;-nya tak dapat berjalan akibat ketergantungan listrik. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Fenomena listrik &lt;i&gt;byar pet&lt;/i&gt;, bukanlah fenomena baru yang dialami warga daerah ini, maupun rakyat Indonesia secara keseluruhan. Pemadaman bergilir, sudah menjadi tradisi tatkala debit air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak, PLTA Maninjau PLTA Batang Agam atau PLTA Koto Panjang di Riau sana, tidak lagi memenuhi elevasi yang ditentukan. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Itu ditambah pula bila ada kerusakan teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Pauh Limo, serta beberapa pembangkit listrik lainnya yang tersebar di beberapa daerah. Maka gelap gulita di malam hari, maupun terganggunya aktivitas di siang hari, menjadi santapan sehari-hari ketika pemadaman harus dilakukan PLN.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak banyak yang tahu, apa alasan PLN melakukan pemadaman. Paling banter, mereka hanya tahu listrik dipadamkan karena air danau menyusut atau ada kerusakan jaringan listrik di suatu tempat. Itu patut dimengerti karena minimnya sosialisasi yang dilakukan perusahaan sentrum negara ini, terutama kepada masyarakat awam. Padahal hampir setiap tahun --terutama tibanya musim kemarau--, dipastikan ada pemadaman bergilir.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk kasus menyusutnya elevasi air PLTA, sebagaimana diungkapkan, Deputi Manajer Komunikasi PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat, Yusman Rajo Mudo kepada beberapa media beberapa waktu lalu, didasari pada tinggi permukaan air sumber PLTA. Misalnya, bila ketinggian air mencapai 360,80 Mdpl, turbin PLTA Singkarak sudah tidak bisa digunakan. Begitu juga di Danau Maninjau yang batas kritisnya 462,00 Mdpl. Kurang dari itu, dipastikan tidak akan bisa lagi diproduksi energi listrik. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sudahlah begitu, kemampuan pembangkit saat ini tidak pula bisa optimal. Seperti PLTA Singkarak yang memiliki kapasitas terpasang 4 x 43 megawatt (172 MW), kemampuan normalnya hanya 160 MW dan saat ini hanya menghasilkan sekitar 90 MW. Demikian juga PLTA Maninjau dengan kapasitas terpasang 4 x 17 megawatt (68 MW), kini hanya menghasilkan 30 MW dari normalnya 50 MW. Tidak jauh berbeda, hal serupa juga terjadi pada PLTA Batang Agam yang memiliki kapasitas terpasang 2 x 5 megawatt (10 MW) saat ini cuma menghasilkan energi listrik sebesar 4 MW. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kondisi memiriskan ini, memaksa kita berhemat untuk memakai listrik. Sampai-sampai saking kritisnya persoalan itu, Gubernur Sumbar, H Gamawan Fauzi SH MM sempat mencanangkan gerakan hemat listrik di Sumatera Barat pada 10 September 2005. Gerakan itu pengejawantahan dari Inpres No 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi yang dikeluarkan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juli 2005. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika itu, memang terjadi penghematan yang cukup signifikan, terutama pada instansi pemerintah. Namun seiring waktu berlalu, gerakan hemat listrik ini tinggal sejarah. Pola konsumsi listrik berlebihan dan tidak berdaya guna, kembali menjadi kebiasaan di mana-mana. Di gedung pemerintahan sekalipun, itu hanya tinggal sebatas imbauan di atas kertas yang ditempel di dinding-dinding kantor. Di sana, lampu dibiarkan tetap menyala --bahkan disengaja untuk dihidupkan-- kendati cahaya mentari sudah cukup memberi terang pada tiap ruang. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh paling aktual ketidakpatuhan hemat listrik, bisa kita saksikan pada perayaan HUT RI ke-61 lalu. Di kantor-kantor pemerintah --bahkan kantor gubernur sekalipun-- terlihat kerlap-kerlip lampu hias yang katanya sebagai penyemarak perayaan hari kemerdekaan. Atau dapat pula kita saksikan, betapa banyak kini &lt;i&gt;billboard &lt;/i&gt;berlampu milik pemasang iklan yang terpasang di jalan utama Kota Padang. Kendati jumlah daya yang dipakai tidak banyak betul, namun tetap saja memicu meningkatnya kebutuhan listrik yang harus dipasok PLN, karena jumlah lampu hias maupun &lt;i&gt;billboard &lt;/i&gt;itu tidak hanya satu atau dua unit. Jumlahnya ratusan bahkan sampai ribuan! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kita tidak mungkin kelewat berharap dengan gerakan hemat listrik. Karena pola budaya dan kebiasaan yang tidak mendukung untuk itu. Yang patut dilakukan saat ini adalah mencarai sumber energi listrik alternatif untuk melepas keterkungkungan terhadap pasokan listrik dari PLTA ataupun pembangkit lain yang ada saat ini. Itu jauh lebih bermanfaat, kendati harus mengorbankan dana yang cukup besar untuk memulainya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Banyak sumber energi listrik yang bisa digarap, bila melihat potensi alam yang ada di Kota Padang maupun di Sumbar. Contohnya, pemanfaatan cahaya matahari sebagai tenaga listrik, sudah sepatutnya dicoba. Di samping sumbernya tidak terbatas --hanya tergantung iklim dan cuaca--, energi ini tidak perlu dibeli. Paling perangkatnya yang harus disediakan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pemanfaatan tenaga surya ini, kita patut belajar ke Kota Nairobi, Kenya yang ada di Afrika sana. Sebagai negara yang tingkat kemakmurannya jauh lebih miskin ketimbang Indonesia, mereka mampu memanfaatkan keterbatasan sumberdaya alamnya dengan memanfaatkan matahari sebagai sumber energi listrik. Kenapa kita tidak bisa? Mahal memang, tapi murah untuk ketersediaannya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain itu, ada lagi sumber energi listrik yang bisa dimanfaatkan Sumbar yaitu gelombang laut. Sebagai daerah yang mempunyai garis pantai sepanjang 375 km dari ujung Kabupaten Pasaman di utara hingga ujung Kabupaten Pesisir Selatan di sebelah selatan, laut adalah potensi energi terpendam yang belum digarap maksimal. Konon kabarnya, dulu pernah diretas pembuatan pembangkit listrik dengan memanfaatkan gelombang laut oleh anak nagari di Sumbar ini. Hasilnya, pembangkit listrik sederhana itu hanya sebatas mendapat penghargaan dari pemerintah, sementara tindak lanjut untuk membuatnya dalam skala besar tak pernah dilakukan pihak berkompeten. Padahal sumber energi laut ini selalu ada dan tidak pula menimbulkan polusi. Kenapa tidak ini yang coba untuk digarap maksimal? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Potensi yang tak kalah besar dan sangat murah meriah adalah sampah. Sebagai penghasil sampah yang cukup besar, Kota Padang saja bisa membikin pembangkit listrik untuk konsumsi warga kotanya. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) bukanlah barang asing lagi. Di beberapa kota di Indonesia, telah diretas upaya pembikinan PLTS ini. Bahkan Padang pun yang walikotanya pernah melihat langsung PLTS di Rotterdam, Belanda saat kunjungannya ke beberapa negara di Eropa pada akhir Maret 2006 lalu, sempat mewacanakan untuk bekerjasama dengan PT Global Waste Manajemen Indonesia (PT GWMI) dalam mengolah sampah. Tapi kerjasama ini tidak pernah terealisasi hingga kini dan belum pula jelas apakah PT GWMI itu akan membangun PLTS atau hanya sebatas mengolah sampah &lt;i&gt;doang&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Matahari, laut dan sampah adalah sumberdaya yang tak terbatas milik daerah ini. Kenapa potensi-potensi itu yang tidak dicoba digarap PT PLN atau pihak swasta lainnya. Bisa saja pola kerjasamanya, PLN diwajibkan membeli energi yang dihasilkan swasta dari matahari, laut dan sampah itu, atau PLN sendiri yang mencoba untuk mengelolanya. Dengan begitu, keterkungkungan kita yang kelewat berharap banyak pada PLTA dan pembangkit listrik lainnya, bisa diatasi dengan adanya sumber energi alternatif tersebut. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt;nb: tulisan ini untuk diperlombakan dalam Lomba Karya Tulis Hemat Listrik yang diadakan YLKI Sumbar.&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115997668688681150?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115997668688681150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115997668688681150&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115997668688681150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115997668688681150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/10/byar-pet-listrik-kok-padam.html' title='Byar Pet, Listrik Kok Padam?'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115890634193554516</id><published>2006-09-22T13:19:00.000+07:00</published><updated>2006-09-22T13:25:42.376+07:00</updated><title type='text'>Marhaban ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/ramadhan.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="4"&gt;Ahlan wa sahlan yaa Ramadhan, &lt;br&gt;syahrul mubarak, syahrul Qur'an, &lt;br&gt;washiyam, washshabr, wadda'wah, wal &lt;br&gt;jihaad, la'allakum tattaquun..&lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;(Selamat datang bulan suci &lt;br&gt;Ramadhan; bulan penuh berkah; bulan &lt;br&gt;turunnya kitab suci al Qur'an; &lt;br&gt;bulan puasa; bulan yang penuh &lt;br&gt;kesabaran; bulan yang penuh dakwah; &lt;br&gt;bulan yang penuh rasa persaudaraan; &lt;br&gt;bulan yang penuh jihad melawan hawa &lt;br&gt;nafsu; kekuasaan, arogansi dan &lt;br&gt;sejenisnya. Semoga kamu menjadi &lt;br&gt;hamba yang bertaqwa...)&lt;br&gt;&lt;/i&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br&gt;Kami sekeluarga mohon maaf atas salah dan dosa yang disengaja maupun tidak; &lt;i&gt;talantuang dek ka naiak, talando dek ka turun&lt;/i&gt;; baik lisan maupun tulisan. Semoga kita menjadi orang yang mampu meraih kemenangan &amp;amp; kembali kepada fitrah yang suci. Amin....&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115890634193554516?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115890634193554516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115890634193554516&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115890634193554516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115890634193554516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/09/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban ya Ramadhan'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115825086275375539</id><published>2006-09-14T23:13:00.000+07:00</published><updated>2006-09-14T23:21:03.626+07:00</updated><title type='text'>Presiden NOTONEGORO</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/pres.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;PEMILIHAN Presiden (Pilpres) masih lama, tapi gaungnya sudah mulai terdengar dari kini. Jagoannya pun sudah dielus-elus berharap jalannya jadi mulus. Ada yang &lt;i&gt;nyebut &lt;/i&gt;Jusuf Kalla, ada yang tetap menjagokan SBY, ada yang &lt;i&gt;ngelus &lt;/i&gt;Sutiyoso dan ada yang kembali dorong-dorong Megawati. Terakhir muncul nama Kapolri, Sutanto. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Kalau sudah begini, &lt;i&gt;memory &lt;/i&gt;saya langsung berputar pada tulisan-tulisan yang pernah saya baca dahulu kala. Teringat, dulu ada pembahasan Jongko Joyoboyo oleh &amp;quot;dukun politik&amp;quot; Permadi SH di majalah Tempo tahun 1998 dan omongan Gus Dur di sebuah tabloid yang saya lupa namanya --entah tabloid Adil atau Tekad-- pada tahun yang sama --kalau tidak salah.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Presiden RI dikaitkan-kaitkan dengan mitos Notonegoro yang ditafsirkan sebagai nama akhir pemimpin Indonesia. NO (Soekarno), To (Soeharto), Ne; bukan orang Jawa (Habibie), Goro; ribut-ribut (terbukti dengan terpilihnya Abdurrahman Wahid yang kemudian digantikan Megawati). Terus balik lagi ke No (Susilo Bambang Yudhoyono).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nah di sini, asyiknya. Setelah No, tentu To lagi. Siapa dia gerangan? Karena itu saya pengen coba-coba jadi &amp;quot;dukun politik&amp;quot; pula. Meramal siapa gerangan yang bakal jadi presiden.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalo dilihat dari daftar nama yang sudah diusung beberapa Parpol dan berbagai kalangan, saya bisa ramalkan yang bakal jadi presiden itu adalah..., bukan saya!!! Tapi seseorang yang punya nama yang akhirannya TO. Selamat bagi TO yang kini jadi TO (Target Operasi). Siapa dia? Silahkan lihat foto. Kalaupun nanti salah, wajar. Yang namanya dukun, lebih banyak salah daripada betulnya.&lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115825086275375539?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115825086275375539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115825086275375539&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115825086275375539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115825086275375539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/09/presiden-notonegoro.html' title='Presiden NOTONEGORO'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115708696115523047</id><published>2006-09-01T11:51:00.000+07:00</published><updated>2006-09-01T12:02:41.546+07:00</updated><title type='text'>Mimpi jadi Kadishub</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/dishub.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;SAYA baru saja bermimpi. Walikota Padang --bukan yang sekarang-- pertama hasil pilihan rakyat --yang wajahnya saya sangat kenali sekali-- memanggil saya ke ruang kerjanya, sehari setelah dilantik gubernur Sumbar.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Apa pasal? Mulanya saya pun tidak tahu. Tapi setelah saya diberitahu, barulah tahu. Ternyata sang Wako sedang punya mau dan berkeinginan betul saya pun mau. Apa itu?&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Dia menawari saya --tepatnya meminta-- untuk membantu dirinya atas nama kota ini, sebagai pembantu dirinya. Bukan sebagai pembantu layaknya PRT (pembantu rumah tangga), tapi lebih dari itu. Sebuah status yang derajatnya --dan termasuk gajinya-- lumayan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya ingin anda bergabung dengan saya untuk bersama-sama membangun kota ini,&amp;quot; katanya diplomatis yang menjadi bahasa standar seorang pejabat pemerintah.Saya hanya diam, menunggu kelanjutan omongannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Atas nama kota dan warga, saya minta saudara untuk bersedia masuk ke dalam kabinet yang saya pimpin hingga 5 tahun ke depan,&amp;quot; lanjutnya. Saya pun hanya diam, menunggu dia menyudahi maksud dan tujuan pembicaraannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Anda saya tunjuk sebagai kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Padang untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi penataan transportasi dan urusan perhubungan lainnya. Saya percaya, anda mampu untuk itu,&amp;quot; sebuah kata bujukan yang diplomatis sekali.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mulut saya tetap diam, tapi pikiran saya tidak. Otak ini langsung berputar, memilih kata yang akan saya lontarkan untuk menjawab permintaannya. Selain itu, nurani saya pun sedang kerja keras, untuk memastikan apakah jabatan &amp;quot;pembantu&amp;quot; itu saya terima atau tolak.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kolaborasi otak dan nurani ini, akhirnya menghasilkan putusan yang saya anggap terbaik bagi saya, baginya dan juga bagi kota ini. Jawabannya 5 huruf, tapi untuk menyampaikannya saya butuh berbagai kata yang harus saya rangkai agar tidak menyakiti perasaan atas kepercayaannya kepada saya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Maaf pak wali, bukan saya tidak mau membantu dan memberikan sumbangsih saya untuk kota tercinta ini, tapi saya merasa tidak akan mampu untuk itu,&amp;quot; ucap saya yang ikut-ikutan berdiplomatis pula.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kenapa saya menolak? Alasannya tidak saya ungkapkan langsung di hadapan beliau, karena saya sudah keburu bangun dari mimpi buruk itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anda mungkin bertanya-tanya apa alasan saya menolaknya. Pertama, karena saya tahu ini hanya mimpi. Dan sangat mimpi pula rasanya, bila itu benaran terjadi. Jadi harap maklum, saya bukan pemimpi yang baik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Supaya lebih puas, otak dan nurani saya telah saya paksakan pula untuk berkolaborasi kembali untuk menuangkan alasan yang pas atas penolakan saya ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terus terang saya tidak mampu, karena sistem transportasi kita (Kota Padang-red) telah rusak parah oleh kebijakan, budaya dan kondisi sosial yang ada saat ini. Mulai dari pemindahan terminal AKAP-AKDP (Terminal Lintas Andalas-red) di Jalan Pemuda ke Aie Pacah dan pengalihfungsian terminal Angkot (Terminal Goan Hoat-red) menjadi pasar modern telah menghasilkan masalah baru, yang tidak hanya menjadi tugas dari Dishub tapi merembes ke Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dinas lain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bukti dari kasus pertama itu (pemindahan terminal), ekonomi ambruk --seperti dikeluhkan pedagang Pasar Raya dulu-- lantaran sulitnya akses keluar masuk Kota Padang akibat jauhnya terminal dari pusat kota. &lt;i&gt;High cost &lt;/i&gt;(biaya tinggi) muncul dari pemindahan ini, yang tidak hanya memberatkan pedagang luar yang ingin berbelanja kemari, tapi juga warga kota yang ingin bepergian. Berat di ongkos, kata singkatnya. Belum lagi rentetan masalah lainnya, yang kalau saya tuliskan di sini, tak akan cukup lantaran saya memang dibatasi oleh keterbatasan halaman.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kasus selanjutnya (pengalihfungsian terminal), selain memukul ekonomi komunitas terminal yang ada sebelumnya, juga memicu terjadinya macet. Macet lantaran Angkot tidak lagi punya terminal, sehingga mereka &lt;i&gt;ngetem &lt;/i&gt; menaikturunkan penumpang seenak perutnya, terutama di ruas Jalan M Yamin. Muncul pertumbuhan ekonomi baru yang berhasil diciptakan PKL di badan-badan jalan, menyusul ikut tergusurnya mereka dari terminal itu. Dan akhirnya, digusur lagi dengan alasan lainnya, yang sama-sama kita tahu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Macet ini akan terus berlanjut, terlebih dengan beroperasinya pasar modern yang telah berhasil menggusur terminal itu (Sentral Pasar Raya-red) ditambah dengan mobilisasi konsumerisme warga saat ini ke pasar modern pertama (Plasa Andalas-red) yang berhasil mengambil alih pemanfaatan lokasi bekas terminal AKAP-AKDP. Warga --kalau memang belum bosan pecicilan di pasar modern-- dipastikan akan menyemut ke 2 pasar modern ini, baik yang pakai kendaraan sendiri maupun yang menumpang naik angkutan umum. Sementara, sudahlah terminal tidak ada, badan jalannya pun sempit dan bertambah sempit karena dipakai untuk parkir.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Itu baru secuil contoh dari hasil kebijakan, budaya dan kondisi sosial kita dalam penyikapan kasus &amp;quot;hilangnya&amp;quot; 2 terminal ini. Belum lagi yang lainnya, seperti yang saya tuliskan tadi, takkan cukup untuk ditulis karena saya dibatasi oleh keterbatasan halaman.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Namun untuk budaya dalam konteks prilaku, patut saya singgung sedikit dari fenomena yang terjadi kini. Lihatlah apa yang terjadi pasca dibolehkannya bus AKDP jurusan utara masuk kota. Kini mereka menjadi sumber utama masalah baru di ruas Jalan Hamka, yaitu kemacetan lantaran keenakan &lt;i&gt;ngetem nungguin &lt;/i&gt;penumpang di sana (daripada &lt;i&gt;nungguin &lt;/i&gt;penumpang di Terminal Regional Bingkuang yang tak ada siapa-siapa dan apa-apanya). Ini bukti konkret, diberi hati minta jantung! Atau dalam bahasa kolega saya yang bekerja di Dishub, &amp;quot;&lt;i&gt;Balando mintak tanah&lt;/i&gt;&amp;quot;. Padahal mereka ini telah diberi rambu-rambu dan aturan saat akan disetujui untuk masuk kota. Tapi karena keenakan --yang juga hasil dari rentetan masalah lainnya dalam penataan transportasi--, beginilah jadinya. &lt;i&gt;Susah awak dibuek e&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sedangkan dari kondisi sosial, juga rumitnya minta ampun. Warga kita ini kritisnya juga minta ampun. &lt;i&gt;Kalamak diinyo, alun tantu lamak di urang&lt;/i&gt;. Lebih mengutamakan hak daripada kewajiban. Ada saja yang akan &lt;i&gt;mancikaraui &lt;/i&gt;kebijakan yang akan saya keluarkan --bila saya mengiyakan diri menjadi Kadishub.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya jujur saja bila mimpi saya dipanggil walikota itu tidak terpotong karena keburu bangun, pastilah akan memenuhi permintaan sang Wako dengan hanya satu persyaratan. Yaitu, &amp;quot;Tolong saya dipertemukan dengan Lang Ling Lung, tokoh kartun ciptaan Walt Disney yang merupakan pencipta dan penemu mesin apa saja yang dibutuhkan orang. Saya ingin meminta kepadanya, mesin pemutar waktu. Dengan mesin itu, saya ingin mengembalikan kondisi kota ini seperti dulu. Dari situlah saya mulai bekerja dengan mengacu kepada RTRW yang telah disusun secara matang oleh pendahulu saya. Itu saja&amp;quot;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena permintaan saya ini tidak mungkin, dan saya bukanlah pemimpi, maka dengan ini saya menyatakan saya menolak menjadi Kadishub. Oleh karena itu, saya mohon maaf kepada Pak Wali dan warga kota atas penolakan saya ini. Terima kasih. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115708696115523047?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115708696115523047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115708696115523047&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115708696115523047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115708696115523047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/09/mimpi-jadi-kadishub.html' title='Mimpi jadi Kadishub'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115674498012151799</id><published>2006-08-28T12:59:00.000+07:00</published><updated>2006-08-29T13:30:27.986+07:00</updated><title type='text'>Puisi Hari Ini &amp; Esok Hari</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/card.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" width="250" height="240"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1105/2242/1600/card1.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1105/2242/320/card1.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115674498012151799?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115674498012151799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115674498012151799&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115674498012151799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115674498012151799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/08/puisi-hari-ini-esok-hari.html' title='Puisi Hari Ini &amp; Esok Hari'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115639470381653722</id><published>2006-08-24T11:27:00.000+07:00</published><updated>2006-08-24T11:50:43.920+07:00</updated><title type='text'>Dr M Djamil Pantas jadi Pahlawan Nasional</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/djamil.gif" border="0" align="left" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;PADA 9 November 2005 lalu, mantan Walikota Padang, Bagindo Aziz Chan resmi menjadi pahlawan nasional seiring dengan terbitnya SK Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai pejuang kemerdekaan yang gigih berjuang untuk mempertahankan kedaulatan RI, Bagindo Aziz Chan memang pantas mendapatkan gelar itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Sebenarnya, selain Bagindo Aziz Chan adalagi tokoh yang sangat pantas untuk mendapat gelar yang sama. Dialah Dr Mohammad Djamil yang namanya kini diabadikan sebagai nama rumah sakit terbesar di Sumbagteng, RS Dr M Djamil Padang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;M Djamil sebagai seorang dokter kelahiran Kayu Tanam, 28 November 1898, telah banyak berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dan perhatiannya yang sangat besar terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Ini terbukti dari catatan sejarah yang dapat kita baca, baik ketika mendirikan Fakultas Kedokteran dan FIPIA (Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam) di Bukittinggi maupun Universitas Andalas sendiri.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bila kita baca sejarah hidup pejuang kemerdekaan yang sezaman dengannya, nama M Djamil tidak dapat dipisahkan dari perjuangan itu sendiri. Dia dijuluki &amp;quot;Residen Lipat&amp;quot;, karena ketegasannya dalam berjuang dengan melontarkan istilah &amp;quot;sikat&amp;quot; dan &amp;quot;lipat&amp;quot;. Kata-katanya itu menjadi penyemangat bagi para pejuang untuk berjuang mati-matian mempertahankan tanah tumpah darah kita ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di era perjuangan itu, berbagai jabatan penting --di luar bidang kesehatan-- pernah dijabat M Djamil. Di antaranya anggota Komite Nasional Minangkabau pada Agustus 1945, yang berlanjut menjadi ketua satu dalam organisasi tersebut pada Maret 1946. Pada 1946, M Djamil diberi amanah sebagai Residen Sumatera Barat, Gubernur Muda Sumatera Tengah sekaligus Gubernur Militer Sumatera Tengah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk bidang kedokteran dan dunia pendidikan, M Djamil adalah anak bangsa yang pertama yang menyandang 2&amp;nbsp; gelar doktor sekaligus di era itu. Ini menunjukkan betapa pendidikan dan pengabdiannya kepada masyarakat sebagai hal yang paling utama untuk dilakukannya. Gelar doktornya yang pertama dengan titel &lt;i&gt;Doctor Medicinae Interne Ziekten &lt;/i&gt;diperolehnya di Universiteit Utrecht Holland dengan thesis &lt;i&gt;Phitopharmacologisch Onderzoek Volgens Macht &lt;/i&gt;pada 31 Mei 1932. Sedangkan titel doktornya yang kedua, diperolehnya dari John Hopkins University, Baltimore, Maryland, USA pada 12 Juni 1934 dengan titel &lt;i&gt;Doctor of Public Health &lt;/i&gt;(DPH) melalui thesis berjudul &lt;i&gt;A Study of Mixed Subcutaneous Infections in Guinea Pigs&lt;/i&gt;. M Djamil menjadi orang pertama di Indonesia yang menyandang gelar DPH itu hingga 1934.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebelum memperoleh gelar DPH, M Djamil terlebih dahulu merampungkan gelar &lt;i&gt;Master of Public Health &lt;/i&gt;(MPH) di universitas yang sama pada 31 Juni 1933. Titel lengkap yang disandang dalam namanya adalah Dr M Djamil, Arts, MPH, DPH, Dt Rangkayo Toeo.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jasanya yang sangat besar dan bahkan diakui oleh pemerintahan Belanda adalah risetnya terhadap penyakit Tuberkolosa (TBC) dan Malaria. Dia melakukan riset di Koto Gadang dan Sianok pada 1925-1927 soal TBC yang hasilnya berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. Dua tahun kemudian, M Djamil pindah ke Panyabungan, Tapanuli Selatan dengan bekerja di rumah sakit dan poliklinik di Natal. Di daerah itulah dia melakukan penelitian mengenai penyakit Malaria. Melalui hasil risetnya itu, anggaran (&lt;i&gt;begrooting&lt;/i&gt;) pemerintah yang telah ditetapkan untuk Malaria-&lt;i&gt;Bestrijding &lt;/i&gt;dapat ditekan (penghematan) untuk pemberantasan penyakit tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika ditugaskan pada Kantor Pusat Penyakit Malaria di Jakarta pada 1938-1939, dalam risetnya M Djamil menemukan cara baru untuk memberantas (membunuh) jentik-jentik nyamuk Malaria (&lt;i&gt;Anophelinen&lt;/i&gt;) dengan dedek. Serta &lt;i&gt;Role of Protozoo-Films on The Prevalence of Malaria &lt;/i&gt;(peran selaput &lt;i&gt;protozoon &lt;/i&gt;di atas air terhadap penjangkitan Malaria). Dua hasil penelitiannya itu, belum sempat disiarkan lantaran pecahnya Perang Dunia ke-2.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena keberhasilannya dalam riset tersebut, DR Overbeek, Kepala &lt;i&gt;Bestrijding &lt;/i&gt;di Indonesia menetapkan M Djamil untuk diberi titel &lt;i&gt; Malarialoog &lt;/i&gt;(ahli malaria). Sementara itu, untuk saat ini ada rencana pula untuk mengangkat M Djamil sebagai Bapak &lt;i&gt;Public Health &lt;/i&gt;Indonesia, atas jasa-jasanya di bidang kedokteran. Sementara penghargaan selaku pejuang kemerdekaan Sumbar, M Djamil sudah memperolehnya berdasarkan Keputusan Gubernur No 241/GSB/1976 tertanggal 16 Agustus 1976. Ini pun berlanjut dengan ditetapkannya nama M Djamil sebagai pengganti nama RSUP Jati menjadi RS DR M Djamil berdasarkan Kepmen Kesehatan No 336/MenKes/SK/X/1978 pada 12 November 1978, bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sedangkan menyangkut upaya untuk menjadikan M Djamil sebagai pahlawan nasional juga telah jauh-jauh hari dilakukan. Mantan Direktur Utama RS Dr M Djamil, dr H Allan Gazali Saus SpTHT MHA Dt Rangkayo Tuo yang juga keponakan kontan M Djamil menyebutkan, usaha itu dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kampung ke camat, terus bupati, gubernur dan berujung ke Menteri Sosial RI untuk mengurus syarat administratifnya. Secara prinsip sebenarnya sudah &lt;i&gt;clear&lt;/i&gt;, tinggal lagi satu syarat yang belum terpenuhi yaitu buku biografi yang bersangkutan. Untuk itu, pihaknya kini tengah menyusun buku biografi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Jika semua ini rampung, &lt;i&gt;Insya Allah &lt;/i&gt;dengan usaha dan dukungan kita semua, Dr M Djamil bisa menjadi pahlawan nasional berikutnya dari Sumatera Barat,&amp;quot; harapnya. &lt;b&gt;(***)&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115639470381653722?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115639470381653722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115639470381653722&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115639470381653722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115639470381653722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/08/dr-m-djamil-pantas-jadi-pahlawan.html' title='Dr M Djamil Pantas jadi Pahlawan Nasional'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115569799153700542</id><published>2006-08-16T10:00:00.000+07:00</published><updated>2006-08-16T10:13:13.486+07:00</updated><title type='text'>Kalau Saya Jadi Presiden</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/presiden.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;SUSAH &lt;i&gt;nggak sih&lt;/i&gt;, jadi presiden? Pertanyaan itu yang menggelayut di pikiran saya belakangan ini. Pasalnya, sudah 28 tahun lebih saya diberi kesempatan hidup di muka bumi ini, sama sekali belum pernah terbersit keinginan untuk menjadi presiden.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Jujur saja, ketika SD dulu, saya pernah disodori guru Bahasa Indonesia soal cita-cita yang ingin saya gapai bila menjadi dewasa nanti. Di saat kawan-kawan sekelas berebut jadi presiden, gubernur dan walikota atau bupati dan jabatan mentereng serta profesi terhormat lainnya, saya justru menjawab singkat, &amp;quot;Belum tahu, Bu!&amp;quot;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini, pertanyaan sejenis terulang lagi dan bahkan langsung menunjuk saya sebagai &amp;quot;presiden&amp;quot;, melalui lomba 17-an Agustus yang digelar &lt;a href="http://www.blogfam.com/"&gt;Blogfam&lt;/a&gt;. Pertanyaan yang dilontarkan, sangat susah-susah gampang untuk menjawabnya, yakni jika saya presiden, apa yang saya lakukan. Butuh perenungan matang untuk menjawab ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jika merujuk UU 23 Tahun 2003 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, pada Pasal 6, ada 20 persyaratan untuk jadi orang nomor satu di negara yang bernama Indonesia ini. Dari 20 item itu, saya hanya tersandung &lt;i&gt;point &lt;/i&gt;ke-17, lantaran belum lagi berusia 35 tahun --sebagaimana disyaratkan di pasal itu. Selebihnya, saya memang pantas dan bisa jadi presiden. Susahnya, belum tentu dipilih jadi presiden oleh rakyat Indonesia yang begitu &lt;i&gt;bejibun&lt;/i&gt;jumlahnya saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Merujuk pada apa yang telah dilakukan presiden-presiden sebelumnya, mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Susilo Bambang Yudhoyono, tergambar sepintas bahwa menjadi presiden itu gampang &lt;i&gt;banget&lt;/i&gt;. Karena seluruh tugas negara, mulai dari yang paling besar hingga yang paling &lt;i&gt;remeh temeh &lt;/i&gt;sekalipun, sebenarnya sudah ada yang memikirkannya, memproses dan menjalankannya. Presiden &amp;quot;tinggal&amp;quot; mencetuskannya saja. Selebihnya, &amp;quot;orang-orang&amp;quot; lainlah yang akan mengerjakannya. Presiden, tinggal tahu beres!!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh kecilnya, untuk pidato saja, sudah ada tukang konsepnya, tukang ketiknya, tukang bawa teksnya. Dan saya --sebagai presiden-- tinggal membacakannya. Soal kebijakan negara? Tinggal kumpulkan menteri-menteri, staf ahli dan yang berkompeten lainnya untuk selanjutnya menjadi pendengar yang baik atas saran dan masukan yang akan mereka berikan ke saya. Setelah dirasa cocok dan sesuai dengan apa yang saya harapkan, maka itulah yang akan saya putuskan sebagai kebijakan negara. Gampangkan?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau &lt;i&gt;segitu &lt;/i&gt;gampang jadi presiden, lalu apa yang akan saya lakukan? Kita jadi kembali ke pertanyaan semula di awal tulisan ini --yang saya niatkan betul untuk diperlombakan dengan &lt;i&gt;member &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.blogfam.com/"&gt;Blogfam&lt;/a&gt; lainnya, tanpa sama sekali melibatkan tukang konsep, tukang ketik, tukang bawa teks, karena memang saya belum resmi jadi presiden. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yang paling penting adalah merubah sistem! Itu kata kunci yang akan saya lakukan selama menjadi presiden. Dengan melibatkan menteri-menteri, staf ahli dan yang berkompeten lainnya, saya akan lakukan itu. Dan untuk merubah sistem ini, terus terang dibutuhkan sekali &amp;quot;tangan besi&amp;quot;, agar sistem yang akan dijalankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan keinginan saya, keinginan anda, keinginan mereka dan keinginan kita semua.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Tangan besi&amp;quot; di sini, jangan dipikirkan secara negatif. Memang sangat otoriter sekali, tapi bukan untuk kepentingan saya, namun buat bangsa dan negara kita tercinta ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contohnya, anda, dia dan kita semua ingin apa? Jika jawabnya ingin &amp;quot;sejahtera&amp;quot;, itu &lt;i&gt;pas &lt;/i&gt;sekali dengan keinginan saya pribadi. Bagaimana supaya sejahtera? Di situlah diperlukan &amp;quot;tangan besi&amp;quot;. Seluruh pihak dan golongan yang rasa-rasanya bakal menghalangi, menghambat, merintangi, menentang dan mempersoalkannya, harus dibabat habis! Karena mereka, jelas-jelas telah dan berindikasi ingin sejahtera sendiri. Itukan sama saja dengan &amp;quot;senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang&amp;quot;. Tanya kenapa?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu, bagaimana mewujudkan sejahtera tersebut? &lt;i&gt;Lha&lt;/i&gt;, itu bukan tugas saya. Tapi tugas menteri-menteri, staf ahli dan yang berkompeten lainnya untuk memikirkannya, memproses dan menjalankannya. Saya tinggal lihat dan awasi, apa kerja mereka sudah sesuai atau tidak dengan apa yang mereka pikirkan, proses dan jalankan --dan saya iyakan. Kalau tidak, mereka pun termasuk orang-orang yang harus dibabat habis karena telah terindikasi dan menjadi orang ataupun golongan yang menghalangi, menghambat dan merintangi terwujudnya kesejahteraan tadi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gampangkan? Karena itu, sekarang saya sangat &amp;quot;kebelet&amp;quot; ingin jadi presiden. Dengan ini saja, saya yakin anda, dia, mereka, kita dan seluruh &lt;br /&gt;warga negara Indonesia sangat mendukung saya menjadi presiden. Kalau tidak, anda dan mereka termasuk orang-orang yang patut saya babat habis!!! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Masuk akalkan&lt;/i&gt;? &lt;b&gt;(***)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115569799153700542?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115569799153700542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115569799153700542&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115569799153700542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115569799153700542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/08/kalau-saya-jadi-presiden.html' title='Kalau Saya Jadi Presiden'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115526884821306836</id><published>2006-08-11T10:54:00.000+07:00</published><updated>2006-08-11T11:25:23.070+07:00</updated><title type='text'>Fativi, Iyo....Rancak!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/fatv.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;PENANTIAN masyarakat Sumbar akan kehadiran televisi (TV) lokal pertama akhirnya terjawab sudah. Setelah beberapa bulan melakukan siaran percobaan, Favorit TV (Fativi) resmi akan mengudara selama 5 jam sehari mulai Sabtu besok (12/8). Kepastian itu, seiring dengan &lt;i&gt;grand launching&lt;/i&gt;-nya stasiun TV milik PT Favorit Mitra Media Televisi tersebut pada hari ini (11/8) yang peresmiannya akan dilakukan gubernur Sumbar yang ditandai dengan pemukulan gong dan pembukaan layar TV raksasa di Pangeran Beach Hotel.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beberapa bulan belakangan, masyarakat Sumbar terutama yang berada di Kota Padang, Pariaman dan sebagian wilayah Kabupaten Agam telah disuguhkan beberapa promo program acara milik Fativi ini. Sepintas ada antusias warga, mengingat acara yang akan ditayangkan Fativi setelah resmi mengudara permanen tersebut, memang berbeda dengan suguhan serupa dari TV swasta nasional maupun TV lokal "plat merah" (TVRI Sumbar-red). Pasalnya, &lt;i&gt;content &lt;/i&gt;lokal yang diusung, benar-benar mengobati kerinduan pemirsa akan tayangan alternatif yang dikemas dalam program-program bertajuk berita, seni dan budaya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Melalui promo yang gencar ditayangkan setiap saat pada siaran percobaannya, pemirsa jadi tahu mereka akan disuguhkan dengan beragam acara yang menghibur, menambah wawasan dan memberi info terkini tentang daerahnya ini. Cuma mereka memang dituntut harus bersabar, karena tayangan itu masih berupa siaran percobaan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini dengan resminya TV itu siaran secara permanen mulai pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB di &lt;i&gt;channel &lt;/i&gt;35 UHF, pemirsa akan dapat menghibur diri dengan menonton acara Komedi In-donk yang menampilkan si Tampan, si Lecet dan kawan-kawan yang diyakini bakal mengocok perut mereka. Atau menyaksikan info terkini ranah Minang melalui program &lt;i&gt;news &lt;/i&gt;Info Favorit dan Kaba Malam yang dituturkan dalam bahasa Minang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak hanya itu, acara lainnya yang oke punya, juga dapat dipelototi penonton di layar kacanya, seperti MD Show yang diasuh Muhammad Dien, acara Sitkom (situasi komedi) macam Rumah Awak, Silau, Bakapik, Kampuang Favorit dan sebagainya. Masih ada pula berbagai acara &lt;i&gt;talk show &lt;/i&gt;seperti Potret Keadilan, Bisnis Favorit, Tabir Islami, dan beragam &lt;i&gt;variety &lt;/i&gt;serta &lt;i&gt;reality show &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;feature &lt;/i&gt;berupa Tikam Jajak, Jelajah Kampus, Kancah Budaya, Seni Budaya, Minang Mahimbau, Wahana Pendidikan, Rampak Nagari dan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Segmen untuk remaja dan anak, pun tidak lupa disuguhkan ke pemirsa dari jenis mereka. Fativi menawarkan &lt;i&gt;reality show &lt;/i&gt;bertajuk Puber dan Kreasi Anak. Sedangkan untuk menambah wawasan keagamaan selain melalui Tabir Islami, keimanan pemirsa akan "disentuh" melalui sajian Penyejuk Jiwa yang menampilkan Ustadz H Indra Jaya SH sebagai &lt;i&gt;host&lt;/i&gt;-nya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semua acara yang akan ditampilkan Fativi ini, ungkap Dirut PT Favorit Mitra Media Televisi, H Yendril BE didampingi Direktur, Ir Muhammad Dien, Pemred, Rinaldi "Nanang" dan sejumlah kru Fativi seperti Heldo Aura, Sylvi Azmi, Fadhly Reza dan Yoserizal Daniel T kepada wartawan, Kamis (10/8) mengungkapkan, berdasarkan &lt;i&gt;survey &lt;/i&gt;siaran percobaan, saat ini Fativi baru bisa disaksikan warga Kota Padang, sebagian daerah Pariaman, Pasaman Barat dan Agam. Namun seiring dengan dipakainya pemancar berkekuatan 1.000 watt, &lt;i&gt;coverage area &lt;/i&gt;(cakupan siaran) Fativi berkemungkinan bisa ditonton sebagian warga yang berada di Padangpanjang, Solok, Pesisir Selatan dan Mentawai.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Ke depan, kita tentu berharap siaran Fativi bisa disaksikan seluruh warga Sumbar dengan membangun beberapa stasiun &lt;i&gt;relay &lt;/i&gt;di sejumlah daerah," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan lebih dahulunya Fativi mengudara permanen dibanding TV lokal sejenis yang kabarnya juga akan bermain di jagad pertelevisian Sumbar, seluruh kru dan pimpinan TV ini ditantang untuk memberikan suguhan &lt;i&gt;rancak &lt;/i&gt;kepada pemirsa. Sehingga motto "&lt;i&gt;Iyo...Rancak!!!&lt;/i&gt;" diusung sebagai spirit untuk memuaskan pemirsanya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jika tantangan ini dapat dipenuhi kru TV berkekuatan lebih 80 orang itu, maka wajar bila nantinya, masyarakat Sumbar terutama para pemirsa akan mengakui bahwa Fativi, &lt;i&gt;iyo...rancak!!! &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(***) &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115526884821306836?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115526884821306836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115526884821306836&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115526884821306836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115526884821306836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/08/fativi-iyorancak.html' title='Fativi, Iyo....Rancak!!!'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115466874575855617</id><published>2006-08-04T12:06:00.000+07:00</published><updated>2006-08-04T12:19:06.890+07:00</updated><title type='text'>Parno Tsunami</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/tsunami.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;Rakyat Indonesia yang berada di sepanjang pesisir pantai,khususnya Sumbar benar-benar lagi Parno alias &lt;i&gt;paranoid&lt;/i&gt;. Psikologi mereka benar-benar &lt;i&gt;down &lt;/i&gt;lantaran terjangkit &lt;i&gt;tsunami phobia &lt;/i&gt;menyusul bertubi-tubinya pemberitaan soal gempa dan kemungkinan tsunami yang dilansir media massa yang bersumber dari analisis ahli, ramalan dukun, maupun laporan peristiwa. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Ketakutan ini bukan tidak beralasan, karena inilah bagian fitrah manusia yang ingin selamat dari marabahaya apapun yang mengancam kelangsungan hidupnya.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Fakta membuktikan, pasca tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, menyusul gempa kuat di Yogya dan tsunami di Selatan Pulau Jawa, siapa pun tidak ingin menjadi korban berikutnya. Walaupun mereka tahu, yang namanya petaka, ketentuan &lt;i&gt;Illahi Rabbi&lt;/i&gt;. Tapi mereka yakin seyakin-yakinnya masih ada kesempatan untuk selamat --minimal korbannya bisa diminimalisir-- bila ada usaha-usaha untuk itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mirisnya, ketakutan ini bukannya terobati. Akhir-akhir ini yang terjadi mereka justru disuguhkan dengan pemberitaan ini-itu tentang rencana pemerintah dengan segala akan dan bakalnya untuk mengantisipasi ini dengan mempersiapkan &lt;i&gt;early warning system&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi kapan? Itu yang menjadi pertanyaan. Bila jawabnya bulan depan, triwulan ke depan, semester ke depan, setahun ke depan dan ke depan lainnya, maka itu hanya sebatas wacana. Bayangkan bila, sedetik, semenit, sejam, sehari, seminggu setelah anda membaca postingan ini, tsunami itu benar-benar terjadi, apa gunanya rencana ini dan itu tadi? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di Sumbar saja, seperti diekspos Gubernur, H Gamawan Fauzi SH MM pada 1 Agustus lalu, sedikitnya 527.962 jiwa di daerah ini terancam jadi korban terjangan tsunami yang diperkirakan mencapai 11 meter lantaran tinggal di daerah pesisir pantai. Rinciannya, warga Kota Padang yang terancam mencapai 355.312 jiwa yang tinggal di zona merah, Painan potensinya mencapai 99.150 jiwa, diikuti Pariaman 21.600 Jiwa dan Air Bangis 51.900 jiwa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lantas apa persiapannya untuk itu? &amp;quot;Pemprov Sumbar telah merancang 5 jembatan menuju Gunung Padang yang kontruksinya tahan gempa sampai 8 &lt;i&gt;skala richter &lt;/i&gt;lebih. Lima jembatan itu dapat dipergunakan untuk melarikan diri seandainya ada ancaman tsunami bagi warga Padang Selatan. Sementara itu, sejumlah proyek pelebaran jalan poros menuju ke By Pass tengah diupayakan. Namun Pemko Padang dan sejumlah daerah tingkat II lainnya kesulitan dalam pembebasan tanah untuk memperlebar jalan. Seperti jalan dari Alai ke By Pass, saat ini belum kunjung dibebaskan meskipun dana untuk pengaspalan dan pelebaran jalan itu sudah ada,&amp;quot; ujar Gamawan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain program itu, Pemprov juga telah menjalin kerjasama dengan pemerintah Prancis untuk membangun sistem peringatan yang terintegrasi dengan sejumlah daerah tingkat II yang berpotensi menjadi korban tsunami. &amp;quot;Dalam waktu dekat akan dibangun transmisi peringatan di Gunung Singgalang. Kegunaannya untuk menerima peringatan dari BMG dan dipantulkan ke posko-posko pengamatan ancaman tsunami di berbagai daerah yang terancam. Bahkan di Kota Padang tengah dibangun 6 sirine peringatan untuk warga yang akan berbunyi sebagai komando untuk penyelamatan diri ke jalur-jalur evakuasi,&amp;quot; paparnya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kembali menjadi pertanyaan, semua itu kapan? Karena fakta bicara, rekor tertinggi gelombang tsunami di Sumbar mencapai tinggi 15 Meter. Tsunami itu terjadi pada tahun 1833 dengan siklus sekali 150 Tahun. Namun demikian, siklus tersebut dapat bergeser semakin cepat atau sedikit melambat. Dari sejarah yang tercatat, tsunami pernah menyerang Sumbar pada tahun 1300-an berlanjut ke 1500-an, 1700-an dan 1833. Menurut siklus, tahun 2000-an menjadi masa potensial tsunami di Sumbar.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gawatnya, info terkini, dari laporan kapal penelitian geologi Perancis &amp;quot;Marion du Fresne&amp;quot; yang mengadakan penelitian sejak 3 minggu lalu, telah ditemukan retakan dari laut Andaman menuju pantai barat Sumatera sepanjang 900 km yang terjadi pasca gempa besar dan tsunami di Aceh akhir 2004 lalu.Retakan itu terus bergerak dari Aceh ke Nias dan terus ke Mentawai hingga Bengkulu dan menyambung ke Selat Sunda dan Pangandaran. Retakan ini terlihat dari foto satelit seperti sabetan golok yang tajam. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nah lho. Kami mau ngapain? Paling hanya menunggu datangnya tsunami yang pasti akan terjadi, tapi entah kapan waktu pastinya. Yang pasti pula, kami di sini hanya bisa berharap pemerintah harus cepat bergerak dan berpacu sebelum kedatangan tsunami. Ingat, kami di sini telah terserang Parno Tsunami!!! &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115466874575855617?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115466874575855617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115466874575855617&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115466874575855617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115466874575855617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/08/parno-tsunami.html' title='Parno Tsunami'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115441091092941112</id><published>2006-08-01T12:35:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T12:41:54.676+07:00</updated><title type='text'>Pemko vs PKL</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/cakak.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;i&gt;INILAH jadinya kalo pembangunan tanpa perencanaan. Selalu saja ada yang harus dikorbankan untuk menutupi kesalahan.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Itu yang terjadi pedagang kaki lima (PKL), khususnya yang berada di Bundaran Air Mancur --sekitar 300 meter dari Balaikota Padang. Mereka digusur dari lokasinya itu dengan alasan yang tak jelas dan dijelas-jelaskan, yang baru terungkap kemudian. Hasilnya, terjadi perlawanan yang berakhir bentrokan.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Peristiwa bentrokan itu sendiri telah terjadi beberapa pekan lalu. Tapi imbas dan gaung perlawanan mereka masih terus terasa hingga kini. Mereka merasa dizhalimi, tanpa ada solusi --yang kalaupun ada masih sebatas kebijakan &lt;i&gt;trial and error &lt;/i&gt;pula. Sekitar 80-an PKL ini, akhirnya harus mengaku kalah dan harus terima kenyataan. Mereka dipindahkan ke lokasi yang tak berapa jauh dari lokasi mereka itu, yaitu Jalan Sandang Pangan yang tepat berada di sisi kanan Balaikota Padang. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sempat menolak berdagang di sana, mereka memilih mendorong gerobaknya ke gedung dewan. Di DPRD Padang, mereka bertahan selama seminggu berharap ada keadilan. Hasilnya, mereka pun diiming-imingi janji oleh walikota bila mau dipindahkan ke ruas jalan paling padat pedagang tersebut. Selain &lt;i&gt;service &lt;/i&gt;memuaskan, seperti menyediakan tenda pengganti payung, aliran listrik, air bersih dan jaminan keamanan, mereka pun dijanjikan uang Rp 750 ribu/pedagang. Iming-iming itu dihiraukan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Merasa pilihan mereka untuk bertahan di gedung dewan tak menghasilkan apa-apa, baru beberapa hari kemudian PKL ini menyatakan kesediaannya untuk dipindahkan ke Jalan Sandang Pangan dan meminta janji Wako itu direalisasikan. Tapi apa daya, janji tinggal janji, karena petinggi kota telah memutuskan takkan memberi, lantaran tenggat waktu yang ditetapkan sudah lewat berhari-hari. Maka PKL harus gigit jari.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini yang menjadi pertanyaan, mengapa ini bisa terjadi? &lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan di awal tulisan, semuanya terjadi karena konsep pembangunan dan pengembangan kota yang tak jelas dan mengabaikan tata ruang kota. Ini bermula dari dialihfungsikannya terminal bus AKAP-AKDP Lintas Andalas di Jalan Pemuda menjadi Plasa Andalas pada 2002 lalu. Terminalnya sendiri dioperasikan di Terminal Regional Bingkuang yang berada 15 km dari pusat kota. Dengan itu, tersingkirlah komunitas PKL di Lintas Andalas tersebut. Mereka tersebar ke mana-mana.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Belum puas dengan satu pusat perbelanjaan mewah ini, Pemko kembali mengizinkan dibangunnya pusat perbelanjaan baru. Hasilnya, terminal angkutan kota Goan Hoat dilikuidasi. Jadilah Kota Padang sebagai kota tanpa terminal, kecuali terminal bayangan. PKL yang ada di situ pun terberai-berai mencari lokasi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di mana ada keramaian, di situ PKL berdiri. Eksistensi mereka pun menjadi-jadi, karena dianggap resmi --yang ditandai dengan adanya Pungli dari oknum pemerintahan--, PKL ini semakin berani memanfaatkan badan jalan. Terjadilah kemacetan, karena ulah supir Angkot yang &lt;i&gt;ngetem &lt;/i&gt;sembarangan --lantaran tak lagi punya terminal-- dan PKL yang semakin menjamur di lokasi Bundaran Air Mancur yang telah berubah menjadi Terminal Regional Bayangan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oleh Pemko, kesemrawutan itu coba dihilangkan, mengingat Kota Padang akan dikunjungi berbagai kalangan karena banyak &lt;i&gt;event &lt;/i&gt;yang diadakan. Mulai dari Dragon Boat, HUT KNPI, Padang Fair &amp;amp; Unand Expo, HUT Kota Padang ke-337, HUT RI dan &lt;i&gt;hat-hit-hut &lt;/i&gt;lainnya. Terlebih lagi dengan &lt;br /&gt;adanya penilaian Wahana Tata Nugraha yang memperlombakan tetek bengek transportasi dan berlalulintas. Maka itu, dibabat habislah PKL tadi, yang menyisakan masalah hingga hari ini... Siapa yang salah? &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115441091092941112?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115441091092941112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115441091092941112&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115441091092941112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115441091092941112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/08/pemko-vs-pkl.html' title='Pemko vs PKL'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115371181641658161</id><published>2006-07-24T10:23:00.000+07:00</published><updated>2006-07-24T10:30:16.966+07:00</updated><title type='text'>R e i n k a r n a s i</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/born.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;JIKA saja hidup ini memang ada reinkarnasi, saya ingin betul untuk terlahir kembali. &lt;i&gt;Lha&lt;/i&gt;, kenapa? Saya ingin unjuk gigi (dalam artian sebenarnya; cengengesan) dan unjuk prestasi, tanpa harus susah-susah seperti yang telah saya jalani selama ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Keinginan reinkarnasi itu terbersit di pikiran saya setelah menyimak kasus ujian nasional (UN) dan penyelenggaraan ujian Paket C bagi yang tak lulus UN. Dengan terlahir kembali, saya ingin menjajal kemampuan otak saya dalam belajar Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dengan mengabaikan seluruh pelajaran lainnya seperti Fisika, Geografi, Biologi, Agama, Sejarah dan sebagainya. Karena memang hanya 3 mata pelajaran itu, yang menentukan nasib saya lulus atau tidak sebagai siswa SMA.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kenapa harus susah-susah belajar mata pelajaran lain, kalau &lt;i&gt;toh &lt;/i&gt;akhirnya ketika UN, pelajaran itu tidak diujikan. Lebih baik, fokus pada 3 mata pelajaran yang diistimewakan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) itu, sehingga nilai UN saya bisa 10 semua dan jadi siswa terbaik se-Indonesia,&amp;quot; begitu yang terpikir di dalam kepala saya yang mulai botak ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pun bila ketika saya dilahirkan kembali melalui reinkarnasi, ternyata &lt;i&gt;gen &lt;/i&gt;malas dan badung saya lebih mendominasi ketimbang menjadi siswa berprestasi, saya juga tak perlu khawatir. Semalas-malasnya saya dan tak lulus UN nantinya, masih ada senjata pamungkas melalui ujian Paket C untuk menyelamatkan muka agar dapat mengenyam bangku kuliah atau pun sekedar punya ijazah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya tidak akan malu ikut ujian Paket C, karena dengan begitu saya dianggap setara dengan politikus atau pun PNS yang tak pernah punya ijazah SMA, kecuali ijazah Paket C! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan saya tentu tidak akan rugi ikut ujian Paket C, karena biayanya --katanya konon-- digratiskan oleh pemerintah. Hmm.., enaknya. Tak perlu bayar uang sekolah dari kelas I sampai III, karena saya sudah keburu memutuskan berhenti sekolah dengan pertimbangan bisa ikut ujian Paket C di kemudian hari seperti halnya politikus atau pun PNS yang ingin menaikkan pangkat dan gaji dengan mempertinggi status pendidikan melalui ujian Paket C itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Itulah buah pikir yang bersemayam di benak kepala saya yang sudah penuh dengan berbagai pikiran dan ingatan yang sebenarnya lebih penting, ketimbang memikirkan keinginan reinkarnasi lantaran sistem pendidikan kita saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Reinkarnasi itu takkan pernah menjadi pemikiran saya, bila saja pemerintah dalam hal ini Depdiknas berpijak dan berpedoman kepada UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Terutama dalam hal pelaksanaan UN yang secara tersirat dan tersurat menyebutkan di Pasal 58 Ayat 1 bahwa &lt;i&gt; evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik&lt;/i&gt;. Bukan Depdiknas dengan badan standar pendidikan nasionalnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalaupun Depdiknas --yang tiap berganti menteri selalu berganti kurikulum dan kebijakan-- ingin tetap melaksanakan ujian nasional, mungkin sebaiknya mengakomodir kembali &amp;quot;potensi&amp;quot; dan kemampuan para siswa di bidang lain. Jangan hanya mengistimewakan Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Saya, misalnya, lebih jago dan menyukai Geografi serta Sosiologi, masak dianggap tidak penting-penting amat dan tak perlu diuji. Padahal kalo diuji, saya yakin dapat nilai tinggi dan bisa lulus serta melangkah ke perguruan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk yang satu ini, saya tak ingin reinkarnasi, karena di era saya dulu ada EBTA/EBTANAS yang mengakui potensi dan kemampuan lain anak baru gede berseragam abu-abu itu. Kalau sekarang, masak yang lulus atau tak lulus ditentukan oleh UN yang hanya menyediakan 3 X 2 jam dan mengabaikan proses pembelajaran di dalam kelas selama 3 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini, sistem UN yang terbukti &lt;i&gt;error &lt;/i&gt;dan mengakibatkan 3.660 siswa se-Sumbar dari 53.134 peserta yang mengikuti UN dan ribuan lainnya se-Indonesia tak lulus sekolah, menjadi senjata untuk melabrak tataran ranah pendidikan lainnya, yaitu Paket C untuk mengatasi gejolak. Pasalnya Paket C adalah pendidikan kesetaraan bagi seseorang yang tidak pernah menamatkan atau bahkan tak pernah mengenyam bangku SMA. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau sudah begini dan akan terus begini, mending saya tak usah reinkarnasi...Nah, bingungkan? &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115371181641658161?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115371181641658161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115371181641658161&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115371181641658161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115371181641658161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/07/r-e-i-n-k-r-n-s-i.html' title='R e i n k a r n a s i'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115315056104542492</id><published>2006-07-17T22:28:00.000+07:00</published><updated>2006-07-17T22:45:13.506+07:00</updated><title type='text'>tsunami pangandaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1105/2242/1600/tsun.0.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1105/2242/320/tsun.0.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;alam kembali murka&lt;br&gt;hempaskan semua asa&lt;br&gt;tinggalkan ratap tangis anak bangsa&lt;br&gt;&lt;br&gt;luka lalu belum lagi terobati&lt;br&gt;hari ini kami dipaksa menangis lagi&lt;br&gt;atas kehendak Illahi&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115315056104542492?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115315056104542492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115315056104542492&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115315056104542492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115315056104542492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/07/tsunami-pangandaran.html' title='tsunami pangandaran'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115262629409474781</id><published>2006-07-11T20:47:00.000+07:00</published><updated>2006-07-11T21:13:08.946+07:00</updated><title type='text'>Kalo Bisa Mempeloroti, Ngapa Gak Dilakuin?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/public.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;INGAT iklan produk rokok yang berbunyi &amp;quot;&lt;i&gt;kalo gampang, ngapain dibikin susah&lt;/i&gt;&amp;quot;? Itulah gambaran sebenarnya tentang pelayanan publik di negeri kita ini. Di sini, pemberi pelayanan lebih cenderung berparadigma &amp;quot;&lt;i&gt;kalo bisa mlorotin, ngapa gak dilakuin&lt;/i&gt;?&amp;quot; --walau pun tidak semuanya seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Kebiasaan mempeloroti tersebut, bukan lagi rahasia umum. Saya sendiri mengalami hal serupa ini beberapa minggu lalu. Itu terjadi saat harus memperpanjang STNK sepeda motor saya ke Samsat Sumbar.&lt;/P&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan membawa uang sedikit lebih --buat jaga-jaga kalo kurang--, saya langsung datangi petugas pelayanannya. Sengaja itu saya lakukan, guna menghindari jasa layanan calo yang biasanya udah mengincar &amp;quot;mangsanya&amp;quot; begitu memasuki halaman Kantor Dispenda Sumbar yang berada di bilangan Jalan Khatib Sulaiman.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan &lt;i&gt;style &lt;/i&gt;pede, saya serahkan STNK lama yang akan kadaluarsa. Tanpa banyak cincong, petugas lantas mengoret-ngoret sejumlah angka di kertas buram. Hasilnya, muncul angka Rp 175.000 untuk sepeda motor 4 tak 110 cc milik saya. Kaget juga melihat hasil kalkulasi yang entah darimana hitung-hitungannya itu. Kaget bukan karena tidak sanggup bayar, tapi terkejut lantaran angkanya jauh lebih tinggi dari yang tertera di STNK lama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahu itu, saya coba bernegosiasi. &amp;quot;Kok mahal betul pak?&amp;quot; tanya saya pura-pura bego. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Memang segitu,&amp;quot; jawabnya bodoh. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Gak bisa kurang lagi?&amp;quot;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ya gak bisa, karena saya harus menaikkannya ke atas segitu. Lagian saudara kan tidak bawa BPKB sebagai salah satu persyaratan untuk mengurus perpanjangan STNK&amp;quot; tegasnya dengan bahasa yang sedikit lunak. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya, saya mau saja menjemput BPKB yang ketinggalan di rumah. Tapi mengingat jarak yang akan saya tempuh cukup jauh, akhirnya saya harus mengalah. Terlebih lagi waktu sudah mepet bener, karena masa berlaku STNK saya habis hari itu juga. Kalo terlambat bayar sehari, kudu bayar denda sekian-sekian rupiah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Duit Rp 170.000 --kurang Rp 5.000 dari yang diminta petugas--, saya keluarkan dari dompet dan menyerahkannya ke yang bersangkutan. Kendati kurang, tetap saja diterimanya. Sembari memberikan kwitansi, dia ngasih tahu STNK bisa diambil sore harinya. Namun lantaran sedang banyak tugas, saya menjanjikan akan mengambilnya keesokan harinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Besoknya, STNK baru itu saya terima dari yang bersangkutan. Lembaran pertama yang saya lihat lebih dulu adalah rincian pembayarannya. Ternyata yang tertera hanya Rp 128.500 dengan perincian Rp 106.500 buat PKB dan Rp 22.000 untuk SWDKLLJ. &lt;i&gt;Lha &lt;/i&gt;sisa Rp 170.000 yang telah saya bayar, sekitar Rp 41.500 dikemanain?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Begitulah, saya memilih untuk mengikhlaskannya saja. Hitung-hitung sedekah, semoga berkah buat jajan anak istrinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Fenomena yang saya alami, pastilah dialami semua orang yang berhadapan dengan pelayanan publik. Kecenderungannya, pemberi pelayanan berprinsip pada motto &amp;quot;&lt;i&gt;kalo bisa mlorotin, ngapa gak dilakuin?&lt;/i&gt;&amp;quot;. Sedangkan yang diberi pelayanan cuma pengen urusannya gampang dan cepat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi, tahukah kita, kalo yang terjadi itu bagian dari korupsi? Kendati angkanya tak seberapa, tapi kalo korbannya ratusan, ribuan atau jutaan, seberapa kaya para pelakunya dibanding koruptor lainnya? Kejadian ini akan terus berlanjut, mengingat hingga kini memang belum ada niat dari Kantor Samsat untuk menerakan dengan jelas angka-angka yang harus dibayarkan warga yang ingin mengurus administrasi kendaraannya. Dan sekali lagi, kita harus menerima kenyataan bahwa negeri kita memang seperti ini!!! (***)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115262629409474781?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115262629409474781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115262629409474781&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115262629409474781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115262629409474781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/07/kalo-bisa-mempeloroti-ngapa-gak.html' title='Kalo Bisa Mempeloroti, Ngapa Gak Dilakuin?'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115207149764065210</id><published>2006-07-05T10:41:00.000+07:00</published><updated>2006-07-05T10:51:37.993+07:00</updated><title type='text'>Dokter juga Manusia?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/rs.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;SEBAGAI rumah sakit pemerintah, pelayanan RS Dr M Djamil Padang terus menjadi sorotan. Yang mengemuka tentu saja bentuk ketidakpuasan dari pasien maupun keluarganya atas pelayanan medis yang mereka terima. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Hal serupa juga saya alami seminggu yang lalu. Ketika memeriksakan perih yang menyerang dada kiri saya di Poliklinik Rawat Jalan rumah sakit terbesar Sumatera bagian tengah (Sumbagteng) itu. Sebagai penderita yang tersiksa perihnya sakit yang saya rasakan --dan begitu juga pasien lainnya-- wajar bila menginginkan pemeriksaan yang cepat dan tepat. Tapi apa yang terjadi?&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sedari pukul 07.45 WIB, saya sudah &lt;i&gt;ngantri &lt;/i&gt;mengurus administrasi untuk diperiksa di bagian penyakit dalam. Hanya 10 menit rampung, lalu disuruh menunggu di depan ruangan pemeriksaan penyakit dalam. Waktu terus berjalan, pasien lain terus berdatangan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hingga pukul 10.00 WIB, dokter yang sedianya bertugas menangani keluhan pasiennya, belum juga menampakkan batang hidungnya. Saya gelisah, pasien lain resah, menunggu dalam ketidakpastian dengan menanggung perih sakit masing-masing. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Baru sekitar 30 menit kemudian, beberapa dokter muda berdatangan. Satu persatu pasien dipanggil, diperiksa lalu diberi resep untuk ditebus di apotik terdekat. Pun demikian dengan saya, ditanyakan keluhan yang terasa, diperiksa, lalu disimpulkanlah penyakit yang saya derita, dituliskan resepnya, selesai. Simpel memang. Tapi di balik itu apa? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Betapa lamanya waktu terbuang percuma hanya menunggu dokter tiba! Bayangan, setiap harinya sedari pagi sudah banyak pasien &lt;i&gt;ngantri &lt;/i&gt;untuk mengurus administrasi lalu menunggu di ruang medis yang dituju. Tapi yang didapat adalah proses menunggu dan menunggu. Padahal yang namanya menunggu, adalah pekerjaan yang membosankan. Terlebih menunggu dalam perih yang tak terkirakan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yang menjadi pertanyaan, jika jam pelayanan medis ditetapkan pagi hari, kenapa sang dokter justru datang di siang hari. Inilah pertanyaan besar yang sampai saat ini belum didapat jawabannya. Idealnya, dokter telah ada sebelum pasien datang. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kondisi ini jelas mengukuhkan pendapat umum, bahwa dokter itu makhluk istimewa dan sibuknya luar biasa. Pasien harus rela menunggu mereka, yang di saat bersamaan entah apa yang dilakukannya. Bisa jadi sibuk dengan urusan pribadi, atau memang menolong pasien lain di tempat tugasnya yang lain. Entahlah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi, di situlah naifnya. Dokter-dokter masih diberi kesempatan dan kebebasan untuk &lt;i&gt;nyambi &lt;/i&gt;di tempat lain. Umumnya ini terjadi pada dokter RS pemerintah. Mereka bekerja pula di RS swasta. Walhasil pasiennya di RS pemerintah menjadi merana, karena &amp;quot;dokter juga manusia&amp;quot; yang mengejar &lt;i&gt;pitih masuak &lt;/i&gt;(pendapatan lebih besar-red) untuk membiayai diri dan keluarganya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di sinilah letak masalahnya. Harus ada komitmen dari organisasi kedokteran semacam IDI ataupun pemerintah untuk bikin regulasi baru seputar profesi dokter ini. --Termasuk soal praktek dokter yang katanya, &amp;quot;minggu dan hari besar libur&amp;quot; itu. (Emangnya yang namanya sakit bisa libur juga ya?)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena korban telah berjatuhan dari hajat &lt;i&gt;nyambi-menyambi&lt;/i&gt;ini. Di RS Dr M Djamil sendiri pernah terjadi, demi operasi pasiennya di RS swasta, dokter tega mengundur penanganan medis bagi pasiennya di RS M Djamil.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Itu baru sepenggal contoh. Namun patut menjadi pelajaran. Karena seperti apa yang telah saya alami seminggu lalu itu, saya pribadi punya rencana nggak mau lagi berobat di poliklinik RS tersebut. Mending ke RS swasta --yang &lt;i&gt;notabene &lt;/i&gt;dokternya juga dokter RS Dr M Djamil--, kendati harus bayar lebih mahal (dan tidak ditanggung Jamsostek), tapi mendapat pelayanan cepat dan tepat. Bukan tak mungkin, yang punya duit lebih, beralih berobat ke Singapura atau Malaysia yang pelayanan medisnya oke punya. &lt;b&gt;(***)&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115207149764065210?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115207149764065210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115207149764065210&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115207149764065210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115207149764065210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/07/dokter-juga-manusia.html' title='Dokter juga Manusia?'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115139316626926641</id><published>2006-06-27T14:19:00.000+07:00</published><updated>2006-06-27T14:26:06.583+07:00</updated><title type='text'>Wakil Rakyat (Masih) Suka Pecicilan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/dprd.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;i&gt;KENDATI reformasi sudah berhembus, bukan berarti anginnya mampu mencerabut akar kemungkaran masa lalu. Reformasi tinggal reformasi, dikhianati pelaku reformasi itu sendiri.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Salah satu bukti yang terus berlangsung hingga kini adalah budaya lama wakil rakyat yang hobi jalan-jalan tak jelas juntrungan. Berkedok kunjungan kerja, menggali informasi di daerah tujuan, mereka mengeruk uang rakyat untuk memuaskan nafsu pecicilan. Itu terjadi di mana-mana. Baik di level pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Demikian pula dengan DPRD Padang. Untuk kesekian kalinya --yang tak terhitung lagi jumlahnya-- mereka bertolak menuju Kota Surabaya, Makassar dan Pontianak. Dalihnya, ingin menggali informasi sekaitan dengan pembahasan LKPj walikota Padang 2005 dan nota perhitungan APBD 2005. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hitung-hitung masih bersempena dengan masa istirahat sidang (reses-red), mereka --terbagi atas 3 kelompok-- meninggalkan Kota Padang menuju daerah tujuan masing-masing. Agar tak muncul kontroversi atas proyek jalan-jalan ini, seminggu sebelum keberangkatan, mereka &amp;quot;menghibur&amp;quot; para konstituennya dengan melakukan kunjungan kerja (Kunker) di daerah pemilihannya masing-masing. Setelah itu, barulah mereka memuaskan nafsu pecicilannya ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kepergian mereka, menyisakan pertanyaan yang menggelayut di pikiran orang yang mengerti persoalan. Bahkan mendapat tentangan pula dari kolega mereka sesama anggota dewan. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) yang merupakan fraksi terbesar dengan jumlah personil 11 orang dari 45 anggota dewan yang ada, memilih tidak turut serta dengan alasan tidak jelasnya subtansi perjalanan masa reses kali ini. Sebuah sikap yang patut diacungi jempol. Karena dengan tidak turutnya mereka, maka keuangan daerah bisa dihemat hampir ratusan juta lebih.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yang juga menjadi pertanyaan, apa sih yang mereka cari di Pontianak, Makassar dan Surabaya? Terlebih lagi untuk dua terakhir itu, mereka sudah berkali-kali menyambanginya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pengalaman membuktikan, yang namanya Kunker hanyalah formalitas belaka. Acara intinya, paling makan waktu 3 jam, bertemu dengan Pemkab/Pemko setempat. Justru acara tidak resminya yang makan waktu cukup lama, yaitu pecicilan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Fenomena yang terjadi di Kota Padang, setiap ada pembahasan Ranperda atau pun pembentukan Pansus, dipastikan bakal ada acara yang namanya Kunker atau studi banding ini. Ternyata memang di sinilah enaknya jadi anggota dewan. Karena itu wajar orang berlomba-lomba ingin jadi wakil rakyat karena bisa jalan kemana-mana. Kantong pun tebalnya dibuatnya... &lt;b&gt;(***)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115139316626926641?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115139316626926641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115139316626926641&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115139316626926641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115139316626926641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/wakil-rakyat-masih-suka-pecicilan.html' title='Wakil Rakyat (Masih) Suka Pecicilan'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115132056787139322</id><published>2006-06-26T18:15:00.000+07:00</published><updated>2006-06-26T18:16:08.320+07:00</updated><title type='text'>P E R I H</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/fly.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;kuingin kepakkan sayap&lt;br&gt;&lt;br /&gt;terbang tinggi&lt;br&gt;&lt;br /&gt;tinggalkan mimpi&lt;br&gt;&lt;br /&gt;sendiri menikmati sepi&lt;br&gt;&lt;br /&gt;di dunia yang &lt;br&gt;&lt;br /&gt;kuciptakan sendiri&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115132056787139322?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115132056787139322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115132056787139322&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115132056787139322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115132056787139322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/p-e-r-i-h.html' title='P E R I H'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115086800654272837</id><published>2006-06-21T12:22:00.000+07:00</published><updated>2006-06-21T12:37:09.926+07:00</updated><title type='text'>Hidup, Kujalani dan Kuberi Arti...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/ingin.gif" align= "left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;LELAKI muda itu menatap nanar. Matanya tak lepas dari layar komputer. Pikirannya tidak fokus ke sana, benaknya melayang entah kemana. Memori masa lalunya, kembali diretas penggal demi penggal guna mengingat sesuatu. Sebentar berkelebat ke masa kanaknya, terus berpindah ke masa remajanya dan beralih ke hidup yang kini dijalaninya. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Dia asyik bermain dengan pikirannya, hingga selang beberapa waktu, ada ingat mengingatinya untuk segera menuliskan apa yang barusan lewat diingatannya. Ya, sebuah keinginan atau tepatnya mimpi yang ingin diwujudkannya di sisa hidup yang entah kapan akan berakhir. Usianya memang masih muda, tapi itu bukan patokan bahwa hidupnya akan berlangsung lama. Dia yakin seyakin-yakinnya, usia adalah misteri yang menjadi bagian dari hidup itu sendiri. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tangannya mulai memainkan tuts-tuts huruf yang tertera di &lt;i&gt;keyboard &lt;/i&gt;komputer kantornya, tempat dimana hari demi harinya habis untuk mewujudkan mimpi dengan menjadi bagian dari sebuah sistem yang memposisikan dirinya sebagai milik &amp;quot;orang lain&amp;quot;. Bekerja dalam alur yang telah ditentukan, terkadang dengan berbagai tekanan yang kadang dianggapnya angin lalu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ini bukan kehendaknya. Karena dia punya ingin yang lebih dari sekedar menjadi milik &amp;quot;orang lain&amp;quot;. Menjadi orang besar yang punya keinginan memiliki &amp;quot;orang lain&amp;quot;. Itulah mimpi yang pernah terpatri dibenaknya, saat guru SD-nya bertanya tentang cita-citanya bila kelak menjadi dewasa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keinginannya menjadi pemilik &amp;quot;orang lain&amp;quot; yang dicetuskannya ketika masih kanak itu, urung dituliskannya pada &lt;i&gt;notepad &lt;/i&gt;yang tampil di layar monitor komputer. Dua alinea yang telah ditulisnya tentang mimpi itu, hilang sekejap setelah tuts &lt;i&gt;delete &lt;/i&gt;menyudahi rangkaian kata berisi ingin tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dia kembali tercenung. Sadar mengingatinya, alinea yang baru saja dihapusnya memang tak pantas dipertahankan, karena itu akan menjadi bahan tertawaan orang yang membaca tulisannya. Pikirannya buntu. Sebatang rokok dibakarnya, untuk menyulut kembali ingat yang belum teringat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sudah 3 batang rokok habis diisapnya. Apa yang mau dituliskan belum juga nyata. Dengan membaca &lt;i&gt;bismillah&lt;/i&gt;, dia menguatkan ingat untuk segera menyelesaikan tulisannya itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Puluhan tahun telah dilalui, keinginan masa kanak tak mungkin diwujudkan. Dia mencoba mengingat realita. Apa yang harus digapainya kini. Kelewat muluk-muluk, akan percuma. Karena hidup terus berjalan, tuntutan kebutuhan hidup semakin tinggi. Tanggung jawab yang diembannya sebagai suami yang harus menafkahi istri dengan seorang anak yang masih mungil, kini berada di pundaknya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Apa yang harus kuperbuat untuk mereka,&amp;quot; tanya itulah yang menginspirasinya kembali menuliskan keinginan hidupnya kini hingga saatnya nanti.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Aku harus bisa menghidupi mereka dengan nafkah yang halal. Membuat istriku bahagia, membikin masa depan anakku lebih cerah. Setidaknya dia harus lebih baik dari ayah dan bundanya. Harus punya keinginan hidup atau cita-cita yang jauh lebih tinggi dari ayahnya yang kini terkungkung sebagai milik &amp;quot;orang lain&amp;quot;. Ya.., aku ingin begitu saja di sisa hidupku yang tak seberapa,&amp;quot; gumamnya sembari terus mengetik huruf demi huruf di komputernya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dia mulai berjanji pada dirinya, untuk segera memulai hidup baru. Hidup dengan semangat untuk &lt;i&gt;be the best &lt;/i&gt;bagi dirinya, istri tercinta dan anak tersayang. Tak perlu hidup muluk-muluk, cukup dengan &amp;quot;&lt;i&gt;jalani dan beri dia arti&lt;/i&gt;...&amp;quot; Sebuah filosofi yang tak ada duanya di dunia ini. &lt;b&gt;&lt;br /&gt;(***)&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;* &lt;i&gt;tulisan di atas, adalah kenyataan dan harapan yang kutuangkan sekaitan dengan writing contest-nya HIKING. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115086800654272837?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115086800654272837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115086800654272837&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115086800654272837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115086800654272837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/hidup-kujalani-dan-kuberi-arti.html' title='Hidup, Kujalani dan Kuberi Arti...'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115069786420845359</id><published>2006-06-19T13:10:00.000+07:00</published><updated>2006-06-19T13:32:08.453+07:00</updated><title type='text'>Jangan Kelewat Bangga Dapat Adipura</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/adipura-1.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;SEBANYAK 45 kota dari 381 kota di seluruh Tanah Air, dinyatakan Kementerian Lingkungan Hidup layak mendapat Piala Adipura. Dengan begitu, hanya ada 12% dari ratusan kota yang dianggap serius &lt;i&gt;ngurusin &lt;/i&gt;kebersihan dan keteduhan kotanya. Lebihnya, &lt;i&gt;wallahu alam&lt;/i&gt;. Khusus Sumatera Barat, hanya 3 kota mendapatkannya, yaitu Kota Padang untuk kategori kota besar terbersih, Kota Payakumbuh (kota sedang) dan Kota Padang Panjang (kota kecil).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kendati begitu, jangan bangga dulu dapat Adipura.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai salah seorang tim penilai Adipura, yang turun langsung menilai kebersihan dan keteduhan beberapa kota peserta lomba ini, saya melihat masih banyak kekurangan di sana-di sini dalam pelaksanaan penilaian. Walau harus diakui, lomba Adipura saat ini adalah perbaikan dari lomba &lt;br /&gt;sebelumnya. Tapi tetap saja ada kekurangan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Salah satu yang paling krusial adalah, proses sebelum penilaian dilakukan. Sebelum tim diturunkan, Pemko dan Pemkab setempat telah terlebih dahulu mendapat &amp;quot;bocoran&amp;quot; kapan tim penilai akan turun ke kotanya. Sehingga mereka langsung berbenah; yang kotor disulap menjadi &lt;i&gt;kinclong&lt;/i&gt;, yang buruk dipermak menjadi cantik. Dari tiada, dijadikan ada. Segala cara, daya dan upaya dilakukan demi mendapatkan trofi Adipura yang diserahkan &lt;a href="http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2006/06/12/643.html"&gt;presiden RI&lt;/a&gt; itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadilah lokasi pemantauan ini bersih temporer, bukan permanen. Bahkan ada sebuah kota, yang bela-belain menambah fasilitas kontainer sampah di sebuah perumahan hanya demi mendapatkan nilai yang tinggi. Walau untuk itu, mereka harus membayar sewa lokasi buat penempatan kontainer tersebut ke si pemilik tanah. Padahal di keseharian, tidak pernah ada penempatan TPS di lokasi perumahan ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kekurangan kedua adalah, lokasi pantau yang akan dinilai tim penilai ditentukan oleh Pemko/Pemkab setempat. Kalaupun ada yang ditentukan Kementerian LH, itu hanya melengkapi jumlah titik pantau yang masih kurang. Dengan begitu, tim menilai lokasi yang telah dipermak sedemikian rupa menjadi indah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pemantauan dilakukan pada objek lokasi yang telah ditentukan, meliputi perumahan (perumahan menengah dan sederhana, serta --kalau ada-- perumahan pasang surut), sarana kota (jalan arteri dan kolektor, pasar, &lt;br /&gt;pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit, Puskesmas, taman kota, hutan kota), &lt;br /&gt;sarana transportasi (terminal bus/Angkot, pelabuhan sungai dan terminal penumpang, stasiun kereta api), sarana kebersihan (TPA dan komposting), perairan terbuka (sungai/saluran terbuka/danau/situ) dan pantai wisata. Semua objek lokasi itu, berbeda-beda jumlah titik pantaunya pada masing-masing kota, tergantung pada kategori kota, peserta baru dan lama, serta pernah tidaknya mendapat Adipura.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oleh pemerintah kota yang serius, seluruh lokasi itu disulap habis-habisan --terlebih lagi menjelang turunnya tim penilai. Tak ada lagi sampah, tak ditemukan lagi rumput liar, tak tercium lagi bau, peneduh ditutupi dengan penghijauan, hanya demi mendapat nilai setinggi-tingginya. Karena itu wajar bila warga kota itu sendiri bertanya-tanya ketika kotanya mendapat Adipura. Kok bisa ya..., padahal banyak sampah di lokasi itu, di tempat ini, di sana, di sini, dan sebagainya. Dan kecenderungannya, yang bersih itu pusat kota, bukan pinggiran kota, karena lantaran lokasi yang dipantau memang terpusat di sana. Sampai-sampai warga yang skeptis dan apatis, menyebutkan Adipura ini sebagai Adipura-pura. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kekurangan lain yang patut disebut adalah parameter penilaian &lt;br /&gt;itu sendiri, yang memang membingungkan tim penilai. Misalnya, pohon peneduh lebih dihargai tinggi ketimbang penghijauan berupa penanaman bunga atau kembang. Padahal, tidak semua orang suka menanam pohon, dan memilih memelihara bunga. Belum lagi soal hutan kota yang kategori lokasinya diterjemahkan berbeda oleh tim penilai. Contohnya, di kota A sebuah lokasi dianggap hutan kota, sedangkan di kota B malah menjadi taman kota.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kedisiplinan dan kepahaman tim penilai terhadap objek yang dinilainya, juga memengaruhi nilai yang diberikan. Bahkan standar nilai --baik tertinggi maupun terendah-- yang diberikan masing-masing tim, tidak punya keseragaman. Bisa jadi Tim A memberi nilai tertinggi 100, sedangkan Tim B memberi nilai 95, Tim C bersepakat point tertinggi 90 di setiap kota yang &lt;br /&gt;dipantaunya. Hasilnya, beruntunglah kota yang dipantau oleh Tim A.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Masih banyak sebenarnya kekurangan dalam penilaian Adipura ini. Dan kekurangan-kekurangan itu terus dievaluasi dan direkomendasikan oleh tim penilai yang terdiri dari unsur KLH, Bapedalda, pers, LSM dan akademisi untuk diperbaiki. Yang paling mendesak adalah tidak lagi memberitahukan kepada Pemkab/Pemko, soal kapan tim akan turun menilai ke kotanya. Dan titik pantau yang akan dinilai, ditetapkan oleh KLH yang dipilih secara acak, bukan lagi lokasi yang diajukan Pemko/Pemkab setempat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan dilakukannya perbaikan secara terus menerus terhadap sistem penilaian ini, &lt;i&gt;Insya Allah &lt;/i&gt;tujuan Adipura mendorong pemerintah daerah (kabupaten/kota) untuk mewujudkan kota bersih dan teduh (&lt;i&gt;clean and green city&lt;/i&gt;) dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup &lt;br /&gt;yang baik, dapat diwujudkan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di tingkat Pemkab/Pemko, harus terus menjadikan kebersihan sebagai kesadaran kolektif. Sehingga tidak lagi ada perasaan bahwa Adipura hanya merupakan kebanggaan pemerintahan setempat dan menjadi incaran demi prestise keberhasilan kepemimpinan walikota atau bupati semata.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekali lagi.., selamat atas kota yang telah mendapat Adipura dengan segala cara, daya dan upaya. Semoga spirit Adipura bukan hanya ada di dada pemerintahannya, tapi harus menjadi bagian di diri masyarakatnya. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115069786420845359?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115069786420845359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115069786420845359&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115069786420845359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115069786420845359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/jangan-kelewat-bangga-dapat-adipura.html' title='Jangan Kelewat Bangga Dapat Adipura'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115043311909997591</id><published>2006-06-16T11:19:00.000+07:00</published><updated>2006-06-17T08:31:48.136+07:00</updated><title type='text'>A Nan Takana</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/Untitled-1.jpg" align= "left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;TANPA saya duga, tembakkan postingan berantai 4 Things yang kini memenuhi berbagai blog, ditembakkan juga ke saya. Yang bikin kaget, sebelumnya &amp;quot;pekerjaan rumah&amp;quot; 4 Things ini telah saya bikin di &lt;a href="http://valdisya-azzahra.blogspot.com"&gt;my baby blog&lt;/a&gt; atas &amp;quot;timpukan&amp;quot; &lt;a href="http://catatan-bunda.blogspot.com/"&gt;Nunieq&lt;/a&gt;, yang saya lemparkan kembali rekan blogger lainnya, seperti &lt;a href="http://etnahannie.blogspot.com/"&gt; Etna&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://rasanyarasa.blogspot.com/"&gt;Dayu&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ciplok.blogspot.com/"&gt;Ciplok&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://nabilla-ra.blogspot.com/"&gt;Ayah Nabilla&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Busyetnya, &lt;a href="http://etnahannie.blogspot.com/"&gt;si dodol &lt;/a&gt; yang merampungkan tugas berantai itu, balik menembakkan ke saya. Katanya, harus diposting juga di blog saya ini. Karena apa yang telah ada di &lt;a href="http://valdisya-azzahra.blogspot.com"&gt;blog Valdisya&lt;/a&gt;, diatasnamakan bundanya, bukan sang ayah yang &lt;i&gt;notabene &lt;/i&gt;adalah admin dari blog si cantik itu. Ya udah, saya harus memenuhi kewajiban dunia blogger ini. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yang jadi masalah, dari point-point yang mau diisi --yang entah secara kebetulan ada nuansa Kato Nan Ampek dalam adat Minang-- dengan 4 item per point-nya seperti 4 kerjaan yang pernah dilakukan, 4 film yang tak bosan-bosannya ditonton, 4 lokasi yang pernah didiami dan sebagainya, terang saja membuat saya harus memutar kembali ingatan yang tersisa tentang item-item yang harus diisi itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, dengan meminjam judul buku &amp;quot;A Nan Takana, Memoar Seorang Wartawan Penulis&amp;quot; karya H Marthias Dusky Pandoe, saya isikan item-item itu didasarkan pada apa yang saya ingat (A Nan Takana).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;* 4 Pekerjaan Nan Takana&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Wartawan freelance di Sumbar Mandiri, Padang --&amp;gt; Maret-Des 2001&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Wartawan Riau Mandiri, Pekanbaru --&amp;gt; April-Juli 2002&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Wartawan Posmetro Padang --&amp;gt; Agustus 2002-Juli 2005&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Redaktur Posmetro Padang --&amp;gt; Juli 2005-sekarang.&lt;br&gt;&lt;b&gt;* 4 Film Nan Takana ditonton berulang-ulang&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Titanic &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;yang disutradarai James Cameron --&amp;gt; mengangkat kisah tragedi maritim terbesar yang pernah terjadi dengan konsentrasi jalan cerita terletak pada konflik para penumpang. Haru biru kisah percintaan Rose De Witt Bukater (Kate Winslet) dengan Jake Dawson (Leonardo DiCaprio) yang berujung tragis dengan tenggelamnya kapal Titanic. &lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Vertical Limit &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;yang disutradarai Martin Campbell --&amp;gt; menampilkan adegan seru sebuah pendakian Gunung Himalaya, yang menewaskan ayah dari Peter Garret (Christ O'Donnell) yaitu Stuart Wilson (Scott Glenn). Tidak cuma sampai di situ, 3 tahun kemudian adiknya, yang diperankan &lt;br&gt;Robin Tunney terjebak dalam pendakian serupa yang mengharuskan Peter Garret harus menghilangkan traumanya untuk menyelamatkan adiknya.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Finding Nemo &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;yang disutradarai Andrew Stanton --&amp;gt; berkisah tentang hubungan bapak-anak dari jenis ikan clown, Marlin (Albert Brooks) dan Nemo (Alexander Gould). Marlin, yang &amp;quot;istrinya&amp;quot; meninggal saat Nemo masih jadi telur, khawatir banget ketika Nemo masuk sekolah pertama kali. Maklum, selama ini Nemo selalu tinggal dalam perlindungannya. Marlin tidak pernah mengizinkan anaknya itu berenang ke laut lepas. Sikap over-protective itu membuat Nemo kesal dan ingin membuktikan bahwasannya dia &lt;br /&gt;sudah boleh dipercaya. Dia nekad berenang sendiri ke laut lepas. Malang, Nemo ditangkap seorang penyelam yang ingin menyimpan ikan-ikan kecil dalam akuariumnya. Terpisahlah bapak dan anak itu.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Valiant &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;yang disutradarai Gary Chapman --&amp;gt; sebuah film animasi apik yang menceritakan tentang kepahlawanan seekor burung merpati. Kisahnya bersetting pada masa Perang Dunia II, dimana sekawanan burung merpati sengaja dilatih oleh militer Kerajaan Inggris untuk mengantarkan pesan-pesan rahasia. Misi yang mereka emban cukup berbahaya, yaitu melintasi rute wilayah pertahanan musuh.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* 4 Acara TV Favorit Nan Takana&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Fenomena --&amp;gt; Trans TV&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Extravaganza --&amp;gt; Trans TV&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Who Wants To Be a Millionaire --&amp;gt; RCTI&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Liputan 6 --&amp;gt; SCTV&lt;br&gt;&lt;b&gt;* 4 Tempat Domisili Nan Takana&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Pekanbaru, Riau --&amp;gt; 1977-1984&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Pariaman, Sumbar --&amp;gt; 1984-1985&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Pekanbaru, Riau --&amp;gt; 1985-1996&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Padang, Sumbar --&amp;gt; 1996-sampai skrg&lt;br&gt;&lt;b&gt;* 4 Makanan Favorit Nan Takana&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;1. Nasi Ramas Ajo Lolong&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Ayam Batokok Lubuk Idai&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Gulai Gajeboh Lamun Ombak&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Gulai Jengkol Rang Rumah&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* 4 Web Nan Takana Dibuka Tiap Hari&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.&lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com"&gt;http://ayahdisya.blogspot.com&lt;/a&gt; &lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.&lt;a href="http://valdisya-azzahra.blogspot.com"&gt;http://valdisya-azzahra.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. blog kawan-kawan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4.&lt;a href="http://www.mapalaunand.com"&gt;http://www.mapalaunand.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;* 4 Blogger Nan Takanai untuk melanjutkan postingan berantai ini&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.&lt;a href="http://mentaree.blogspot.com/"&gt;http://mentaree.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.&lt;a href="http://srisusanti.blogspot.com/"&gt;http://srisusanti.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3.&lt;a href="http://myamazelife.blogspot.com/"&gt;http://myamazelife.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4.&lt;a href="http://putirenobaiak.ebloggy.com/"&gt;http://putirenobaiak.ebloggy.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tugas selesai...!!! (***)&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115043311909997591?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115043311909997591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115043311909997591&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115043311909997591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115043311909997591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/nan-takana.html' title='A Nan Takana'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-115018837950448333</id><published>2006-06-13T15:43:00.000+07:00</published><updated>2006-06-13T15:46:19.570+07:00</updated><title type='text'>Menunggu PAN Jadi Macan Ompong</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt; &lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/ompong.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" width="250" height="223"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;Walikota Padang, Drs H Fauzi Bahar MSi akhirnya terpilih sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Padang dalam Musda yang digelar 10-11 Juni lalu. Kemenangannya ini sudah diprediksi jauh-jauh hari sebelumnya &lt;br /&gt;oleh berbagai kalangan, mengingat begitu bernafsunya dia memimpin partai berlambang matahari terbit itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Itu wajar, mengingat PAN adalah salah satu partai yang punya perolehan suara cukup signifikan di Kota Padang dan berhak mencalonkan walikota-wakil walikota pada Pilkada Kota Padang yang digelar pada akhir 2008 mendatang. Dengan &amp;quot;menguasai&amp;quot; PAN, maka lempanglah jalan Fauzi untuk maju kembali sebagai orang nomor satu di kota bingkuang ini. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terpilihnya Fauzi, menyisakan kehakwatiran bagi kelangsungan peran Fraksi PAN di DPRD Padang. Kekritisan wakil rakyat dari fraksi itu selama ini terhadap kebijakan yang dijalankan Pemko, diyakini bakal lenyap. &lt;i&gt;Gimana mo ngritik, wong Wakonya boss sendiri...&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pengalaman sudah membuktikan serupa itu. Ingat, ketika Soeharto jadi presiden, dia di-&lt;i&gt;back up &lt;/i&gt;Golkar, Gus Dur didukung habis-habisan oleh PKB, Megawati dibela mati-matian oleh PDI-P dan kini Partai Demokrat masang badan buat SBY. Dan wajar bila Fauzi bakal dijaga dan dibela --meminjam jargon yang bersangkutan-- oleh PAN. &amp;quot;&lt;i&gt;Right or wrong, dia tuh boss gw&lt;/i&gt;!!!&amp;quot; bela mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dampaknya, bisa jadi kehidupan berlegislasi di DPRD Padang makin ramai. Karena fraksi lain dipastikan memosisikan diri sebagai oposisi dan berhadapan dengan F-PAN. Sebuah demokrasi yang wajar. Namun patut diingat, sedapatnya F-PAN harus berpegang teguh pada filosofi Minangkabau, &amp;quot;&lt;i&gt;tibo di paruik ndak dikampihan an, tibo di mato ndak dipiciang an&lt;/i&gt;&amp;quot; (tiba di perut tak dikempiskan, tiba di mata tak dipejamkan). Atau kerennya, katakan salah itu salah, walaupun menyakitkan!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apakah bisa? Hanya waktu yang kan menjawabnya. Jika F-PAN tak bisa mereposisi diri sebagai reformis yang siap mengkritik dan dikritik, maka tunggu saja PAN bakal ditinggal konstituennya. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-115018837950448333?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/115018837950448333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=115018837950448333&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115018837950448333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/115018837950448333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/menunggu-pan-jadi-macan-ompong_13.html' title='Menunggu PAN Jadi Macan Ompong'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114975434577488425</id><published>2006-06-08T14:55:00.000+07:00</published><updated>2006-06-08T15:12:26.313+07:00</updated><title type='text'>Gempa 4,7 SR, Getarkan Padang</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt; &lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/gampo.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" width="222" height="138"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;DI tengah isu tsunami yang menyebar ke masyarakat bakal terjadi pada 7 Juni kemarin, warga Kota Padang dikejutkan dengan gempa berkekuatan 4,7 SR pada pukul 15.22 WIB. Sehingga kekhawatiran isu itu akan menjadi nyata, sempat bikin panik sebagian warga.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Syukurnya &amp;quot;mimpi buruk&amp;quot; tersebut tidak menjadi nyata, lantaran gempa yang terjadi kali ini tidak berada di dasar laut dan kekuatannya relatif kecil untuk mendatangkan tsunami.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari situs resmi &lt;a href="http://gis.bmg.go.id"&gt;BMG &lt;/a&gt;dan pernyataan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Padang Panjang, Soemarso, gempa ini berpusat di darat 98 km tenggara Kota Padang pada &lt;i&gt;latitude &lt;/i&gt;(lintang selatan) 1.52 dan &lt;i&gt;longitude &lt;/i&gt;(bujur timur) 101.01.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Episentrum gempa berada di Bukit Barisan, sekitar Kerinci, Jambi pada kedalaman 33 km. Dengan adanya gempa itu, bukan berarti berkaitan dengan aktivitas Gunung Kerinci. Karena gempa ini jenis tektonik akibat pergerakan &lt;i&gt;patahan simangko &lt;/i&gt;yang melintasi Pulau Sumatera,&amp;quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Disebutkannya, getaran gempa dirasakan di Kota Padang dengan skala III MMI (Mercalli Magnitudo Intensity) dan I-II MMI di Padang Panjang. Sementara getaran cukup kuat dirasakan di Pesisir Selatan dengan kekuatan III-IV MMI.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sementara itu, sejak Minggu (4/6) hingga Senin lalu (5/6), sempat beredar isu bahwa akan ada gempa dan tsunami dahsyat tanggal 7 Juni 2006. Isu lewat SMS dan &lt;i&gt;Yahoo! Messenger &lt;/i&gt;ini mencatut nama beken kantor berita CNN. Isu lewat SMS dan &lt;i&gt;Yahoo! Messenger &lt;/i&gt;itu bertuliskan sebagai berikut: &amp;quot;&lt;i&gt;Menurut CNN, disiarkan 3 hari yang lalu bahwa lempeng bumi di Australia sedang bergerak ke utara menuju Asia. Diperkirakan bisa bertubrukan dengan lempeng bumi di selatan pulau Jawa. Diperkirakan 11 hari setelah gempa Jogja, atau Rabu besok (7 juni) akan ada gempa dahsyat dan memungkinkan terjadinya tsunami. Mohon doanya and please forward ke temen-temen lain, jangan sampai putus di tangan kamu&lt;/i&gt;.&amp;quot;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Isu ini, sampai-sampai menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Rapat Terbatas (Ratas) kabinet Indonesia Bersatu yang dipimpin langsung &lt;a href="http://www.presidensby.info/"&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/a&gt; didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Presiden, Selasa sore (6/6). Menurut Menhub, Hatta Rajasa di situs http://presidensby.info, isu tersebut tidak berdasar. Sejak terjadinya gempa tektonik di Yogya dan Jateng, mulai 27 Mei hingga 6 Juni data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menunjukkan tren gempa sangat menurun. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Sehingga isu-isu akan terjadinya kembali gempa besar disertai tsunami itu tidak disertai atau diikuti data-data ilmiah,&amp;quot; kata Hatta Rajasa pada penjelasan persnya usai mengikuti Ratas. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan banyaknya isu-isu tidak berdasar itu, masyarakat diminta tidak menanggapinya. Misalnya, isu di Jakarta akan terjadi gempa besar disusul tsunami dan sebagainya. Walaupun Indonesia ini rawan gempa, ujar Hatta, namun masyarakat hendaknya hanya menyimak informasi-informasi mengenai gempa yang selalu dikeluarkan baik oleh BMG maupun Direktorat Geologi dan Vulkanologi, di bawah Departemen ESDM dan BPPT. &lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114975434577488425?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114975434577488425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114975434577488425&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114975434577488425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114975434577488425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/gempa-47-sr-getarkan-padang.html' title='Gempa 4,7 SR, Getarkan Padang'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114947333721745156</id><published>2006-06-05T09:03:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T09:08:57.523+07:00</updated><title type='text'>Tak Mau Sepi...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/taplau.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;angin merasa sepi karena panas mengusap derunya &lt;br&gt;dan dedaunan mulai berdebu karena tak ada lagi hujan yang mengguyurnya&lt;br&gt;bunga berguguran kehilangan makna&lt;br&gt;&lt;br&gt;aku terpagut kedinginan ditinggal mentari&lt;br&gt;sepi menjadi mainanku hari ini&lt;br&gt;di sini aku kini, menanti angin, menunggu hujan, berharap mentari&lt;br&gt;agar tak mati rasa di hati&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dedicated to: &amp;quot;&lt;i&gt;yg tau lapar aja deh..&lt;/i&gt;&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114947333721745156?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114947333721745156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114947333721745156&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114947333721745156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114947333721745156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/tak-mau-sepi.html' title='Tak Mau Sepi...'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114926161498292741</id><published>2006-06-02T22:16:00.000+07:00</published><updated>2006-06-04T22:10:21.820+07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan, Bang!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/codot.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;i&gt;INNALILLAHI Wa Innaillaihi Roji'un&lt;/i&gt;. Drs H Irawadi Uska BAc telah berpulang ke &lt;i&gt;rahmatullah&lt;/i&gt;. Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, Kamis (1/6) sekitar pukul 00.30 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Mendengar kabar duka ini, terus terang saya terkejut. Karena selama ini yang saya tahu dia sehat-sehat saja. Kalau pun sakit, Codot berusaha menyembunyikannya. Justru istrinyalah, Hj Ellyta yang selama ini harus berjuang dengan penyakit yang dideritanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Tapi bisa jadi kepergiannya yang serba mendadak ini --karena sakit jantung yang menderanya--, terkait juga dengan kebiasaan buruknya yang sehari menghabiskan minimal 2 bungkus Gudang Garam Surya dan kegemarannya &lt;i&gt;ngopi&lt;/i&gt;. Namun begitu, soal ajal, kuasa Allah sepenuhnya.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Irawadi Uska yang lebih tenar dengan panggilan Codot, saya kenal dan mulai dekat --walaupun sudah sebelum-sebelumnya sudah tahu dengan dia-- ketika dirinya ikut meramaikan pesta demokrasi pemilihan walikota Padang pada awal 2003. Kendati pada akhirnya dia tersingkir dari pencalonan, lantaran tidak ada satupun fraksi di DPRD Padang yang mengusulkannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hubungan kami terus berlanjut, layaknya ayah dengan anak, abang dengan adik. Kendati terpaut umur cukup jauh --usianya sepantaran ayah saya--, saya biasanya memanggil Abang kepadanya. Dari sebegitu banyak relasi yang saya kenal, Codot adalah salah satu relasi yang lumayan dekat dengan saya. Berkali-kali dia mengontak, apabila ada info terbaru yang layak diberitakan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tak hanya itu, Codot tak segan-segan untuk mengajak ke lapangan guna memperlihatkan realita yang terjadi di tengah masyarakat. Dari fakta dan data valid yang dipunyanya, dia berani angkat bicara. Codot tak pernah segan untuk  menyampaikan isi kepalanya, kendati itu harus bersinggungan dengan pengambil kebijakan. Tapi, itulah dia, berani dan keras kepala.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kevokalan Codot terlihat jelas ketika dirinya dipercaya sebagai wakil rakyat di DPRD Padang (1987-1997) maupun di DPRD Sumbar (2004-hingga akhir hayatnya). Di balik kevokalannya, Codot menyimpan sisi kemanusiaan yang tak banyak diketahui orang. Dia tak segan-segan mengorbankan harta bendanya bagi kaum papa. Bahkan satu komunitas nelayan pun dibinanya untuk hidup lebih baik dengan menggunakan apa yang dimilikinya, termasuk mengandalkan kemampuan lobinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Namun di balik semua itu, sebagai politikus, dia tak jarang harus kecewa menjadi korban permainan politik. Salah satu yang mungkin dirasakannya sangat mendalam, ketika dirinya dijegal untuk maju sebagai kandidat wakil gubernur dari Partai Demokrat Sumbar yang dipimpinnya. Dia mengaku dikadali rekan-rekannya. Sebagai pengobat hati, kepada saya Codot bilang, &lt;i&gt;"ndak ambo pikiaan bana tu doh&lt;/i&gt;". Walau saya tahu, hatinya terluka karena itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini dia pergi.., dengan beberapa bengkalai yang mesti diselesaikannya. Di antaranya mewujudkan Minang TV mengudara di jagad pertelevisian Sumbar dan meneruskan roda kepemimpinan Partai Demokrat Sumbar yang masih dipegang Plt ketua, pasca kisruh Musda yang digelar awal Januari lalu di Bukittinggi.(***) &lt;/p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berikut ini tulisan saya tentang Codot yang pernah &lt;br /&gt;diterbitkan POSMETRO PADANG beberapa waktu lalu.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Dari Lapangan Bola, Ke Panggung Politik&lt;/B&gt;&lt;/P&gt;&lt;p align="justify"&gt;SIAPA yang tak kenal dengan Pele. Pemain sepakbola Brazil yang melegenda itu, ternyata juga sukses menapak karir di "dunia lain". Dia dipercaya sebagai Menteri Olahraga negara penghasil kopi tersebut. Hal serupa juga dijabani mantan kapten kesebelasan Malaysia, So Chin An. Karena aktif di UMNO, dia akhirnya ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan negeri jiran tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam skala lokal Sumbar, hal serupa juga terjadi pada mantan pesepak bola PSP Padang era 80-an, Codot. Pemilik nama asli Drs H Irawadi Uska BAc itu, ternyata tidak hanya &lt;i&gt;ngetop &lt;/i&gt;sebagai &lt;i&gt;goal getter &lt;/i&gt;PSP, tapi juga &lt;i&gt;ngetop &lt;/i&gt;di panggung politik. Pernah menjadi anggota DPRD Kota Padang selama 2 periode (1987-1997), dan kini menjadi anggota DPRD Sumbar 2004-2009, Codot adalah sebuah fenomena lokal, bahwa "bola" bisa diarak dari lapangan ke panggung politik. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Untuk mencetak gol, kini harus melalui sistem jemput bola. Begitu pula --seharusnya-- dengan orang politik. Jangan menunggu "bola", tapi jemputlah "bola" untuk mengetahui persoalan-persoalan apa saja yang sebenarnya tengah terjadi di masyarakat dan patut diperjuangkan," begitu katanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai pemain bola, Codot mengawalinya dengan bermain di PSP Yunior pada tahun 1968. Kelincahannya mengutak-atik "si kulit bundar" dan menjebloskannya ke gawang lawan, membuat dia dipromosikan ke PSP Senior. Di sinilah bintang terang semakin menyinarinya sebagai pesepak bola dan sempat melanglang buana membela PSP melawan kesebelasan Malaysia dan Thailand. Di kancah Divisi Utama Perserikatan, bersamanya PSP pun sempat menuai prestasi 12 besar nasional.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Codot telah mulai bermain bola ketika masih kanak-kanak. Di tahun 60-an, anak-anak bermain bola dengan bola karet, semacam bola yang terbuat dari getah karet yang diisi daun kerisik. Mereka bermain di mana saja, di halaman rumah, di pojok jalan, di taman-taman kota. Begitu pula dengan Codot. Dia pernah mengikuti pertandingan antar sekolah rakyat (SR). Bakatnya mulai kelihatan sebagai pemain bola sehingga dia terpilih jadi pemain inti di sekolahnya, sampai ketika dia kuliah di perguruan tinggi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hebatnya, Codot bukan hanya handal menggiring bola, waktu kanak-kanak dia pernah pula menjadi penyanyi band bocah "Umbuik Mudo" pada tahun 60-an. Bahkan dia pun seorang penari cilik ketika itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari perawakannya yang kecil mungil, orang tidak akan menduga bahwa Codot mampu menciptakan gol-gol yang manis dan menggetarkan gawang lawan. Tatkala di SMA, waktu kesebelasannya mengikuti Festival Kesenian dan Olahraga (Festikora) yang diikuti seluruh pelajar se-Sumatera Barat, tercipta 35 gol. Dan 19 gol di antaranya, tercipta dari kaki emas Codot. Sisanya diciptakan pemain-pemain lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di bawah bimbingan pelatih PSP, Adnan Jamil, kepiawaian Codot semakin terasah dan sempurna. Meski bermain pada posisi sayap kiri, tapi anak dari Direktur SMAN 1 Padang, Usman Kagami (alm) dan Marlis Uska itu, tidak jarang turun ke bawah untuk menjemput bola lantas menggiringnya ke lini tengah hingga mulut gawang lawan untuk dilesakkan menjadi gol.&lt;br /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Karena prestasinya di sepakbola, Codot diterima bekerja di BNI 1946 pada 1970. Dua dunia berbeda dijalaninya sekaligus. Bahkan dia pun mulai meniti karir di politik dengan aktif di sejumlah organisasi kepemudaan termasuk partai politik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada 1977, Codot dibawa Syahrul Udjud (mantan walikota Padang-red) untuk berkampanye dengan Golkar. Sebagai "orang baru", tentu saja Codot "manggaretek" ketika harus tampil berbicara sebagai Jurkam (juru kampanye) Golkar di hadapan massa partai berlambang pohon beringin tersebut. Tapi, bukan Codot namanya bila dia tidak mampu menguasai medan. Dan buktinya, pada masa kampanye 5 tahun berikutnya (1982-red), dia malah menjadi orator ulung dan singa podium dalam menyampaikan "janji-janji politik" yang begitu memukau audiens yang mendengarnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keaktifannya di Golkar, akhirnya mengantarkan suami tercinta dari Hj Ellyta itu ke gedung rakyat. Dia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Padang. Tidak hanya sekali, tapi dua kali berturut-turut, periode 1987-1992 dan 1992-1997. Sebagai anggota dewan, ayahanda dari Ira Febriani Irawadi Uska SE dan Ike Elvia Irawadi Uska SS tersebut, tidak segan-segan mengkritik "guru politiknya", Syahrul Udjud yang ketika itu menjadi walikota Padang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Dia memang pemain bola. Dan politik dilihatnya seperti bola," komentar Syahrul Udjud saat itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kritik yang disampaikan Codot bukanlah asal-asalan. Biasanya untuk mengkritik melalui pidatonya di sidang paripurna, dia harus membaca berbagai referensi, baik itu aturan hukum maupun fakta sosial yang dilihatnya langsung dari kunjungan-kunjungan yang dilakukannya ke berbagai lokasi, seperti pasar, kampung dan tempat lainnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Usai menjadi wakil rakyat, lelaki yang mendirikan Wirid Remaja Sumatera Barat bersama Jisman Dt P Simarajo, Amir Kopa (alm), Asril Syam BSc (alm) dan Djamaluddin Djamil pada 1978 itu, kembali fokus ke pekerjaannya sebagai karyawan BNI. Bahkan dia dipercaya sebagai kepala cabang BNI Pariaman.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seiring dengan berhembusnya angin reformasi yang tidak membolehkan PNS aktif di Parpol, Codot terpaksa fokus pada pekerjaannya tersebut hingga akhirnya dia pensiun pada 2003. Lepas pensiun per 1 Juni 2003, ternyata naluri berpolitiknya mengantarkan dia kembali ke "habitat keduanya" itu. Dia diminta mengkonsolidasi orang-orang yang ada di Ranah Minang ini untuk bergabung di Partai Demokrat yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjabat sebagai Menko Polkam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Naluri politik Codot bergerak, begitu dia melihat peluang. Segera saja dia menghubungi teman-temannya, hingga akhirnya dia dipercaya memimpin Partai Demokrat Sumbar. Siang malam Codot dan kawan-kawannya menjelajahi kota dan kabupaten di Sumbar. Nyaris tiada hari untuk istirahat, kadang tidur dalam perjalanan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Hari ini saya di Padang, besok mungkin saya kampanye di Pasaman. Pagi ini saya di Padang, siangnya saya memberikan pengarahan ke kader-kader Partai Demokrat yang ada di Kota Bukittinggi. Belum habis rasa lelah saya ketika sampai di rumah, DPP Partai Demokrat memanggil saya ke Jakarta," cerita Codot soal romantika kampanye Pemilu 2004 lalu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Namun berkat kegigihan Codot yang tak kenal menyerah, Alhamdulillah Partai Demokrat di Sumbar meraih suara yang mencengangkan semua orang. Sedikitnya 28 orang kader partainya itu mendapatkan kursi DPRD di kabupaten/kota dan provinsi dan satu orang untuk DPR RI. Partai Demokrat Sumbar pun punya andil besar terhadap terpilihnya SBY sebagai presiden dan Jusuf Kalla sebagai Wapres periode 2004-2009.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Semuanya adalah rahmat Allah SWT. Segala cobaan yang saya alami, saya terima dengan ikhlas. Dan nikmat yang dilimpahkan kepada saya, saya syukuri. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lain syakartum laazidanakum wallain kafartum inna Zabilashadiit &lt;/i&gt;(apabila engkau pandai mensyukuri nikmat yang Aku berikan, maka Aku tambah. Dan apabila engkau kufur akan nikmatku, maka tunggulah azab-Ku yang amat pedih-red)," kata Codot menyitir sebuah ayat Al Qur'an.&lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114926161498292741?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114926161498292741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114926161498292741&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114926161498292741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114926161498292741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/selamat-jalan-bang.html' title='Selamat Jalan, Bang!!!'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114917251302714269</id><published>2006-06-01T21:27:00.000+07:00</published><updated>2006-06-01T21:35:13.466+07:00</updated><title type='text'>Birokrasi Sialan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/Gempa.gif" align= "left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;ASTAGHFIRULLAH. Ibarat pepatah, &amp;quot;&lt;i&gt;alah jatuah tatimpo tangga pulo&lt;/i&gt;&amp;quot;. Demikian yang terjadi pada saudara kita di Yogya dan sekitarnya. Betapa pedihnya penderitaan mereka. Tak hanya karena ulah alam, mereka pun harus menghadapi ulah pemerintah yang masih saja belum berubah. BIROKRASI SIALAN!!!&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br&gt;Soal ini, semua kita tahu. Baik dari membaca koran maupun menonton televisi. Ternyata, kondisinya memang jauh lebih parah dari itu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya sempat &lt;i&gt;chatting &lt;/i&gt;sama &lt;a href="http://ardifa.com/"&gt;Mbak Fanya Ardianto&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://mentaree.blogspot.com/"&gt;Mbak Yuni Ambarwati&lt;/a&gt;, soal kondisi terkini di Yogya. Kata mereka, korban gempa yang masih hidup kini sangat kelaparan. Busyetnya, untuk mendapatkan bantuan harus melengkapi persyaratan. Salah satunya KTP dan Kartu Keluarga. Apa mesti mereka membongkar habis reruntuhan rumah mereka guna mencari KTP dan KK itu? &lt;i&gt;Wong &lt;/i&gt;pemerintah saja, sampai kini belum berhasil membersihkan puing-puing yang berserakan tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di satu sisi, &lt;i&gt;njelimetnya &lt;/i&gt;aparatur pemerintahan dalam menerapkan persyaratan tersebut, bisa jadi karena kekhawatiran mereka tidak meratanya bantuan yang diberikan atau takut ada korban gempa yang akan berkali-kali mengambil bantuan. Naif. Di saat kondisi tak menentu seperti ini, masih saja berpikiran serupa itu. Maka wajar bila para korban mulai beringas, karena mereka lapar. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalau memang pemerintah serius untuk menangani korban gempa ini, sudah saatnya mereka berganti paradigma. Meminjam istilah Mas &lt;a href="http://gombal.blogdrive.com/"&gt;Kere Kemplu&lt;/a&gt;, jangan lagi pertahankan Trisila Birokrasi: &amp;quot;&lt;i&gt;kalau bisa lama kenapa mesti cepat, kalau bisa mahal kenapa harus murah, kalau bisa susah kenapa kudu dibikin gampang &lt;/i&gt;...&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah --yang sudah babak belur sejak dulu--, dipertaruhkan di sini. Sudah saatnya memperbaiki diri bangsa(t)ku!!!&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114917251302714269?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114917251302714269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114917251302714269&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114917251302714269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114917251302714269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/06/birokrasi-sialan.html' title='Birokrasi Sialan'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114882810575535778</id><published>2006-05-28T21:53:00.000+07:00</published><updated>2006-05-28T21:55:05.840+07:00</updated><title type='text'>Y O G Y A, May 27</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/pray.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Pagi ini tak serupa pagi dulu&lt;br&gt;Kokok ayam berganti raung tangis&lt;br&gt;Deru deram membahana bumi&lt;br&gt;Tumpah ruah bersama darah&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Yang pergi tinggalkan duka&lt;br&gt;Yang tinggal sisakan luka&lt;br&gt;Yang ada menangis bersama&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yogyakarta, dukamu, dukaku, dukakita&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114882810575535778?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114882810575535778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114882810575535778&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114882810575535778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114882810575535778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/y-o-g-y-may-27_28.html' title='Y O G Y A, May 27'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114862883413534716</id><published>2006-05-26T14:26:00.000+07:00</published><updated>2006-05-26T14:33:54.686+07:00</updated><title type='text'>Pernah Dibom, Malah Kini Masjid Nurul Iman "Porak Poranda"</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/masjid.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;HAMPIR seluruh masyarakat Sumbar, khususnya Kota Padang sejak setahun belakangan masih terus bertanya-tanya. Sampai kapan bengkalai renovasi Masjid Nurul Iman akan dirampungkan. Mereka menyesali &amp;quot;perbuatan&amp;quot; Gubernur Sumbar terdahulu, H Zainal Bakar SH yang seenak udelnya &amp;quot;membongkar&amp;quot; masjid tersebut demi kepentingan politiknya jelang Pilkada 2005. Padahal masjid ini mempunyai sejarah yang cukup panjang.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Sebagai masjid kebanggaan masyarakat Kota Padang dan masyarakat Sumbar secara keseluruhan, proses pembangunan Masjid Nurul Iman sangat berliku dan bertahun-tahun baru selesai. Bahkan masjid ini masuk dalam catatan sejarah yang cukup menggemparkan, lantaran pernah dibom oleh Komandan Jihad, Timzar Zubil pada 11 November 1976.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari telaah dokumen yang saya lakukan, masjid yang sebelumnya bernama Masjid Djamiek Nurul Aman ini, pembangunannya dimulai pada 26 September 1958 yang ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh KH Musliah, Ketua Misi Departemen Agama ke Sumatera Barat. Modal pertama pembangunannya berasal dari bantuan Ka Operasi DAM III/ 17 Agustus, sebanyak Rp 1 juta, sumbangan Menteri Agama sebesar Rp 1 juta, dan dari pengumpulan sumbangan berupa derma, wakaf, dan zakat dari kaum muslimin Sumbar. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hingga pertengahan Juli 1965, pembangunan sempat terbengkalai. Padahal ketika itu, pembangunan masjid tersebut sudah sampai pada tahap pemasangan lantai tingkat atas (lantai II-red). Pembangunan itu terbengkalai karena kesulitan &lt;br /&gt;keuangan dan banyaknya pengurus masjid yang pindah domisili dari Kota Padang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi, patut diingat, bentuk masjid ini bukanlah seperti layaknya masjid di era sekarang. Dulu kondisinya serba darurat. Bahkan pada 1962, agar Shalat Tarawih dan Shalat Jumat dapat dilaksanakan di masjid tersebut, bangunannya terpaksa &lt;br /&gt;diberi atap seng darurat di ruangan dalam. Seng yang dipakai adalah seng yang dipinjamkan walikota Padang (ketika itu) sebanyak 40 kodi. Meski darurat, bangunan ini telah dapat memberi manfaat --selain sebagai tempat shalat-- bagi terselenggaranya wirid ibu-ibu setiap minggunya dan juga dipakai untuk perayaan hari besar Islam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Melalui SK No 69/GSB-UND/62 tertanggal 27 September 1962, Gubernur Sumbar, Kaharoeddin Dt Rangkayo Basa sempat pula membubarkan &amp;quot;Jajasan Mesdjid Djamiek Padang&amp;quot; dan lantas menunjuk Walikota Padang, Zainoel Abidin St Pangeran, Kepala Kantor Urusan Agama Daerah Tk I Sumbar, Hadji Djamaloeddin, dan Polisi Komisariat Sumbar, AKBP Johnny Anwar untuk membentuk sebuah yayasan yang berbentuk badan hukum guna mengambil oper bengkalai dan melanjutkan pembangunan Mesdjid Nurul Aman Padang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah yayasan baru dibentuk, kemudian gubernur mengesahkan pengurus Badan Pembangunan Mesdjid Djamiek Nurul Aman Kota Padang melalui SK No 74/GSB-UND/62 tertanggal 11 Oktober 1962 dengan Ketua Umumnya AKBP Johny Anwar yang kemudian digantikan Mr Chaidir Nien Latief yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua III. Pengurus ini hanya bertahan hingga 1965 dan diganti pada 5 Juli 1965 melalui SK No Kemasj.0062/GSB/65. Sebagai Ketua Umum, ditunjuk Ismail Tuangku Maradjo dan Sekretaris, Drs Azhari.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena terbengkalainya pembangunan masjid tersebut, Ketua I Panitia Pembangunan Masjid Nurul Aman, Boer Joesoef dengan Sekretarisnya, A Kamal SH pada 7 Juli 1965 melayangkan surat ke Wakil Perdana Menteri III, Menko Kesejahteraan dan Menteri Sosial RI untuk minta bantuan dana. Dalam suratnya No Sekret.001/S.U/B/1965 itu, mereka menyebutkan bahwa dari penaksiran Dinas PU (Pekerjaan Umum) Sumbar, &lt;br /&gt;biaya untuk penyelesaian tersebut tidak kurang dari setengah miliar rupiah. Tidak jelas, berapa akhirnya pemerintah RI membantu pembiayaan pembangunan itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Namun hingga Desember 1965, pengurus pembangunan masjid melalui surat No 03/SU/B/65 tertanggal 6 Desember 1965 &amp;quot;melaporkan&amp;quot; ke gubernur bahwa pembangunan masjid masih terbengkalai. Bahkan tonggaknya sudah banyak yang lapuk. Mengingat bakal masuknya bulan suci Ramadhan 1385 H, panitia memohon bantuan dana sebesar Rp 2.250.000 kepada gubernur.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada awal 1966, nama Masjid Nurul Aman berganti menjadi Masjid Nurul Iman. Karena berdasarkan saran-saran para ahli disebutkan pemakaian kata-kata Nurul Aman tidak biasa dalam rangkaian bahasa Arab. Pergantian itu ditetapkan gubernur Sumbar melalui SK No Kemasj.025/GSB/66 tertanggal 10 Maret 1966 yang sekaligus mengganti kepengurusan masjid yang lama, dengan ketua barunya, Pelaksana Tugas Gubernur Sumbar, Soeputro Brotodihardjo yang kemudian digantikan Harun Zein.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dua tahun kemudian, pengurus &amp;quot;melaporkan&amp;quot; kembali kondisi perkembangan pembangunan Masjid Nurul Iman ini, sekaligus memohon bantuan dana. Melalui surat No Sekr./006/S.U/B/1968, disampaikan bahwa ruang keliling bawah, baru dapat disiapkan sebanyak 4 lokal yang telah dimanfaatkan IAIN Aldjamiah Imam Bonjol untuk kantor rektor, kantor pusat IAIN, ruangan perpustakaan darurat dan ruangan kuliah untuk doktoral. Sedangkan bangunan dalam dan bangunan untuk tingkat atas (lantai II-red), belum dapat dimulai sama sekali. Untuk menyudahkan bengkalai itu ditaksir oleh seksi teknik bangunan membutuhkan biaya lebih kurang Rp 25 juta.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Secara perlahan namun pasti, Masjid Nurul Iman telah berdiri megah sebagai masjid terbesar di Kota Padang. Masjid itu menjadi kebanggan warga Kota Padang dan juga masyarakat Sumbar. Namun tragisnya, masjid ini nyaris jadi puing-puing seiring meledaknya bom yang diduga diledakkan Timzar Zubil, dari Komando Jihad &lt;br /&gt;pada 11 November 1976 dengan motif memancing pertentangan antar agama. Pelakunya ini, tidak pernah ditemukan dan hingga kini masih misterius.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nyaris porak poranda pasca pengeboman, masjid ini baru &amp;quot;porak poranda&amp;quot; pada 2004 pasca munculnya kebijakan gubernur Sumbar, H Zainal Bakar SH untuk merehabnya yang hingga kini tidak jelas bagaimana kelanjutannya. (***)&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114862883413534716?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114862883413534716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114862883413534716&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114862883413534716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114862883413534716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/pernah-dibom-malah-kini-masjid-nurul.html' title='Pernah Dibom, Malah Kini Masjid Nurul Iman &quot;Porak Poranda&quot;'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114822543701289615</id><published>2006-05-21T22:12:00.000+07:00</published><updated>2006-05-21T22:30:37.636+07:00</updated><title type='text'>Hampir Dua Tahun Dita Hidup Tanpa Anus</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/dita.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;DALAM usianya yang sudah lewat setahun lebih, Dita harus rela hidup dengan anus buatan, lantaran dia tidak mempunyai lubang dubur sejak dilahirkan. Anak kelima dari pasangan Abdul Muis (60) dan Safarwa (44) ini, rencananya akan menjalani operasi di Kota Padang, namun terkendala dengan tidak adanya biaya. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Dita yang lahir pada 22 November 2004 itu, baru diketahui tidak memiliki anus, tiga hari pasca kelahirannya di rumah bidan desa di Sungai Bangih. Selama rentang waktu belasan hari, anaknya tersebut sama sekali tidak bisa buang air besar, sehingga perutnya terus membesar. Barulah pada usia 20 hari, dia diberi anus buatan. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagaimana dituturkan Safarwa, sebenarnya pihak keluarga berkeinginan sekali agar buah hatinya itu bisa hidup normal secepatnya. Tapi ketika Dita diberi anus buatan di perut bagian kirinya pada usia 20 hari oleh tim medis RSUD Painan, dokter setempat mengingatkan operasi pembuatan lubang dubur baru bisa dilakukan ketika anaknya itu berusia setahun.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini setelah genap setahun, dirinya harus menerima kenyataan pahit bahwa biaya operasi untuk mewujudkan impian agar anaknya bisa hidup normal, ternyata kelewat mahal untuk ukuran kantong keluarganya. Maklum saja, suaminya hanyalah petani biasa di Kampung Sungai Bangih, Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan, yang untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga saja sulit. Apalagi untuk membiayai operasi Dita. Sementara Safarwa sendiri, hanyalah ibu rumah tangga yang sama sekali tidak memiliki usaha sampingan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“&lt;i&gt;Rancananyo Dita ka dioperasi di rumah sakik M Jamil. Tapi sampai kini, ibuk alun tau bara biayonyo. Cuman kabanyo, di RS Yos Sudarso biayanyo sabanyak 6 juta&lt;/i&gt; (rencananya Dita akan dioperasi di RS Dr M Djamil Padang. Hingga sampai sekarang, saya belum tahu berapa biayanya. Cuma kabarnya, di RS Yos Sudarso biayanya sebesar Rp 6 juta),” sebutnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan biaya segitu, tentu saja dia harus berpikir ulang untuk mengoperasi anaknya. Tapi tekadnya cuma satu, bagaimana putri bungsunya tersebut bisa punya dubur sebagaimana layaknya manusia normal. Harapannya, mana tahu ada dermawan atau donatur yang tergerak hatinya untuk membantu penderitaan anaknya ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk proses di RS Dr M Djamil, disebutkan Safarwa, dirinya telah membawa Dita dan disarankan untuk menyiapkan segala persyaratan yang berlaku. Di antaranya kartu sehat untuk keluarga miskin. Yang menjadi persoalan, dirinya memang memiliki kartu tersebut, tapi masa berlakunya telah habis. Disamping itu, menjelang operasi Dita, dirinya pun harus rutin melakukan &lt;i&gt;check up &lt;/i&gt;kondisi anaknya tersebut yang &lt;i&gt;notabene &lt;/i&gt;juga membutuhkan biaya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sementara untuk ke Padang ini, dia hanya membawa uang yang tak seberapa. Bahkan dia terpaksa sementara harus menumpang di rumah “bakonya” di Kampung Baru No 39 RT 4/RW V, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur daripada harus bolak balik Sungai Bangih-Padang yang tentu saja membutuhkan ongkos yang cukup besar pula. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena itulah Safarwa dan keluarga menunggu uluran tangan para pembaca yang terniat untuk membantu. Para dermawan atau donatur, dapat melihat kondisi dan membantu Dita dengan mendatangi alamat “bakonya” tersebut, atau menelepon ke nomor 0751-810317. &lt;b&gt;(***)&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114822543701289615?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114822543701289615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114822543701289615&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114822543701289615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114822543701289615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/hampir-dua-tahun-dita-hidup-tanpa-anus.html' title='Hampir Dua Tahun Dita Hidup Tanpa Anus'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114800297635058147</id><published>2006-05-19T08:35:00.000+07:00</published><updated>2006-06-02T08:06:17.863+07:00</updated><title type='text'>Walikota yang Takabur</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/fauzi.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;UNTUK kesekian kalinya, pernyataan yang menyiratkan "nada kesombongan" dilontarkan Walikota Padang, Drs H Fauzi Bahar MSi. Katanya, Kota Padang siap menghadapi tsunami.&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Pernyataan penuh keoptimisan itu, dilontarkannya tidak sekali dua kali, tapi berkali-kali. Tidak hanya di Kota Padang diumbar, di Jakarta bahkan di Kota Bonn Jerman pun, kalimat yang sama mengalir dari bibirnya yang dihiasi kumis itu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terakhir, kalimat itu disampaikannya dalam Lokakarya Nasional VIII Program Mitra Bahari dan &lt;i&gt;Workshop &lt;/i&gt;serta TOT (&lt;i&gt;Training of Trainer&lt;/i&gt;) Mitigasi Bencana dan Pencemaran Lingkungan di Hotel Nam Center Jakarta, Rabu lalu (17/5). Apa yang disampaikannya itu, lantas menjadi bahan pemberitaan sejumlah media lokal yang sumbernya berasal dari rilis Humas Pemko Padang yang diikutsertakan dalam lokakarya tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kata Fauzi, Padang termasuk daerah paling beresiko bila diterjang tsunami. Tanpa peringatan dini dan persiapan evakuasi, diperkirakan 60% penduduk bisa menjadi korban mengingat kepadatan penduduk Padang saat ini di atas 141.000 jiwa per kilometer persegi.  Untuk meminimalisir korban yang jatuh, katanya, Pemko Padang telah menyusun rencana penyiapan penduduk Padang menghadapi ancaman bencana tsunami, bila hal itu terjadi. Sebagai bagian dari rencana penyiapan penduduk itu adalah dengan melakukan simulasi tsunami yang telah kita laksanakan beberapa kali, sejak gempa kuat menghoyak Kota Padang pada 10 April 2005 lalu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Dengan simulasi itu, saat ini warga Padang telah memiliki persiapan yang cukup baik, bila suatu saat terjadi tsunami. Dan kita bersyukur, kesiapan Kota Padang dalam menghadapi bencana tsunami itu sudah diakui secara nasional dan internasional," tuturnya sebagaimana dilansir&lt;br /&gt;&lt;i&gt;POSMETRO &lt;/i&gt;terbitan Kamis (18/5).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sedangkan pada 26 Maret 2006 lalu, kesiapan Kota Padang ini juga disampaikan Fauzi pada Konferensi Walikota Internasional tentang Peringatan Dini di Kota Bonn Jerman. Kata Walikota Bonn, Ms Barbel Dieckmann, karena Kota Padang dinilai telah berhasil melakukan langkah-langkah antisipasi dalam meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi bahaya tsunami, karena itu Fauzi turut diundang dalam pertemuan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada kesempatan itu Fauzi mempresentasikan beberapa hal, antara lain kebijakan Pemko Padang yaitu pembangunan sistem evakuasi dan relokasi masyarakat terhadap bencana tsunami, edukasi kepada masyarakat agar paham dan mampu melakukan proses evakuasi pada saat terjadi bencana, membuat kebijakan infrastruktur berwawasan antisipasi bencana, menyusun kurikulum untuk siswa sekolah mengenai tsunami dan meningkatkan moril masyarakat dengan melakukan kegiatan religius seperti doa dan zikir bersama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yang jadi persoalan, sejauh mana realitas kesiapan Kota Padang sebagaimana dipaparkan Fauzi itu. Apa benar Kota Padang benar-benar siap diterjang tsunami? Sejauh ini, realitas di tengah warga kota, belum semuanya yang paham dan &lt;i&gt;ngerti&lt;/i&gt; mitigasi bencana tsunami ini. Paling yang mereka tahu hanya, lari ke tempat tinggi bila tsunami terjadi. Untuk yang satu ini &lt;i&gt;mah&lt;/i&gt;, sudah terinternalisasikan kepada setiap makhluk hidup yang bernama manusia, dia harus kabur kalau keselamatannya terancam. Itu terbukti dari setiap gempa terjadi, warga Kota Padang ke luar dari rumah dan bahkan kabur ke daerah ketinggian begitu mendengar isu tsunami akan terjadi. Jadi bukan sebagai bagian dari keberhasilan Pemko dalam melakukan sosialisasi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk infrastruktur, sejauh ini belum jelas bagaimana sistem dan prosedur peringatan dini akan diterapkan. Kendati BUOY TEWS -- alat pemantau tsunami yang dipasang di tengah lautan-- telah ada di laut lepas barat Sumatera, itu pun bukan jaminan. Tidak diketahui dengan detail, bagaimana langkah lanjutan yang akan dilakukan bila BUOY TEWS memberi sinyal akan terjadi tsunami. Apakah akan ada sirine meraung-raung, kentongan bertalu-talu, atau ada pengumuman dari pengeras suara, semuanya belum jelas benar!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tempat evakuasi yang memadai pun belum ditentukan. Paling selama ini yang kerap dijadikan lokasi evakuasi pada setiap simulasi tsunami adalah bukit Gunung Pangilun yang daya tampungnya terbatas. Itupun lokasinya, hanya bisa dituju warga yang berdomisili di Belanti, Alai, Lapai, Gunung Pangilun dan sekitarnya. Yang berada di pesisir pantai mau lari kemana? Tidak jelas!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Belum lagi keseriusan dalam membuat jalur evakuasi dengan melakukan pelebaran jalan yang menuju ke daerah yang tinggi seperti jalan di Ampang dan Siteba yang hingga kini belum juga dikerjakan. Tak terbayangkan, bagaimana macetnya jalan sempit yang tembus ke By Pass itu, bila memang air bah tersebut akan menerjang Padang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk meyakinkan bahwa Pemko komit dalam menginformasikan bencana gempa dan tsunami yang terjadi, diiklankan pula di Harian Singgalang, sejumlah nomor telepon yang harus dihubungi warga bila ingin mengetahui info gempa yang terjadi. Kenyataannya, setiap gempa menghoyak Padang, dari beberapa nomor yang dikontak, banyak yang tidak aktif. Kalau pun bisa dihubungi, data yang diberikan tidak pula valid. Membingungkan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nah wajar bila warga Kota Padang meragukan dan menganggap alikotanya takabur dalam menyikapi bencana gempa disertai tsunami yang pasti akan terjadi --walau waktunya tidak diketahui pasti. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sejarah mencatat, gempa di Mentawai pada tahun 1833 berkekuatan 9 skala Richter telah turut meluluhlantakkan Padang ketika itu. Periode pengulangan gempa di wilayah ini menurut penelitian yang dilakukan LIPI selama hampir 10 tahun lalu, memiliki periode pengulangan sekitar 200 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gempa yang berpusat di sekitar Mentawai akan menimbulkan tsunami yang bakal menerjang ibukota Sumatera Barat ini, kata &lt;a ref="http://www.oseanografi.lipi.go.id/setahun-tsunami/displaynews.php?bid=3&amp;page=0"&gt;Dr Danny Hilman Natawijaya&lt;/a&gt; (43), peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dalam waktu 10 menit setelah gempa terjadi. Ancaman gempa besar dan tsunami di pantai barat Sumatera ini, menurutnya bukan hanya datang dari pulau-pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan, tapi juga pulau lain di gugusan Kepulauan Mentawai, yaitu Pulau Sipora yang terguncang gempa tahun 1600-an dan Siberut tahun 1797. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menakutkan memang. Tapi kenapa justru seorang walikota menggembar-gemborkan kesiapannya yang realitasnya belum amat sangat dilihat, didengar dan dirasakan warganya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maka wajar muncul sebuah SMS dari +628126619768 yang berbunyi.. "&lt;i&gt;Judul berita Posmetro Kamis 18 Mei 2006 hal 5 "KOTA PADANG SIAP HADAPI TSUNAMI" terkesan takabur. Foto walikota juga terkesan anggap enteng tsunami. Kuasa tuhan ndak ada yang bisa menghadapi. Jangan sampai tsunami benar-benar datang. Yang baik itu "PADANG BERUSAHA ANTISIPASI TSUNAMI" Astaghfirullah alazim&lt;/i&gt;&amp;quot;.&lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114800297635058147?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114800297635058147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114800297635058147&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114800297635058147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114800297635058147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/walikota-yang-takabur.html' title='Walikota yang Takabur'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114783495264545818</id><published>2006-05-17T10:01:00.000+07:00</published><updated>2006-05-17T10:28:24.583+07:00</updated><title type='text'>Gempa Besar Hoyak Nias, Warga Padang Panik</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/episentrum.gif" align="left" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" width="341" height="333"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;GEMPA berkekuatan 6,2 SR kembali mengguncang Pulau Nias. Gempa cukup besar itu, guncangannya juga dirasakan di Kota Padang dan sejumlah kota lainnya di Sumbar. Getaran yang berlangsung sekitar beberapa menit tersebut, membuat warga yang sebagian besar sudah lelap tertidur, terpaksa berlari ke luar rumah guna menghindari kemungkinan terburuk. Terlebih lagi bagi mereka yang berada di bangunan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari data website resmi &lt;a href="http://gis.bmg.go.id"&gt;Badan Meteorologi dan Geofisika&lt;/a&gt; (BMG), disebutkan gempa terjadi pada pukul 22.28'.22'' WIB di &lt;i&gt;latitude &lt;/i&gt;0.11' dan &lt;i&gt;longitude &lt;/i&gt;96.92'. Episentrum gempa berada di laut 109 km barat daya Teluk Dalam, Nias di kedalaman 33 km.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Data yang dirilis &lt;a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2006/usmuaw/"&gt;USGS&lt;/a&gt; (United State Geological Survey/ BMG-nya Amerika Serikat) di website resminya, justru berbeda. Disebutkan, gempa ini berkekuatan 6,8 SR yang berpusat di 0.074 LU dan 97,012 BT dengan kedalaman 1,9 km (1,2 mil) di Pulau Nias yang berjarak 270 km dari Sibolga atau 390 km dari Kota Padang. Oleh USGS gempa ini dikategorikan&lt;br /&gt;&lt;i&gt;strong &lt;/i&gt;(kuat).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sementara data yang disebutkan operator Dinas Kesejahteraan Sosial, Penanggulangan Bencana dan Banjir Kota Padang, Hidayat menyebutkan gempa ini berkekuatan 7,1 SR yang berpusat di antara Nias dan Mentawai. Data itu, katanya, berasal dari laporan BMG yang didapatnya. Sedangkan BMG Padang Panjang yang berkali-kali dihubungi di telepon 0752-82554 tak bisa dikontak karena sibuk melayani telepon yang masuk dari warga Sumbar.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika gempa terjadi, sejumlah warga menduga gempa ini berasal dari aktivitas dari Gunung Talang yang saat ini "berulah". Namun dugaan itu akhirnya patah seiring dirilisnya data gempa terbaru di website resmi BMG RI di&lt;a href="http://gis.bmg.go.id"&gt;http://gis.bmg.go.id&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sampai berita ini diturunkan, belum didapat informasi kerusakan dan korban jiwa di Nias maupun di wilayah Sumbar sendiri. &lt;b&gt;(max)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Up Date: &lt;/span&gt;BMG merilis data terbaru pada 17 Mei 2006 melalui web resminya, bahwa gempa tersebut terjadi pada pukul 22.28'.26'' WIB di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;latitude &lt;/span&gt;0.1 dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;longitude&lt;/span&gt; 97.06. Episentrum gempa berada di laut 109 km barat daya Teluk Dalam, Nias di kedalaman 16 km dengan kekuatan 6,4 SR. Gempa susulan berkekuatan 5,4 SR terjadi lagi pukul 23.19'.37'' di latitude 0.12 dan longitude 97.14 di laut 160 km barat daya Gunung Sitoli di kedalaman 33 km. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114783495264545818?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114783495264545818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114783495264545818&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114783495264545818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114783495264545818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/gempa-besar-hoyak-nias-warga-padang.html' title='Gempa Besar Hoyak Nias, Warga Padang Panik'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114690544613413720</id><published>2006-05-06T15:47:00.000+07:00</published><updated>2007-06-24T21:01:04.969+07:00</updated><title type='text'>Dicari, Pemuda Sumbar Terbaik</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/knpi.gif" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;BERBEDA dengan perayaan HUT sebelumnya, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbar kini punya &lt;i&gt;gawe &lt;/i&gt;di luar kebiasaan. Dikatakan di luar kebiasaan, lantaran di usianya yang ke-33 pada 23 Juli 2006 mendatang, baru pertama kali ini mereka dipercaya sebagai tuan rumah resepsi perayaan HUT KNPI se-Indonesia yang dipusatkan di Kota Padang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kepercayaan yang begitu besar dari pusat, dimanfaatkan organisasi tempat berkumpulnya berbagai OKP (organisasi kepemudaan) di Sumbar tersebut dengan menghelat rangkaian acara yang &lt;i&gt;oke &lt;/i&gt;punya. Salah satu yang di luar kebiasaan pula, adalah melakukan pemilihan 4 tokoh Sumbar yang berhak menerima Pemuda Sumbar Awards melalui &lt;i&gt;polling &lt;/i&gt;via SMS dengan bekerjasama dengan PT Indosat. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebanyak 17 tokoh Sumbar telah ditetapkan sebagai kandidat, yang kemudian dilemparkan ke publik untuk dipilih dan didukung sebagai penerima penghargaan prestisius tersebut. Nama yang diapungkan itu, bukanlah tokoh kacangan, namun sejumlah figur muda yang memang diakui eksistensinya di dunianya masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Kami sengaja melakukan &lt;i&gt;polling &lt;/i&gt;ini sebagai bentuk penghargaan kami terhadap kiprah tokoh-tokoh itu selama ini. Namun dari 17 nama yang akan dipilih tersebut, masyarakat jugalah yang akan menentukan pilihannya. Yang mendapat dukungan terbanyak, itu berarti kiprah dan jasanya selama ini begitu melekat di hati masyarakat khususnya pemuda,” ujar Roni Putra, Ketua Panitia HUT KNPI ke-33 didampingi sekretarisnya, Adrian Tuswandi SH dan bendahara, Nurkholis B kepada pers.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Adapun 17 tokoh itu --berdasarkan abjad-- adalah Aristo Munandar (Bupati Agam), Asnawi Bahar (Ketua Kadin Sumbar/ mantan Ketua KNPI Sumbar 1997-2000), Davip Maldian (Ketua Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia), Elwi Daniel (Komisaris PT Semen Padang/ Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Unand), Epyardi Asda (Anggota F-PPP DPR RI), Fauzi Bahar (Walikota Padang), Gamawan Fauzi (Gubernur Sumbar), Hendra Irwan Rahim (Anggota F-PG DPRD Sumbar/mantan Ketua KNPI Sumbar 1994-1997), Irdinansyah Tarmizi (Anggota F-PG DPRD Sumbar), Irfendi Arbi (Wabup Limapuluh Kota), Irman Gusman (Wakil Ketua DPD RI), Kandris Asrin (mantan Ketua KNPI 2000-2004), Leonardy Harmainy (Ketua DPRD Sumbar), Shadiq Pasadigoe (Bupati Tanah Datar), Syahrul Udjud (mantan Walikota Padang/manta Ketua KNPI Sumbar), Trismon (Ketua DPRD Kota Bukittinggi) dan Yul Akhyari Sastra (Anggota F-PG DPRD Sumbar/Ketua KNPI Sumbar).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Semua nama itu, akan mulai dipilih pada awal Mei dan berakhir pada 23 Juli 2006 pukul 00.00 WIB. Caranya, mengirim SMS dengan mengetik KNPI spasi No Urut Tokoh Pemuda yang dipilih, lalu kirim ke 7796. Mulai detik ini, silahkan kirim SMS sebanyak-banyaknya ke &lt;i&gt;short number &lt;/i&gt;tersebut tanpa ada batasan. Sedangkan penyerahan penghargaannya, dilakukan pada puncak resepsi HUT KNPI pada 23 Juli malam yang akan dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Adhyaksa Dault dan Ketua DPP KNPI,” sebut Roni.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dikatakannya, dalam perayaan HUT itu, KNPI Sumbar tidak hanya menggelar penyerahan anugerah Pemuda Sumbar Awards saja. Sejumlah rangkaian acara lainnya juga akan dihelat sepanjang Mei hingga Juli mendatang. Di antaranya, Lomba Lari Marathon Pemuda 10 K tingkat nasional pada 23 Juli yang akan diikuti oleh Menpora, seminar sehari bertemakan “Pemuda Sumbar &lt;i&gt;Pambangkik Batang Tarandam&lt;/i&gt;” pada 7 Juni di Hotel Pangeran Beach dengan pembicara gubernur Sumbar, ketua DPRD Sumbar, ketua LKAAM Sumbar dan &lt;i&gt;general manager &lt;/i&gt;PLN wilayah Sumbar. Serta serangkaian kegiatan sosial kemasyarakatan dan anjangsana ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Muara Padang, LP Bukittinggi dan LP Pariaman.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Pada setiap kunjungan ini, direncanakan digelar kegiatan penyuluhan hukum, pengajian, sholat bersama dengan penghuni LP setempat. Selain itu juga akan mengajak para narapidana untuk melakukan donor darah,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114690544613413720?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114690544613413720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114690544613413720&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114690544613413720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114690544613413720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/dicari-pemuda-sumbar-terbaik-berbeda.html' title='Dicari, Pemuda Sumbar Terbaik'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114671208670226398</id><published>2006-05-04T10:03:00.000+07:00</published><updated>2006-05-04T10:08:08.340+07:00</updated><title type='text'>Mambangun Nagari Basamo Minang TV</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/Minang-TV.gif" border="0" align="left" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" width="100" height="45"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;MENYUSUL mulai mengudaranya Favorit TV (Fativi) pada akhir April lalu melalui siaran ujicoba, masyarakat Sumbar akan segera pula dihibur dengan kehadiran Minang TV. Jika tidak ada aral melintang, stasiun TV milik PT Minang Media Televisi Sumbar itu, dipastikan akan mengudara (on air) secara resmi pada 17 Agustus mendatang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kepastian akan mengudaranya Minang TV, diungkapkan Dirut PT Minang Media Televisi Sumbar, H Erwin Amril didampingi Komisaris Utama, Drs H Irawadi Uska BAc dan Manager Program, Andri Mulyadi kepada pers, Selasa (2/5). Dikatakan Erwin, sebelum resmi on air pada 17 Agustus itu, Minang TV akan melakukan siaran ujicoba pada Juni mendatang di channel 31 UHF.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Saat ini kita masih menunggu kedatangan peralatan siaran yang didatangkan dari Italia. Towernya akan kita bangun di daerah Ulu Gadut. Untuk proses perizinan, kita sudah mengurus ke KPID Sumbar, Balai Monitoring Lokal, KPID Pusat dan Depkominfo RI," ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Erwin yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Himpunan Wartawan Muslim Indonesia (HIWAMI) ini menyebutkan, sebagai salah satu pemain baru di TV lokal Sumbar, Minang TV tampil dengan mengedepankan segmen adat istiadat dan budaya Minangkabau bagi pemirsanya. Seluruh program akan menyentuh kehidupan sosial dan budaya masyarakat Minang dengan kemasan menarik yang jelas berbeda dengan suguhan stasiun televisi lainnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Kendati nantinya ada beberapa stasiun televisi lokal yang juga menggarap segmen ini, Minang TV tetap tampil berbeda. Soal stasiun mana yang akan "dipelototi" penonton, resepnya tergantung pada menarik atau tidak menariknya kemasan acara yang ditampilkan. Jika menarik, sudah tentu para buyer (pemasang iklan-red) juga akan berlomba-lomba untuk mengiklankan produknya," kata mantan wartawan Poskota yang juga dikenal sebagai sutradara sejumlah sinetron yang digarap production house, ESA Production ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ditimpali Irawadi Uska --yang akrab dipanggil Codot--, segmentasi adat dan budaya yang digarap Minang TV, bukan dalam arti sempit. Banyak ranah atau ruang yang belum tergarap maksimal pada segmen itu. Bagaimana bentuk penggarapannya, Codot dan Erwin, belum mau buka kartu. Alasannya, selain ini akan menjadi kejutan bagi penonton, juga mencegah kemungkinan stasiun televisi lain menggarap hal serupa.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Minang TV bersemboyankan "Basamo Mambangun Nagari" ini, tidak ingin asal jual "kecap". Semboyan yang digunakan, akan diejawantahkan guna menjembatani kembali pemirsa dengan adat dan budayanya guna kembali membangun kejayaan masa lalu Ranah Minang ini.Bagaimana hasil akhirnya, mari bersama-sama kita tunggu kehadiran Minang TV. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;(***)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114671208670226398?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114671208670226398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114671208670226398&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114671208670226398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114671208670226398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/05/mambangun-nagari-basamo-minang-tv.html' title='Mambangun Nagari Basamo Minang TV'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114619494014837507</id><published>2006-04-28T10:28:00.000+07:00</published><updated>2007-06-24T20:51:49.214+07:00</updated><title type='text'>"Pelototi" TV Anda, FATIVI akan Segera Mengudara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/fativi.gif" alt="Photobucket - Video and Image Hosting" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BEBERAPA waktu ke depan, jagad pertelevisian Sumbar akan punya banyak pilihan. Menyusul akan mengudaranya beberapa stasiun lokal di daerah ini. Tercatat, sedikitnya sudah ada 4 televisi yang mendaftar ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar. Yaitu Padang TV, Minang TV, House Centre TV dan Favorit TV (Fativi). Khusus nama terakhir, justru akan cilok start dengan melakukan siaran percobaan pada akhir April ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepastian akan mengudaranya Fativi, diungkapkan Dirut PT Favorit Mitra Media Televisi, H Yendril BE didampingi Direktur Fativi, Ir Muhammad Dien dan Public Relation-nya, Herman Yulbet kepada pers, Rabu (26/4). Dikatakan Yendril, seluruh piranti perangkat siar yang didatangkan dari luar negeri, sudah siap untuk diujicobakan pemakaiannya melalui siaran percobaan. Fativi dapat "dipelototi" di channel 33 UHF yang mengudara dari Jalan Dr Sutomo No 125, Marapalam yang juga merupakan "markas" Radio Favorit FM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan tampil berbeda dengan televisi yang sudah duluan mengudara dan tidak pula mengekor kepada mereka. Segmen yang kami pilih, fokus kepada seni dan budaya yang 15% di antaranya berupa tayangan news dan live report. Karakter yang kami tampilkan tetap mengacu kepada adat basandi syara', syara' basandi kitabullah yang menjadi roh bagi semua tayangan kami," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan Yendril, dengan fokus pada segmen seni dan budaya, pihaknya telah merancang sejumlah acara bekerjasama dengan sejumlah production house (PH) yang ada di Kota Padang. Seluruh tayangan, akan menampilkan local content baik itu berupa tayangan reality show, sinetron maupun tayangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan M Dien, sentuhan kedaerahan yang bersifat nasional, selama ini bisa dikatakan tidak pernah "diakomodir" dengan baik oleh sejumlah televisi nasional yang mengudara di Sumbar. "Apa yang tidak ditampilkan stasiun TV nasional tersebut, itulah yang akan kami tampilkan dengan memberikan nuansa kedaerahan yang cukup kental. Kami ingin Fativi ini dijadikan sebagai media kreativitas masyarakat Sumbar," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk siaran percobaan nanti, ungkap M Dien, sementara akan bisa dinikmati hingga radius 10 km. Setelah itu, sekitar Mei atau Juni, Fativi baru resmi on air dengan jam tayangan --sementara-- minimal 8 jam sehari. "Siaran kami akan dapat dinikmati masyarakat yang berada di Kota Padang dan Padangpariaman," sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya Fativi sebagai pemain pertama dalam jagad televisi Sumbar, diakui Yendril sangat mendadak. Idenya muncul pada Januari lalu yang ditindaklanjuti secara kilat dengan mengurus seluruh prasyarat yang ditentukan Depkominfo RI melalui KPID. Tidak hanya itu, pihaknya langsung berburu piranti siar hingga ke luar negeri. Sementara untuk sumberdaya manusia yang akan memperkuat dapur Fativi, manajemen PT Favorit Mitra Media Televisi akan segera melakukan rekruitmen pada awal Mei mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut kelanjutan perjalanan stasiun TV ini di masa mendatang ---mengingat besarnya cost yang dikeluarkan--, Yendril optimis Fativi akan tetap bertahan dengan berharap pada banyaknya "kue iklan" yang akan masuk ke mereka. Namun pemasang iklan tentu tidak begitu saja memercayakan produknya ditayangkan, bila rating acara di televisi bersangkutan sama sekali tidak diminati pemirsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena itu, untuk langkah pertama supaya kami dipercaya pemasang iklan, kami akan menyuguhkan tayangan-tayangan berkualitas dan tampil beda, yang akan menghibur pemirsa di daerah ini. Dengan begitu, pemasang iklan tidak akan ragu untuk menayangkan iklannya di TV kami," tutur Yendril optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.., tunggu apalagi? Ayo "pelototi" TV anda, karena Fativi akan segera mengudara... (***)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114619494014837507?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114619494014837507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114619494014837507&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114619494014837507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114619494014837507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/04/pelototi-tv-anda-fativi-akan-segera.html' title='&quot;Pelototi&quot; TV Anda, FATIVI akan Segera Mengudara'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114558058629762721</id><published>2006-04-21T07:42:00.000+07:00</published><updated>2006-04-21T08:21:37.556+07:00</updated><title type='text'>Lomba Foto dalam rangka Hari Kartini 06</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/dorong.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul: &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;"Dengan Gerobak, Kudorong&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;Masa Depanmu Wahai Kartini Kecilku"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menunaikan tugasnya sebagai cleaning service Kantor Walikota Payakumbuh di Bukik Sibaluik, wanita ini kembali kepada peran domestiknya sebagai ibu rumah tangga. Inilah saatnya dia meluangkan waktu untuk bermain bersama si buah hati. Wahana bermainnya, gerobak yang biasa dipakai untuk membawa sampah ke TPS terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/rebutan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul: &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;"Kartini Rebutan Rezeki"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMANSIPASI di tempat sampah. RA Kartini mungkin tidak akan pernah membayangkan emansipasi yang diperjuangkannya berwujud lain di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Aie Dingin, Kota Padang. 70% pemulung yang ada di sana, didominasi oleh ibu rumah tangga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114558058629762721?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114558058629762721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114558058629762721&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114558058629762721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114558058629762721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/04/lomba-foto-dalam-rangka-hari-kartini.html' title='Lomba Foto dalam rangka Hari Kartini 06'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114550076688492983</id><published>2006-04-20T09:26:00.000+07:00</published><updated>2007-06-24T20:45:27.070+07:00</updated><title type='text'>Ssttt...! Ada yang Baru dari Indosat</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/indosat.gif" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terhitung 17 April 2006, PT Indosat Tbk punya kejutan bagi pelanggannya dan juga seluruh masyarakat Sumbar. Apa itu? Penyedia jasa telekomunikasi dan informasi terkemuka tersebut, kini hadir dengan format baru komunikasi guna membangun &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; produk-produknya, yaitu mencantumkan &lt;em&gt;tagline &lt;/em&gt;"punya indosat" di seluruh materi produknya itu. Selain itu? Ada sejumlah &lt;em&gt;benefit&lt;/em&gt; (keuntungan/kelebihan-red) yang ditawarkan kepada pelanggan setianya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kejutan --atau tepatnya perubahan &lt;em&gt;brand image&lt;/em&gt;-- Indosat ini, bukan hanya sebatas "pemberian label" kepada seluruh produknya, tapi juga diiringi spirit untuk tetap komit terhadap jaminan kualitas dan layanan serta beragam &lt;em&gt;benefit&lt;/em&gt; yang dapat dinikmati pelanggan. Hal itulah yang ditegaskan Slamet Suparmaji, Kacab PT Indosat Sumbar-Bengkulu yang didampingi sejumlah stafnya seperti Yhon Emril (koordinator teknik), Nico Enjelit (koordinator &lt;em&gt;customer service&lt;/em&gt;), Del Ikhsansyah (Ka Reps Bukittinggi) dan Yanita Friyanti (koordinator &lt;em&gt;public relations&lt;/em&gt;) dalam &lt;em&gt;press confrence&lt;/em&gt; "Punya Indosat Untuk Anda" yang digelar Selasa, 17 April 2006  di Hotel Bumiminang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemberian format komunikasi baru ini bertujuan untuk memudahkan pelanggan dan masyarakat dalam mengenali keragaman produk dan layanan Indosat secara lebih jelas, beserta &lt;em&gt;benefit &lt;/em&gt;yang dapat dinikmati bila menjadi pelanggan Indosat," ujar Slamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya embel-embel "punya indosat" pada produk telekomunikasinya seperti Mentari, Matrix, IM3 dan StarOne, maka masyarakat awam pun akan mahfum bahwa produk itu bagian dari "keluarga besar" Indosat. Penegasan "punya indosat" di produk tersebut, cukup wajar, mengingat selama ini&lt;em&gt; brand&lt;/em&gt; produk Indosat cenderung terkesan tampil secara mandiri, sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu bahwasannya itu salah satu produk dari Indosat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di samping itu, &lt;em&gt;tagline&lt;/em&gt; "punya indosat" dapat pula diartikan bahwa "Indosat milik pelanggan", karena semua produk yang kami sediakan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi pelanggan. Di sisi lain &lt;em&gt;tagline&lt;/em&gt; ini diharapkan dapat memotivasi seluruh jajaran karyawan Indosat untuk selalu mewujudkan komitmen memberikan kualitas yang terbaik bagi pelanggan," papar Slamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping tampil dengan embel-embel baru "punya indosat", perusahaan ini juga memperkenalkan 4 &lt;em&gt;icon &lt;/em&gt;menarik yang melambangkan beragam &lt;em&gt;benefit&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;fitur&lt;/em&gt; yang ditawarkan produknya dengan pengharapan dapat memberikan gambaran pesan yang ingin disampaikan secara jelas, langsung, komunikatif sekaligus unik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Icon&lt;/em&gt; itu berupa gambar kelelawar yang melambangkan &lt;em&gt;benefit&lt;/em&gt; gratis telepon 5 jam (&lt;em&gt;free talk&lt;/em&gt;) dari Mentari sesama pemakai Mentari, Matrix dan IM3 untuk panggilan lokal maupun SLJJ di seluruh nusantara mulai 16 April lalu setiap pukul 00.00 WIB hingga 05.00 WIB. Untuk &lt;em&gt;free talk&lt;/em&gt; ini, syaratnya pengguna Mentari harus mempunyai pulsa minimal senilai Rp 25.000. Kurang dari itu, akan dikenakan tarif &lt;em&gt;off peak &lt;/em&gt;Rp 150/30 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Icon&lt;/em&gt; berikutnya berupa telur --dalam bentuk telur mata sapi/ telur ceplok-- yang melambangkan zona semakin luas dan semakin murah, seiiring dengan diberlakukannya tarif lokal Mentari Rp 450/30 detik untuk percakapan ke PSTN (&lt;em&gt;Public Switched Telephone Network&lt;/em&gt;) dalam zona yang sebelumnya dikenai tarif SLJJ. Selanjutnya ada &lt;em&gt;icon&lt;/em&gt; bergambar not balok yang melambangan &lt;em&gt;fitur&lt;/em&gt; (program layanan) I-Ring, yaitu nada sambung pribadi yang dapat diaktifkan oleh pengguna Matrix, Mentari dan IM3. Serta &lt;em&gt;icon&lt;/em&gt; bibir untuk melambangkan &lt;em&gt;fitur&lt;/em&gt; I-Say atau yang lebih dikenal dengan istilah &lt;em&gt;voice SMS&lt;/em&gt; yang memungkinkan pelanggan mengirimkan pesan suara kepada nomor tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan &lt;em&gt;benefit-benefit&lt;/em&gt; yang ditawarkan, kami berharap pelanggan Indosat dapat memperoleh lebih banyak kemudahan dan keleluasaan dalam berkomunikasi. Dan pelanggan pun akan dimanjakan dengan benefit yang dapat langsung dinikmati dengan bergabung dalam &lt;em&gt;Indosat Community&lt;/em&gt;. Komunitas Indosat ini berhak atas fasilitas istimewa berupa pemberian diskon di berbagai pusat perbelanjaan, tempat makan, lokasi hiburan dan tempat lainnya yang merupakan hasil kerjasama Indosat dengan pihak ketiga (&lt;em&gt;merchants&lt;/em&gt;). Mereka juga dapat menikmati tarif percakapan yang lebih murah antar sesama pengguna produk Indosat," terang Slamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mendukung seluruh &lt;em&gt;benefit &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;fitur-fitur&lt;/em&gt; ini, sebut Slamet, Indosat telah melakukan antara lain penambahan infrastruktur berupa BTS (&lt;em&gt;Base Trancivier Station&lt;/em&gt;) secara konsisten yang hingga akhir 2005 lalu telah mencapai sekitar 5.702 BTS. Selain itu Indosat juga memiliki infrastruktur berupa jaringan &lt;em&gt;fiber optic &lt;/em&gt;guna mendukung transmisi layanan-layanan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan layanan dan kualitas serupa itu, "Selamat kepada anda yang telah "punya --produk-- indosat"..."(***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tulisan ini telah dimuat di POSMETRO PADANG edisi Selasa, 18 April 2006&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22226869-114550076688492983?l=ayahdisya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahdisya.blogspot.com/feeds/114550076688492983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22226869&amp;postID=114550076688492983&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114550076688492983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22226869/posts/default/114550076688492983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahdisya.blogspot.com/2006/04/ssttt.html' title='Ssttt...! Ada yang Baru dari Indosat'/><author><name>Maryulis Max</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02218501659970749805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://i52.photobucket.com/albums/g30/posmetro/aden.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22226869.post-114471932957090540</id><published>2006-04-11T08:09:00.000+07:00</published><updated>2007-06-24T20:26:16.991+07:00</updated><title type='text'>Penilaian Adipura Tahap II (2005-2006)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/adipura.gif" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;SELAMA seminggu, pada 6-12 Maret lalu, tim pemantau Adipura yang terdiri dari unsur Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sumatera, Bapedalda Sumbar, akademisi dan pers serta LSM melakukan pemantauan Adipura tahap II secara serentak di 13 kota se-Sumatera Barat. Penilaian kali ini, berkaitan dengan perebutan Adipura 2005-2006 yang akan diserahkan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 5 Juni mendatang. Sebelumnya, &lt;a href="http://ayahdisya.blogspot.com/2006/02/penilaian-adipura-tahap-i-2005-2006.html"&gt;penilaian tahap I&lt;/a&gt; telah dilakukan pada 27 September-2 Oktober 2005 lalu.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Pemantauan II Adipura di Sumbar (1)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Kejar Adipura, Lingkungan Kota Dibenahi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adapun 13 kota yang dipantau adalah Kota Padang untuk kategori kota besar, Kota Payakumbuh untuk kategori kota sedang, dan 11 kota kecil, yaitu Padangpanjang, Pariaman, Bukittinggi, Lubuk Sikaping, Lubuk Basung, Solok, Sawahlunto, Painan, Muaro Sijunjung, Batusangkar dan Simpang Ampek. Dari semua kota itu, 3 kota di antaranya adalah penerima Adipura 2005, yaitu Kota Padang, Solok, dan Padangpanjang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kabupaten/kota yang dipantau tersebut, harus memenuhi kriteria memiliki jumlah penduduk minimal 20 ribu jiwa dan terdapat fasilitas perkotaan yang akan dijadikan objek penilaian. Keikutsertaan mereka dalam penilaian Adipura ini, tak lagi bersifat sukarela, melainkan wajib pantau dan dibina pemerintah pusat serta pemerintah provinsi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemantauan dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan, meliputi perumahan (perumahan menengah dan sederhana, serta --kalau ada-- perumahan pasang surut), sarana kota (jalan arteri dan kolektor, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit, Puskesmas, taman kota, hutan kota), sarana transportasi (terminal bus/Angkot, pelabuhan sungai dan terminal penumpang, stasiun kereta api), sarana kebersihan (TPA dan komposting), perairan terbuka (sungai/saluran terbuka/danau/situ) dan pantai wisata. Semua objek lokasi itu, berbeda-beda jumlah titik pantaunya pada masing-masing kota, tergantung pada kategori kota, peserta baru dan lama, serta pernah tidaknya mendapat Adipura. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lantaran pemantauan kali ini adalah penilaian tahap II, maka wajar apabila seluruh kota membenahi kekurangan-kekurangannya yang ditemukan pada penilaian tahap I. Mereka berlomba-lomba mewujudkan kota bersih dan teduh (&lt;em&gt;clean and green city&lt;/em&gt;) demi menggapai piala Adipura.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Drainase Bermasalah di Kota Solok &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari pemantauan yang dilakukan Kelompok VI yang terdiri dari Usnadi SH, Suardi, dr Zulkarnaen Agoes MPH MSc dan M Arif Noviady ST di Kota Solok, kekurangan yang paling mendasar adalah kebersihan drainase. Kendati tidak semua drainase yang ditemukan jelek, tapi setidaknya kondisi drainase di titik pantau tertentu turut mempengaruhi nilai.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti drainase di perumahan Nusa Indah banyak ditemukan gulma dan sedimen serta sedikit sampah di dalamnya. Berbeda halnya dengan Perumahan Pemda dan Perumahan PLN yang bisa dikatakan tidak ada masalah dengan drainasenya. Namun secara keseluruhan, untuk kebersihan lingkungan perumahan bisa dikatakan cukup baik. Cuma saja sebaran dan fungsi pohon peneduh patut ditambah guna menciptakan suasana teduh di masing-masing perumahan. Kalau pun tidak tersedia lahan, bisa diakali dengan menyemarakkan penghijauan di rumah-rumah warga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara di jalan arteri/protokol, seperti Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Sutan Pamuncak, di drainasenya juga ditemukan gulma dan sedimen. Sedangkan di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Lubuk Sikarah dan Jalan Hamka, kondisi drainasenya tertutup, sehingga tidak dilakukan penilaian. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di jalan kolektor seperti Jalan A Yani, Jalan KH Dewantoro, Jalan Proklamasi, Jalan Lasitarda, Jalan Tembok Raya, Jalan Bahar Hamid, Jalan Dt Perpatih Nan Sabatang dan Jalan Perwira, hanya ditemukan sedikit sampah, gulma dan sedimen di dalam drainasenya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kondisi drainase paling buruk, ditemukan di Pasar Raya Solok. Drainasenya dipenuhi sampah yang menyumbat, sehingga menyebabkan terjadinya genangan air dan berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk. Sedangkan di lingkungan pendidikan, drainase bermasalah hanya ditemukan di STAI. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara umum, drainase di titik pantau seperti kantor walikota, kantor BRI serta kantor Pajak Bumi dan Bangunan, SD 14 Laing, SMK 1, RSUD Kota Solok, Puskesmas KTK dan terminal Bareh Solok dinilai cukup dan sangat baik. Namun yang patut diperhatikan adalah kondisi bantaran Batang Lembang yang banyak ditemukan sampah berserakan. Termasuk sampah di badan air sungai itu serta di Batang Bingung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan secara keseluruhan, dari parameter penilaian di setiap kategori titik pantau, kondisi Kota Solok bisa dikatakan cukup baik. Maka wajar pada 2005 lalu, kota ini mendapat Adipura. Tapi apakah pada 2006 ini mereka akan mampu mempertahankan anugerah itu, patut ditunggu pada saat pengumuman nanti. &lt;em&gt;(bersambung)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Pemantauan II Adipura di Sumbar (2)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kota Sawahlunto dan Muaro Sijunjuang Perlu Benahi TPA&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;DALAM pemantauan Adipura, penilaian terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sangat berperan besar dalam pemberian nilai. Pasalnya komponen dan sub komponen penilaiannya jauh lebih banyak ketimbang titik pantau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedikitnya, ada 4 komponen yang dinilai yaitu prasarana dasar dan sarana penunjang, sarana pencegahan dan pengendalian pencemaran, kondisi lingkungan, serta operasional TPA. Ke-4 komponen itu terbagi pula atas sub komponen masing-masing, yang bila ditotal jumlahnya sebanyak 19 item plus penilaian untuk pengomposan. Maka jangan heran apabila sebuah kota yang mempunyai TPA cukup baik, dipastikan mendapat Adipura. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Kota Sawahlunto dan Muaro Sijunjung, kondisi TPA inilah yang menjadi persoalan utama. Karena hampir sebagian besar komponen dan sub komponen penilaian tidak terpenuhi. Namun begitu, dari penilaian Kelompok VI yang terdiri dari Usnadi SH, Suardi, dr Zulkarnaen Agoes MPH MSc dan M Arif Noviady ST, TPA Kayu Gadang di Kota Sawahlunto sedikit lebih baik ketimbang TPA Muaro Batuak di Kota Muaro Sijunjung. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di TPA Kayu Gadang, jalan masuknya berupa tanah dan bebatuan yang banyak ditemukan lubang jalanan. Di sana tidak ada kantor pos jaga, pagar, garasi untuk alat berat, alat berat untuk operasional dan sistem pencatatan sampah. Juga tidak ada drainase, saluran lindi, sumur pantau dan penanganan gas. Ditemukan banyak lalat dan adanya pembakaran sampah di lokasi TPA. Di sini tidak ada pengaturan lahan, namun ada penimbunan dan penutupan sampah dengan tanah dalam rentang waktu tidak tertentu. Juga tidak ada pengomposan di TPA ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara di TPA Muaro Batuak, persis sama dengan TPA Kayu Gadang. Cuma saja di sini tidak ada pengaturan lahan, penimbunan dan penutupan sampah dengan tanah. Bedanya, di TPA ini ada pos jaga, tapi sayangnya tidak pula terawat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk titik pantau lainnya, seperti Perumahan Lembah Sanur, Kompleks PLN Siang Balau, Perumahan Tanah Lapang di Kota Sawahlunto jauh lebih baik ketimbang Perumahan Wisma Indah Gambok, Kompleks Pemda, Perumnas Sarasah dan Kompleks Polri di Kota Muaro Sijunjung. Di perumahan Kota Muaro Sijunjung itu, pada umumnya masih banyak ditemukan gulma dan sedimen serta sedikit sampah di drainasenya, pohon peneduh dan penghijauan pun masih kurang. Bahkan di beberapa gang di Perumahan Wisma Indah Gambok, terlihat adanya pembuangan sampah pada jurang yang berada di sisi samping rumah warga. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan untuk jalan arteri, Kota Muaro Sijunjung juga kalah jauh dibanding Kota Sawahlunto. Jalan M Yamin, Jalan Sudirman dan Jalan Adinegara, kebersihannya cukup baik, cuma saja pohon peneduh dan penghijauan masih kurang. Fisik trotoarnya pun tidak terawat, sehingga mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Berbeda halnya dengan jalan arteri di Kota Sawahlunto, yaitu Jalan Sudirman, Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan A Yani. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian pula dengan jalan kolektor di Kota Sawahlunto, seperti Jalan Proklamasi, Jalan Kampung Teleng, Jalan Rumah Sakit dan Jalan Saringan kondisinya juga lebih baik dari Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Logas, Jalan M Syafei dan Jalan Rasuna Said di Muaro Sijunjung. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan kondisi pasar di kedua kota ini, bisa dikatakan masih kurang kebersihannya. Terlebih lagi tidak adanya TPS di Pasar Sawahlunto, Pasar Silungkang dan Pasar Sijunjung yang menyebabkan sampah berserakan di lokasi pasar. &lt;em&gt;(bersambung)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Pemantauan II Adipura di Sumbar (3)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Lubuk Sikaping Harus Belajar ke Padangpanjang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;SEBAGAI kota langganan penerima Adipura, Kota Padangpanjang pantas dijadikan contoh oleh Kota Lubuk Sikaping dan juga kota-kota lainnya di Sumbar. Komitmen Pemko Padangpanjang untuk menciptakan kota bersih dan teduh, membawa kota ini sebagai kota idaman. Kendati begitu, tentu saja masih ada kekurangan-kekurangan yang patut dibenahi. Begitu pula halnya dengan Lubuk Sikaping, jika ingin mendapat prestasi serupa Padangpanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemantauan yang dilakukan Kelompok IV yang terdiri dari Yulianti MT, Rina Ariani SE, Dr Irsan Ryanto, serta saya sendiri di Lubuk Sikaping, secara umum kondisi lingkungan perkotaan cukup bagus. Di beberapa titik pantau, seperti Perumahan Pemda, Perumahan Polri dan Perumnas Tanjung Baringin, kebersihannya cukup baik. Tinggal lagi fungsi pohon peneduhnya terus ditingkatkan dengan melakukan pemeliharaan, mengingat sebarannya sudah sangat baik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan di jalan arteri dan kolektor, pohon peneduhnya pun cukup baik. Cuma di Jalan Agus Salim saja yang perlu dilakukan penambahan sebaran pohon peneduh, karena masih ada ruang untuk itu. Bahkan kalau boleh dikatakan, Jalan kolektor di Lubuk Sikaping seperti Jalan Diponegoro, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Rohana Kudus, Jalan Sam Ratulangi dan Jalan M Yamin, pohon peneduhnya jauh lebih baik ketimbang jalan kolektor di Padangpanjang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu juga dengan lokasi pertokoan Ruko Sudirman, perkantoran seperti kantor bupati Pasaman, kantor DPRD, Bank Nagari dan sekolah seperti SD 10, TK Bhayangkari, SMP I, SD 05, SMA I, serta taman Tugu Perjuangan, bisa dikatakan kondisinya sudah baik. Yang harus dibenahi adalah Pasar Lama Lubuk Sikaping, Pasar Benteng, Terminal Benteng, RSUD Lubuk Sikaping, Puskesmas Lubuk Sikaping, Taman Auditorium. Dan yang sangat penting adalah pembenahan operasional TPA Bukik Acek. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Khusus TPA, tidak ada salahnya Lubuk Sikaping mencontoh ke TPA Sungai Andok, Padangpanjang. TPA di Padangpanjang ini, bisa dikatakan TPA terbaik di Sumbar. Seluruh komponen dan subkomponen penilaian Adipura di lokasi ini, secara umum sangat bagus. Jalan ke lokasi TPA sangat baik, ada pos jaga yang mencatat besaran sampah yang masuk, ada garasi, alat berat, drainase, sumur pantau, penanganan gas, tidak ada pengasapan, pengaturan lahan dan penimbunan sampah secara berkala. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan khusus perairan terbuka di Lubuk Sikaping, seperti Batang Baluka, Batang Mauah, Batang Panapa, Batang Anang, dan Batang Sumpu harus diakui jauh lebih baik ketimbang Batang Bakarek-karek dan Parik Rumpang di Padangpanjang. Perairan terbuka di Lubuk Sikaping, kondisinya masih asri, sampah hanya sedikit di badan dan bantaran air, kecuali di Batang Anang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk Kota Padangpanjang, sebagai penerima Adipura 2005, yang sangat perlu diperbaiki memang hanya perairan terbuka itu. Dan sedikit pembenahan untuk pengelolaan sampah medis dan incenerator yang belum efektif meski sudah ada di RSUD Padangpanjang. Termasuk penambahan penghijauan dan pohon peneduh di Puskesmas Koto Katik, peneduh di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan KH Ahmad Dahlan, penanganan sampah dan penghijauan di Pasar Baru, penghijauan di pertokoan Khatib Sulaiman dan Imam Bonjol, serta di terminal Pasar Baru dan terminal Kantin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selebihnya, Padangpanjang memang pantas mendapat Adipura dan pantas pula menjadi objek studi banding daerah lain untuk belajar menjadikan kota bersih dan hijau. &lt;em&gt;(bersambung) &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Pemantauan II Adipura di Sumbar (4)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Simpang Ampek Mesti Berbenah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;KOTA Simpang Ampek harus terus berbenah, jikalau memang berniat menciptakan kota bersih dan teduh sekaligus mendapatkan piala Adipura. Karena dari pemantauan yang dilakukan, masih banyak kondisi titik pantau yang belum mendapat penanganan yang baik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana dilaporkan Kelompok V yang terdiri dari Irma Suriani SSos, Lindayati, Ir Neldi Armon MS dan Afrianingsih SP yang melakukan pemantauan ke kota tersebut, perhatian serius dari Pemkab setempat memang sangat diperlukan sekali. Di kota ini, bukan hanya segi kebersihan lingkungan saja yang patut diperhatikan, tapi juga penataan kota. Dari 26 titik pantau yang dinilai, yang paling menjadi perhatian di kota ini adalah belum adanya tempat pembuangan sampah akhir. Tanpa adanya sarana ini, maka sampah-sampah yang berasal dari lingkungan akan di buang pada tempat seadanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin ini juga yang menjadi penyebab jalan-jalan utama di kota ini masih terdapat sampah berserakan. Di Jalan KH Dewantara, Jalan Simpang Ampek Talu Kampung Pasir dan Jalan Aur Kuning Suka Menanti sampahnya masih berserakan, serta pohon peneduhnya masih belum memenuhi fungsi dan sebarannya. Demikian juga dengan kondisi drainase yang tak beraturan, sehingga tidak jelas apakah jalan tersebut memiliki drainase atau tidak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kondisi yang sama juga terjadi untuk lingkungan pasar. Di Pasar Padang Tujuh dan Pasar Simpang Empat sampah bertumpuk dan berserakan. Bahkan di pasar tersebut tidak terdapat tempat sampah yang memadai. Sedangkan untuk kondisi lingkungan sekolah, di SMA 1, SMP 1, SD 16, SD El Maarif sampah juga berserakan. Tapi di STIT YAPTIP cukup bersih dan pohon peneduhnya juga cukup. Sedangkan di SD 26, WC-nya kurang bersih, karena kurang terawat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahkan yang menjadi sorotan, di RS Ibnu Sina dan RSUD Simpang Ampek, drainasenya tidak berfungsi, banyak terdapat sampah sehingga menyumbat. Dan di beberapa lokasi pelayanan kesehatan itu masih terdapat sampah berserakan. Untuk RS Ibnu Sina, mungkin hal ini disebabkan karena sedang dalam pembangunan. &lt;em&gt;(bersambung)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Pemantauan II Adipura di Sumbar (5)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Lubuk Basung Lebih Baik Dari Kota Pariaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemkab Agam sepertinya sangat serius untuk membenahi Kota Lubuk Basung menjadi kota bersih dan teduh. Di sana-sini, telah dilakukan perbaikan untuk mengantarkan kota ini menjadi clean and green city. Kendati masih ditemukan sejumlah kekurangan, kondisi Kota Lubuk Basung bisa dikatakan jauh lebih baik ketimbang Kota Pariaman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana dilaporkan Kelompok V yang terdiri dari Irma Suriani SSos, Lindayati, Ir Neldi Armon MS dan Afrianingsih SP yang melakukan pemantauan kedua kota tersebut, di Kota Lubuk Basung jalan utamanya, seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Soekarno dan Jalan Sudirman hanya ditemukan sedikit sampah. Sedangkan untuk pohon peneduh boleh dikatakan telah memenuhi fungsi dan sebaran. Sementara lingkungan perumahan, seperti asrama Polri, Perumahan Pemda dan Perumahan Talago Permai penghijauannya cukup baik dan cukup bersih dari sampah. Di perumahan Talago Permai sudah terdapat pembuatan kompos yang berasal dari sampah rumah tangga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kawasan Pasar Lama dan Pasar Inpres Lubuk Basung cukup bersih walaupun masih terdapat beberapa sampah. Sedangkan penghijauan dan WC-nya cukup baik. Sementara sarana pendidikan di kota ini, SD 01 Balai Ahad, SMA 1, SMP 1, SDN 10 Sangir, SMP 3, SD 6, SMA 2 dan STIKES, sampah hanya sedikit dan pohon peneduh cukup baik. Namun kondisi WC di SMP 3 dan SD 6 cukup bau, walaupun berkesan bersih namun kurang terawat. Sedangkan Puskesmas Lubuk Basung dan RSUD juga bersih. Sayangnya untuk TPA, di kota ini masih belum memadai. Sebab meskipun telah terdapat TPA, namun sarana penunjang dan kelengkapan dari TPA itu sendiri perlu ditambah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan di Kota Pariaman, yang menjadi permasalahan juga karena tidak memadainya TPA. Kondisi TPA kurang terawat. Namun Pemko setempat kabarnya sedang mengupayakan untuk melakukan pemindahan TPA tersebut, lantaran jalan di sepanjang TPA tersebut akan menjadi jalan penghubung ke Bandara Internasional Minangkabau.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk kondisi perumahan, perumahan Kampung Keling, Kampung Baru dan Asrama Polri masih terdapat sampah. Demikian juga di Jalan Syech Burhanuddin, Jalan Sudirman, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro. Sementara Pasar Kuraitaji dan Pasar Pariaman perlu diberi pohon peneduh atau dilakukan penghijauan. Selain itu perlu ditambah tempat sampah, sehingga sampah tidak berserakan. Demikian juga drainase yang perlu diperhatikan, karena di beberapa tempat drainasenya tersumbat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di terminal, juga perlu ditambah pohon peneduh. Sementara itu di SMK 2, sarana kebersihan lingkungan sekolah dan WC perlu ditingkatkan. Untuk SMA1, SMK 2, SD 29, SMP 1 dan SD 17 pohon peneduh hanya ada di setengah lokasi. Sedangkan kawasan wisata Pantai Cermin cukup bersih dan penghijauan memadai. Namu perlu ditambah tempat sampahnya, karena jarak antar tempat sampah cukup jauh. &lt;em&gt;(bersambung)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Pemantauan II Adipura di Sumbar (6)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Adipura Bukittinggi Tersandung TPA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;JIKA saja Kota Bukittinggi mempunyai TPA bukan di kawasan Panorama II, dipastikan pada 2005 lalu kota ini tidak sekedar mendapat Sertifikat Adipura, tapi justru Piala Adipura. Diperkirakan, langkah Bukittinggi mendapat penghargaan tertinggi di bidang kebersihan lingkungan tersebut, tersandung oleh penempatan lokasi TPA di kawasan ngarai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan utama mengapa TPA Panorama II itu menjadi batu sandungan bagi Bukittinggi adalah lokasi itu adalah kawasan wisata yang merupakan daerah patahan dan &lt;em&gt;catchment area &lt;/em&gt;(daerah resapan air) dengan kemiringan 90 derajat yang sebenarnya patut dilindungi dan dilestarikan. Tapi oleh Pemko Bukittinggi, sampah dibuang begitu saja ke dalam jurang. Mereka membuang layaknya orang membuang sampah ke sungai.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari daerah ketinggian, sampah dijatuhkan ke dalam ngarai. Bisa dibayangkan, sebelum mendarat, sampah-sampah ringan beterbangan dan lalu "hinggap" di lokasi yang tidak semestinya. Sementara yang mendarat tepat di sasaran, semakin lama semakin menumpuk (karena tidak ada dilakukan perataan sebagaimana dilakukan di TPA lain).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dampaknya, lama kelamaan tumpukan sampah ini menjadi polutan (pencemar) terbesar air bawah tanah. Tragisnya, di ngarai tersebut banyak mata air dan anak sungai yang mengalir terus ke hilir dengan membawa "cemaran" dari sampah itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara dari sisi penilaian Adipura, kondisi TPA serba tak layak ini, membikin penilaian untuk seluruh kriteria di Kota Bukittinggi menjadi &lt;em&gt;down &lt;/em&gt;(turun-red). Hampir seluruh kriteria untuk TPA dinilai sangat jelek oleh tim dengan range nilai 30-45. Seperti tidak adanya pagar TPA --wajar, karena memang Panorama II itu sebenarnya bukanlah TPA--, tidak ada alat berat dan garasinya, tidak ada drainase, tidak ada lindi yang keluar karena langsung meresap ke dalam tanah, tidak tersedia sumur pantau/monitoring, tidak ada fasilitas penanganan gas metan, banyak lalat, ada asap, sampah terbuka di seluruh permukaan lahan pembuangan, tidak ada pengaturan lahan atas zona, blok dan sel, pembuangan sampah di sembarang tempat, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seandainya Pemko Bukittingi memindahkan lokasi TPA-nya ini, dengan menerapkan dengan baik komponen dan sub komponen penilaian Adipura di TPA baru itu, dipastikan kota wisata tersebut Adipura. Apa pasal? Karena untuk lokasi titik pantau lainnya di kota itu, bisa dikatakan sudah bagus, bersih dan teduh. Mulai dari kawasan perumahannya, jalan arteri dan kolektor, perkantoran, kawasan pendidikan, rumah sakit dan Puskesmas, dan bahkan pasar sekalipun bisa dikatakan baik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Paling yang perlu dilakukan pembenahan adalah WC pasar, penanganan sampah pasar, sampah di Batang Agam dan Batang Tambuo, penghijauan kawasan pertokoan, serta memperhatikan kondisi fisik SMP 3 dan SMP 4 yang sangat memprihatinkan. Dengan begitu, warga Bukittinggi tinggal menjemput Adipura untuk kategori kota kecil datang ke kotanya. &lt;em&gt;(bersambung)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Pemantauan II Adipura di Sumbar (7/habis)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pemko Payakumbuh Serius Incar Adipura&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;PADA penilaian Adipura Tahap I, Kota Payakumbuh berhasil memperoleh nilai 69,06 atau kurang 0,94 lagi untuk mendapat angka 70. Entah ada kaitannya dengan perolehan nilai tersebut atau tidak, tapi yang pasti Pemko Payakumbuh nampak serius membenahi kotanya. Mereka --tentu saja-- berharap piala Adipura menjadi prestasi lanjutan setelah sebelumnya mendapat penghargaan Kota Sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saking seriusnya, Pemko Payakumbuh rela "meninggalkan" TPA Kubu Gadang dan membangun TPA baru di Ampangan. Sebuah keputusan berani untuk menunjukkan bahwa mereka komit menciptakan kota bersih dan teduh yang diidamkan setiap warganya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sayangnya, kendati TPA Ampangan jauh lebih baik ketimbang TPA Kubu Gadang, namun lokasi baru itu masih diliputi kekurangan di sana-sini. Di antaranya belum ada pos jaga sehingga tidak ada pencatatan terhadap sampah yang masuk, tidak ada pagar dan drainase, ditemukannya lindi yang tidak diolah dengan baik, sumur pantau yang belum berfungsi sebagaimana layaknya, tidak ada penanganan gas, ada asap terus menerus --karena sampahnya sengaja dibakar, tidak ada pengaturan lahan atas zona, blok dan sel, penimbunan sampah dilakukan di sembarang tempat dan penutupan sampah dengan tanah tidak dilakukan secara rutin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain TPA, hampir sebagian besar titik pantau di kota ini, bisa dikatakan sudah cukup baik. Paling yang menjadi ganjalan dan harus terus dibenahi adalah sampah, drainase dan pohon peneduh serta penghijauan di kawasan Pasar Payakumbuh dan Pasar Ibuh, terminal Sago dan terminal Pasa Kabau. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan untuk perumahan seperti Perumahan Kodim, Taman Mutiara dan Padang Lebar, kebersihan dan keteduhannya sudah cukup baik. Begitu juga dengan jalan arteri seperti Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Sudirman, serta jalan kolektor seperti Jalan Rasuna Said, Jalan Pahlawan, Jalan Ade Irma Suryani dan Jalan M Yamin. Serta perkantoran seperti Balaikota Bukik Sibaluik, kantor BRI dan PN Payakumbuh, juga sudah baik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk titik pantau sekolah yang dipantau Kelompok IV yang terdiri dari Yulianti MT, Rina Ariani SE, Dr Irsan Ryanto serta saya sendiri, yang menjadi masalah adalah kondisi WC di SMP 1, SD 11 Padang Kaduduk, SD 02 dan SMA II, cukup bau. Sementara di SMP 9, TK Raudhatul Jannah, SMA I, SMP 8, SMK I dan Ponpes Ma'had Islamy cukup baik. Secara umum, kondisi lingkungan di semua lembaga pendidikan itu bisa dikatakan sudah baik. Demikian juga dengan RSUD Adnaan WD, RS Ibnu Sina, Puskesmas Tiakar dan Puskesmas Ibuh. Cuma yang perlu diperhatikan adalah keseriusan untuk memisahkan limbah medis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikianlah kondisi yang dipantau tim penilai Adipura untuk Tahap II. Apakah Kota Payakumbuh dan kota-kota lainnya bakal mendapat Adipura? Semua itu tergantung pada kalkulasi nilai yang 
